Turunan Parsial Definisi Misalkan fx y adalah fungsi

  • Slides: 20
Download presentation
Turunan Parsial Definisi: Misalkan f(x, y) adalah fungsi dua peubah x dan y. 1.

Turunan Parsial Definisi: Misalkan f(x, y) adalah fungsi dua peubah x dan y. 1. Turunan parsial pertama dari f terhadap x (y dianggap konstan) didefinisikan sebagai berikut 2. Turunan parsial pertama dari f terhadap y (x dianggap konstan) didefinisikan sebagai berikut 11/5/2020 1

Contoh: Tentukan fx dan fy 1. Jawab fx(x, y) = 3 x 2 y

Contoh: Tentukan fx dan fy 1. Jawab fx(x, y) = 3 x 2 y + 4 y 2 fy(x, y) = x 3 + 8 xy 2. Jawab fx(x, y) = – 2 xy cos(x 2 + y 2) fy(x, y) = cos(x 2+y 2)– 2 y 2 sin(x 2+y 2) 11/5/2020 2

Turunan Parsial Kedua 11/5/2020 3

Turunan Parsial Kedua 11/5/2020 3

Contoh Tentukan fxx, fyy , fxy, fyx 1. f(x, y)= x y 3 +

Contoh Tentukan fxx, fyy , fxy, fyx 1. f(x, y)= x y 3 + y 3 x 2 Jawab fx(x, y) = y 3 + 2 xy 3 fy(x, y) = 3 xy 2 + 3 x 2 y 2 fxx(x, y) = 2 y 3 fxy(x, y) = 3 y 2 + 6 xy 2 fyy(x, y) = 6 xy + 6 x 2 y fyx(x, y) = 3 y 2 + 6 xy 2 11/5/2020 4

Latihan Tentukan fxx, fyy , fxy, fyx 1. f(x, y) = sin 2 x

Latihan Tentukan fxx, fyy , fxy, fyx 1. f(x, y) = sin 2 x cos 3 y 2. f(x, y) = x/y 2 - y/x 2 3. f(x, y) = x y u 4. f(x, y) =exy 11/5/2020 5

Aturan Rantai Misalkan x=x(t) dan y = y(t) terdeferensialkan di t dan z =

Aturan Rantai Misalkan x=x(t) dan y = y(t) terdeferensialkan di t dan z = f(x, y) terdeferensialkan di (x(t), y(t)) Maka z = f(x(t), y(t)) dapat dideferensialkan di t dan didefinisikan sebagai Misalkan x = x(s, t), y=y(s, t) dan z = f(x, y), maka 11/5/2020 6

Contoh 1. Misalkan w = x 2 y 3 dengan x = t 3

Contoh 1. Misalkan w = x 2 y 3 dengan x = t 3 dan y = t 2, tentukan Jawab: = 2 x y 3 (3 t 2)+3 x 2 y 2(2 t) = 2 t 3 (t 2)3 (3 t 2)+3 (t 3)2 (t 2)2(2 t) = 2 t 3. t 6. 3 t 2+3 t 6. t 4. 2 t = 6 t 11+6 t 11 = 12 t 11 11/5/2020 7

Contoh 1. Misalkan z = 3 x 2 – y 2 dengan x =

Contoh 1. Misalkan z = 3 x 2 – y 2 dengan x = 2 s+7 t dan y = 5 s t, tentukan dan Jawab: = 6 x. 7 + (– 2 y) 5 s = 42 (2 s +7 t) – 50 s 2 t = 6 x. 2 + (– 2 y) 5 t = 12 (2 s +7 t) – 50 s t 2 11/5/2020 8

Latihan 1. Tentukan a. (dalam t) ; x = t cos t, y =

Latihan 1. Tentukan a. (dalam t) ; x = t cos t, y = t sin t ; pada t = /2 b. w = x 2 y – y 2 x ; x = cos t, y = sin t 2. Tentukan (dalam u dan v) z = cos (y/x) ; x = 3 u 2+2 v ; y = 4 u – 2 v 11/5/2020 9

Maksimum dan Minimum Fungsi Dua Peubah 0 Definisi Misalkan (x 0, y 0) Df,

Maksimum dan Minimum Fungsi Dua Peubah 0 Definisi Misalkan (x 0, y 0) Df, maka 1 f(x 0, y 0) adalah nilai maksimum global dari f pada Df, jika f(x 0, y 0) f(x, y), (x, y) Df 1 f(x 0, y 0) adalah nilai minimum global dari f pada Df, jika f(x 0, y 0) f(x, y), (x, y) Df 1 f(x 0, y 0) adalah nilai ekstrim global dari f pada Df, jika ia merupakan nilai maksimum global atau nilai minimum global. Syarat perlu untuk mencapai max & min adalah : fx = 0 , fx = 0 11/5/2020 10

Uji Nilai Ekstrim 0 Untuk menguji apakah di titik kritis terjadi nilai ekstrim, kita

Uji Nilai Ekstrim 0 Untuk menguji apakah di titik kritis terjadi nilai ekstrim, kita gunakan uji turunan parsial kedua, yaitu: maka 1. f(x 0, y 0) nilai maksimum jika D>0 dan 2. f(x 0, y 0) nilai minimum jika D>0 dan 3. f(x 0, y 0) titik pelana jika D<0 4. Jika D=0, tidak dapat ditarik kesimpulan 11/5/2020 11

Contoh 1. Tentukan nilai ekstrim dan jenisnya, dari f(x, y) = x 2– 4

Contoh 1. Tentukan nilai ekstrim dan jenisnya, dari f(x, y) = x 2– 4 y 2 +2 xy + 28 Jawab fx(x, y) = 2 x + 2 y fxx(x, y) = 2 fy(x, y) = 8 y + 2 x fyy(x, y) = 8 fxy(x, y) = 2 Titik kritisnya diperoleh dengan menyelesaikan persamaan fx(x, y) = 0 dan fy(x, y)=0, yaitu 2 x + 2 y = 0 2 x + 8 y = 0 Jadi titik-titik kritisnya adalah (0, 0) 11/5/2020 12

Contoh (lanjutan) Menentukan nilai ekstrim : Karena nilai Maka titik tersebut merupakan titik ekstrim

Contoh (lanjutan) Menentukan nilai ekstrim : Karena nilai Maka titik tersebut merupakan titik ekstrim minimum, dengan nilai : f(x, y) min = x 2– 4 y 2 +2 xy + 28 = 02– 4(0)2 +2(0)(0) + 28 = 28 11/5/2020 13

Latihan 1. Tentukan titik ekstrim dan jenisnya, dari a. f(x, y) = 48 -

Latihan 1. Tentukan titik ekstrim dan jenisnya, dari a. f(x, y) = 48 - 4 x 2 – 4 xy - 2 y 2+ 16 x + 12 y b. f(x, y) = xy 2 – 6 x 2 – 3 y 2 11/5/2020 14

Turunan Fungsi Implisit Selain fungsi eksplisit, kita juga mengenal bentuk fungsi implisit. Fungsi implisit

Turunan Fungsi Implisit Selain fungsi eksplisit, kita juga mengenal bentuk fungsi implisit. Fungsi implisit dua variabel, dilambangkan dengan F(x, y, z). Untuk mencari turunan parsial terhadap x ataupun terhadap y dari fungsi implicit dapat menggunakan cara berikut : q Turunan parsial terhadap x, Persamaan yang ada berturut-turut diturunkan terhadap x dan z , dengan menggap variabel y sebagai konstanta. Khusus ketika diturunkan terhadap z , hasilnya selalu dikalikan dengan 11/5/2020 15

Turunan Fungsi Implisit q Turunan parsial terhadap y, Persamaan yang ada berturut-turut diturunkan terhadap

Turunan Fungsi Implisit q Turunan parsial terhadap y, Persamaan yang ada berturut-turut diturunkan terhadap y dan z , dengan menggap variabel x sebagai konstanta. Khusus ketika diturunkan terhadap z , hasilnya selalu dikalikan dengan 11/5/2020 16

Contoh 1. Tentukan dari xy + xz + yz = 5 Jawab: Ø xy

Contoh 1. Tentukan dari xy + xz + yz = 5 Jawab: Ø xy + xz + yz = 5 11/5/2020 Ø xy + xz + yz = 5 17

Contoh 2. Jawab: Ø Turunkan pers. yang diberikan thd x, dengan meninjau u dan

Contoh 2. Jawab: Ø Turunkan pers. yang diberikan thd x, dengan meninjau u dan v sbg. Fungsi dari x dan y, maka: Ø Dengan mengeliminasi pers. (1) dan (2), maka diperoleh: 11/5/2020 18

Turunan Parsial dgn Menggunakan Jacobian Ø Jika F(u, v) dan G(u, v) terdiferensial, maka

Turunan Parsial dgn Menggunakan Jacobian Ø Jika F(u, v) dan G(u, v) terdiferensial, maka determinan Jacobian dari F dan G terhadap u dan v adalah determinan funfsional yang didefinisikan oleh : Ø Demikian juga dengan determinan orde 3 : 11/5/2020 19

Turunan Parsial dgn Menggunakan Jacobian Ø Jacobian seringkali terbukti sangan berguna di dalam menentukan

Turunan Parsial dgn Menggunakan Jacobian Ø Jacobian seringkali terbukti sangan berguna di dalam menentukan turunan fungsi implisit. Ø Misal diberikan persamaan – persamaan sebagai berikut : F(x, y, u, v) = 0 G(x, y, u, v) = 0 Ø Dengan memperhatikan u dan v sebagai fungsi dari x dan y, maka: 11/5/2020 20