THEMATIC APPERCEPTION TEST TAT dan CHILDREN APPERCEPTION TEST

  • Slides: 21
Download presentation
THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT) dan CHILDREN APPERCEPTION TEST (CAT) Pertemuan 1 Dra. Sri Hastuti

THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT) dan CHILDREN APPERCEPTION TEST (CAT) Pertemuan 1 Dra. Sri Hastuti Handayani, M. Si

TUJUAN INSTRUKSIONAL Agar mahasiswa mengenal dan memiliki pengetahuan tentang TAT dan CAT sebagai salah

TUJUAN INSTRUKSIONAL Agar mahasiswa mengenal dan memiliki pengetahuan tentang TAT dan CAT sebagai salah satu tes proyeksi dan memahami teknik analisa, serta faktor penting dalam interpretasi khususnya dalam bidang psikologi klinis

BENTUK PERKULIAHAN • CERAMAH • DISKUSI • PRAKTEK

BENTUK PERKULIAHAN • CERAMAH • DISKUSI • PRAKTEK

PENILAIAN • Kehadiran 10% • Kuis 15% • Tugas 20% • UTS 25% •

PENILAIAN • Kehadiran 10% • Kuis 15% • Tugas 20% • UTS 25% • UAS 30%

KETENTUAN 2 LAIN q Toleransi keterlambatan maksimal 30 menit, lebih dari itu boleh mengikuti

KETENTUAN 2 LAIN q Toleransi keterlambatan maksimal 30 menit, lebih dari itu boleh mengikuti kuliah namun tidak mengisi absen. q Pakaian rapi dan sopan (bukan kaos oblong) jika melaksanakan praktek tdk diperbolehkan memakai kaos, celana panjang bagi perempuan, dan celana jeans bagi laki 2. q Tidak diperbolehkan menggunakan sandal atau sepatu sandal.

Lanjutan. . q Selama perkuliahan HP silent q Aktif dan berpartisipatif q Tidak diberikan

Lanjutan. . q Selama perkuliahan HP silent q Aktif dan berpartisipatif q Tidak diberikan ujian susulan , baik Praktek, UTS mp UAS kecuali pada mhs yang sakit dan hrs rawat inap di RS (ada surat keterangan dari RS) atau karena musibah kematian (keluarga kandung)

REFERENSI • Rabin, Albert I, & Mary R. Haworth. 1960. Projective Techniques with Children.

REFERENSI • Rabin, Albert I, & Mary R. Haworth. 1960. Projective Techniques with Children. London: Grune & Stratton • Bellak, Leopold. 1993. The TAT, CAT, SAT in Clinical Use. 5 th. Ed. Boston: Allyn & Bacon • Diktat TAT & CAT

Tuliskan pada selembar kertas motivasi Anda mengikuti kelas ini!

Tuliskan pada selembar kertas motivasi Anda mengikuti kelas ini!

TOPIK PEMBAHASAN PERTEMUAN POKOK BAHASAN 1 Pengantar 2 Pengertian TAT/CAT & posisinya dalam tes

TOPIK PEMBAHASAN PERTEMUAN POKOK BAHASAN 1 Pengantar 2 Pengertian TAT/CAT & posisinya dalam tes proyeksi 3 Dasar pemikiran TAT /CAT sbg salah satu tes proyeksi 4 Evaluasi/Kuis 5 Pengenalan materi tes dan karakteristik TAT/CAT 6 Children Apperception Test (CAT) 7 Reliabilitas dan Validitas TAT/CAT UJIAN TENGAH SEMESTER 8 Administrasi dan prosedur penyajian tes

TOPIK PEMBAHASAN PERTEMUAN POKOK BAHASAN 9 Pemilihan kartu TAT 10 Simulasi tes TAT Roleplay

TOPIK PEMBAHASAN PERTEMUAN POKOK BAHASAN 9 Pemilihan kartu TAT 10 Simulasi tes TAT Roleplay dg sesama mhs (pengambilan data TAT) 11 Latihan analisis Need 12 Praktikum TAT (Tes Individual) OP dr luar Fakultas Psikologi 13 Latihan analisis Press & Tema 14 Penjelasan Penyusunan Laporan Praktikum UJIAN AKHIR SEMESTER

DISKUSI 1. Apa yg dimaksud dengan tes proyeksi. 2. Sebutkan macam 2 tes proyeksi

DISKUSI 1. Apa yg dimaksud dengan tes proyeksi. 2. Sebutkan macam 2 tes proyeksi yg saudara ketahui. 3. Sebutkan ciri 2 tes proyeksi. 4. Sebutkan apa saja kelebihan dan kekurangan dari tes proyeksi.

Dra. Sri Hastuti Handayani, M. SI, Psi

Dra. Sri Hastuti Handayani, M. SI, Psi

Pengertian Tes Proyektif Merupakan salah satu alat yang memungkinkan untuk mengungkap motif, nilai, keadaan

Pengertian Tes Proyektif Merupakan salah satu alat yang memungkinkan untuk mengungkap motif, nilai, keadaan emosi, need yang sukar diungkap dalam situasi wajar dengan cara individu memproyeksikan kepribadiannya melalui suatu obyek di luar individu

Macam 2 Tes Proyektif • • Tes Grafis (HTP, Baum, DAM) Tes Wartegg TAT

Macam 2 Tes Proyektif • • Tes Grafis (HTP, Baum, DAM) Tes Wartegg TAT CAT – A/H Tes Rorschach Hand Test Bender Gestalt Test SSCT

CIRI 2 TES PROYEKTIF • Stimulusnya tidak berstruktur yang memungkinkan subyek mempunyai alternatif pilihan

CIRI 2 TES PROYEKTIF • Stimulusnya tidak berstruktur yang memungkinkan subyek mempunyai alternatif pilihan yang banyak • Stimulusnya ambiguous yang memungkinkan subyek merespon stimulus / materi tes sesuai dengan interpretasinya masing 2 • Stimulusnya kurang mempunyai obyektifitas relative. Sifat ini memudahkan untuk mendapatkan individual differences karena masing 2 subyek memiliki kesimpulan yang berbeda 2 dalam mengamati stimulus yang dihadapkan padanya. • Global approach yang artinya menuntut kesimpulan yang luas.

Klasifikasi Teknik Proyektif Menurut Lindzey • Teknik Asosiasi : Subyek diberikan materi kemudian subyek

Klasifikasi Teknik Proyektif Menurut Lindzey • Teknik Asosiasi : Subyek diberikan materi kemudian subyek diminta untuk merespon dengan cara mengeluarkan / menyampaikan apa yang pertama kali muncul dalam pikirannya atas stimulus tersebut. • Teknik Konstruksi : Subyek diminta untuk menyusun materi yang belum berbentuk menjadi suatu cerita / gambar. Fokusnya adalah pada hasil subyek.

Lanjutan. . . • Teknik Melengkapi : Subyek diberi materi yang belum lengkap kemudian

Lanjutan. . . • Teknik Melengkapi : Subyek diberi materi yang belum lengkap kemudian diminta untuk melengkapi • Teknik Mengatur : Subyek diberi materi / soal yang ada alternatif jawaban kemudian diminta untuk memilih jawaban yang sesuai dengan dirinya atau membuat urutan atas dasar pilihan jawaban anda. • Teknik Ekspresif : Hampir mirip dengan teknik konstruksi, hanya saja materi yang harus dibentuk sifatnya lebih mentah. Fokusnya adalah pada cara subyek menyelesaikan materi.

Kelebihan Tes Proyektif 1. Sebagian besar teknik proyektif dapat berfungsi sebagai ice breaker selama

Kelebihan Tes Proyektif 1. Sebagian besar teknik proyektif dapat berfungsi sebagai ice breaker selama terjalinnya hubungan antara tester dan testi. 2. Tugas 2 nya menarik dan tidak membosankan, bahkan seringkali bersifat menghibur, sehingga dapat digunakan untuk anak 2, org yang buta huruf, dan orang 2 dengan gangguan bicara 3. Pada umumnya teknik proyektif dapat terhidar dari kecenderungan terjadinya faking, di bandingkan dengan self-report.

Kelemahan Tes Proyektif 1. Variabel Tester dan Situasi Sebagian besar teknik proyektif lemah dalam

Kelemahan Tes Proyektif 1. Variabel Tester dan Situasi Sebagian besar teknik proyektif lemah dalam standardisasi administrasi maupun skoringnya. Oleh karena itu untuk hasil yang akurat, sangat penting diperhatikan situasi tester, perilaku tester, karena hal ini dapat mempengaruhi produktivitas respon, defens, imajinasi dari klien. 2. Norma Sejumlah data mungkin sangat kurang, tidak akurat, atau meragukan. Hal ini juga akan berpengaruh pada obyektivitas interpretasi. Kebanyakan para klinisi akan menggunakan pengalaman klinisnya dlm interpretasi, sehingga hasilnya menjadi bias.

Realibilitas & Validitas Tes Proyektif Reabilitas Krn mempunyai prosedur skoring yang relatif kurang terstandar,

Realibilitas & Validitas Tes Proyektif Reabilitas Krn mempunyai prosedur skoring yang relatif kurang terstandar, reabilitas score atau penilai menjadi sangat penting. Validitas teknik proyektif yang banyak dilakukan adalah concurrent criterion – related validity. Dengan cara membandingkan performasi dari kelompok 2 kontras, seperti kelompok okupasional dengan kelompok diagnostic, dengan menggunakan alat ukur lain yang mengungkap hal yang sama.

Topik Minggu Depan: Pengertian TAT/CAT dan Posisinya dalam Tes Proyeksi

Topik Minggu Depan: Pengertian TAT/CAT dan Posisinya dalam Tes Proyeksi