Terminal Telekomunikasi Jaringan 1 Terminalterminal 2 Struktur Jaringan
























- Slides: 24
Terminal Telekomunikasi & Jaringan 1. Terminal-terminal 2. Struktur Jaringan
Terminal Dalam konteks telekomunikasi, terminal adalah suatu alat yang menjadi tempat penghubung dalam suatu link telekomunikasi dimana sinyal atau data masuk dan keluar dalam suatu jaringan.
Terminal Telekomunikasi Tele Komunikasi = jauh = hubungan untuk pertukaran informasi/data Telekomunikasi : pertukaran informasi antara dua terminal dengan memanfaatkan alat bantu elektrik. Tranducer Pengirim Media Transmisi DIAGRAM BLOK TELEKOMUNIKASI Tranducer Penerima
Jenis Sistem Komunikasi Berdasarkan Arah • Simplex : satu arah (unidirectional), contoh radio, TV • Half Duplex: dua arah (sistem bothway) tidak simultan, contoh radio CB • Full Duplex: dua arah dan simultan, contoh telephone
Perangkat Terminal Telekomunikasi Contohnya, Pesawat telepon Faksimili Teleprinter Komputer : komunikasi suara : komunikasi gambar : komunikasi terketik : komunikasi multi informasi
Terminal Suara Tranducer pengirim: mikrofon, bekerja merubah sinyal suara menjadi sinyal listrik dan kemudian dikirimkan ke lawan bicara, disebut juga tranducer akustoelektrik Tranducer penerima: Speaker, bekerja merubah sinyal listrik dari lawan bicara menjadi sinyal suara yang kita dengarkan, disebut tranducer elektroakusik.
Terminal Gambar Terminal untuk gambar dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu: - Gambar diam - Gambar bergerak
Terminal Data Pada terminal untuk data, informasi yang dikirimkan akan diproses atau diolah sehingga yang diterima oleh terminal yang dituju adalah hasil dari pengolahan atau pemrosesan informasi.
JARINGAN TELEKOMUNIKASI Jaringan telekomunikasi adalah segenap perangkat telekomunikasi yang dapat menghubungkan pemakaiannya (umumnya manusia) dengan pemakai lain, sehingga kedua pemakai tersebut dapat saling bertukar informasi (dengan cara bicara, menulis, menggambar atau mengetik ) pada saat itu juga.
1. PERANGKAT TRANSMISI Perangkat transmisi bertugas menyampaikan informasi dari satu tempaat ketempat yang lain (baik dekat, maupun jauh). Media transmisinya dapat berupa kabel, serat optik maupun udara, tergantung jarak dari tempat -tempat yang dihubungkan serta tergantung pada beberapa banyak tempat yang saling dihubungkan.
2. PERANGKAT PENYAMBUNGAN (SWITCHING) Perangkat penyambungan bertugas agar pemakai dapat menghubungi pemakai lain sesuai seperti yang diinginkannya. Perangkat penyambungan disebut masih menggunakan sistem manual bila diperlukan seorang operator yang bertugas menyambungkan pemakai dengan pemakai lain yang diingininya.
3. TERMINAL Terminal adalah peralatan yang bertugas merubah sinyal informasi asli (suara manusia atau lainnya) menjadi sinyal elektrik atau elektromagnetik atau cahaya.
AKSES JARINGAN Merupakan jaringan yang berfungsi menghubungkan sentral sampai ke pelanggan. Dibagi menjadi empat yaitu, 1. Jaringan Lokal Akses Tembaga (JARLOKAT) 2. Jaringan Lokal Akses Radio (JARLOKAR) 3. Jaringan Lokal Akses Fiber Optik (JARLOKAF) 4. Hybrid Fiber Coaxial (HFC)
TOPOLOGI JARINGAN Topologi jaringan secara fisik dapat dibagi 4 secara umum, yaitu : 1. Jaringan Mata Jala 2. Jaringan Bintang 3. Jaringan Bus 4. Jaringan Ring
Jaringan Mata Jala (Meshed Network) 1. 2. 3. 4. 5. Tiap sentral mempunyai derajat yang sama Hubungan langsung (tanpa transit), jadi cepat Switching lebih sederhana Saluran menjadi relatif lebih pendek Konsentrasi saluran agak rendah, menyebabkan efisiensi rendah
Jaringan Bintang (Star/Radial Network) Kelebihan 1. Paling fleksibel 2. Pemasangan dan perubahan yang terjadi pada salah satu klien tidak mempengaruhi klien lain dan jaringan. 3. Control terpusat 4. Mudah deteksi error 5. Kemudahan pengolalaan jaringan Kelemahan 1. Perlu penanganan khusus 2. Control terpusat menjadi elemen kritis yaitu hub atau switch.
Jaringan Ring (Ring Network) Kelebihan 1. Hemat kabel Kerugian 1. Peka terhadap kesalahan sama seperti topologi Bus 2. Pengembangan jaringan lebih kaku
Jaringan Bus (Bus Network) Kelebihan 1. Hemat kabel 2. Layout kabel sederhana 3. Mudah dalam pengembangan Kerugian 1. Sulit mendeteksi kesalahan dan isolasi 2. Kepadatan Trafik 3. Bila salah satu dari klien mengalami gangguan maka jaringan tidak bisa berfungsi. 4. Diperlukan repeater untuk hubungan jarak jauh.
7 Layer OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI mempunyai sebuah kepanjangan, yaitu : Open System Inter Connection yang merupakan kumpulan layer yang tidak saling bergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya.
Struktur Jaringan Berdasarkan cara pencatuan saluran dari sentral ke pesawat pelanggan, jaringan kabel lokal dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu; 1. Jaringan catu langsung (Direct Supply Network) 2. Jaringan catu tak langsung (Indirect Supply Network)
Jaringan Catu Langsung Jaringan model ini, biasanya dipakai untuk wilayah, yaitu : a. Kota kecil yang masih menggunakan sentral manual dengan jumlah pelanggan telepon sedikit. b. Pada kota besar, sistem ini untuk mencatu daerah sekitar sentral telepon ( radius sampai dengan 500 meter ). c. Untuk daerah terkonsentrasi yang mempunyai kebutuhan telepon cukup tinggi dan komplek yang tidak memungkinkan dipasang RK.
Jaringan Catu Langsung
Jaringan Catu Tidak Langsung Pemakaian jaringan catu tidak langsung : a. Saluran di kota-kota yang jumlah pelanggannya besar. b. Daerah yang jauh dari lokasi sentral c. Daerah yang pelanggannya menyebar
Jaringan Catu Tidak Langsung