TEORI STIMULUS DAN RESPON Teori Belajar Gelombang 1
TEORI STIMULUS DAN RESPON Teori Belajar Gelombang 1
INTRODUCTION � Teori Stimulus dan Respon adalah teori belajar Gelombang 1 yang dikembangkan � Penekanan teori belajar ini lebih menekankan pada pembentukan perilaku yang dikembangkan melalui stimulus dari terdapat 2 tahapan besar dalam teori belajar gelombang 1 ini yaitu S dan R dan penguatan
ALIRAN DALAM TEORI BELAJAR � Teori Behavioristik atau Mekanistik � Teori ini merupakan teori pertama dalam tahapan teori belajar. Teori ini menjelaskan perilaku manusia seperti perumpamaan teori pada perilaku binatang sebagaimana percobaan Palvov dengan anjing dan makanan yang menggambarkan toeri Stimulus dan Respon (R – S). � Menurut Palvov perilaku manusia bisa diubah sesuai dengan stimulus yang digunakan terhadap anak. � Dalam proses pembelajaran model pembelajaran yang tradisional masih banyak menggunakan teori belajar Stimulus dan Respon
� Oleh Skinner teori belajar Stimulus dan Respon dikembangkan teori belajar Reinforcement (penguatan). � Perubahan perilaku anak menurut Skinner tidak hanya dilakukan karena adanya stimulus tetapi juga melalui Reinforcement dalam bentuk hadiah.
WHO IS HE? ?
IVAN PETROVICH PALVOV (1849 – 1936) Classical Conditioning v v Lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia dari seorang ayah yang berprofesi pendeta. Latar belakaang pendidikan Dokter bidang fisiologi Teori tentang Stimulus – Respon diawali dengan percobaannya terhadap Anjing Was the first type of learning to be discovered And studied with the behaviouist tradition
THE EXPERIMENT
� Dikenal dengan teori Classic conditioning (pengkondisin atau persyaratan klasik) � Percobaannya dimulai dengan terlebih dahulu mengoperasi leher seekor anjing, sehingga terlihat kelenjar air liurnya � Percobaan pertama diperlihatkan makanan maka anjing mengeluarkan air liur (respon alami) � Percobaan kedua sebelum diperlihatkan makanan diperlihatkan sinar merah, baru makanan. Dengan sendirinya air liur keluar (pengkondisian) � Apabila percobaan (II) itu dilakukan berulang maka dengan sendirinya hanya dengan melihat sinar merah saja tanpa makanan anjing mengeluarkan air liurnya (terkondisi
SEHINGGA Konsep Ivan Palvov adalah Tingkah laku organism bisa dibentuk melalui pengkondisian dari lingkungan � Contohnya: “Sebenarnya awal masuk sekolah anak, guru, sekolah netral menghadapi apapun, karena kondisi sekolah atau kelas di akhir kenaikan akan muncul respon emosional anak misal matematika susah dll. ” � Contoh lain: Anak diperlakukan kekerasan di sekolah Anak merasa buruk ketika diperlakukan kekerasan Anak mengasosiasi terkait kekerasan dan sekolah Anak mulai merasa buruk ketika memikirkan tentang sekolah �
GUEST WHO HE IS?
EDWARD LEE THORDIKE (1874 – 1949) Connectionism Seorang pendidik dan berkembangsaan Amerika. S 1 Universitas Wesleyen (1895) S 2 Harvad (1896) S 3 Columbia (1898) psikolog
THE EXPERIMENT � Kucing lapar dimasukkan kedalam kotak dan di stimulus dengan makanan yang ditaruh diluar kandang � Kucing mulai resah bergerak, berjalan, meloncat, mencakar dan sebagainya (respon) sampai kebetulan menginjak pedal sehingga kandang terbuka � Awal percobaan butuh 15 menit untuk mengetahui adanya pedal yang bisa membuka pintu, lama kelamaan lebih cepat waktu yang digunakan untuk membuka kandang � Percobaan ini memerlukan trial (mencoba) and error (kesalahan) atau selecting and connecting.
� Selecting and connecting, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan mencoba-coba dan membuat salah � Dalam melaksanakan coba-coba ini kucing cenderung untuk meninggalkan perbuatan yang tidak mempunyai hasil. � Setiap respon menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini menimbulkan respon lagi demikian selanjutnya � Sehingga seperti ini: S R S 1 R 1 dst
DARI HASIL PERCOBAAN THORDIKE � Hukum Kesiapan (Law Of Readiness) � Hukum Latihan (Law Of Exercise) � Hukum Akibat (Law Of Effect)
HUKUM KESIAPAN (LAW OF READINESS) � Konsepnya adalah Semakin siap suatu organisme memperoleh perubahan tingkah laku maka pelaksanaan tingkah laku tsb akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi (connection) cenderung diperkuat � Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajr merupakan suatu kegiatan membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kencenderungan bertindak. � Anak senang dengan pelajaran matematika maka tertarik dengan berbagai hal tentang hitungan. Apaila hal ini dilaksanakan, ia merasa puas dan belajar matematika akan menghasilkan prestasi memuaskan.
HUKUM LATIHAN (LAW OF EXERCISE) � Semakin sering tingkah laku diulang atau dilatih (digunakan) maka asosiasi tersebut akan semakin kuat � Semakin sering materi diulang maka materi akan semakin dikuasi � Sebaliknya bila materi tidak pernah diulang maka penguasaan materi lemah.
HUKUM AKIBAT (LAW OF EFFECT) � Hubungan antara stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan � Makin kuat atau makin lemah koneksi merupakan hasil perbuatan. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan bahkan diulangi begitu sebaliknya � Ujian bila mahasiswa tidak siap kemudian mencontek dan didiamkan maka akan mencontek lagi.
KETIGA HUKUM TERSEBUT KEMUDIAN DIREVISI MENJADI: Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon, sebaliknya tanpa pengulangan hubngan stimulus respon belum tentu diperlemah � Hukum akibat direvisi. Sesuatu yang berakibat positif untuk perubahan perilaku adalah hadiah � Sedangkan hubungan hukuman tidak berakibat apaapa � Syarat utama terjadinya hubungan stimulus buan kedekatan tetapi adanya saling sesuai anatara stimulus dan respon � Akibat suatu perbuatan bisa dapat menular baik pada bidang lain maupun bidang individu �
SOPO JAL? ? ?
BURRHUS F. SKINNER (1904 – 1990) Operant Conditioning v Seorang berkebangsaan Amerika v Menggunakan pendekatan model instruksi langsung dan perilaku dapat dikontrol melalui operant condotioning v Apakah percobaan yang dilakukan?
PERCOBAAN SKINNER � Pertama, memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak “skinner box” yang dilengkapi tombol, alat pemberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya dan lantai berlistrik � Tikus yang lapar memiliki dorongan untuk berusaha keluar mencari makanan. � Selama bergerak kesana kemari untuk keluar, tidak sengaja tombol tertekan sehingga makanan keluar.
� Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perilaku yang ditunjukan si tikus (shapping) � Berdasarkan berbagai percobaan pada tikus dan burung merpati, Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan � Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguaran. � Ada dua macam penguatan
PENGUATAN POSITIF � Penguatan positif berupa: hadiah, perilaku, atau penghargaan terhadap perilaku yang diinginkan � Penguatan negatif yaitu: menunda atau tidak memberikan penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang terhadap perilaku yang tidak diinginkan
PRINSIP SKINNER � Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diberi penguat � Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar � Materi pelajaran menggunakan modul � Tidak ada hukuman, hanya perlu merubah lingkungan � Lebih diutamakan aktivitas sendiri � Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah � Dalam pembelajaran menggunakan shaping
ROBERT GAGNE (1916 – 2002) � Seorang psikolog kebangsaan Amerika yang terkenal dengan Condition of Learning Pelopor instruksi pembelajaran yang dipraktekkan dalam training pilot AU US, yang dikembangkan menjadi teori instruksional untuk mendesain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media. Gagne adalah pendorong dalam membuat perencanaan instruksional pembelajaran Belajar mulai dari hal yang sederhaan ke hal yang rumit
ALBERT BANDURA � Psikolog berkebangsaan Kanada � Dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial � Eksperiment yang paling terkenal adalah “eksperimen Doll” yang menunjukkan anak meniru secara persis agresif dari orang dewasa disekitarnya � Beberapa konsepnya
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPROSES DALAM BELAJAR OBSERVASI � Perhatian, mencakup peristiwa peniruan dan karaktristik pengamat � Penyimpanan atau proses mengingat, mencakup kode pengkodean simbolik � Reprodukdi motorik, kemampuan fisi, kemampuan meniru, keakuratan umpan balik � Motivasi mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhdap diri sendiri
DALAM FAKTOR MODEL (KETELADANAN) � Tingkat tertinggi belajar dari pengamatan dengan cara mengorganisasi sejk awal dan mengulangi perilaku secara simbolik kemudian melakukannya � Individu lebih menyukai perilaku yang ditiru yang sesuai dengan nilai yang dimiliki � Individu akan menyukai perilaku yang ditiru jika model atau panutan tersebut disukai dan dihargai dan perilakunya mempunyai nilai yang bermanfaat
KONSEP TEORI BEHAVIORISTIK � Mementingkan lingkungan � Menekankan pada faktor bagian � Menekankan pada tingkah laku yang tampak � Sifatnya mekanis � Mementingkan masa lalu � Mementingkan reaksi � Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya � Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan pengurangan � Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan
TERIMA KASIH. . .
- Slides: 30