Teori Hubungan dan Interpersonal Asri Nur Sariyati Agung
Teori Hubungan dan Interpersonal Asri Nur Sariyati Agung Caniago Dyah Asti Diningrum Fahrul Reza Hafizh Anugerah Pratama Hamdan Nurhidayat Hesti Retno Wahyuni Iqbal Jaya Chasbi Jesica Christina M Juraida Fitri Kharisma Putri P. 41814114 41814147 41814024 xxxxx 41814196 41814184 41814013 41814169 41814037 41814193 41814051
Teori Hubungan dan Interpersonal terdiri dari: 1. Teori Penetrasi Sosial 7. Teori Dialektika Rasional 2. Teori Disonasi Kognitif 8. Teori Analisis Transaksional 3. Teori Belajar Sosial 9. Teori Pelanggaran Harapan Nonverbal 4. Teori Penipuan Antar Individu 10. Teori Self Disclosure 5. Teori Humanisme 11. Teori Pengurangan Ketidakpastian 6. Teori Ketergantungan
1. Teori Penetrasi Sosial Untuk memahami kedekatan hubungan antara dua orang, Irwin Altman dan Dalmas taylor (1973) mengonseptualisasikan Teori Penetrasi Sosial. Teori mereka menggambarkan suatu pola perkembangan hubungan, sebuah proses yang mereka identifikasi sebagai penetrasi sosial. Penetrasi sosial (social penetration), merujuk pada sebuah proses ikatan hubungan dimana individu bergerak dari komunikasi superfisial menuju ke komunikasi yang lebih intim. Menurut Almand dan Taylor, keintiman disini lebih dari sekedar keintiman secara fisik; dimensi lain dari keintiman termasuk intelektual dan emosional, dan hingga pada batasan dimana pasangan melakukan aktivitas bersama (West dan Turner, 2006).
Diskusi awal mengenai teori penetrasi sosial dimulai pada tahun 1960 an dan 1970 an, era dimana membuka diri dan berbicara terus terang dianggap sebagi strategi hubungan yang penting. Sekarang, para peneliti telah mengakui bahwa budaya dapat berbeda dalam menghargai keterbukaan sebagai ketrampilan dalam hubungan, dan beberapa budaya mempertanyakan antusiasme awal untuk keterbukaan hubungan secara umum (Strafford, 2003). Walaupun demikian, banyak bagian dari teori ini yang masih relevan dengan masa ini karena kita hidup di dalam masyarakat kita dimana keterbukaan tetap merupakan karakteristik seseorang yang dianggap penting. Lihat saja kebanyakan acara bincang televisi pada siang hari sebagai buktinya.
Tahapan Proses Penetrasi Sosial
Asumsi Teori Penetrasi Sosial Teori penetrasi sosial diterima secara luas melalui sejumlah ilmuwan dalam disiplin ilmu komunikasi. Sebagai alasan daya tarik teori ini adalah pendekatannya yang langsung pada perkembangan hubungan. Meskipun secara sekilas telah disebutkan beberapa asumsi sebelumnya, akan dibaha asumsi yang mengarahkan SPT berikut ini: • Hubungan hubungan mengalami kemajuan dari tidak initm menjadi intim • Secara umum, perkembangan hubungan sistematis dan dapat diprediksi • Perkembangan hubungan mencakup depenetrasi (penarikan diri) dan sisolusi • Pembukaan diri adalam inti dari perkembangan hubungan
Pertama, hubungan komunikasi antara orang yang dimulai pada tahapan superfisial dan bergerak pada sebuah kontinum menuju tahapan yang lebih intim. Tidak semua hungan terletak pada titik ekstrem baik tidak intim maupun intim. Asumsi kedua teori dari Teori Penetrasi Sosial berhubungan dengan prediktibilitas. Secara khusus, para teoritikus penetrasi sosial berpendapat bahwa hubungan berkembang secara sistegmatis dan dapat diprediksi. Asumsi ketiga SPT berhubungan dengan pemikiran bahwa perkembangan hubungan mencakup deprenetasi dan disolusi. Mulanya, kedua hal ini mungkin terdengar aneh. Sejauh ini kita telah membahas titik temu dari sebuah hubungan. Akan tetapi, hubungan dapat menjadi berantakan atau menarik diri (depenetrate), dan kemunduran ini dapat menyebabkan terjadinya disolusi hubungan. Asumsi terakhir menyatakan bahwa pembukaan diri adalah inti dari perkembangan hubungan. Pembukaan diri (self disclosure) dapat secara umum didefinisikan sebagai proses pembukaan informasi mengenai diri sendiri kepada orang lain yang memiliki tujuan.
2. Teori Disonasi Kognitif Sejarah Teori Disonansi Kognitif diperkenalkan oleh Leon Festinger pada tahun 1957 ( Shaw & Contanzo, 1985) dan berkembang Besar sebagai sebuah pendekatan daam memahami area umum dalam komunikasi dan pengaruh sosial Teori ini telah digeneralisir pada lebih dari seribu penelitian dan memiliki kemungkinan menjadi bagian yang terintegrasi dari teori psikolgi sosial untuk bertahun(Cooper & Croyle, 1984, dalam Vaughan & Hogg, 2005)
Asumsi Teori Disonansi Kognitif 1. Manusia memiliki hasrat akan adanya konsistensi pada keyakinan, sikap dan perilakunya. 2. Disonansi diciptakan oleh inskonsistensi psikologis. 3. Disonansi adalah perasaan tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan tindakan dengan dampak yang dapat diukur. 4. Disonansi mendorong usaha untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi.
Tokoh Teori Disonasi Kognitif Teori disonansi kognitif merupakan sebuah teori komunikasi yang membahas mengenai perasaan ketidaknyamanan seseorang yang diakibatkan oleh sikap, pemikiran, dan perilaku yang tidak konsisten dan memotivasi seseorang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut. Disonansi kognitif merupakan perasaan yang tidak seimbang, ketika mereka menemukan diri mereka sendiri melakukan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui atau mempunyai pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat lain yang mereka pegang
Mengatasi Disonasi a. Mengurangi pentingnya keyakinan disonan kita. b. Menambahkan keyakinan yang konsonan. c. Menghapus disonansi dengan cara tertentu.
3. Teori Belajar Sosial Teori belajar sosial awal nya lahir di Yale Institute of Human Relations pada Tahun 1930 an dibawah arahan dari Mark May dengan kepemimpinan dari Hull yang berusaha memberikan keterangan belajar untuk aspek utama dari kepribadian dan perkembangan sosial yang dibahas oleh Freud. Lalu pada tahun 1941 Neil Miller dan John Dollard melakukan penelitian yang mengindikasikan bahwa “kita belajar meniru orang lain” proses belajar tersebut dinamakan social learning. Pada tahun 1950 an Albert Bandura dan Richard Walters, mengusulkan satu perbaikan atas gagasan Miller dan Dollard tentang belajar melalui peniruan.
Tokoh Teori Belajar Sosial Tokoh Penggagas Teori : • Neil Miller dan John Dollard yang menyatakan bahwa “peniruan (imitation) di antara manusia tidak disebabkan oleh unsur instink atau program biologis tapi proses belajar” • Albert Bandura dan Richard Walters yang menyatakan bahwa kita tetap belajar banyak perilaku melalui peniruan, meskipun tidak ada penguat (reinforcement) sekalipun yang kita terima. Sedangkan yang mempopulerkan teori belajar sosial ini adalah Albert Bandura yang di kenal dengan nama teori observational learning • Manusia memiliki fleksibilitas untuk belajar berbagai tingkah laku dalam situasi yang berbeda. • Triadic reciprocal causation • Agentic perspectives • Self regulation • Moral agency
4. Teori Penipuan Antarindividu Dicetuskan oleh David Buller dan Judee Burgoon. Tradisi yang mendasari adalah sosiopsikologis. Bohong merupakan manipulasi dari sebuah informasi. Ciri ciri pesan yang mengandung kebohongan: pesan tidak mengandung kepastian, dalam penyampaian pesannya komunikator tidak segera menjawab, pesan yang disampaikan itu tidak relevan dengan topik, dalam berperilaku saat berkomunikasi pengirim berupaya untuk menjaga hubungan dan juga citranya.
Asumsi Dijelaskan, ada tiga strategi atau cara dalam upaya pengirim untuk berbohong pada penerima. • Pertama falsification (pemalsuan) • Kedua concealment (menyamarkan atau menyembunyikan kebenaran) • Ketiga Equivocation (mengaburkan) Pesan pengirim yang mengandung kebohongan, dijelaskan biasanya mempunyai ciri : • Pesan yang disampaikan tidak mengandung kepastian atau tidak jelas; • Dalam penyampaian pesannya pengirim tidak segera menjawab, pernyataan yang sudah disampaikannya ditarik kembali; • Pesan yang disampaikan itu tidak relevan dengan topik (disassociation); • Dalam berperilaku saat berkomunikasi, pengirim berupaya untuk menjaga hubungan dan imej.
Kebocoran Emosional • Ekspresi wajah • Pandangan • Sikap • Sentuh Asumsi Metateoretis • Asumsi ontologis: Sejauh sifat kenyataan, teori kebohongan bersifat sangat manusiawi karena memandang berbagai kenyataan saling bergantung pada berbagai faktor situasional pada individu yang terlibat • Asumsi epistemologis: Dalam hal pengetahuan, teori ini juga bersifat manusiawi. Apa yang ditemukan dari penelitian sepenuhnya bergantung pada siapa yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang dibicarakan. • Asumsi aksiologis: Teori IDT bersifat manusiawi dalam segi nilai. Nilai dari individu yang terlibat disimpulkan dari nilai dan pengalaman mereka sendiri.
Analisis Teori ini sungguh sangat penting karna berlaku pada semua aspek terutama dalam bidang psikologi karna ini akan di bahas secara detail dalam bidang tersebut, bukan hanya psikologi dalam bidang keseharian kadang orang mengetahui dasar – dasar untuk mengetahui hal tersebut, bisa berasal dari pengalaman seseorang dikarnakan ini sangatlah penting meski hanya dalam lingkup yang tidak formal, penyebabnya adanya kepentingan didalam komunikasi yang bias berujung pemanfaatan dan penghianatan dalam bidang apa yang dituju “sipenipu” tersebut oleh karna itu seseorang tidak boleh lengah atas ucapan – ucapan orang yang tidak bertanggung jawab.
5. Teori Humanisme Teori humanisme dalam disiplin ilmu pendidikan merupakan akar pengembangan dari ilmu psikologi. Oleh karena itu sejarah singkat timbulnya teori humanisme akan dipaparkan dari awal kemunculanya dala ilmu psikologi. Pada akhir tahun 1940 an muncul suatu perspektif psikologi baru yang dipelopori oleh beberapa orang yang mengembangkan ilmu psikologi, diantaranya yaitu ahli psikologi klinik, pekerja sosial dan konseler. Gerakan ini berkembang dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. Psikologi ini berusaha untuk memahami prilaku seseorang dari sudut si pelaku (behavior), bukan dari pengamat (observer). Dalam dunia pendidikan, aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai dengan 1970 an dan kemudian perubahan dan inivasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini.
Pengertian Humanisme Dalam teori humanisme lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana dirinya untuk melakukan hal yang positif. Kemampuan positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanisme biasanya menfokuskan pengajarannya pada pembangunan kemampuan yang positif.
Ciri ciri Teori Humanisme Pendekatan humanisme dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Hal ini mencakup kemampuan interpersonal sosial dan metode untuk pengembangan diri yang ditujukan untuk memperkaya diri, menikmati keberadaan hidup dan juga masyarakat.
Tokoh Teori Humanisme • Arthur Combs (1912 1999) Arthur Combs bersama dengan Donald Syngg menyatakan bahwa belajar terjadi apabila mempunyai arti bagi individu tersebut. • Maslow Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal : suatu usaha yang positif untuk berkembang; kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. • Carl Roger Seorang psikolog humanism yang menekankan perlunya sikap salaing menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu individu mengatasi masalahkehidupannya. Aplikasi dan Implikasi Humanisme Guru Sebagai Fasilitator Psikologi humanisme memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. • Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas
Aplikasi dan Implikasi Humanisme • Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan kelompok yang bersifat umum. • Dia mempercayai adanya keinginan dari masing siswa untuk melaksanakan tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi. • Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. • Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok. • Di dalam menanggapi ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok
Aplikasi dan Implikasi Humanisme • Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain. • Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa
6. Teori Ketergantungan Sejarah Awal mula teori ketergantungan (Dependency Theory) dikembangkan pada akhir tahun 1950 an oleh Raul Presibich (Direktur Economic Commission for Latin America, ECLA). Dalam hal ini Raul Presbich dan rekannya bimbang terhadap pertumbuhan ekonomi di negara maju yang tumbuh pesat, namun tidak serta memberikan perkembangan yang sama kepada pertumbuhan ekonomi di negara miskin. Bahkan dalam kajiannya mereka mendapati aktivitas ekonomi di negara yang lebih kaya sering kali membawa kepada masalah ekonomi di negara miskin.
Tokoh Menurut Paul baran adalah seorang pemikir Marxisme yang menolak pandangan Marx tentang pembangunan dinegara dunia ketiga. Bila Marx mengatakan bahwa sentuhan negara kapitalis maju kepada negara pra kapitalis yang terbelakang akan membangunkan negara yang terakhir ini untuk berkembang, seperti negara kapitalis di Eropa. Teori depedensi juga memiliki warisan pemikiran dari Neo Marxisme keberhasilan dari revolusi Cina dan Kuba ketika itu telah mebantu tersebarnya perpaduan baru pemikiran Marxisme di universitas di Amerika latin yang menyebabkan generasi baru dan dengan lantang menyebut dirinya sebagai Neo Marxisme.
Contoh kasus yang bisa lihat dari teori ini terjadi pada negara kita sendiri yaitu Indonesia, pemanfaatan kekayaan alam yang dimiliki Negara Indonesia belum mampu dioptimalkan. Sehingga Dalam pemanfaatannya, negara Indonesia masih bekerja sama dengan negara maju dalam mengeksploitasi sumber daya alam yang dimiliki. Kerjasama dalam mengekploitasi sumber daya alam di Negara Indonesia bisa kita lihat pada perusahaan Freeport yang berada di Papua. Perusahaan ini adalah perusahaan pertambangan yang berada di Papua/Irian Jaya, namun dalam eksploitasi pertambangannya Indonesia bekerjasama dengan Amerika untuk mengelola hasil dari sumber daya alam tersebut.
Teori ketergantungan secara garis besar bisa dibagi menjadi dua macam: • Teori Depensi Klasik: Teori ini digagas oleh Andre Gunder Frunk, yang menyatakan bahwa kapitalisme global akan membuat ketergantungan masa lalu dan sekarang oleh karena itu negara yang tidak maju dan berkembang harus memutuskan hubungan dengan negara maju supaya negara berkembang bisa maju. • Teori Depensi Modern: Teori ini digagas oleh Fernando Henrigue Cardoso, teori ini menyatakan bahwa antara negara yang satu dengan lainnya perlu kerjasama dengan melihat karakteristik histori daerah tersebut.
7. Teori Dialektika Rasional Latar Belakang Teori dialektika relasional tumbuh dari ketidakpuasan akan bias monologic dari penelitian komunikasi keluarga/interpersonal tradisioanal, yang mana wacana tentang keterbukaan, kepastian, dan keterkaitan memiliki hak istimewa ketika wacana yang bersaing tentang non pengungkapan, ketidakterdugaan, dan otonomi dibungkam. Teori ini telah berkembang dari fokus awalnya pada pertentangan bipolar ke artikulasinya sekarang sebagai sebuah teori dasar tentang komunikasi, yang terpusat pada perjuangan wacana yang bersaing dengan sebuah metode pasangan tentang analisis wacana, analisis contrapuntal. ─Leslie Baxter.
Sejarah Dialektika relasional adalah nilai emosional dan versi berbasis filosofis Dialektika. Hal ini berakar pada dynamisim dari Yin dan Yang. Seperti Yin dan Yang klasik, keseimbangan nilai emosional dalam suatu hubungan yang selalu bergerak, dan mendorong nilai apapun secara ekstrem mengandung benih dari kebalikannya. Tokoh Penemu 1. Mikhail Bakhtin 2. Baxter & Montgomery
Asumsi Dasar Teori Dialektika Relasional • Hubungan tidak bersifat linear Asumsi yang paling mendasar adalah hubungan tidak terdiri atas bagian yang bersifat linear sebaliknya hubungan terdiri dari fluktuasi yang terjadi antara keinginan yang kontradiktif. • Hidup berhubungan ditandai dengan adanya perubahan. Asumsi yang kedua mengajukan pemikiran akan proses atau perubahan, walaupun tidak sepenuhnya membingkai proses ini sebagai kemajuan yang linear. Baxter dan Montgomery mengamati Proses atau perubahan suatu hubungan merujuk pada pergerakan kuantitatif dan kualitatif sejalan dengan waktu dan kontraksi yang terjadi, di seputar mana suatu hubungan yang dikelola
Asumsi Dasar Teori Dialektika Relasional • Kontradiksi merupakan fakta fundamental (mendasar) dalam berhubungan Asumsi yang ketiga ini menekankan bahwa kontradiksi atau ketegangan yang terjadi antara dua hal yang berlawanan tidak pernah hilang dan tidak pernah berhenti menciptakan ketegangan. • Komunikasi untuk mengelola dan menegosiasikan kontradiksi dalam suatu hubungan. Secara khusus tahap ini memberikan posisi utama pada komunikasi. Sebagaimana diamati oleh baxter “dari dialektika relasi, aktor sosial memberikan kehidupan melalui praktek komunikasi mereka pada kontradiksi yang mengelola hubungan mereka.
Elemen Dialektika • Totalitas Menyatakan bahwa orang di dalam suatu hubungan saling ketergantungan. Ini berarti bahwa ketika terjadi pada salah satu anggota dalam hubungan, maka anggota lain akan terpengaruh • Kontradiksi Merujuk pada oposisi dua elemen yang bertentangan. Kontradiksi juga merupakan ciri utama dari pendekatan dialektika. Ketika ada seorang yang mencintai orang lain namun tidak ia menyatakan dikarenakan tidak ingin merusak hubungan persahabatan yang sudah ada.
Elemen Dialektika • Pergerakan Merujuk pada sifat berproses dari hubungan dan perubahan yang terjadi pada hubungan itu seiring dengan berjalanya waktu. • Praksis Berarti manusia adalah pembuat keputusan. Walaupun tidak sepenuhnya memiliki kebebasan daqlam setiap keputusan dan kita dibatasi oleh pilihan kita sebelumnya, pilihan orang lain, dan kondisi budaya social, kita tetap merupakan pengambil keputusan yang sadar sepenuhnya dan aktif.
8. Teori Analisi Transaksional Dikembangkan oleh Eric Berne yang menjelaskan perlunya memahami diri agar dapat membina hubungan baik dengan sesama manusia. Analisis transaksional berevolusi dari ketidakpuasan Berne dengan lambatnya psikoanalisis dalam menyembuhkan orang dari masalah mereka. Setelah Berne berhenti bekerja pada Dinas Militer, Berne mulai melakukan eksperimen yang sungguh. Akhirnya pada pertengahan tahun 50 an barulah ia memperkenalkan teorinya, Analisis Transaksional.
Teori analisis transaksional merupakan teori terapi yang sangat populer dan digunakan dalam konsultasi pada hampir semua bidang ilmu perilaku. Teori analisis transaksional telah menjadi salah satu teori komunikasi antarpribadi yang mendasar. Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan adalah pesan baik verbal maupun nonverbal. Analisis transaksional sebenarnya ber tujuan untuk mengkaji secara mendalam proses transaksi (siapa yang terlibat di dalamnya dan pesan apa yang dipertukarkan). Teori ini menyajikan suatu kerangka bagi analisis kedudukan ego yang terpisah, yaitu: • Ego orangtua (Parent= P. exteropsychic); • Ego orang dewasa (Adult=A. neopsychic); • Ego anak (Child = C, arheopsychic). Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa, anak, maupun orangtua).
Asumsi Teori Pada dasarnya, analisis transaksional berasumsi bahwa manusia itu: • Manusia memiliki pilihan dan tidak dibelenggu oleh masa lampaunya (Manusia selalu berubah dan bebas untuk menentukan pilihanya). • Manusia sanggup melampaui pengondisian dan pemprograman awal (manusia dapat berubah asalkan ia mau). • Manusia bisa belajar mempercayai dirinya sendiri , berpikir dan memutuskan untuk dirinya sendiri, dan mengungkapkan perasaan persaannya. • Manusia sanggup untuk tampil di luar pola kebisaaan dan menyeleksi tujuan dan tingkah laku baru. • Manusia bertingkah laku dipengaruhi oleh pengharapan dan tuntutan dari orang lain. • Manusia dilahirkan bebas, tetapi salah satu yang pertama dipelajari adalah berbuat sebagaimana yang diperintahkan.
Jenis teori transaksi komunikasi antar persona (Ericberne) • Transaksi Komplementer: Dalam transaksi ini terjadi kesamaan makna terhadap pesan. Pesan yang satu dilengkapi pesan yang lain meskipun dalam jenis ego yang berbeda. • Transaksi Silang: Dalam transaksi ini pesan yang dikirimkan oleh komunikator tidak mendapat respon yangsewajarnya dari komunikate. • Transaksi Tersembunyi: Transaksi ini terjadi bila campuran beberapa sikap di antara komunikator dan komunikatesehingga salah satu sikapnya disembunyikan.
Berne juga mengajukan rekomendasinya untuk posisi dasar seseorang jika berkomunikasi antarpribadi secara efektif dengan orang lain. Ada empat posisi yaitu : • Saya OK, kamu OK (I’m OK. , you’re OK) • Saya OK, kamu tidak OK (I’m OK, you’re not OK) • Saya tidak OK, kamu OK (I’m not OK, yo/ire OK) • Saya tidak OK, kamu tidak OK (I’m not OK, you’re not OK).
9. Teori Pelanggaran Harapan • • Jarak Komunikasi dalam Kultur Amerika (Edward T. Hall) Jarak Intim (0 18 inci) Jarak Pribadi (18 inci – 4 kaki) Jarak Sosial (4 10 kaki) Jarak Publik (Lebih dari 10 kaki)
9. Teori Pelanggaran Harapan Apa yg akan terjadi ketika seseorang terhadap menunjukan tingkah laku nonverbal yg di luar dugaan? Atau Bagaimana persepsi seseorang terhadap tingkah laku nonverbal yg mengejutkan tersebut bila dikaitkan dengan daya tarik antarpribadi?
9. Teori Pelanggaran Harapan Teori ini berasumsi bahwa setiap orang memiliki harapan tertentu pada perilaku nonverbal orang lain. Jika Harapan tersebut dilanggar maka orang akan bereaksi dengan memberikan penilaian positif atau negatif sesuai karakteristik pelaku pelanggaran tersebut.
Apa yg akan terjadi ketika seseorang terhadap menunjukan tingkah laku nonverbal yg di luar dugaan? Atau Bagaimana persepsi seseorang terhadap tingkah laku nonverbal yg mengejutkan tersebut bila dikaitkan dengan daya tarik antarpribadi? Burgoon meneliti perilaku komunikasi nonverbal masyarakat Amerika yang menghantarkannya pada penemuan NEV THEORY / Teori Pelanggaran Harapan Nonverbal
n a op u s hu tah a t k idak a Tid tau t diri. a Nya me man d ra an terg sa tida k ang gu.
3 Konstruk Pokok Teori Pelanggaran Harapan Nonverbal : • Harapan : Melalui norma sosial kita membentuk ”harapan” tentang bagaimana orang lain (perlu) bertindak secara nonverbal (dan secara lisan) ketika kita saling berinteraksi dengan mereka. • Derajat Pelanggaran: Ketika harapan nonverbal kita dilanggar oleh orang lain, kita kemudian melakukan penafsiran, sekaligus menilai apakah pelanggaran tersebut positif atau negatif. • Derajat Ganjaran Komunikator: Berkaitan dengan reaksi kita. Sifat alami hubungan antara komunikator memengaruhi bagaimana mereka (terutama penerima) merasakan tentang pelanggaran harapan.
3 Teori yang berkaitan : • Proxemics Theory: Merupakan akar dari perumusan asumsi dalam NEV Theory. Perjalanan teori ini dimulai dari konsep penggunaan ruang dan jarak dalam proksemik, karena itu jelas kedua teori ini tidak dapat dipisahkan. • Anxiety/ Uncertainty Management (AUM) Theory : Bersifat saling melengkapi. Keterkaitannya itu terutama tampak dalam hal penggunaan konsep ekspektasi dalam proses interaksi, konsep ketidaknyamanan dalam komunikasi yang ambigu atau tindakan mengevaluasi suatu perilaku komunikasi. • Social Exchange Theory (SET): Keterkaitannya dengan NEV Theory dapat dilihat dalam hal penggunaan konsep ganjaran dan kerugian. Kedua teori ini berpendapat bahwa orang yang dipandang dapat memberikan ganjaran lebih (high reward person) akan menciptakan situasi komunikasi yang lebih favourable (nyaman). Demikian sebaliknya bagi individu dalam kategori low reward person.
10. Teori Self Disclosure Sejarah Sidney Marshall Jourard (1926 – 1974) adalah ahli dalam bidang Psikologi Humanistik, dan pelopor di bidang pengungkapan diri dan kesadaran tubuh. Asumsi Dasar Self disclosure theory atau juga yang bisa disebut teori pengembangan diri adalah proses sharing atau berbagi informasi dengan orang lain. Informasinya menyangkut pengalaman pribadi, perasaan, rencana masa depan, impian, dan lain. Dalam melakukan proses self disclosure atau penyingkapan diri seseorang haruslah memahami waktu, tempat, dan tingkat keakraban. Kunci dari suksesnya self disclosure atau penyingkapan diri itu sendiri adalah kepercayaan.
Self disclosure atau pengungkapan diri merupakan sebuah proses membeberkan informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Penyingkapan diri merupakan suatu usaha untuk membiarkan keontentikan memasuki hubungan sosial kita, dan hal ini berkaitan dengan kesehatan mental dan pengembangan konsep diri. Salah satu model inovatif untuk memahami tingkat kesadaran dan penyingkapan diri dalam komunikasi adalah Jendela Johari (Johari Window). “Johari” berasal dari nama depan dua orang psikolog yang mengembangkan konsep ini, Joseph Luft dan Harry Ingham. Dalam hal penyingkapan diri ini, hal yang paling mendasar adalah kepercayaan. Biasanya seseorang akan mulai terbuka pada orang yang sudah lama dikenalnya. Selain itu menyangkut kepercayaan beberapa ahli psikologi percaya bahwa perasaan percaya terhadap orang lain yang mendasar pada seseorang ditentukan oleh pengalaman selama tahun pertama hidupnya. Contohnya, ada mahasiswa lebih memilih seharian menjalani berbagai macam kegiatan kampus namun pada saat yang bersamaan ada mahasiswa lain yang cenderung menghabiskan waktu berkumpul dengan orang lain. Hal ini berkaitan dengan karakter seseorang yang menentukan seperti apa pergaulan dan bentuk interaksinya dengan orang lain dan lingkungannya.
11. Teori Pengurangan Ketidakpastian Uncertainty reduction theory atau teori pengurangan ketidakpastian, terkadang juga disebut initial interaction theory. Teori ini merupakan bagian dari komunikasi interpersonal yang tampak pada dua orang yang pertama kali bertemu. Dua orang yang baru pertama kali bertemu dan memulai percakapan singkat akan memunculkan banyak penilaian subjektif yang kemudian menimbulkan pertanyaan – pertanyaan. Timbulnya pertanyaan akan memunculkan dugaan – dugaan positif maupun negatif, sehingga pada akhirnya akan memunculkan berbagai ketidakpastian. Inilah dasar pencetusan Teori Pengurangan Ketidakpastian ( Uncertainty Reduction Theory) oleh Charles Berger dan Richard Calabrese. Ketidakpastian memiliki 2 tipe, antara lain: • Ketidakpastian Kognitif • Ketidakpastian Perilaku
Tokoh yang Mempopulerkannya Teori ini diciptakan oleh Charles Berger dan Richard Calabrese pada tahun 1975. Tujuan mereka dalam mengkonstruksikan teori ini adalah untuk menjelaskan bagaimana komunikasi digunakan untuk mengurangi ketidakpastian antara orang asing yang terikat dalam percakapan mereka bersama. • Orang mengalami ketidakpastian dalam latar interpersonal: Maksudnya seseorang yang tidak berpengalaman atau tidak memiliki keahlian dalam penguasaan diri dan penguasaan kondisi lingkungan akan lebih mudah terjebak dalam sebuah ketidakpastian.
• Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak mengenakkan, menimbulkan stress secara kognitif: Maksudnya ketidakpastian akan menimbulkan tekanan, karena kita akan berusaha keras untuk mengerti hal yang bagi kita penting. • Ketika orang asing bertemu, perhatian utama mereka adalah untuk mengurangi ketidakpastian mereka atau meningkatkan prediktabilitas • Masing – masing orang yang pertama kali bertemu akan berusaha mengerti apa yang diinginkan orang itu dan mencari tahu bagaimana pandangan orang itu terhadapnya • Ketika orang asing bertemu, perhatian utama mereka adalah untuk mengurangi ketidakpastian mereka atau meningkatkan prediktabilitas: Masing – masing orang yang pertama kali bertemu akan berusaha mengerti apa yang diinginkan orang itu dan mencari tahu bagaimana pandangan orang itu terhadapnya
• Ketika orang asing bertemu, perhatian utama mereka adalah untuk mengurangi ketidakpastian mereka atau meningkatkan prediktabilitas: Masing – masing orang yang pertama kali bertemu akan berusaha mengerti apa yang diinginkan orang itu dan mencari tahu bagaimana pandangan orang itu terhadapnya • Komunikasi interpersonal adalah alat yang utama untuk mengurangi ketidakpastian: Perkenalan dan pemberian salam merupakan tahap dari komunikasi interpersonal yang dapat dilakukan sebagai pengurang ketidakpastian. • Kuantitas dan sifat informasi yang dibagi oleh orang akan berubah seiring berjalannya waktu: Ikatan persahabatan merupakan bentuk kepastian yang muncul secara bertahap dimulai dari tahap awal yaitu perkenalan pertama kali, tahap personal yaitu mereka semakin kompak dan mau berbagi rahasia dan saling berbagi, dan tahap akhir yaitu saat mereka memutuskan untuk menjadi sahabat sejati karena terdapat kecocokan. • Sangat mungkin untuk menduga perilaku orang dengan menggunakan cara seperti hukum: Hukum yang dimaksudkan dapat berupa aturan atau norma yang ada dalam sebuah kondisi.
Contoh Kasus Saat bertemu dengan seseorang yang belum kita kenal. Pastinya, kita akan berusaha mengetahui dan memahami siapa orang tersebut tentunya melalui tahap komunikasi. Tahapan tersebut berguna untuk mengurangi berbagi macam ketidakpastian yang terlintas di dalam presepsi atau dugaan seseorang. Sehingga pada akhirnya kita dapat mendapatkan jawabannya dari tahapan yg telah kita lakukan, mau itu hasilnya negatif ataupun positif.
Kesempatan – kesempatan berikutnya dalam pengerjaan tugas, dia muncul sebagai orang yang kreatif, mau bekerja sama, memberi saran , sabar dan bersikap dewasa. Selain dari tindakan yang dilakukannya saya juga bertanya tentang pendapat – pendapatnya sehingga membuat rasa segan diantara kami mulai berkurang. Keseganan yang mulai berkurang ketika dia berani membuka folder pribadi di laptop saya. Namun hal itu tetap mengesalkan karena saya merasa masih ada jarak diantara kami. Pada akhirnya, setelah tugas kelompok berakhir interaksi kami pun semakin memudar dan kembali pada tahap awal kami. Hal ini menunjukkan bahwa tindakannya hanya merupakan tindakan dalam hubungan teman sekelompok saja.
TERIMA KASIH
- Slides: 54