TEORI EKONOMI 2 BAB 12 KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO
TEORI EKONOMI 2 BAB 12 KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO: KEBIJAKAN STABILISASI Ardiprawiro S. E. , MMSI
TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan dapat: “Mampu memberikan kajian review masalah-masalah lambannya dampak implementasi kebijakan ekonomi makro dalam situasi yang penuh ketidakpastian. ” ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
KEBIJAKAN STABILISASI v Kebijakan stabilisasi (stabilization policy) mengacu pada tindak kebijakan yang bertujuan mengurangi tekanan fluktuasi ekonomi jangka pendek. v Fluktuasi dalam keseluruhan perekonomian berasal dari perubahan penawaran agregat atau permintaan agregat. v Karena terjadi fluktuasi output dan kesempatan kerja di sekeliling tingkat alami jangka panjangnya, kebijakan stabilisasi memperkecil siklus bisnis dengan mempertahankan output dan kesempatan kerja sedekat mungkin pada tingkat alamiah. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
LAMBANNYA IMPLEMENTASI DAN DAMPAK KEBIJAKAN v Masalah yang dihadapi para pembuat kebijakan jauh lebih sulit, ketika lamanya kelambanan/kesenjangan waktu sulit diprediksi. v Kelambanan yang lama dan berubah-ubah ini sangat menyulitkan pelaksanaan kebijakan moneter dan fiskal. v Para ekonomi membedakan dua kelambanan dalam pelaksanaan kebijakan stabilisasi: 1. Kelambanan dalam (inside lag) 2. Kelambanan luar (outside lag) ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
KELAMBANAN DALAM v Kelambanan dalam (inside lag) adalah waktu antara guncangan terhadap perekonomian dan tindakan kebijakan dalam menghadapinya. v Kelambanan ini muncul karena para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk menyadari bahwa sebuah guncangan telah terjadi dan kemudian mengeluarkan kebijakan yang tepat. v Proses legislatif yang lambat dan tidak praktis sering kali menimbulkan penundaan, yang membuat kebijakan fiskal menjadi sarana yang tidak ampuh untuk menstabilkan perekonomian. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
KELAMBANAN LUAR v Kelambanan luar (outside lag) adalah waktu antara tindakan kebijakan dan pengaruhnya terhadap perekonomian. v Kelambanan ini muncul karena kebijakan yang dibuat tidak segera mempengaruhi pengeluaran, pendapatan, dan kesempatan kerja. v Kebijakan moneter memiliki kelambanan luar yang cukup besar karena banyak perusahaan membuat rencana investasi jauh sebelum kebijakan moneter bekerja dengan mengubah jumlah uang beredar dan tingkat bunga, yang pada gilirannya mempengaruhi investasi. Hal ini membuat efek perubahan kebijakan moneter akan dirasakan setelah kira-kira 6 bulan setelah kebijakan dibuat. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
PERAMALAN KEBIJAKAN v Peramalan kebijakan (policy forecasting) merupakan suatu prosedur untuk membuat informasi faktual tentang situasi sosial masa depan atas dasar informasi yang telah ada tentang masalah kebijakan. v Tujuan diadakannya peramalan kebijakan adalah: 1. Ramalan menyediakan informasi tentang perubahan kebijakan di masa depan beserta konsekuensinya yang akan berpengaruh terhadap implementasi kebijakan. 2. Mempermudah melakukan kontrol yang lebih besar dengan asumsi bahwa masa depan ditentukan oleh masa lalu dan masa kini, serta intervensi kebijakan guna mempengaruhi perubahan, sehingga akan mengurangi risiko yang lebih besar. 3. Mempermudah melakukan tindakan kebijakan di masa depan. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
BENTUK-BENTUK PERAMALAN KEBIJAKAN v Bentuk-bentuk dari peramalan kebijakan yakni: 1. Proyeksi yaitu ramalan yang didasarkan pada ekstrapolasi atas kecenderungan masa lalu maupun masa kini ke masa depan, dengan asumsi bahwa masa yang akan datang memiliki pola yang sama dengan masa lalu. 2. Prediksi yaitu ramalan yang didasarkan pada asumsi teoritis yang tegas. Asumsi ini dapat berbentuk hukum teoritis, proposisi atau analogi. Sifat terpenting dari prediksi adalah menypesifikasikan kekuatan generatif (penyebab) dan konsekuensi (akibat). 3. Perkiraan yaitu ramalan yang didasarkan pada penilaian yang normatif atau penilaian para pakar tentang situasi masyarakat masa depan. Penilaian ini dapat berbentuk penilaian intuitif yang berlandaskan pada kekuatan batin dan kreatif dari pada intelektual. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
SUMBER TUJUAN, SASARAN, DAN ALTERNATIF PERAMALAN KEBIJAKAN v Sumber-sumber tujuan, sasaran serta alternatif yang akan digunakan dalam membuat kebijakan di antaranya: 1. Wewenang. Dalam memprediksi sebuah kebijakan yang akan datang, seorang analis dapat berdiskusi dengan para pakar untuk mencari alternatif pemecahan permasalahan. 2. Wawasan. Seorang analis dapat menggunakan intuisinya, penilaian (judgment), atau pengetahuan tersembunyi dari orang-orang yang dipercayai cukup memahami suatu masalah. 3. Metode. Pencarian alternatif pemecahan permasalahan dapat dilakukan dengan melakukan analisa dengan menggunakan metode yang tepat dan inovatif. 4. Teori Ilmiah. Teori yang dibuat dalam ilmu-ilmu sosial dan eksakta dapat digunakan sebagai pijakan pencarian alternatif pemecahan permasalahan sebuah kebijakan. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
SUMBER TUJUAN, SASARAN, DAN ALTERNATIF PERAMALAN KEBIJAKAN 5. Motivasi. Keyakinan, nilai dan kebutuhan dari para penentu kebijakan dapat dijadikan sebagai sumber pemecahan permasalahan kebijakan. Alternatif dapat dibuat dari tujuan serta sasaran dari suatu kelompok. 6. Kasus Paralel. Pengalaman kebijakan dari negara atau kota lain serta kasus-kasus permasalahan kebijakan dapat digunakan sebagai peramalan alternatif suatu kebijakan. 7. Analogi. Kemiripan antara permasalahan yang berbeda juga dapat digunakan sebagai sumber alternatif kebijakan. Misalnya undang-undang yang dirancang untuk meningkatkan kesamaan kesempatan kerja bagi wanita, yang merupakan hasil dari analogi terhadap perlindungan hak-hak kaum minoritas. 8. Sistem Etik. Teori yang dibuat dalam ilmu-ilmu sosial dan eksakta dapat digunakan sebagai pijakan pencarian alternatif pemecahan permasalahan sebuah kebijakan. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
METODE DAN TEKNIK DALAM PERAMALAN KEBIJAKAN v Di dalam peramalan kebijakan terdapat beberapa metode dan teknik yang dapat digunakan, di antaranya yaitu: 1. Peramalan ekstrapolatif adalah peramalan yang berdasarkan pada beberapa bentuk analisis antar waktu (time series analysis), yakni analisis data numerik yang dihimpun pada beberapa titik waktu dan ditampilkan secara kronologis. 2. Peramalan teoritik yaitu metode peramalan yang didasarkan pada asumsi tentang sebab dan akibat yang terkandung di dalam berbagai teori dengan menggunakan logika deduktif. 3. Peramalan intuitif yaitu teknik peramalan yang berusaha untuk memperoleh dan mensintesakan pendapat-pendapatan para ahli atau pakar dibidangnya. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
METODE DAN TEKNIK DALAM PERAMALAN KEBIJAKAN PENDEKATAN Peramalan ekstrapolasi Peramalan teoritik Peramalan intuitif DASAR TEKNIK YANG MEMADAI PRODUK Ekstrapolasi kecenderungan Analisis antar waktu klasik Estimasi tren linier Pembobotan eksponensial Transformasi data Metodologi katastrofe Proyeksi Teori Pemetaan teori Pembuatan model kausal Analisis regresi Estimasi titik dan interval Analisis korelasional Prediksi Penilaian informatif Teknik Delphi Analisis dampak silang Penilaian kelayakan Perkiraan ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
METODE DAN TEKNIK PERAMALAN EKSTRAPOLATIF v Metode dan teknik peramalan ekstrapolatif dapat dilakukan dalam beberapa cara, yaitu: 1. Analisis antara waktu klasik, yang mempunyai empat komponen, yaitu tren sekuler, variasi musiman, fluktuasi yang bersiklus, dan perpindahan yang teratur. 2. Estimasi tren linier, yaitu suatu prosedur yang menggunakan analisis regresi untuk memperoleh estimasi matematis yang cermat tentang situasi sosial masa depan. 3. Waktu berskala non-linier, yang dipilah menjadi lima kelas yaitu osilasi, siklus, kurva pertumbuhan, kurva penurunan, dan katastrofe. 4. Pembobotan eksponensial, yang menggunakan persamaan dalam regresi. 5. Transformasi data, yaitu cara yang dipakai untuk mengadaptasi teknik regresi linier dalam proses pertumbuhan dan penurunan. 6. Metodologi katastrofe, yaitu metode yang dipakai untuk merekam keajekan yang muncul dari variasi variabel lain. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
METODE DAN TEKNIK PERAMALAN TEORITIK v Peramalan teoritik dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: 1. Pemetaan teori, yaitu teknik yang membantu analisis untuk mengidentifikasikan dan merancang asumsi-asumsi kunci di dalam suatu argumen teori atau kausal. 2. Pembuatan model teoritik, yaitu menunjuk pada suatu teknik dan asumsi yang luas untuk membentuk representasi (model) sederhana dan teori, karena analis jarang membuat peramalan teoritik secara langsung dari suatu teori. 3. Pembuatan model kausal, yaitu representasi teori secara sederhana yang berusaha untuk menjelaskan dan memprediksikan penyebab dan konsekuensi dari kebijakan publik. 4. Analisis regresi, yaitu teknik yang sangat bermanfaat untuk meramalkan hubungan linier antara variabel dalam model peramalan teoritik. 5. Estimasi titik dan interval. 6. Analisis korelasional. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
METODE DAN TEKNIK PERAMALAN INTUITIF v Terdapat tiga metode peramalan pendapat intuitif, yaitu: 1. Teknik Delphi, yaitu prosedur peramalan pendapat untuk memperoleh, menukar dan membuat opini tentang peristiwa di masa depan. 2. Analisis dampak silang, yaitu suatu teknik yang menghasilkan penilaian atas dasar informasi tentang probabilitas kejadian dari peristiwa masa depan dengan berbasis pada terjadi atau tidaknya peristiwa terkait. 3. Penilaian kelayakan, yaitu teknik peramalan perilaku para pelaku kebijakan yang memfokuskan pada beberapa aspek perilaku politik organisasional, yaitu posisi isu, sumber daya yang tersedia, dan rangking sumber daya relatif. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
KEBIJAKAN EKONOMI DALAM KETIDAKPASTIAN v Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, para ekonom berperan pemberi saran kepada pemerintah sebagai pembuat kebijakan ekonomi dalam upaya menstabilkan perekonomian. v Peran ekonom dalam proses pembuatan keputusan lebih dari sekadar memberi saran kepada para pembuat kebijakan. Para ekonomi juga berperan dari sisi akademis, di mana penelitian dan tulisan yang mereka hasilkan dapat mempengaruhi kebijakan secara tidak langsung dan terkadang layak untuk dites dalam kondisi nyata. ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
REFERENSI v Mankiw, N. G. 1997. Macroeconomics, 4 th Edition. New York: Worth Publication v Dunn, W. N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: UGM Press ardiprawiro. staff. gunadarma. ac. id
TERIMA KASIH
- Slides: 18