Tekpro tanaman buah pertemuan 2 Ekologi tanaman buahbuahan
Tekpro tanaman buah pertemuan 2 Ekologi tanaman buah-buahan dan penyebaran Faktor penting dalam produksi buah
ØTanaman buah adalah tanaman yang menghasilkan buah yang dimakan (konsumsi) dalam keadaan segar, baik sebagai buah meja atau bahan terolah dan secara umum tidak tahan disimpan lama. Botani: Buah adalah berkembangnya ovary bunga setelah terjadi penyerbukan beberapa buah berkembang tanpa penyerbukan dan tidak mengandung biji.
• Kementerian Pertanian telah menetapkan beberapa komoditas utama dan unggulan hortikultura yaitu cabai, bawang merah, kentang, jeruk, mangga, manggis, salak, pisang, durian, jahe, anggrek dan krisan.
Pertumbuhan dan hasil tanaman buah dipengaruhi oleh faktor dalam yaitu genetis dan faktor luar (lingkungan) • faktor genetis /bawaan berkaitan dengan bahan tanam • faktor luar/lingkungan tumbuh untuk mendapatkan hasil optimal yaitu iklim, tanah, ketinggian tempat, suhu, pengairan dan lain-lain. • Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman disebut faktor ekologi. • Faktor ekologi menentukan penyebarluasan jenis pohon buah, sehingga ada daerah khusus buah, seperti jambu mete, advokat, rambutan, durian, manggis dll
DIDUNIA ADA 4 IKLIM • yaitu iklim tropis, sub tropis, sedang dan kutub. Adanya perbedaan iklim disebabkan oleh posisi relatif suatu wilayah di bumi terhadap garis khatulistiwa, sehingga menjadikan wilayah tersebut memiliki iklim dengan ciri-ciri tersendiri. • Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca di suatu daerah dalam jangka waktu yang panjang. Dapat pula diartikan bahwa iklim merupakan kondisi atmosfer pada kurun waktu tertentu. • Iklim dan cuaca adalah dua kondisi alam yang berbeda, dimana cuaca adalah kondisi atau keadaan udara yang terjadi di wiliayah dalam jangka waktu tertentu
IKLIM TROPIS • Iklim tropis adalah satu jenis iklim yang ada di bumi. Kawasan tropis terletak di daerah isoterm di bumi bagian Utara dan Selatan, yaitu 23, 5° Lintang Utara – 23, 5° Lintang Selatan • Iklim tropis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan keadaan alam, yaitu daerah tropis kering seperti sabana stepa dan gurun pasir, kemudian daerah tropis lembap seperti hutan hujan tropis, daerah yang memiliki musim basah dan sabana lembap.
TROPIS BASAH Wilayah Indonesia termasuk dalam iklim tropis basah atau wilayah dengan iklim hangat lembah. Hal itu ditunjukkan dengan ciri-ciri berupa: • Wilayah Indonesia memiliki kelembapan udara yang relatif tinggi (umumnya diatas 90%) • Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi • Memiliki suhu tahunan lebih dari 18° C dan mencapai 38° C ketika musim kemarau • Indonesia memiliki perbedaan antar musim yang tidak terlalu signifikan, kecuali • pada periode hujan yang sedikit dan hujan banyak disertai angin kencang
TROPIS KERING • iklim tropis kering ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: • Memiliki wilayah dengan kelembapan udara relatif rendah atau umumnya dibawah 50% • Curah hujan yang rendah • Kondisi atmosfer jarang terjadi awan sehingga radiasi matahari tinggi • Terdapat gurun pasir akibat curah hujan yang sedikit • Pada perubahan suhu ekstrim, terjadi ledakan atau pecahan batu
BUAH TROPIS • Buah digolongkan dalam Taxonomy class: dicotyl dan monocotyl Morfology : 1. Herbaceous Plants/Annuals tanaman sekali mekar bunga kemudian mati 2. Perenials Plants a. sekali mekar bunga kmd mati (Pisang, nanas) b. bunga, buah setiap tahun (mangga, jeruk, dll)
PEMBAGIAN BUAH • Buah sejati (buah sungguh): buah yang terbentuk dari bakal buah. Seluruh jaringannya berasal dari bakal buah. • Dibedakan: buah sejati tunggal kering, buah sejati basah dan buah sejati ganda. 1. Buah sejati tunggal kering contohnya buah padi, jagung, dan buah bunga matahari. 2. Buah sejati tunggal basah contohnya buah mangga, alpukat, semangka, dan papaya.
3. Buah sejati ganda : buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Buah sejati ganda dibedakan menjadi empat jenis : buah kurung ganda, contoh: buah mawar (Rosa) , buah batu ganda: murbei (Morus), buah bumbung ganda: cempaka (Michelia), dan buah buni ganda: sirsak (Annona).
4. Buah semu: buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga. Contoh buah semu adalah arbei, nangka, dan jambu mede. Bagian yang dimakan adalah daun-daun bunga (tenda bunga) yang tumbuh bersatu, menjadi tebal berdaging, manis, dan berbau harum. Dinding buah yang sesungguhnya terdapat di dalamnya
Indonesia secara umum dibagi menjadi dua: 1. daerah yang meliputi sebagian besar pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua disebut sebagai “tropis”, ciri daerah ini adalah : • curah hujan tinggi sepanjang tahun, curah hujan rata-rata 3000 mm/tahun • suhu rata-rata tinggi, merata sepanjang tahun. 2. daerah yang meliputi pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara yang mepunyai dua musim yang jelas, yaitu basah (hujan) dan kering. bulan basah apabila curah hujan lebih dari 100 mm/bulan, bulan kering apabila curah hujan kurang dari 100 mm/bulan.
iklim mempengaruhi tanaman buah-buahan, pengaruh yang paling penting adalah suhu dan curah hujan, selain juga faktor fotoperiode. 1. Pengaruh suhu a. daerah-daerah di sekitar khatulistiwa amplitudo suhu selama setahun sengan kecil, sehingga yang menentukan adalah suhu rata-rata setahun, dimana untuk daerah di sekitar khatulistiwa ditentukan oleh tinggi tempat di atas permukaan laut. b. Suhu rata-rata setahun yang optimum untuk suatu macam pohon buah-buahan sering diganti dengan tinggi di atas permukaan laut yang optimum.
Tinggi daerah yang cocok untuk tanaman buah Jenis tanaman Tinggi daerah dari sampai Advokat 1 1000 Ananas 1 500 Durian 1 500 Duku 1 500 Jambu air 1 500 Jambu biji 1 800 Jambu bol 1 300 Jeruk limau 1 1000 J eruk besar 1 400
Tinggi daerah yang cocok untuk tanaman buah Jenis tanaman Tinggi daerah dari (m) Sampai (m) Kedondong 1 500 Markisa 1 500 Mangga 1 300 Nangka 1 700 Pepaya 1 700 Pisang 1 800 Rambutan 1 500 Sawo manila 1 300 Sirsat 1 500 Srikaya 1 800
2. Pengaruh curah hujan • Manggis dan buah-buahan lain untuk daerah-daerah basah. Tanaman manggis mempunyai tuntutan terhadap curah hujan lebih daripada terhadap tanah. • Rambutan dan pohon-pohon lain untuk daerah basah dengan atau tanpa periode kering. Rambutan terdapat di daerah basah, tetapi sudah tahan lebih baik terhadap kekeringan. di Lhonga Aceh dengan 12 bulan basah, di Indramayu dengan 9 bulan basah dan 3 bulan kering, Pindai di Sumatera Utara dengan 12 bulan basah, di bagian besar Palembang seperti Tanjungraja dengan 9 bulan basah dan tanpa bulan kering.
iklim mempengaruhi tanaman buah-buahan, pengaruh yang paling penting adalah suhu dan curah hujan, selain juga faktor fotoperiode. • Perubahan iklim memicu perubahan lingkungan yang menyebabkan berubahnya respon tanaman. • Menurut Direktorat Perlindungan Hortikultura (2014), pada tahun 2010 terjadi fenomena iklim La-Niña dengan intensitas sedang, sehingga mengganggu produktivitas sayuran dan buah-buahaan di Indonesia. • Produksi buahan saat itu menurun 35, 75% dan produksi sayuran turun 20, 25% dari kondisi iklim normal. Akibatnya, terjadi kelangkaan kedua produk penting tersebut yang memicu kenaikan harganya di pasar.
- Slides: 18