TEKNIK SAMPLING KARAKTERISTIK SAMPEL INKLUSI EKSKLUSI INKLUSI Kriteria





















- Slides: 21
TEKNIK SAMPLING
KARAKTERISTIK SAMPEL INKLUSI EKSKLUSI INKLUSI : Kriteria atau ciri-ciri yang harus dipenuhi setiap masing-masing anggota populasi yang akan dijadikan sampel ATAU Karakteristik umum dari suatu populasi target yang akan dijadikan subjek penelitian.
EKSKLUSI : Kriteria atau ciri-ciri anggota populasi yang tidak bisa dijadikan sampel penelitian ATAU Mengeluarkan/menghilangkan beberapa subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian dikarenakan kriteria dan sebab - sebab tertentu
CONTOH KASUS PENGARUH PEMBERIAN VAKSIN RUBELLA TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK DI DESA POTORONO Tidak mungkin kita melakukan penelitian terhadap semua anak desa Potorono karena akan menghabiskan waktu, tenaga, biaya. Oleh karena itu perlu diambil sampel penelitian yaitu sebagian anak dari desa Potorono yang dianggap mewakili seluruh anak dari desa tersebut. Agar sampel yang diambil representatif maka diperlukan teknik khusus dalam pengambilan sampel. Kriteria inklusi : 1. Anak balita (1 -5 tahun) 2. Anak yang pernah mendapat vaksin Rubella 3. Anak yang kondisi tubuhnya sehat Kriteria Eksklusi : 1. Orang tua anak yang bersedia anaknya menjadi sampel penelitian
PENGERTIAN TEKNIK SAMPLING Merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel dalam penelitian atau upaya penelitian untuk mendapat sampel yang representatif (mewakili) Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar yaitu : 1. Probability Sampling (Random Sample) Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel 2. Non Probability Sampling (Non Random Sample) Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel
Probability Sampling (Random Sample) Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling adalah sebagai berikut: 1. Derajat kepercayaan/tingkat kesalahan terhadap sampel dapat ditentukan (α=1%, 5%, 10%. . . ) 2. Besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik.
TEKNIK SAMPLING Probability Sampling Cara 1. Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling) 2. Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling) 3. Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling) Non Probability Sampling Cara 1. Sampel Dengan Maksud (Purposive Samping). 2. Sampel Tanpa Sengaja (Insidental Sampling). 3. Sampel Berjatah (Quota Sampling). 4. Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling) 5. Sampel Bola salju (Snowball sampling) 6. Sampling Jenuh
Random Sederhana (Simple Random Sampling) Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Cara ini dilakukan bila anggota populasinya homogen. pengambilan sampel dapat dilakukan dengan undian.
Sampel Random Berstrata (Proportionate Stratified Random Sampling) Populasi dibagi strata-strata, (sub populasi), kemudian pengambilan sampel dilakukan dalam setiap strata baik secara simple random sampling, maupun secara systematic random sampling. Misalnya kita meneliti keadaan gizi anak sekolah Taman Kanak-kanak di Bantul (≥ 4 -6 tahun). 100 TK populasi Sub populasi 20 kelompok A 25% 5 TK 50 Kelompok B 30 Kelompok C 25% 12 -13 TK 7 -8 TK
Sampel Random Berstrata (Disproportionate) Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional/seimbang. Misalnya ingin meneliti tentang kwalitas layanan BPJS peserta masyarakat di Des Potorono DESA POTORONO Dusun A 40 KK Dusun B 35 K Dusun C 2 KK Dusun D 45 KK Dusun E 3 KK Maka sampel yang diambil adalah dusun A, B dan D dikarenakan lebih proporsional.
Cluster Sampling (Area sampling) Proses pengambilan sampel dilakukan bertingkat, baik bertingkat dua maupun lebih. Misalnya: provinsi - kabupaten –Kecamatan desa- Lingkungan KK. (Indonesia) Misalnya kita ingin meneliti penerapan full day school Tingkat SMA Sesuai kondisi dan perhitungan, maka jumlah sampel yang akan diambil ± 2000. 34 Propinsi DIY Kabupaten Bantul Kecamatan Banguntapan Ada 3 SMA (± 2000)
Non Probability Sampling (Random Sample) Hasil yang diharapkan hanya merupakan gambaran kasar tentang suatu keadaan. Cara ini dipergunakan dengan pertimbangan : Bila biaya sangat sedikit , hasilnya diminta segera, tidak memerlukan ketepatan yanq tinggi, karena hanya sekedar gambaran umum saja.
Sampel Dengan Maksud (Purposive Samping) Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misal penelitian tentang kondisi politik di suatu daerah, maka sampel sumber datanya adalah orang yang (pakar) ahli politik. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif.
Sampel Tanpa Sengaja (Insidental Sampling) Sampel tanpa sengaja adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data
Sampel Berjatah (Quota Sampling) Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja, hanya disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu. Misalnya Sampel yang akan di ambil berjumlah 100 orang dengan perincian 50 laki dan 50 perempuan yang berumur 15 -40 tahun. Cara ini dipergunakan kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan.
Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling) Proses pengambilan sampel, setiap urutan ke “K" dari titik awal yang dipilih secara random. Misalnya, setiap pasien yang ke tiga yang berobat ke suatu Rumah Sakit, diambil sebagai sampel (pasien No. 3, 6, 9, 13) dan seterusnya. K= N (Jumlah anggota populasi) n (jumlah anggota sampel)
Sampel Bola salju (Snowball sampling) Teknik penentuan sampel yang mula jumlahnya kecil, kemudian membesar, ibarat bola salju yang menggelinding yang lama menjadi besar(cara estafet)
Sampel Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik ini sering digunakan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitianyang ingin mengeneralisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus dimana semua anggota populasi dijadikan sampel
SIMPULAN 1. Jika kita ingin melakukan penelitian pada sesuatu populasi yang besar, kita tidak perlu meneliti setiap unit dari populasi akan tetapi cukup hanya mengambil sebagian saja (sampel). 2. Untuk mendapatkan suatu sampel yang "representatif. perlu diperhatikan cara-cara yang disebut dalam "Probability Sample". 3. Jika kita hanya ingin mengetahui sekedar gambaran umum dari suatu keadaan, sedang biaya dan waktu sangat sedikit, dapat kita pergunakan "Non Probability Sample" 4. Untuk menghindari terjadinya kesalahan hasil sampel perlu diadakan perencanaan yang baik, dalam pembuatan kuisioner/ panduan, penetapan definisi/konsep serta pengumpulan dan pengolahan data. 5. Penarikan sampel/Teknik sampling akan dipengaruhi oleh tujuan penelitian, karakteristik populasi, alat yang digunakan dan pertimbangan peneliti yang lain.