TEKNIK PENULISAN ILMIAH OLEH Chrisnaji Banindra Yudha M
TEKNIK PENULISAN ILMIAH OLEH Chrisnaji Banindra Yudha, M. Pd
TUJUAN YANG HENDAK DICAPAI Setelah proses pembelajaran diharapkan mahasiswa dapat: Mengaplikasikan aturan penulisan ilmiah dalam PTK Mengaplikasikan penulisan notasi ilmiah dalam PTK
ATURAN PENULISAN (1) ª ª ª Skripsi ditulis 2 spasi pada kertas HVS 80 gram berukuran kuarto Margin penulisan adalah 4 cm dari tepi kiri dan tepi atas, 3 cm dari tepi kanan dan tepi bawah. Paragraf dimulai pada 7 pukulan tik atau satu tab pada komputer Jenis dan ukuran huruf adalah arial ukuran 12 dengan huruf tegak kecuali pada bagian-bagian khusus. Pengaturan rata kiri dan kanan.
ATURAN PENULISAN (2) Huruf atau kata yang dicetak miring (italic) untuk menuliskan kata dalam bahasa asing dan menulis judul buku pengarang yang ada pada catatan kaki dan daftar pustaka. ª Judul bab ditulis dengan huruf besar pada halaman baru ditempatkan ditengah-tengah secara simetris ª Nomor bab menggunakan angka Romawi besar (I, III, dan seterusnya) ª Sub judul diberi nomor urut alfabetis ditulis dengan huruf besar (A, B, C dst) ª
ATURAN PENULISAN (3) Unsur-unsur setiap sub judul dengan angka nomor urut (1, 2, 3 dst) ª Judul bab, sub judul, dan unsur dari setiap judul dicetak tebal (bold) ª Nomor halaman menggunakan angka ditempatkan pada sudut kanan atas, kecuali untuk halaman judul bab ditempatkan di tengah halaman bagian bawah. ª
ATURAN PENULISAN (4) Nomor untuk kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar lampiran, daftar gambar, dan lain-lain (jika ada) menggunakan angka Romawi kecil (i, iii, iv, v, vi, dst) ditempatkan di tengah-tengah halaman bagian bawah. ª Judul tabel, gambar, diagram dan sejenisnya diberi nomor urut dengan angka dan ditulis di atas tabel, sedangkan untuk diagram dan gambar diletakkan di bawah. ª
Lanjutan ATURAN PENULISAN (4) Jika isi tabel dari suatu lembaga harus ditulis sumbernya di bawah tabel. ª Contoh: Sumber: Dinas Pendidikan DKI Jakarta, 2014 ª ª
NOTASI ILMIAH KUTIPAN ª Kutipan Langsung: pengambilan bagian tertentu dari tulisan orang lain tanpa melakukan perubahan baik isi maupun redaksinya. ª Kutipan Tidak Langsung: kutipan yang menuliskan kembali dengan kata-kata sendiri.
KUTIPAN LANGSUNG Syarat ª Tidak melakukan perubahan terhadap teks asli yang dikutip ª Menggunakan tida titik berspasi (…) jika ada bagian yang dihilangkan. ª Menyebutkan sumber sesuai dengan teknik notasi yang digunakan ª Bila kutipan langsung pendek (tidak lebih 4 baris) masukkan langsung dalam tubuh teks, beri jarak antar baris yang sama dengan teks, diapit oleh tanda kutip. ª Jika lebih dari 4 baris dipisahkan dengan spasi lebih dari teks, jarak rapat, tik 1 spasi.
KUTIPAN LANGSUNG KURANG 4 BARIS enulis menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa dan gambar grafisnya”. 1 ______ Pujiati Suyata, Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia, (Jakarta: Universitas. Terbuka. 1998). h. 47 1
lanjutan Kecerdasan emosi merupakan kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-peraaan itu untuk “memandu pikiran dan tindakan”. 1 ______ Joseph Le Doux, The Emotional Brain ( New York: Simon & Schuster, 1996), h. 143 1
lanjutan Tarigan menyebutkan ada tujuh fungsi paragraf, sebagai berikut: (1) sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pokok pikiran keseluruhan ide atau karangan, hkan man uk alat (2) pikiranpokok pengarang, ide atau bagi alat (3) pengarang untukmengembangkanjalanpikirannya ematis, secara berfungsi keseluruhan dapat karangan, paragraf sebagai penutup atau pengantar, transisi, dan konklusi. 2 _________ Djago Tarigan, Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. (Bandung : Angkasa, 1995) h. 13 2
KUTIPAN TIDAK LANGSUNG Syarat ª Dapat dibuat panjang atau pendek dengan cara mengintegrasikan dalam teks. ª Tidak diapit oleh tanda kutip ª Menyebutkan sumber sesuai dengan teknik penulisan ilmiah yang sesuai dengan pedoman dalam menulis karya ilmiah.
lanjutan Modernisasi sangat berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, yang merupakan salah satu dari ketiga kesatuan kebudayaan modern, yaitu perkembangan ekonomi ilmu pengetahuan, kapitalis, dan berkembangnya masyarakat berjuis”. 1 ______ Slamet Sutrisno, “ Budaya Keilmuan dan Situasinya di Indonesia , ” eds. Moedjianto et all, Tantangan Kemanusia Universal (Jogyakarta: Kanisius, 1993), h. 145 1
kutipan dalam satu kalimat Emosi adalah persepsi mental yang merupakan umpan balik dari stimulus 1, bila ditinjau dari sudut pandang biologi emosi adalah ekspresi dan perasaan yang ada pada cortex 2 , sedangkan emosi dipandang dari konteks sosial adalah perasaan pribadi dan pendekatan perilaku sebagai bawaan. 3 _______ Joseph Le Doux, The Emotional Brain ( New York: Simon & Schuster, 1996), h. 143 2 K. T. Strangman, The Psychology of Emotional (New York: Chichester, John Wiley & Son, 1996, h 143 3 Peter Salovey dan DJ Sulyster, Emotional Development an Emotional Intelligence (New York: Basic Book, 19967, h 13 1
Menurut Le. Doux, emosi adalah persepsi mental yang merupakan umpan balik dari stimulus. 1 Berbeda dengan pendapat Strangman, bahwa emosi ditinjau dari sudut pandang biologi emosi adalah ekspresi dan perasaan. Dalam hal ini ekspresi berada pada hypothalamus, sedangkan perasaan pada cortex. 2 Salavoy dan Sulyster mendefinisikan emosi dari konteks sosial adalah perasaan pribadi dan pendekatan perilaku sebagai bawaan. 3 ______ Joseph Le Doux, The Emotional Brain ( New York: Simon & Schuster, 1996), h. 143 2 K. T. Strangman, The Psychology of Emotional (New York: Chichester, John 1
CATATAN KAKI Penyebutan sumber yang dijadikan kutipan untuk memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek legalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis. ª Kutipan yang diambil dari halaman tertentu harus disebut halamannya dengan singkatan h. (halaman) atau p. (page) ª Jika kutipan disarikan dari beberapa halaman ditulis hh. 6 -10. ª
CATATAN KAKI ª ª ª Catatan kaki ditulis satu spasi dengan huruf Arial 10 Dimulai dari pinggir langsung atau beberapa ketukan dari pinggir asal konsisten. Judul buku dicetak miring Nama pengarang yang jumlahnya sampai 3 ditulis lengkap pengarang lebih dari 3 ditulis nama pertama ditambah kata et. al, artinya dan kawan-kawan Jika pengarang tidak ada ditulis bukunya dituliskan Anon (Anonymous) di depan buku tersebut.
CONTOH CATATAN KAKI Joseph Le Doux, The Emotional Brain (New York: Simon & Schuster, 1996), h. 143. 1 2 K. T. Strangman, The Psychology of Emotional (New York: Chichester, John Wiley & Son, 1996), h 143. Peter Salovey dan DJ Sulyster, Emotional Development and Emotional Intelligence (New York: Basic Book, 1997), h. 13. 4 R. I. Arend, Learning to Teach (Singapore: Mc. Graw 3
CONTOH CATATAN KAKI 5 Ronald K, Hambleton, H. Swaminathan, dan H. Jane Rogers, Fundamentals of Item Response Theory (London: Sage Publications, 1991), hh. 12 -13. 6 John A. R. Wilson et. al. , Psychologycal Foundation of Learning and Teaching (New York: Mc. Graw. Hill Book Company, 2004), h. 406. 7 Rencana Pengembangan Pendidikan (Jakarta: Kemdiknas, 2010), h. 14 8 UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 2, ayat 1 Anon. Kesehatan Masyarakat, ( Bandung: C. V. Sekawan, tanpa tahun), h. 30 9 Tiga
CATATAN KAKI SUMBER MAKALAH, MAJALAH, KORAN, DAN KUMPULAN KARANGAN Nana Amaludin, “Meningkatkan Kesejahteraan Guru “ Republika, 10 Agustus 2013, h. 13 10 Jujun S. Suriasumantri, “Pembangunan Sosial Budaya secara Terpadu” dalam Masalah Sosial Budaya Tahun 2000: Sebuah Bunga Rampai, eds. Soedjatmoko et. al. (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1989), hh. 10 -15 11
Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan memakai notasi: � Op. cit. (opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip) � Loc. cit. (loco citato, artinya dalam tempat yang telah dikutip) � Ibid. (ibidem, artinya dalam tempat yang sama) �
Joseph Le Doux, The Emotional Brain ( New York: Simon & Schuster, 1996), h. 143. 2 Ibid. , h 146. (Artinya, pengulangan kutipan dari catatan kaki nomor 1 tetapi halamannya berbeda (jika tidak diselingi pengarang lain) 3 Peter Salovey dan DJ Sulyster, Emotional Development and Emotional Intelligence (New York: Basic Book, 19967, h. 13. 4 R. I. Arend, Learning to Teach (Singapore: Mc. Graw. Hill. Book Company, 1898), hh. 12 -16. 5 Salovey dan Sulyster, loc. cit. Artinya: kutipan sama pada catatan kaki 3 dengan h. yang sama (digunakan karena sudah terhalang pengarang lain) 6 Salovey dan Sulyster, op. cit. , h. 34 Artinya: kutipan sama pada catatan kaki 3 dengan h. yang beda (digunakan karena sudah terhalang pengarang lain) 1
� Sekiranya dalam kutipan yang dipergunakan terdapat seorang pengarang yang menulis beberapa karangan maka penggunaan loc. cit dan op. cit akan membingungkan. � Oleh karena itu, sebagai penggantinya dituliskan nama karangannya. Bila judul itu panjang maka dapat dilakukan penyingkatan selama hal itu mampu mewakili judul karangan yang dimaksud. � Contoh 1 Diessel dan Tomasello, Why Complement Clauses, h. 9.
� Kadang-kadang dikutipsebuah pernyataan yang telah dikutip dalam karangan lain. Maka kedua sumber itu dituliskan. Contoh � 12 Guilford di dalam Howard Gardner, Frame of Mind (New York: Basic Book, Inc. Publisher, 1983) hh. 73 -75.
DAFTAR PUSTAKA � Daftar pustaka merupakan rujukan penulis dalam menyusun penulisan baik sebagai penunjang maupun sebagai data � Tujuan utama dari daftar pustaka adalah mengidentifikasi karya ilmiah itu sendiri � Tanda kurung yang membatasi penerbit dan domisili dan lokasi halaman pada catatan kaki dihilangkan � Tanda koma diganti tanda titik
(Catatan Kaki) 1 Joseph Le Doux, The Emotional Brain (New York: Simon & Schuster, 1996), h. 143. (Daftar Pustaka) Le Doux, Joseph. The Emotional Brain. New York: Simon & Schuster, 1996. (Catatan Kaki) 2 Peter Salovey dan DJ Sulyster, Emotional Development and Emotional Intelligence (New York: Basic Book, 1996), h. 13. (Daftar Pustaka) Salovey, Peter dan DJ Sulyster, Emotional
[catatan kaki] 8 Peter Lauster, Tes Kepribadian terjemahan D. H. Gulo (Jakarta: Gramedia: 2007), h. 27. [daftar pustaka] Lauster, Peter. Tes Kepribadian terjemahan D. H. Gulo. Jakarta: Gramedia, 2007. [catatan kaki] 9 K. R. Rose dan G. Kasper (Eds), Pragmatics in Language Teaching (Cambridge: Cambridge University Press: 2010), h. 13. [daftar pustaka] Rose, K. R. dan G. Kasper (Eds). Pragmatics in Language Teaching. Cambridge: Cambridge University Press: 2010.
(Catatat Kaki) 7 Rencana Pengembangan Pendidikan (Jakarta: Kemdiknas, 2010), h. 14 (Daftar Pustaka) Kementrian Pendidikan Nasional. Rencana Strategi Pendidikan, 2010 (Catatat Kaki) 8 UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 2, ayat 1 (Daftar Pustaka) UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan
� Terimakasih
- Slides: 30