Suatu lafadz yang menurut arti bahasa menunjukkan pada
ﺗﻌﺮﻳﻒ ﺍﻟﻌﺎﻡ “Suatu lafadz yang menurut arti bahasa menunjukkan pada suatu makna yang dapat mencakup seluruh satuan-satuan yg tidak terbatas dalam jumlah tertentu”
Contoh : 1 ﺍﺍ ﺍ “Setiap perikatan untuk sahnya disyaratkan adanya kecakapan dua orang yang berakad”. menunjukkan “apa saja” yang disebut perikatan (akad) tanpa terbatas pada perikatan tertentu.
Contoh : 2 ( )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻕﻯ ﺍ ﺍ “Barangsiapa meletakkan senjatanya, maka ia adalah teman”. ﻕﻯ menunjukkan seluruh perorangan yang meletakkan senjata, tanpa terbatas kepada perorangan tertentu”.
Perbedaan ﺍﻟﻌﻢ dan ﺍﻟﻤﻄﻠﻖ ﺍﻟﻌﻢ ﺍﻟﻤﻄﻠﻖ Menunjukkan pd seluruh satuan dari satuan-satuan yg ada. Menunjukkan pd satuan yg tergolong dalam satuan itu sj (tdk seluruh satuan). Mencakup seluruh satuan 2 yg dapat dimasukan ke dalamnya. Tidak dapat mencakup seluruh satuan, selain hanya satuan yg dapat dimasukan ke dalamnya.
Kaidah Ushuliyah ﺍ ﺍﺍ “keumuman lafaz ‘am itu adalah meratai seluruh satuannya, sedangkan keumuman lafaz khas muthlaq adalah terbatas pada sebagian satuannya”.
Lafaz-lafaz ‘am 1. Lafaz dan ﺟﻤﻴﻊ ﺍ “Setiap pemimpin akan pertanggungjawaban terhadap dipimpinnya”. (HR. Bukhari Muslim) diminta yang
ﺍﻯ ﺍ ﻱ ﺍ ﺍ “Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kami”. (QS. Al Baqarah, 2 : 29) Lafaz (setiap) dan ( ﺟﻤﻴﻊ seluruh) dalam kedua nash tsb adalah menunjukkan arti seluruh satuan yang tidak terbatas.
2. Lafaz ﺟﻤﻊ yg dita’rifkan ﺇﺿﺎﻓﺔ atau dengan ﺍﻝ jinsiyah. ﺍﻟﻠ ﻯ ﺍ “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pusaka) anak -anakmu”. Lafal ﺍ adalah lafaz jama’ dan nakirah, karena diidhafatkan dengan lafaz kum, maka ia menjadi ma’rifat. Karena itu lafaz tsb menunjukkan seluruh satuan-satuan yg dapat dimasukkan ke dalamnya.
3. Isim Mufrad yg dita’rifkan dengan ﺍﻝ Jinsiyah ﺍﻟﻠ ﺍ ﺍﻟ ﺍ “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. . . (QS. Al Baqarah, 2 : 275) ﺍ dan ﺍﻟ ﺍ : Isim Mufrad yang dita’rifkan dengan ﺍﻝ Jinsiyah memberikan faedah umum (‘am) yakni mencakup segala bentuk jual beli dan segala bentuk riba.
Contoh : ﺍ ﺍ “Orang-orang yg meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah istri itu) menangguhkan diri (iddah) empat bulan sepuluh hari…”. (QS. al Baqarah, 2 : 234)
5. Isim Isyarat Seperti : (barangsiapa) ( ﺍ apa saja) ( ﺍ yang mana saja) Isim-isim Isyarat tsb menunjukkan kepada seluruh satuan yang dapat dimasukan ke dalamnya
ﺍﺍﻟ ﻗ ﺍﻟﻠ ﺍ ﺍ ﺍ “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang lebih baik (menafkahkan hartanya ke jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan kepadanya. . ” (QS. al Baqarah, 2 : 245)
ﺍﺍ “dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka (pahalanya) untuk dirimu sendiri…” (QS. al Baqarah, 2 : 272)
ﺍ ﺍ ﺍﻟ ﺍ ﺍ ﺍ “yang mana saja perempuan yang minta talak kepada suaminya tanpa ada bahaya, maka haram baginya wewangian surga”. (HR. Ahmad dan Turmudzi)
6. Isim Istifham 7. Isim Nakirah
7. Isim Nakirah
Macam-macam ‘am ﺍ ﺍﻟﻭﻡ “lafaz ‘am yang dimaksud benar-benar untuk umum” Contoh : ﺍ ﺍﺍ “… Dan kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup”. (QS. Al Anbiya : 30)
ﺍ ﺍﻟﺨﺼﻮﺹ “lafaz ‘am tetapi yang dimaksud benar-benar untuk khusus” (‘am yang disertai qorinah yang menghilangkan arti umumnya dan menjelaskan bahwa yg dimaksud dengan ‘am itu adalah sebagian dari satuannya) Contoh : ﻟﻠﻪ ﻯ ﺍﻟ ﺍ ﺍ “…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia bagi Allah”. (QS. Ali Imran, 3 : 97)
ﺍ ﻣﺨﺼﻮﺹ “lafaz ‘am yang khusus untuk ‘am” (‘am mutlak : ‘am yg tidak diserta qorinah yang menghilangkan kemungkinan dikhususkan dan tidak disertai pula qorinah yang menghilangkan keumumannya) Contoh : ﺍﺍ ﺍ “Wanita-wanita yg ditalak, hendaklah menahan diri (iddah) sampai tiga kali suci”. (QS. Al Baqarah, 2 : 228)
- Slides: 23