STRATEGY EPIDEMIOLOGI PELAKSANAAN SRATEGI EPIDEMIOLOGI Study secara khusus























- Slides: 23
STRATEGY EPIDEMIOLOGI
PELAKSANAAN SRATEGI EPIDEMIOLOGI Study secara khusus (Penelitian) Surveilans Epidemiologi
Strategi Epidemiologi Ditegakkan atas dasar 2 asumsi: Kejadian karena ada kecenderungan /kekhasan yang dimiliki. Penelusuran sistemik dan cermat kelompok penduduk yang berbeda dapat mengenai faktor-faktor penyebab dan pencegahan terhadap penyakit
Studi Deskriptif Laporan kasus Laporan seri kasus Studi Ekologi (Studi korelasi) Studi Time Series Cross sectional survey
Studi Deskriptif Studi yang menggambarkan karakter umum sebaran suatu penyakit yang berhubungan dengan orang (person), tempat (place), dan waktu (time) (who, where and when). Memberikan bukti untuk mengembangkan hipotesis. Memberikan informasi untuk pelayanan kesehatan dan administrator bagi pengalokasian sumber daya dan perencanaan program pencegahan (preventif) dan pendidikan (promotif).
Laporan Kasus Adalah laporan tentang pengalaman menarik dari seseorang (kasus) yang berisi detail laporan atau profil dari pasien (kasus) Contoh: laporan kasus pada tahun 1961 tentang wanita berusia 40 tahun yang dalam premenopause menderita emboli paru 5 minggu setelah menggunakan pil montrasepsi.
Studi Analitik Cross sectional Kasus Kontrol Kohort Eksperimental (uji klinik dan uji lapangan)
Laporan Seri Kasus Adalah laporan tentang pengalaman menarik dari sekelompok orang (group) dengan diagnosis yang sama berisi detail laporan atau profil pasien (kasus). Laporan ini bisa juga berupa kumpulan laporan kasus yang terjadi dalam waktu singkat. Contoh: laporan kasus pada tahun 1980 tentang 5 pemuda homoseksual yang sebelumnya sehat yang menderita pneumocystic carinii di LA (USA).
Kegunaan Studi Case Report dan Case Series Pengenalan atas penyakit baru Penyususan hipotesis Unit analisis → individu Keterbatasan Studi : Tidak, ada kontrol, tidak dapat dilakukan uji hepotesis
Studi Ekologi / Korelasi Yaitu studi yang melihat karakteristik kelompok (group) dibandingkan dengan group lainya. Hanya cocok untuk tingkat kelurahan, tidak individu Contoh: Studi korelasi mengenai komsumsi daging perkapita dan frekuensi penyakit kanker pd wanita pada negara-negara ttt Terlihat bahwa ada hubungan / korelasi yang positif Negara-negara dengan tingkat komsumsi daging perkapita rendah mempunyai frekuensi kanker kolon rendah Negara-negara dengan tingkat komsumsi daging perkapita tinggi mempunyai frekuensi kanker kolon tinggi
Analisis Hubungan : Korelasi diukur dengan koefisien korelasi Simbol yang dipakai biasanya ’r’ Mengukur hubungan linear antara faktor risiko dengan kejadian penyakit: apakah untuk setiap unit perubahan pada level keterpaparan akan terjadi peningkatan atau penurunan frekuensi penyakit secara proposional ”r” bervariasi dari +1 sampai dengan – 1
Studi eksplorasi Adalah jenis studi termudah dimana dalam studi ini dilakukan observasi terhadap perbedaan geografis dalam hubungannya dengan disease rate diantara berbagai region atau group. Tujuan studi ini untuk mendapatkan gambaran yang mengarah pada etiologi lingkungan atau hipotesis etiologik khusus.
Multiple Group Comparison Studi ini mengamati hubungan antara rata derajat keterpaparan (exposure) dan disease rate diantara berbagai group (kelompok populasi)
Time trend study or time series Studi yang mengamati hubungan antara perubahan rata-rata keterpaparan (exposure) dengan perubahan disease rate pada populasi tunggal (single population)
Mixed Study Studi yang mengamati perubahan rata derajat keterpaparan (exposure) dengan perubahan disease rate pada berbagai populasi.
Tujuan Studi Korelasi Untuk mengembangkan etiologik hipotesis testing untuk menjelaskan kejadian suatu penyakit Mengevaluasi efektivitas intervensi pada populasi seperti mengevaluasi pengetahuan pada kegiatan health promotion
Keterbatasan Studi Korelasi Studi korelasi mengacu pada selueuh populasi, tidak bisa menghubungkan antara pemaparan (exposure) dengan penyakit terhadap individu. Ecological fallacy: ketidak tepatan kesimpulan terhadap hubungan pada tingkat individu berdasarkan data ekologik (bila unit analisis adalah group/kelompok) Tidak dapat melihat hubungan antara eksposure dan outcome (hanya menyarankan)
Cross-Sectional Studies Unit analisis Individu Dilakukan dengan menggunakan random sample di masyarakat. Pengumpulan Data wawancara/ kuesioner pemeriksaan fisik, pemeriksaan Rontgen, pemeriksaan laboratorium, dll. Tujuan penelitian adalah untuk menilai aspek kesehatan penduduk, untuk uji hipotesis tentang penyebab penyakit atau faktor resikoyang dicurigai.
Cross-Sectional Studies Kelebihan : Pengkuran prevalensi/Masalah Kesehatan masyarakat Pelaksanaan murah dan cepat Jika sampling baik hasil dapat digeneralisasi Kekurangan : Hubungan sebab-akibat tidak jelas (temporal Ambiguity)