STRATEGI PENYEHATAN PERUSAHAAN dan DIVESTASI Divestasi pengurangan beberapa
STRATEGI PENYEHATAN PERUSAHAAN dan DIVESTASI
• Divestasi: pengurangan beberapa jenis aset dalam bentuk keuangan atau barang, dapat disebut bisnis penjualan yang dimiliki oleh perusahaan.
INDIKATOR DARI LINGKUNGAN BISNIS • Sehat tidaknya perusahaan dapat bersumber dari lingkungan bisnis. Ligkungan bisnis yang tidak mendukung perkembangan perusahaan yakni lingkungan bisnis yang hanya menjadi sumber ancaman bisnis dapat dikatakan sebagai sumber sakitnya perusahaan. Di antara begitu banyaknya ragam lingkungan bisnis, berikut ini disajikan beberapa tanda-tanda yang dapat dijadikan petunjuk strategis sedikitnya peluang bisnis yang tersedia dan terbukanya ancaman bisnis. , yaitu : • Peramalan dan penilaian implikasi manajerial menjadi sulit dilakukan, ketika berbagai lingkungan bisnis tersebut berinteraksi satu sama lain. • Pertumbuhan eonomi dan aktivitas ekonomi pembentuknya memberikan indikasi bagi manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan ekspansi usaha. • Tersedianya kredit dan aktivitas pasar modal dapat digunakan sebagai indikator mudah atau sulitnya, murah atau mahalnya dana yang diperlukan. • Perubahan harga memberikan indikasi yang cukup penting tentang perubahan tingkat inflasi dan keseimbangan jumlah barang yang tersedia dan diminta pasar.
INDIKATOR INTERNAL Beberapa indikator yang dapat digunakan sebagai tanda perusahaan tidak sehat yang muncul pada tahap awal daur kehidupan perusahaan, yaitu : • Ketidakcukupan kas • Keterbatasan (tekanan) likuiditas • Pengurangan modal kerja • Utang dagang membengkak • Piutang dagang meningkat • Penurunan ROI ( Return On Investment) • Penjualan mendatar (tidak meningkat) • Rugi terus-menerus dalam beberapa kuartal • Absensi tenaga kerja meningkat • Tenaga kerja meningkat • Pengaduan konsumen meningkat • Arus informasi keuangan dan manajemen semakin meningkat
Berikut ini adalah beberapa indikator internal yang menunjuk pada tidak sehatnya perusahaan yang muncul pada pertengahan daur kehidupan perusahaan: • Persediaan meningkat • Penjualan menurun • Marjin berkurang • Biaya meningkat • Bantuan pembayaran di depan oleh bank meningat • Permintaan konsiderasi/ pertimbangan dari bank bertambah • Informasi keuangan dan manajemen lambat dan tidak akurat • Kepercayaan konsumen berkurang • Saldo rekening bank tidak mencukupi • Tertundanya piutang dagang konsumen yang tak terpercaya • Pelanggaran perjanjian utang • Pembayaran tagihan dengan dana dari bank
Indikator internal yang dapat dijadikan petunjuk tidak sehatnya perusahaan yang lazimnya dijumpai pada tahapan akhir daur kehidupan perusahaan yaitu : • Kecilnya perhatian manajemen pada menurunya laba • Pengurangan staf tanpa menganalisa sebab pokoknya • Pembayaran melalui bank dengan saldo defisit sebagai ganti penarikan kredit • Krisis kas • Terlambatnya pembayaran utang • Terlambatnya hasil penagihan Piutang • Penurunan penjualan yang terus menerus • Moral karyawan sangat rendah • Kredibilitas perusahaan berkurang • Perputaran persediaan menurun drastis • Kepercayaan pemasok berurang
• • • • Semakin sedikitnya laporan yang ditujukan kepada bank Pernyataan bersyarat dari hasil pemeriksaan akuntansi Cek kosong Munculnya beban biaya tambahan terhadap utang Meningkatkan usia dagang Marjin terus menurun Volum Penjualan terus menurun Meningkatnya piutang dagang tak tertagih Tidak liquid Modal kerja berkurang drastis Tidak tersedia dana untuk pembayaran gaji Efetivitas manajemen berkurang drastis Usaha meyakinkan kreditur bahwa perusahaan tetap sehat dan tidak akan diliquidasi
Berikut ini adalah daftar indikator internal yang dapat muncul pada setiap tahapan daur kehidupan perusahaan yaitu : • Harta kekayaan menurun • Pangsa pasar produk kunci menurun • Biaya publikasi meningkat • Peningkatan perputaran tenaga kerja dan manajemen • Gaji dan tunjangan karyawan meningkat lebih cepat dibandingkan peningkatan produktifitas dan laba • Peningkatan manajemen bertambah panjang • Berpindahnya penguasaan pangsa pasar kepada pesaing • Konflik antara manajemen dengan tujuan dan misi perusahaan • Perbedaan arah manajemen dan arah perusahaan • Buruknya akuntansi perusahaan • Kesediaan memberi kredit pada konsumen yang dapat membayar pada waktu yang ditetapkan • Penambahan utang yang tak terkendali • Rekening bersaldo devisit secara mendadak
INDIKATOR KOMBINASI Berikut ini adalah tanda-tanda yang dijadikan petunjuk tidak sehatnya perusahaan yang disebaban oleh kedua determinan (eksternal dan internal) yaitu : • Penerapan manajemen dengan prinsip perkecualiaan/ Manajemen pengecualian adalah teknik pengawasan yang memungkinkan hanya penyimpangan kecil antara yang direncanakan dan kinerja aktual yang mendapatkan perhatian dari wirausahawan • • • Delegasi tanpa pengendalian, pengawasan, dan umpan balik Vertikalisasi jenjang organisasi Karyawan dengan lebih dari satu pemimpin Putusnya rantai komando Gaya kepemimpinan megah mewah oleh manajer senior Memasarkan produk yang salah Memasarkan pada pangsa pasar yang salah Kesalahan pemilihan saluran destribusi Sistem informasi keuangan yang tidak tanggap Kehilanggan keunggulan bersaing Perubahan teknologi Kurang paham terhadap kebutuhan konsumen
PENYEHATAN STRATEGIK Penyehatan stategik diperlukan ketika terjadi kesalahan strategis yaitu: • Biasanya berkaitan dengan usaha penyehatan terhadap sakit yang disebabkan oleh ketidak sanggupan perusahaan memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk yang sekarang sesuai dengan komponen pokok yang telah ditetapkan • Penyehatan Strategis diperlukan jika manajemen membuat kesalahan stategis yang mengakibatkan perusahaan berada di luar misi yang diharapkan • Penyehatan strategis di perlukan ketika perusahaan dinilai memiliki kecenderungan kehilangan posisi strategis di pasar, sekalipun perusahaan berhasil secara rata-rata atau bahkan lebih secara operasional
PENYEHATAN OPERASIONAL Penyehatan operasional berusaha melakukan perubahan operasi perusahaan, akan tetapi hampir sama sekali tidak bersentuhan dengan usaha merubah strategi bisnis. Untuk keperluan terjadinya arah perputaran perusahaan biasanya menggunakan cara : • Manajemen berusaha meningkatkan penghasilan yang diperoleh dengan berbagai teknik, Misanya dengan pemotongan harga, promosi, penambahan dan perbaikan pelayanan konsumen, memperbaiki saluran distribusi dan kualitas barang • Manajemen melakukan pemotongan biaya misalnya biaya administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan. • Pemilihan strategi ini tepat dilaksanakan oleh perusahan yang beroperasi dalam industri yang telah dewasa yang hampir tidak menyediakan peluang pangsa pasar. Strategi ini biasanya juga dipilih perusahaan yang memiliki fleksibilitas yang cukup dalam anggaran operasi sehingga membuka peluang adanya pengurangan biasa yang signifikan.
PROSES PENYEHATAN Langkah-langkah proses penyehatan, yaitu : • Mengembalikan situasi yang serba tidak teratur ke dalam beraturan • Memberian penilaian secara menyeluruh tentang kemungkinan penarikan penghasilan dari piutang dagang, yang normalnya berjangka waktu pendek. • Mulai dipikirkan kemungkinan mencari sumber tambahan penghasilan baru.
Tahapan proses penyehatan, yaitu : • Manajemen melakuan evaluasi menyeluruh. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai tiga buian. • Membuat rencana penyehatan. Yang biasanya memerlukan waktu satu bulan sampai enam bulan. • Manajemen mengimplementasikan rencana penyehatan yang telah dibuat. Biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan. • Manajemen membuat langkah stabilisasi perusahaan, biasanya memerlukan waktu enam bulan sampai dua belas bulan. • Penyiapan ke arah pertumbuhan bisnis. Memerlukan waktu antara satu sampai dua tahun.
INTERVENSI NEGARA Pada umumnya keterlibatan negara dilakukan dalam tiga tahapan pokok, yaitu : • Negara merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi makro dan hukum yang diperlukan sebagai landasan penyehatan. • Negara terlebih dahulu menyehatkan sektor keuangan, khususnya perbankan. • Negara melakukan intervensipenyehatan terhadap sektor riil, setelah terlebih dahulu melakukan pemilahan perusahaan mana yang masih bisa dan memiliki harapan untuk sehat kembali dan perusahaan yang tidak mungkin lagi disehatkan.
STRATEGI DIVESTASI • Merupakan strategi keluar dari pasar, hal ini terjadi ketika perusahaan gagal berkembang dan tidak terlihat prospek yang cerah, pemilik bersama manajemen dapat saja langsung memutuskan meninggalkan pasar. • Alasan perusahaan melakukan divestasi yaitu: determinan pokok yang paling sering memaksa manajemen memilih menutup operasi unit usaha strategis dan keluar dari pasar adalah buruknya kinerja perusahaan, khususnya dalam mencapai sasaran laba dan atau ROI (Return On Investment)
Pada umumnya ada 3 macam pilihan strategi divestasi yakni: • Melakukan penjualan menyeluruh (outright sale) • Merubah unit usaha yang merupakan perusahaan anak menjadi satu entitas (perusahaan) baru yang independen terbebas dari perusahaan induk (spin- of) • Likwidasi
Halangan keluar dari pasar • Keengganan mengakui kegagalan • Berkurangnya kebanggaan manajerial (managerial pride) • Ketidaknyamanan emosional karena harus berpisah dengan perusahaan yang telah menjadi bagian dari hidup keseharian manajemen • Kekhawatiran jika pihak lain yang membeli dan mengoperasikan unit usaha tersebut justru berhasil dengan baik di kemudian hari.
- Slides: 17