STRATEGI DAN KIAT PENYUSUNAN NASKAH ORASI ILMIAH Pengukuhan

































- Slides: 33
STRATEGI DAN KIAT PENYUSUNAN NASKAH ORASI ILMIAH (Pengukuhan Profesor Riset) Irsal las (FKPR-KEMENTERIAN PERTANIAN)
Irsal Las Badan Litbang Pertanian KEMENTERIAN PERTANIAN
PERTANYAAN BANYAK TEMAN Apa Perlu Menjadi/Meraih Gelar “Profesor Riset” 1. Aspek Hukum /Legalitas? 2. Efford dan Waktu? 3. Aspek Finansial? 4. Apalagi? ? ? Setiap sesuatu yang memerlukan perjuangan untuk meraihnya pasti punyai nilai dan makna keberkahan
APA/SIAPA PROFESOR RISET • PR: definisi adalah pengakuan, kepercayaan, dan penghormatan yang diberikan atas keberhasilan seorang peneliti dalam megemban tugasmnya di uit litbang (Per. Ka LIPI No. 9/2015) • PR: gelar atau jabatan gelar, pengakuan, kepercayaan penghormatan, penghargaan (sementara? ? ? ) bisa menjadi jabatan, jika sudah disetarakan dengan guru besar (hanya berlaku selama PNS/ ASN
MAKNA DAN TUJUAN ORASI ILMIAH Orasi (harfiah): pidato atau sambutan resmi atau kampanye Orasi Ilmiah: pengejewantahan karya dan karsa seorang ilmuwan dalam mengabdikan ilmu yang ditekuninya untuk kemajuan kebudayaan manusia serta pembangunan nusa dan bangsa (Per. Ka. LIPI No. 04/2005). 6
MAKNA DAN TUJUAN ORASI ILMIAH Orasi Ilmiah: adalah pidato resmi atau komunikasi formal yang disampaikan kepada hadirin, sebagai pengejewantahan karya dan karsa ilmuwan dalam mengabdikan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi sesuai dengan kepakaran untuk kemajuan umat manusia serta pembagunan nusa dan bangsa, dan/atau pernyataan diri atas bidang kepakaran yang merupakan refleksi tersurat dari bidang penelitian yang ditekuni (Per. Ka LIPI No. 9/2015 Naskah Orasi: adalah karya tulis ilmiah Kandidat Profesor Riset disampaikan dalam Bahasa Indonesia yang baku dan dapat dipahami oleh pendengar atau orang yang tidak sebidang dengan kepakaran atau keilmuawannya 7
Orasi = “perkataan yang menggam harapan untuk dijadikan pegangan guna memperbaiki kehidupan”, dan merupakan pemberitahuan pribadi bahwa yang bersangkutan layak diterima di dalam klub sarjana mumpuni, yang bertanggung jawab dalam memajukan penelitian (Socrates). ` Orasi Ilmiah = sebagai pertanggungjawaban kebenaran dan pengembangan ilmu yang digeluti, Penerimaan dibina, dirintis serta ditumbuhkembangkan oleh yang atas suatu bersangkutan (Slamet Santoso, 2004) kemuliaan Orasi Ilmiah = tanggungjawab “Noblise oblige” tentang pengetahuan dan kesarjanaan, serta merupakan “Sabdo Pandito Ratu” (kebenaran dan kejujuran pengucapnya) (Bambang Hidayat, 2006) 8
Telah kudapatkan /kuraih Orasi ILmiah PPR = wahana proklamasi diri untuk menyatakan “Eureka”, telah lahir peneliti ahli baru atau pantulan jiwa kepakaran bagi yang bersangkutan, yang mampu “menggigit citarasa keilmuwan yang dia tekuni” (Bambang Hidayat, 2006) Orasi Ilmiah PPR = pengungkapan dokumentasi kepakaran yang diwarnai oleh latar belakang pengalaman, keilmuan serta rekaman jejak penelitian dari peneliti yang bersangkutan (Bambang Hidayat, 2006). Orasi Ilmiah PPR = pidato ilmiah sebagai pengejewantahan atau perwujudan “jati diri” dan “kepakaran” dan “karya dan karsa” seorang Ahli Peneliti Utama dalam bidang ilmu yang digeluti dan ditekuninya (Irsal Las , 2005). 9
1. Memproklamasikan diri peneliti yang telah memenuhi syarat, pantas, dan layak dikukuhkan menjadi profesor 2. Memberikan apresiasi, penghargaan, dan penghormatan kepada peneliti atas prestasi, kemampuan, dan andilnya dalam pengembangan IPTEK, sesuai dengan latar belakang ilmu yang digelutinya. 3. Memotivasi peneliti agar selalu menjaga dan mempertahankan kompetensi, kredibilitas, integritas dan jati diri, serta senantiasa berupaya mengembangkan diri dan profesionalisme dalam menghasilkan IPTEK melalui penelitian. 10
4. Menjaring gagasan/ide, konsep, dan pemikiran peneliti dalam mengembangkan khasanah IPTEK, serta kinerja Badan Litbang Pertanian. 5. Mendukung kinerja `dan memboboti marwah saintifik instusi (Balai s/d Kementerian Pertanian)
Status pr-kementan • Total : 125 orang (terbanyak) • Aktif : 49 orang (2016) • 2017 : pensiun 9 baru 3 • 2017 -2019: pensiun 25 31 orang (aktif) • baru (2018 -2019) • 30 -35? ? ? 12
Irsal Las Badan Litbang Pertanian KEMENTERIAN PERTANIAN
PENYUSUNAN NASKAH ORASI (Berdasarkan Makna & Tujuan OI-PPR ) 1. Baru atau pembaruan: memaparkan pendapat, saran, pemikiran atau ide/gagasan baru tentang suatu teori, konsep, model, metodologi, teknologi, ` strategi, dan pendekatan, berdasarkan hasil-hasil penelitian atau pengalaman peneliti ybs. 2. Analisis dan/atau Sintesis: bernuansa analisis terhadap suatu masalah diikuti oleh sintesis berlandasan kaidah ilmiah dalam bentuk pemikiran untuk perbaikan suatu teori, metode, teknologi, model atau pendekatan yang didukung oleh hasil penelitian ybs. 14
3. Saran dan Implikasi Kebijakan : bermuatan saran atau rekomendasi yang berimplikasi pada kebijakan (pemerintah) yang berkaitan (relevan) dengan bidang ilmu atau kepakaran peneliti ybs. 4. Critical Review: tidak sekadar mengumpulkan/ kompilasi data atau informasi hasil penelitian, tetapi ` merupakan pengejewantahan atau penjelmaan dari nilai & intisari kumpulan pengetahuan serta kepakaran ybs. 5. Bukan Panduan: tidak memaparkan secara rinci suatu hal yang bersifat “teknis operasional” tentang suatu teknologi atau proses, metodologi, dan konsep, tetapi lebih banyak mengulas dasar ilmiah dan filosofinya. 15
(Berdasarkan Per. Ka. LIPI No. 04/2005 Saripati (esensi) : dari seluruh karya ilmiah yang pernah dihasilkan akumulasi pengetahuan dan pengalaman peneliti ybs. dalam bentuk naskah yang memuat dan mengemukakan hasil-2 penelitiannya ` yang bermanfaat dan berdampak luas baik dari aspek NT ilmiah maupun NT komersial (ekonomi) Perspektif perkembangan IPTEK, sesuai dengan latar belakang displin ilmu peneliti ybs. di masa lalu, sekarang dan yang akan datang 16
Kontribusi Individual Peneliti ybs. dalam membangun dan mengembangkan IPTEK yang menjadi bidang penelitiannya, sehingga harus mencantumkan seluruh karya-karya ilmiah yang relevan yang pernah dihasilkan ` Kontribusi peneliti ybs. dalam memecahkan permasalahan aktual atau permasalahan strategis yang dihadapi pemerintah dan masyarakat pada umumnya, sesuai dengan latar belakang ilmu dan bidang penelitian yang ditekuninya. 17
Bemanfaat dan berdampak perkembangan khasanah IPTEK serta pembangunan bangsa subsatansi OI harus “visioner” atau memiliki pandangan yang jauh ke depan diakhiri dengan saran yang berimplikasi kebijakan ` Membeberkan wawasan pemikiran dan arah penelitian ke depan merupakan janji moral kepada masyarakat yang akan diuji kebenarannya. ` Memberikan tantangan dan janji pembicara dengan jamainan pribadi, disertai jaminan kepercayaan untuk memikul tanggungjawab ilmiah dan sebagai motor penggerak utama keilmuan 18 peneliti ybs.
Dapat menjadi sumber inspirasi dan penuntun dalam membuka tabir baru di bidang keilmuan yang belum terungkap` Lengkap menyajikan secara lengkap informasi tentang “prestasi dan penghargaan” yang pernah ` diraih serta karya ilniah yang pernah dihasikan, kegiatan keprofesian, pengabdian, dll. yang berkaitan dengan tugas, baik sebagai PNS maupun peneliti atau ilmuwan. Benar, Akurat dan Jujur sesuai etika dan kode etik komunitas ilmuwan atau peneliti, seluruh data dan informasi yang disampaikan harus benar, akurat, dan jujur, termasuk data pendukung, seperti riwayat hidup, karya ilmiah, dll. 19
Analisis dan sintesis Buah pikiran sendiri (ada gagasan) Lebih maju, mengandung kebaruan (novelti), pembaruan/temuan (invensi/inovasi) Belum pernah dipresentasikan Menambah kekayaan keilimuan (body of knowledge) Mencakup karagaman dan perbedaan pendapat (mengkritisi) Didukung oleh argumentasi ilmiah Memuat aspek aplikasi dan Impikasi IPTEK praktis dan/atau kebijakan Azas kemanfaatan & manfaat (Outcome & Impact) 20
STRATEGI & KIAT PENYUSUNAN NOI Strategi sederhana mempermudah & lebih mengefektifkan penyusunan NOI: Kompilasi & telaah ulang seluruh karya ilmiah pahami dan hayati esensi utama dari seluruh KTI, dan apa temuan yang menonjol Cermati isu 2 aktual & strategis yang besentuhan/berisisan dengan bidang ilmu & esensi KTI tsb. Pilih/susun “beberapa” alternatif topik/judul pilih satu yang “paling” disenangi (“sreg”), dikuasai, & dipahami 21
STRATEGI & KIAT PENYUSUNAN NOI Pilih 5 -10 kata kunci susun outline orasi Kumpulkan/pilih KTI (sebanyaknya) yang paling bersentuhan/ berisan & terkait dengan topik Kumpulkan referensi/pustaka yang berakitan/beririsan dengan topik 22
Ø Mulailah dengan higher spirit, self motivation & self confidence… SAYA HARUS…… Ø Mulailah menyusun naskah sesuai dengan gaya, kiat, strategi, pengalaman & kebiasaan diri sendiri: Mulai pada saat santai (lepas), tanpa beban (pikiran) yang serius, “stop” saat “mumet Ø Sebelum dan sesudah menulis berdiskusi atau minta masukan teman-2 sejawat yang paling dekat (akrab) yang berani mengatakan “jelek atau baik” pada anda 23
Ø Silakan/boleh/sebaiknya minta saran dan pendapat yang lebih senior Ø Setelah selesai, manfaatkan editor yang handal untuk mencermati dan mengedit Ø Jika perlu, minta buah pikiran (gagasan) atau komentar keluarga sebelum diserahkan kepada Evaluator
Kebanyak kandidat sering kurang memahami atau mengikuti pedoman umum penyusunan orasi (LIPI dan Balitbangtan) kurang memahami format, makna & tujuan & cakupan/isi orasi Secara substantif, naskah yang disampaikan ke tim evaluasi belum matang (peran Puslit/BB) terkesan kurang berinteraksi/komunikasi dengan teman sejawat Kadang-kadang kurang sesuai dengan latar belakang kepakaran (sesuai dengan SK LIPI/Kepres), sering mengajukan masalah yang sangat sempit atau sebaliknya hal yang sangat umum dan global 26
Sering bernuasa panduan teknis (terlalu teknis) atau berupa naskah review ilmiah biasa Kendala redaksional (bahasa) sulit dipahami/ kurang enak dibaca akibatnya evaluator sebagai editor sangat memperlambat proses evaluasi Lambatnya pengembalian perbaikan oleh peneliti (2 minggu sd 1, 5 tahun) Proses sekitar 3 -7 kali perbaikan (tingkat Badan Litbang (1 -3 kali di Majelis/LIPI) 27
Baca panduan umum Penyusunan Naskah Orasi Badan Litbang dengan cermat Lakukan interaksi & diskusi dengan teman sejawat (Kelti), terutama dalam hal substantif Sebelum dikirim ke Badan Litbang, Ø telah mengakomodasi dengan baik hasil pra orasi di tingkat Puslit/BB Ø yakin bahwa redaksional naskah sudah layak sebagai suatu tulisan ilmiah/ilmiah populer manfaatkan editor (internal Puslit/BB) Interaksi dengan “beberapa” PR atau evaluator (sebagai mitra) 28
Ingat bahwa : Evaluator/Penilai internal (Puslit/BB/Balitbangtan & bahkan LIPI) 1. bukan ahli “segala-galanya” 2. belum tentu lebih tahu dari kita tentang mater format dan kiat/stategi penyajian 3. bukan dosen pembimbing, tetapi “sekadar” pendamping pemberi saran Orasi PPR adalah pidato ilmiah sehingga terbuka diskusi ilmiah dan argumentatif dalam memantapkannya (saran evaluator tidak bersifat mutlak, kecuali terkait dengan format)
INGAT-INGAT Orasi Ilmiah Pengukuhan Pofesor Riset : seyogianya adalah presentasi terbaik & terprima dalam sejarah karier seorang peneliti ` Disajikan dihadapan keluarga terdekat, atasan, teman dan karib, ilmuwan, pejabat dan undangan terhormat lainnya Tidak ada lagi gelar /predikat saintifik sebagai seorang ilmuwan peneliti, yang “lebih tinggi” dari PR, kecuali yang bersifat “ekslusif” (nobel, dll. )
MUNGKINKAH? ?
32