STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA Dosen Pengampu Nur Eva
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA Dosen Pengampu: Nur Eva Zakiah, S. Pd. , M. Pd. Prodi Pend. Matematika-FKIP-Unigal-Ciamis 2017
Silabus Pembelajaran 2 Materi SBM Matematika (3 SKS) akan mempelajari: Standar dan Prinsip Matematika Sekolah “Principles and Standars for School Mathematics” Pengakajian UU, dan Peraturan terkait pendidikan dan pembelajaran Simulasi Pembelajaran Prodi Pend. Matematika FKIP Unigal Ciamis
3 Pendidikan Matematika di Indonesia Prodi Pend. Matematika FKIP Unigal Ciamis
Pendidikan Matematika 1. Matematika Sekolah dan Analisis Kurikulum 2. Pembelajaran Matematika Masa Kini 3. Pengembangan Kemampuan Berpikir Matematik 4. Pendekatan Pembelajaran
1. Matematika Sekolah dan Analisis Kurikulum Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah, yaitu matematika yang diajarkan di Pendidikan Dasar (SD dan SMP) dan Pedidikan Menegah (SMA dan SMK) Matematika sekolah terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuhkembangkan kemampuan dan membentuk pribadi dan berpandu pada perkembangan IPTEK
Fungsi Matemati -ka Sekolah Alat Memecahkan masalah dalam mata pelajaran lain, dalam kehidupan sehari Pola Pikir Dilatih untuk membuat perkiraan, terkaan berdasarkan pada pengalaman atau pengetahuan melalui proses bernalar dengan pola pikir induktif dan deduktif Ilmu Pengetahuan Mencari kebenaran, dan bersedia meralat kebenaran yang sementara diterima bila ditemukan kesempatan untuk mencoba mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang sah Matematika sekolah mempunyai peranan sangat penting bagi siswa supaya punya bekal pengetahuan dan untuk pembentukan sikap serta pola pikirnya
Perkembangan Kurikulum Matematika Sekolah Kurikulum 1968 Teori Skinner: Penguatan pemahaman siswa melalui stimulus respon: tanya-jawab, penguatan berupa latihan soal • Dalam pengajaran geometri, penekanan lebih diberikan pada keterampilan berhitung, misalnya menghitung luas bangun geometri datar atau volume bangun geometri ruang, bukan pada pengertian bagaimana rumus-rumus untuk melakukan perhitungan tersebut diperoleh • Lebih mengutamakan hafalan yang sifatnya mekanis daripada pengertian • Program berhitung kurang memperhatikan aspek kontinuitas dengan materi pada jenjang berikutnya, serta kurang terkait dengan dunia luar • Penyajian materi kurang memberikan peluang untuk tumbuhnya motivasi serta rasa ingin tahu anak
Kurikulum 1975: Matematika modern Teori belajar campuran: Teori pengaitan dari Thorndike, aliran psikologi perkembangan seperti teori Piaget dan Bruner, serta aliran tingkah laku dari Skinner dan Gagne • Terdapat topik-topik baru yang diperkenalkan yaitu himpunan, geometri bidang dan ruang, statistika dan probabilitas, relasi, sistem numerasi kuno, dan penulisan lambang bilangan nondesimal. Selain itu diperkenalkan pula konsep-konsep baru seperti penggunaan himpunan, pendekatan pengajaran matematika secara spiral, dan pengajaran geometri dimulai dengan lengkungan. • Terjadi pergeseran dari pengajaran yang lebih menekankan pada hafalan ke pengajaran yang mengutamakan pengertian. • Soal-soal yang diberikan lebih diutamakan yang bersifat pemecahan masalah daripada yang bersifat rutin. • Ada pergeseran dari pengajaran yang berpusat pada guru ke pengajaran yang lebih berpusat pada siswa. • Sebagai akibat dari pengajaran yang lebih berpusat pada siswa, maka metode mengajar yang lebih banyak digunakan adalah
Kurikulum 1984 Teori belajar bersifat campuran antara teori pengaitan, aliran psikologi perkembangan, dan aliran tingkah laku. • Perbedaan utama dengan kurikulum sebelumnya, pada Kurikulum 1984 ini materi pengenalan komputer mulai diberikan. Penggunaan alat-alat canggih seperti komputer dan kalkulator dapat memungkinkan siswa untuk melakukan kegiatan eksplorasi dalam proses belajar matematika mereka baik dengan menggunakan pola-pola bilangan maupun grafik.
Kurikulum 1994 Teori Skinner: Penguatan pemahaman siswa melalui stimulus respon: tanya-jawab, penguatan berupa latihan soal • Bahan kajian inti untuk matematika SD adalah: aritmetika (berhitung), pengantar aljabar, geometri, pengukuran, dan kajian data (pengantar statistika). Pada kurikulum matematika SD ini, terdapat penekanan khusus pada penguasaan bilangan (number sense) termasuk di dalamnya berhitung. • Untuk SLTP, bahan kajian intinya mencakup: aritmetika, aljabar, geometri, peluang, dan statistika. • Materi matematika untuk SMU terdapat sedikit perubahan yakni dimasukannya pengenalan teori graf yang merupakan bagian dari matematika diskrit.
Kurikulum 1999 Teori Skinner: Penguatan pemahaman siswa melalui stimulus respon: tanya-jawab, penguatan berupa latihan soal • Sebagai langkah penyempurnaan pada Kurikulum 1994, terjadi sejumlah reduksi serta restrukturisasi materi bahan ajar sehingga muncul Kurikulum 1994. • Sebagai contoh, beberapa bagian dari pokok bahasan himpunan di SLTP dihilangkan, dan pengantar teori graf di SMU juga dihilangkan. Selain itu, terdapat juga perubahan-perubahan kecil dan penyusunan kembali urutan penyajian untuk pokok-pokok bahasan tertentu.
Kurikulum 2002: Kurikulum Berbasis Kompetensi Siswa sebagai pengembang pengetahuan, teori belajar aliran psikologi perkembangan Piaget (asimilasi dan akomodasi) serta konstruktivisme. • Terdapat penekanan pada pengembangan kemampuan pemecahan masalah; kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan mengomunikasikan gagasan secara matematik. • Cakupan materi untuk sekolah dasar meliputi: bilangan, geometri dan pengukuran, pengolahan data, pemecahan masalah, serta penalaran dan komunikasi. • Cakupan materi untuk SLTP meliputi: bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, peluang dan statistika, pemecahan masalah, serta penalaran dan komunikasi. • Cakupan materi untuk SMU meliputi: aljabar, geometri dan pengukuran, trigonometri, peluang dan statistika, kalkulus, logika matematika, pemecahan masalah, serta penalaran dan komunikasi. • Kemampuan pemecahan masalah serta penalaran dan komunikasi bukan merupakan pokok bahasan tersendiri, melainkan harus dicapai melalui proses belajar dengan mengintegrasikan topik-topik tertentu yang sesuai
Kurikulum 2006: KTSP Kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing satuan pendidikan di Indonesia • Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) • Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat. ü Kerangka dasar dan struktur kurikulum, ü Beban belajar, ü Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan ü Kalender pendidikan. SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.
Kurikulum 2013 SKL SI Standar Proses Standar Penilaian • Keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan • mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi • Kompetensi dikembangkan melalui: Tematik terpadu, Mapel, Vokasional • Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. • Guru bukan satu-satunya sumber belajar • Penilaian berbasis kompetensi • Penilaian otentik • Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) • Portofolio
PROSES PEMBELAJARA N Pendekatan saintifik dan kontekstual Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: § Observing [mengamati] § Questioning [menanya] § Associating [menalar] § Experimenting [mencoba] § Networking [Membentuk jejaring] PROSES PENILAIAN Penilaian Otentik § penilaian berbasis portofolio § pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, § memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, § menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, § penilaian spontanitas/ekspresif, § dll
2. Pembelajaran Matematika Masa Kini Bagaimana matematika seharusnya dipelajari? Pandangan guru tentang proses belajar matematika sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka melakukan pembelajaran di kelas, maka mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan belajar matematika harus menjadi prioritas bagi para pendidik matematika.
Pengajaran Efektif Ditandai dengan keberhasilan anak dalam belajar. Prinsip dasar pengajaran yang efektif: Siswa Terlibat Secara Aktif ”Saya mendengar dan saya lupa; saya melihat dan saya ingat; serta saya mencoba dan saya mengerti” Memperhatikan Pengetahuan Awal Siswa Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Siswa Mengembangkan Kemampuan Metakognisi Siswa “Apa yang saya kerjakan? ”, “Mengapa saya mengerjakan ini? ”, “Hal apa yang bisa membantu saya menyelesaikan masalah ini? ” Mengembangkan Lingkungan Belajar yang Sesuai
3. Pengembangan Kemampuan Berpikir Matematik Strategi mengungkap • upaya guru untuk memfasilitasi kemungkinan terungkapnya kemampuan siswa melalui berbagai pertanyaan yang diajukan pada kelas atau kelompok selama proses penyelesaian soal berlangsung, melalui cara guru memfasilitasi respon siswa, dan cara guru menghidupkan diskusi dalam kelompok Strategi mendorong • upaya guru yang dimaksudkan untuk mendorong siswa pada saat mereka mencoba menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, melalui mengingatkan kembali pada pengetahuan pendukung yang diperlukan; mencoba mengulang kembali apa yang dibicarakan; mendorong siswa untuk bertanya manakala mereka menghadapi kesulitan Strategi mengembangkan • upaya guru untuk memfasilitasi siswa agar kemampuan berpikir matematik mereka bisa meningkat, melalui : mendorong siswa untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu secara lebih baik walaupun masalah yang dihadapi lebih sulit; , mendorong siswa untuk mencari alternatif penyelesaian yang lebih baik
4. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan Konstruktivisme Problem Solving Realistik Konstektual Open-ended
Standar Proses Pembelajaran Permendikbud No. 65 Tahun 2013 Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi.
- Slides: 21