STANDART TOLERANSI SUAIAN PADA GAMBAR TEKNIK OLEH M
STANDART TOLERANSI SUAIAN PADA GAMBAR TEKNIK OLEH : M. YUSUF RAHMANSYAH SIAHAAN
Toleransi suaian mengacu pada penyimpangan ukuran yang diizinkan pada komponen mekanis yang berpasangan, penyimpangan bertujuan agar komponen mudah dirakit dan bergerak relatif satu sama lain selama beroperasi normal. Dua benda yang berhubungan mempunyai ukuran-ukuran yang berbeda sebelum dirakit. Perbedaan ukuran yang diizinkan untuk suatu pemakaian tertentu dari pasangan ini, disebut suaian. Tergantung dari kedudukan masing-masing daerah toleransi dari lubang atau poros.
Ada dua cara dalam menentukan besarnya toleransi yang dikehendaki, yaitu dengan sistem basis lubang dan sistem basis poros. Kedua cara ini bisa dipakai dalam menentukan toleransi ukuran. Sistem basis lubang, semua lubang diseragamkan pembuatannya dengan toleransi “H” sebagai dasar, sedangkan ukuran poros berubah-ubah menurut macam suaian. Sistem basis poros, ukuran poros sebagai dasar dengan toleransi "h" dan ukuran lubang berubah-ubah.
Toleransi Suaian Sistem Basis Lubang Suaian sistem basis lubang dibuat dengan jalan mengubah -ubah ukuran poros, dalam hal ini ukuran batas terkecil dari lubang tetap sama dengan ukuran nominal. Suaian sistem basis lubang, daerah toleransi lubang berada pada H dengan penyimpangan bawah dari lubang diambil sama dengan nol. Jika poros dan lubang berpasangan, poros dengan berbagai penyimpangan harus disesuaikan dengan ukuran lubang dasarnya.
Toleransi Suaian Sistem Basis Poros Suaian sistem basis poros, daerah toleransi lubang berada pada h dijadikan dasar menetapkan jenis suaian, sedangkan lubang dengan berbagai penyimpangan menyesuaiakan dengan ukuran poros dasarnya. Suaian sistem basis poros maka poros selalu dinyatakan dengan "h". Ukuran batas terbesar dari poros selalu sama dengan ukuran nominal. Pemilihan suaian yang dikehendaki dapat dilakukan dengan mengubah ukuran lubang. Sistem basis poros kurang disukai orang karena merubah ukuran lubang lebih sulit daripada merubah ukuran poros.
Lanjut Slide 2
- Slides: 14