SL1201 Pengantar Pemrograman Materi Array Fakultas Teknik Sipil

  • Slides: 30
Download presentation
SL-1201 Pengantar Pemrograman Materi: Array Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan

SL-1201 Pengantar Pemrograman Materi: Array Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan

Definisi Array [1] Array adalah suatu set dari alokasi data, dengan jenis data yang

Definisi Array [1] Array adalah suatu set dari alokasi data, dengan jenis data yang sama untuk tiap alokasi tersebut. Setiap alokasi data disebut sebagai elemen dari array. Untuk mendeklarasikan sebuah array, tuliskan jenis data dalam array tersebut, nama array dan diikuti dengan subscript. Subscript disini adalah menyatakan jumlah elemen array yang dituliskan di dalam kurung siku Contohnya, int Int. Array[25]; sebagai deklarasi sebuah array yang memiliki 25 alokasi data (elemen) dengan jenis data integer bernama Int. Array.

Definisi Array [2] Perbedaan deklarasi variabel array dengan variabel biasa int a; hanya 1

Definisi Array [2] Perbedaan deklarasi variabel array dengan variabel biasa int a; hanya 1 nilai untuk variabel a int a[10]; terdapat 10 slot nilai untuk variabel a int a[7] = {1, 2, 3, 5, 43, 5, 6}; Arrays dapat menggunakan nama apapun (yang dapat digunakan dalam bahasa C/C++), selama tidak memiliki nama yang sama dengan variabel tunggal lain.

Isi array Dalam bahasa C/C++, array dimulai dari 0. Jika A merupakan array dengan

Isi array Dalam bahasa C/C++, array dimulai dari 0. Jika A merupakan array dengan jumlah elemen 10, maka variabel yang adalah A[0], A[1], . . . , A[9] A 5 9 15 8 -7 21 1 -3 11 -1 [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9] A[0] bernilai 5 A[4] bernilai -7 Berapa nilai A[6] ? Berapa nilai A[9] ? isi array indeks array

Mengisi Nilai Elemen Array v Nilai setiap elemen array dapat diisikan langsung A[0] =

Mengisi Nilai Elemen Array v Nilai setiap elemen array dapat diisikan langsung A[0] = 100; /*Nilai elemen A[0] adalah 100*/ B[5] = 35; /*Nilai elemen B[5] adalah A[0] = B[5]; /*Nilai elemen A[0] adalah C = -99; /*C adalah variabel biasa, array. C bernilai -99 */ B[5] = C; /*Nilai elemen B[5] adalah A[0] tetap bernilai 35 */ bukan -99.

Menampilkan Nilai Array #include <iostream. h> Hasil Tampilan: int main(){ int A[3]; int B

Menampilkan Nilai Array #include <iostream. h> Hasil Tampilan: int main(){ int A[3]; int B = 35; A[0] = 70; A[1] = B; cout<<“Isi nilai A[0] adalah”<<A[0]<<“n”; cout<<“Isi nilai A[1] adalah”<<A[1]<<“n”; cout<<“Silakan user mengisi nilai A[2]: ”; cin>>A[2]; cout<<“Isi nilai A[2] adalah”<<A[2]<<“n”; }

Array initialization [1] v Meskipun tidak dimungkinkan mengoperasikan array secara langsung, namun pemberian nilai

Array initialization [1] v Meskipun tidak dimungkinkan mengoperasikan array secara langsung, namun pemberian nilai dapat dilakukan int a[10] = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}; v Bila initializers-nya lebih sedikit dari elements array, sisanya akan dianggap bernilai 0. int a[10] = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}; nilai a[7], a[8], dan a[9] dianggap 0.

Array initialization [2] Bila terdapat initializer, maka dimensi array dapat diabaikan int b[] =

Array initialization [2] Bila terdapat initializer, maka dimensi array dapat diabaikan int b[] = {10, 11, 12, 13, 14}; b merupakan array yang memiliki 5 elemen karena diinisialisasi dengan 5 angka. Perhatikan bahwa variable b dinyatakan sebagai b[] untuk menjelaskan bahwa b adalah sebuah array Jika elemen array adalah karakter, maka initializer dapat berupa string constant: char s 1[7] = "Hello, "; char s 2[10] = "there, "; char s 3[] = "world!";

Array dan loop Untuk memberikan nilai atau mengoperasikan suatu array, dapat digunakan sebuah loop:

Array dan loop Untuk memberikan nilai atau mengoperasikan suatu array, dapat digunakan sebuah loop: for(int i = 0; i < 10; i = i + 1) { a[i] = 0; } /* a[0] hingga a[9] bernilai 0 */ for(i = 0; i < 10; i++) /* i++ adalah sama dengan i=i+1 */ { b[i] = a[i]+1; } /* b[0] hingga b[9] bernilai 1 */ for(i = 0; i < 10; i++) { c[i] = b[i]+i; } /* untuk i=0 c[0]=1+0=1, untuk i=1 c[1]=1+1=2, untuk i=2 c[2]=1+2=3, berapa nilai c[9]? */

Contoh Deklarasi Array [1] Hasil Tampilan #include <iostream. h> int main () { int

Contoh Deklarasi Array [1] Hasil Tampilan #include <iostream. h> int main () { int n[10]; for (int i=0; i<10; i++) { n[i] = 0; } cout<<”Indeks Elemen Nilain”; for (i=0; i<10; i++) { cout<<i<<” ”<<n[i]<<”n”; } return 0; }

Contoh Deklarasi Array [2] #include <iostream. h> /* Jumlah array ditentukan dalam deklarasi dengan

Contoh Deklarasi Array [2] #include <iostream. h> /* Jumlah array ditentukan dalam deklarasi dengan jumlah data yang lebih sedikit */ int main () { int n[10] = {32, 27, 64, 18, 95}; cout<<”Elemen ke Nilain”; for (i=0; i<10; i++) { cout<<i<<” ”<<n[i]<<”n”; } return 0; }

Contoh Deklarasi Array [3] #include <iostream. h> // Jumlah array tidak ditentukan main ()

Contoh Deklarasi Array [3] #include <iostream. h> // Jumlah array tidak ditentukan main () { int n[] = {32, 27, 64, 18, 95}; cout<<”Elemen ke Nilain”; for (i=0; i<10; i++) { cout<<i<<” return 0; } ”<<n[i]<<”n”; }

Const Contoh: // Menyatakan ukuran array dengan const #include <iostream. h> main () {

Const Contoh: // Menyatakan ukuran array dengan const #include <iostream. h> main () { const int array. Size = 5; int n[array. Size]; cout<<"Elemen Nilain"; for (int i=0; i < array. Size; i++) { n[i] = 2 + 2 * i; cout<<i<<” ”<<n[i]<<”n”; } return 0; }

Enum [1] Contoh: /* Menyatakan ukuran array dengan const dan menggunakan enumerasi */ #include

Enum [1] Contoh: /* Menyatakan ukuran array dengan const dan menggunakan enumerasi */ #include <stdio. h> int main() { enum Week. Days {Sun, Mon, Tue, Wed, Thu, Fri, Sat, Days. In. Week}; int Array. Week[Days. In. Week] = {10, 20, 30, 40, 50, 60, 70}; cout<<"The value at Tuesday is: “; cout<<Array. Week[Tue]; return 0; Output: The value at Tuesday is: 30

Enum [2] Baris ke-6 menyatakan enumeration (enum) bernama Week. Days, dengan 8 elemen. Sunday

Enum [2] Baris ke-6 menyatakan enumeration (enum) bernama Week. Days, dengan 8 elemen. Sunday = 0 dan Days. In. Week = 7. enum Week. Days {Sun, Mon, Tue, Wed, Thu, Fri, Sat, Days. In. Week}; Baris ke-10 menggunakan enumerated constant Tue sebagai offset/lokasi dalam array. Karena Tue = 2 (elemen ke-3 dalam array), maka Days. In. Week[2] memberikan hasil 30. cout<<Array. Week[Tue];

Array dengan elemen terstruktur int main() { typedef struct SISWA{ long NIM; char Nama[25];

Array dengan elemen terstruktur int main() { typedef struct SISWA{ long NIM; char Nama[25]; char Kota[30]; }; SISWA A[2]; // deklarasi array A berisi 2 SISWA //menerima masukan user for (int i=0; i<2; i++){ cout<<"NIM: "; cin>>A[i]. NIM; cout<<"Nama: "; cin>>A[i]. Nama; cout<<"Kota: "; cin>>A[i]. Kota; } //menampilkan isi for (int i=0; i<2; i++){ cout<<"Siswa ke-in"; cout<<A[i]. Nama<<"("<<A[i]. NIM<<")"; cout<<" dari "<<A[i]. Kota<<"n"; } return 0; }

Contoh-contoh Pengoperasian Array

Contoh-contoh Pengoperasian Array

Menghitung Nilai Rata-rata Nilai rata-rata = Total Penjumlahan seluruh elemen banyaknya elemen = #include

Menghitung Nilai Rata-rata Nilai rata-rata = Total Penjumlahan seluruh elemen banyaknya elemen = #include <iostream. h> main () { const int array. Size = 12; int n[array. Size] = {1, 3, 5, 7, 9, 4, 5, 6, 44, 6, 88, 45}; int total = 0; for (int i=0; i < array. Size; i++) { total = total + n[i]; } cout<<"Total nilai = "<<total<<"n"; cout<< "Rata-rata = "<< total/array. Size<<"n"; return 0; }

Mencari Nilai Array #include <iostream. h> main () { const int array. Size =

Mencari Nilai Array #include <iostream. h> main () { const int array. Size = 12; int n[array. Size] = {1, 3, 5, 7, 9, 4, 5, 6, 44, 6, 88, 45}; int Bil; cout<<“Masukkan nilai yang ingin dicari = “; cin>>Bil; for (int i=0; i < array. Size; i++) { if (n[i] == Bil) { cout<<Bil<<“is Found!!n“; break; } } return 0; }

Pengurutan (shorting) array [1] Metoda/algoritma yang digunakan di sini adalah metoda gelembung (bubble short)

Pengurutan (shorting) array [1] Metoda/algoritma yang digunakan di sini adalah metoda gelembung (bubble short) Untuk shorting dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar (ascending) sebanyak n bilangan, dengan metoda ini bilangan terbesar akan digeser ke paling kanan. Selanjutnya bilangan terbesar ke-2 digeser ke posisi n-1, dst.

Pengurutan (shorting) array [2] #include <iostream. h> main () { // blok deklarasi dan

Pengurutan (shorting) array [2] #include <iostream. h> main () { // blok deklarasi dan penulisan urutan awal const int array. Size = 12; int dummy; int n[array. Size]= {1, 96, 5, 7, 9, 4, 5, 6, 44, 6, 88, 45}; cout<<"Urutan data awal: n"; for(int i=0; i<array. Size; i++) { cout<<n[i]<<" "; }

Pengurutan (shorting) array [3] // blok pergeseran bilangan terbesar for(i=0; i< array. Size-1; i++)

Pengurutan (shorting) array [3] // blok pergeseran bilangan terbesar for(i=0; i< array. Size-1; i++) { for(int j=0; j<array. Size-i; j++) if(n[j]>=n[j+1]) { dummy=n[j]; n[j]=n[j+1]; n[j+1]=dummy; } else; } } {

Pengurutan (shorting) array [4] // blok print out hasil shorting cout<<“nn. Urutan data dari

Pengurutan (shorting) array [4] // blok print out hasil shorting cout<<“nn. Urutan data dari kecil ke besar: n"; for(i=0; i<array. Size; i++) { cout<<n[i]<<" "; } cout<<"nn. Urutan data dari besar ke kecil: n"; for(i=array. Size-1; i>=0; i--) { cout<<n[i]<<" "; } cout<<"nn"; return 0; }

Multidimension Array

Multidimension Array

Multidimension array Dimungkinkan untuk memiliki array dengan dimensi lebih dari satu. Setiap dimensi direpresentasikan

Multidimension array Dimungkinkan untuk memiliki array dengan dimensi lebih dari satu. Setiap dimensi direpresentasikan oleh subscript. Array dua dimensi memiliki dua subscript, 3 dimensi memiliki 3 subscript, dst. Array dapat berdimensi berapapun, tapi umumnya digunakan satu atau dua dimensi.

Array 1 dimensi [0] [1] [2] [3] [4] Array 2 dimensi [0, 0] [0,

Array 1 dimensi [0] [1] [2] [3] [4] Array 2 dimensi [0, 0] [0, 1] [0, 2] [0, 3] [0, 4] [1, 0] [1, 1] [1, 2] [1, 3] [1, 4]

Array 3 dimensi [2, 0, 0] [1, 0, 0] [2, 0, 4] [1, 0,

Array 3 dimensi [2, 0, 0] [1, 0, 0] [2, 0, 4] [1, 0, 4] [0, 0, 0] [0, 0, 1] [0, 0, 2] [0, 0, 3] [0, 0, 4] [2, 1, 4] [1, 1, 4] [0, 1, 0] [0, 1, 1] [0, 1, 2] [0, 1, 3] [0, 1, 4] [2, 2, 4] [1, 2, 4] [0, 2, 0] [0, 2, 1] [0, 2, 2] [0, 2, 3] [0, 2, 4]

Initializing multidimension array Suatu nilai dapat diberikan (assigned) kedalam elemen array dengan urutan array

Initializing multidimension array Suatu nilai dapat diberikan (assigned) kedalam elemen array dengan urutan array yang terakhir berubah terlebih dahulu ketika array sebelumnya tetap. Maka array: int the. Array[5][3] memiliki urutan 3 elemen pertama bagian dari the. Array[0]; kemudian 3 elemen berikutnya adalah bagian dari the. Array[1]; dst. Untuk meng-initialize array dapat dilakukan dengan: int the. Array[5][3] = { 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 }; Atau untuk kejelasan dapat digunakan tambahan kurung kurawal: int the. Array[5][3] = { {1, 2, 3}, {4, 5, 6}, {7, 8, 9}, {10, 11, 12}, {13, 14, 15} };

Contoh multidimension array [1] #include <iostream. h> void main (void) { int a 2[2][4];

Contoh multidimension array [1] #include <iostream. h> void main (void) { int a 2[2][4]; // memberi nilai int i, j; for(i = 0; i < 5; i = i + 1) { for(j = 0; j < 7; j = j + 1) { a 2[i][j] = 10 * i + j; cout<<"Nilai a 2["<<i<<", "<<j<<"]="<<a 2[i][j]<<"n"; } } }

Contoh multidimension array [2] // print out for(j = 0; j < 3; j

Contoh multidimension array [2] // print out for(j = 0; j < 3; j = j + 1) { cout<<"t"<<j<<": "; } cout<<"n"; for(i = 0; i < 5; i = i + 1) { cout<<i<<": "; for(j = 0; j < 7; j = j + 1) { cout<<"t"<<a 2[i][j]; } cout<<"n"; } Output: 0: 1: 2: 3: 4: 0: 0 10 20 30 40 1: 1 11 21 31 41 2: 2 12 22 32 42