Sistem Transmisi Tenaga Listrik Teknik Tenaga Listrik Pendahuluan

  • Slides: 27
Download presentation
Sistem Transmisi Tenaga Listrik Teknik Tenaga Listrik

Sistem Transmisi Tenaga Listrik Teknik Tenaga Listrik

Pendahuluan § Fungsi: Melayani penyaluran tenaga listrik dari pusat pembangkit sampai ke sistem distribusi

Pendahuluan § Fungsi: Melayani penyaluran tenaga listrik dari pusat pembangkit sampai ke sistem distribusi § Transmisi dilakukan menggunakan tegangan tinggi untuk menekan rugi-rugi transmisi.

Alasan perlunya Transmisi? § Tegangan dibuat tinggi untuk menghasilkan arus listriknya kecil guna menekan

Alasan perlunya Transmisi? § Tegangan dibuat tinggi untuk menghasilkan arus listriknya kecil guna menekan rugi-rugi daya § Arus listrik yang kecil maka energi yang hilang (energi disipasi) akan lebih kecil.

Komponen Sistem Transmisi § Saluran Transmisi § Gardu Induk (GI) § Pusat Pengaturan Beban

Komponen Sistem Transmisi § Saluran Transmisi § Gardu Induk (GI) § Pusat Pengaturan Beban

Macam-Macam Saluran Transmisi § Sistem Tunggal

Macam-Macam Saluran Transmisi § Sistem Tunggal

§ Sistem Ganda

§ Sistem Ganda

§ Sistem Radial

§ Sistem Radial

§ Sistem Loop

§ Sistem Loop

Daya yang Hilang • Energi & Daya listrik yang hilang pada kawat transmisi jarak

Daya yang Hilang • Energi & Daya listrik yang hilang pada kawat transmisi jarak jauh dapat dihitung dengan persamaan energi dan daya listrik sebagai berikut: dimana : W I R t Ploss P = energi listrik (joule) = kuat arus listrik (ampere) = hambatan (ohm) = waktu (detik) = daya listrik yang hilang (watt) = daya yang dibangkitkan (Watt)

 • Pada saluran transmisi, “semakin tinggi level tegangan yang digunakan, maka arus yang

• Pada saluran transmisi, “semakin tinggi level tegangan yang digunakan, maka arus yang mengalir akan semakin kecil & begitu pula sebaliknya”. • Selanjutnya, “jatuh tegangan pada saluran transmisi menjadi semakin kecil & diharapkan rugi-rugi daya pada saluran semakin kecil”. jatuh tegangan rugi-rugi daya

Klasifikasi Saluran Transmisi § Saluran Udara (Overhead Lines) § Saluran Kabel Tanah (Underground Cable)

Klasifikasi Saluran Transmisi § Saluran Udara (Overhead Lines) § Saluran Kabel Tanah (Underground Cable)

Jenis Saluran Transmisi • Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) menggunakan kawat telanjang & bertegangan

Jenis Saluran Transmisi • Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) menggunakan kawat telanjang & bertegangan nominal antara 70 k. V s/d 150 k. V • Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) bertegangan antara 150 s/d 750 k. V. • Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi (SUTUT) Tegangannya diatas (> 750 k. V)

Komponen Utama Transmisi • • Menara/Tiang Transmisi Isolator Kawat Penghantar (Conductor) Kawat Tanah (Ground

Komponen Utama Transmisi • • Menara/Tiang Transmisi Isolator Kawat Penghantar (Conductor) Kawat Tanah (Ground wire)

1. Menara/Tiang Transmisi • Bangunan penopang sal transmisi • Fungsinya: menara dukung, menara sudut,

1. Menara/Tiang Transmisi • Bangunan penopang sal transmisi • Fungsinya: menara dukung, menara sudut, menara ujung, menara percabangan dan menara transposisi.

2. Isolator • Bahan: jenis porselin atau gelas. • Menurut penggunaan & konstruksinya :

2. Isolator • Bahan: jenis porselin atau gelas. • Menurut penggunaan & konstruksinya : - Isolator jenis pasak - Isolator jenis pos-saluran - Isolator gantung

Isolator gantung

Isolator gantung

3. Kawat Penghantar • Sifat yang harus dipunyai adalah memiliki konduktivitas listrik yang baik

3. Kawat Penghantar • Sifat yang harus dipunyai adalah memiliki konduktivitas listrik yang baik dan tahan panas yang tinggi • Kawat penghantar yang digunakan adalah kawat telanjang (bare wire) • Jenis kawat: ACSR (Aluminium Conductor Steel Reinforced) • ACSR: kawat dengan inti serat baja ditengah yang dikelilingi oleh lapisan serat aluminium

Kemampuan Hantar Arus (KHA) § Menunjukkan nilai ‘kenaikan temperatur yang berlebihan pada kawat penghantar’

Kemampuan Hantar Arus (KHA) § Menunjukkan nilai ‘kenaikan temperatur yang berlebihan pada kawat penghantar’ § Berpengaruh terhadap andongan (sag) dan kekuatan tarik kawat penghantar.

Kawat Tanah • Disebut: kawat pelindung (shield wires) • Untuk melindungi kawat penghantar terhadap

Kawat Tanah • Disebut: kawat pelindung (shield wires) • Untuk melindungi kawat penghantar terhadap sambaran petir. • Biasanya dipakai kawat baja (steel wires) karena lebih murah.

Jatuh Tegangan Sal Transmisi • Definisi: Selisih antara tegangan pada pangkal pengirim (sending end)

Jatuh Tegangan Sal Transmisi • Definisi: Selisih antara tegangan pada pangkal pengirim (sending end) dengan tegangan pada ujung penerimaan (receiving end) tenaga listrik. • Jatuh tegangan relatif dinamakan regulasi tegangan (voltage regulation): Dimana : Vs = tegangan pada pangkal pengiriman Vr = tegangan pada ujung penerimaan

Efisiensi Saluran Transmisi • Adalah perbandingan antara daya yang diterima dengan daya yang disalurkan

Efisiensi Saluran Transmisi • Adalah perbandingan antara daya yang diterima dengan daya yang disalurkan Dimana: Pr = daya yang diterima (k. W) Ps = daya yang dikirim (k. W) PH = hilang daya (k. W)

Jenis Gangguan • Petir (> 187 k. V) • Angin, banjir, gempa ( 110

Jenis Gangguan • Petir (> 187 k. V) • Angin, banjir, gempa ( 110 – 154 k. V) • Hubung singkat

Tugas 3: (13 -20 April 2020) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Transmisi energi

Tugas 3: (13 -20 April 2020) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Transmisi energi listrik jarak jauh dilakukan dengan menggunakan tegangan tinggi, Jelaskan alasan 2 nya! Sebutkan komponen utama saluran transmisi ! Sebutkan kelebihan dan kekurangan Saluran Udara (Overhead Lines) dibanding Saluran Kabel Tanah (Underground Cable). Mengapa saluran transmisi udara umumnya menggunakan kawat penghantar jenis ACSR (Aluminium Conductor Steel Reinforced)? Jelaskan, mengapa pertumbuhan beban dimasa yang akan datang berpengaruh dalam perencanaan saluran transmisi tenaga listrik! Daya listrik 2 MW ditransmisikan sampai jarak tertentu melalui kabel berhambatan 0, 01 ohm. Hitung daya listrik yang hilang oleh transmisi tersebut, jika: a. menggunakan tegangan 200 V b. menggunakan tegangan 400 k. V

Selesai…. .

Selesai…. .