SISTEM PRODUKSI TARIK PULL PRODUCTION SYSTEMS 1 Ilustrasi










- Slides: 10
SISTEM PRODUKSI TARIK (PULL PRODUCTION SYSTEMS) 1
Ilustrasi Push vs Pull Systems 2
Push System Material didorong ke stasiun kerja berikutnya (downstream) and persediaan terbentuk tanpa memperhatikan ketersediaan sumberdaya pada downstream 3
Sistem Produksi Push Tradisional Pengiriman pembelian yang besar dengan biaya kirim per unit yang lebih kecil • Ukuran lot besar • Banyak persediaan • “Push” material ke tahapan berikutnya Mendorong barang jadi dalam jumlah besar ke warehouse atau pelanggan 4
Pull System Pelanggan memulai proses produksi dengan menarik produksi ketika diperlukan Material dipindah ke workstation saat dibutuhkan Stock point dijaga minimum Waste is MINIMIZED 5
Sistem Produksi Tarik Pengiriman volume lebih kecil • • dg tanpa biaya simpan • persediaan atau minimal Lot lebih kecil Setup lebih cepat Lebih sedikit persediaan Barang-barang “ditarik” keluar pabrik oleh permintaan pelanggan 6
Kebutuhan Kondisi-Kondisi untuk Pull System 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tanggungjawab perencanaan dan pengendalian Produksi untuk memenuhi permintaan Pengurangan persediaan barang setengah jadi Preventative Maintenance Quality Assurance Waktu setup harus kecil Hubungan semua operasi Perencanaan dan jadwal produksi harus 7
Mencapai Pull Production Pull System sebagai Reorder Point (ROP) System D LT = demand (laju konsumsi) = lead time (waktu yang dibutuhkan dari order hingga replenishment (pemenuhan order)) P C = production time (waktu produksi) = conveyance time (waktu untuk menyampaikan order ke proses sebelumnya (upstream process), ditambah waktu untuk memindahkan material ke operasi berikutnya (downstream operation)) = safety stock (jumlah persediaan pengaman) SS 8
Mencapai Pull Production (lanjutan) Kontainer-kontainer standard berukuran ◦ Jika Q = kapasitas kontainer standar, maka ROP dinyatakan dalam jumlah kontainer, K atau jumlah maksimal kontainer-kontainer yang penuh pada sebuah penyangga (buffer) Ukuran kontainer ◦ Kontainer menyimpan sekitar 10% permintaan harian 9
Contoh kalkulasi ROP dan jumlah kontainer (K) Permintaan harian, D = 21 unit/hari Waktu produksi, P = 0. 1 hari Waktu antaran, C = 0. 4 hari LT=P+C=0. 1+0. 4=0. 5 hari ROP=21*0. 5=10. 5 unit ~ 11 unit Q=10%*D=0. 1*21=2. 1 ~ 3 unit K=(21*0. 5)/3=3. 5 ~ 4 kontainer 10