SISTEM PEMBUMIAN INSTALASI LISTRIK OLEH SISWANTA 2282021 SPIL
SISTEM PEMBUMIAN INSTALASI LISTRIK OLEH : SISWANTA 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
JENIS PEMBUMIAN SISTEM Kode yang digunakan mempunyai arti sebagai berikut: Huruf Pertama – Hubungan sistem tenaga listrik ke bumi. T = hubungan langsung satu titik ke bumi I = semua bagian aktif diisolasi dari bumi, atau satu titik dihubungkan ke bumi melalui suatu impedansi Huruf Kedua – Hubungan BKT instalasi ke Bumi T = hubugan listrik langsung BKT ke Bumi, yang tidak tergantung pembumian setiap titik tenaga listrik. N = hubunga listrik lagsung BKT ke titik yang dibumikan dari sistem tenaga listrik ( dalam sistem a. b titik yang dibumikan biasanya titik netral atau penghantar fasa jika titik netral tidak ada) 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Huruf berikutnya (jika ada) – Susunan peghantar netral dan penghantar proteksi. S C = fungsi proteksi yang diberikan oleh penghantar yang terpisah = fungsi netral dan fungsi proteksi tergabung dalam penghantar tunggal ( penghantar PEN) 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Sistem TN Sistem tenaga listrik TN mempunyai satu titik yang dibumikan langsung, BKT instalasi dihubungkan ke titik tersebut oleh penghantar proteksi. Ada tiga jenis sistem TN : 1. Sistem TN-S : dimana digunakan penghantar proteksi terpisah di seluruh sistem 2. dimana Sistem TN-CS : proteksi tergabung dalam penghantar tunggal disebagian sistem. 3. Sistem TN-C : dimana fungsi netral dan fungsi proteksi tergabung dalam penghantar tunggal di seluruh sistem. 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
L 1 L 2 L 3 N PE BKT SISTEM TN- S 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
L 1 L 2 L 3 PEN PE N BKT SISTEM TN-C S 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
L 1 L 2 L 3 PEN BKT SISTEM TN-C 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Sistem TT Sistem tenaga listrik TT mempunyai satu titik yang dibumikan langsung, BKT instalasi dihubungkan ke elektrode bumi yang secara listrik terpisah dari elektroda sistem tenaga listrik. 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
L 1 L 2 L 3 N PE BKT PEMBUMIAN SISTEM 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Sistem IT Sistem tenaga listrik IT mempunyai semua bagian aktif yang diisolasi dari bumi, atau satu titik dihubungkan ke bumi melalui suatu impedansi. BKT instalasi listrik dibumikan secara independen atau secara kolektif atau ke pembumian sistem. 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
L 1 L 2 L 3 N Impedans PE Pembumian Sistem 2/28/2021 BKT SPIL - SISWANTA
L 1 L 2 L 3 Impedans PE Pembumian Sistem 2/28/2021 BKT SPIL - SISWANTA
• ELEKTRODA BUMI adalah penghantar yang ditanam dalam bumi dan membuat kontak langsung dengan bumi • Penghantar bumi yang tidak berisolasi yang ditanam dalam bumi dianggap sebagai bagian dari elektroda bumi. Jenis Elektroda Bumi 1. Elektroda Pita 2. Elektroda Batang 3. Elektroda Plat 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
1. Elektroda Pita yaitu elektroda yang terbuat dari penghantar berbentuk pita atau berpenampang bulat, atau penghantar pilin yang pada umumnya ditanam secara dangkal. Elektroda ini dapat ditanam sebagai pita lurus, radial, jala-jala atau kombinasi bentuk tersebut yang ditanam sejajar permukaan tanah dengan kedalaman sekitar 0, 5 – 1 m. 0, 5 – 1 m 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
2. Elektroda Batang Yaitu elektrode dari pipa besi, baja profil atau batang logam lainnya yang dipancangkan ke dalam tanah. Pada instalasi rumah tinggal biasanya menggunakan elektroda batang dengan logam tembaga ( BC / bare cooper / tembaga telanjang) dengan diameter 4 – 10 mm 2 dengan panjang 2, 5 – 6 m 3. Elektroda Pelat Yaitu elektroda dari bahan logam utuh atau berlubang, pada umumnya elektroda pelat ditanam secara dalam. 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Bila persyaratan dipenuhi, jaringan pipa air minum dari logam dan selubung logam kabel yang tidak diisolasi yang langsung ditanam dalam tanah, besi tulang beton dan konstruksi baja bawah tanah lainnya boleh dipakai sebagai elektrode bumi. 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Bahan dan Ukuran Elektrode NO BAHAN JENIS ELEKTRODE Baja digalvanisasi dengan proses pemanasan Baja Berlapis tembaga Tembaga 1 Elektrode Pita Baja 100 mm 2 setebal minimum 3 mm 50 mm 2 Pipa tembaga 50 mm 2 tebal minimum 2 mm Penghantar pilin 95 mm 2 (bukan kawat halus) 2 Elektrode Batang -Pipa Baja 25 mm - Baja profil (mm) L 65 x 7 U 6, 5 T 6 x 50 x 3 - Batang Profil lain yang setaraf 3 Elektrode Pelat besi tebal 3 mm luas 0, 5 m 2 sampai 1 m 2 2/28/2021 SPIL - SISWANTA Penghantar pilin 35 mm 2 (bukan kawat halus) Baja berdiameter 15 mm dilapisi tembaga setebal 250 Um Pelat tembaga tebal 2 mm luas 0, 5 m 2 sampai 1 m 2
Besarnya Resistan Jenis Tanah 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Tanah Rawa Tanah Liat & Tanah Ladang Pasir Basah Kerikil Basah Pasir dan Kerikil Kering Tanah Berbatu Resistan Jenis 30 100 200 500 1000 3000 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Resistan Pembumian • Tergantung Dari : Ø Jenis dan Keadaan Tanah Ø Ukuran Elektrode Ø Susunan Elektrode Resistan Pembumian harus dapat diukur, ssehingga penghantar yang menghubungkan setiap elektrode bumi atau susunan elektrode bumi harus dilengkapi dengan hubungan yang dapat dilepas 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
Cara Pengukuran dan Pengujian Resistan Pembumian • 1. Menggunakan Voltmeter dan Ampermeter • 2. Dengan Instrumen / Alat ukur Resistan Pembumian (Earth Tester) 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
1. Menggunakan Voltmeter dan Ampermeter • Penghantar bumi dari Elektroda bumi yang akan diukur dihubungkan dengan penghantar fase melalui gawai proteksi arus lebih, saklar, resistan yang daapat diatur 20 ohm – 1000 ohm dan ampermeter. Antara titik sirkit setelah ampermeter dengan elektroda bumi bantu dipasang voltmeter. 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
• Jika elektrode bumi yang akan diukur terdiri dari elektroda batang atau pipa tunggal, maka elektrode bantu harus berjarak sekurang-kurangnya 20 meter dari elektrode bumi. • Jika elektrode yang akan diukur terdiri dari pita, maka jarak elektrode bantu sekurangnya 3 x garis tengah susunan elektrode bumi tersebut. 2/28/2021 SPIL - SISWANTA
- Slides: 22