SISTEM INDERA krisbantassistem indreras 1 1 SISTEM INDERA
SISTEM INDERA krisbantas/sistem indrera/s 1 1
SISTEM INDERA INTRODUKSI : • Indra secara konstan dan terus menerus memberikan informasi mengenai sekeliling kita untuk : • melihat • mendengar • menyentuh • membau • mengecap • keseimbangan • Selain dari luar tubuh, indera juga memberikan informasi dari dalam tubuh sendiri misalnya : • sakit kepala • rasa lapar • rasa haus krisbantas/sistem indrera/s 1 2
• Secara umum kegunaan dari sistem indera adalah: membuat tubuh mampu untuk merespons dengan tepat dan sesuai semua situasi/kondisi yang terus-menerus berubah baik dari luar maupun dari dalam tubuh dan mempertahankan homeostasis. LINTASAN RANGSANG SENORIS Reseptor neuron sensoris tractus sensoris area sensoris krisbantas/sistem indrera/s 1 3
Reseptor • Menditeksi perubahan-perubahan (stimuli) dan membangkitkan impuls-impuls. • Reseptor biasanya bersifat sangat spesifik/khusus hanya untuk stimulus tertentu saja. • Misalnya • reseptor retina hanya mampu merespon stimulus cahaya saja • reseptor pada cavum nasi/rongga hidung hanya mampu merespons stimulus bau saja Neuron sensoris 1. • Mentransmisikan impuls dari reseptor ke sistem syaraf pusat • Terdapat pada syaraf spinal dan syaraf spinal, tapi masing-masing hanya membawa impuls dari satu macam reseptor saja. krisbantas/sistem indrera/s 1 4
Tractus sensoris • Merupakan substansia alba pada sumsum tulang belakang atau otak yang mentransmisikan impuls-impuls ke area yang spesifik pada otak Area sensoris • Area sensoris terdapt pada cortex cerebri. • Area ini merasakan dan meng-interpretasikan sensasi. • Belajar meng-interpretasikan sensasi dimulai sejak masa bayi, tanpa kita sadari, dan hal tersebut berlangsung seumur hidup krisbantas/sistem indrera/s 1 5
KARAKTERISTIK DARI SENSASI • • • Proyeksi Intensitas Kontras Adaptasi “After image” Proyeksi • Sensasi terasa berasal dari area dimana reseptor distimulir/ dirangsang. • Jika kita menyentuh buku dengan jari, sensasi sentuhan terasa pada jari tidak pada bagian tubuh yang lain. • Sesungguhnya yang merasakan sensasi adalah cortex cerebri. krisbantas/sistem indrera/s 1 6
• Bahwa sesungguhnya memang otak yang merasakan sensasi dapat dibuktikan pada pasien yang mengalami “phantom pain” setelah diamputasi tangannya, ia masih merasakan tangannya masih tetap ada. • Reseptor pada tangannya sudah tidak ada tapi akhiran syaraf disana masih membangkitkan impuls. • Impuls-impuls ini sampai di lobus paritalis cortex cerebri yaitu area sensoris di otak untuk tangan. • Dan otak tetap merespons impuls tersebut dan merasakan serta meng-interpretasikan bahwa tangannya masih berada ditempatnya. krisbantas/sistem indrera/s 1 7
Intensitas • Beberapa sensasi terasa lebih intens/jelas daripada sensasi lainnya. • Stimulus cahaya yang lemah, hanya mempengaruhi sejumlah reseptor dalam jumlah yang sedikit • Cahaya yang kuat mempengaruhi sejumlah reseptor dalam jumlah besar. • Bila lebih banyak reseptor yang terstimulir, maka lebih banyak impuls yang akan sampai di otak. • Otak menghitung impuls-impuls yang masuk dan memproyeksikan sensasi yang lebih intens. • Itulah sebabnya cahaya yang kuat tampak lebih terang dari pada cahaya yang lemah. krisbantas/sistem indrera/s 1 8
Kontras • Otak secara konstan membandingkan sensasi-sensasi yang dirasakannya. • Jika pada udara yang panas, seseorang masuk kedalam air, maka pada awalnya air akan terasa lebih dingin dari yang sesungguhnya dibandingkan setelah orang tersebut setelah beberapa lama di dalam air. • Otak membandingkan sensasi-sensasi yang baru dengan sensasi yang sebelumnya. krisbantas/sistem indrera/s 1 9
Adaptasi • Menjadi tidak peduli atau kurang memperhatikan stimulus yang berlangsung terus-menerus. • Reseptor menditeksi perubahan-perubahan • tetapi bila stimulus berlangsung terus-menerus pada reseptor dan hanya memberikan perbedaan intensitas stimulus yang kecil pada reseptor, • maka reseptor hanya mengantarkan stimulus yang kecil saja ke otak. • Kita sering tidak menyadarai bahwa kita memakai arloji pada lengan kita. • Reseptor sentuhan atau tekanan pada kulit mengadaptasi secara cepat stimulus yang berlangsung secara terusmenerus krisbantas/sistem indrera/s 1 10
“After-image” • Sensasi masih tetap tinggal dalam kesadaran, walaupun stimulus sudah tidak ada. I • Sebagai contoh, setelah memandang cahaya lampu yang sangat kuat • orang tersebut masih dapat merasakan sinar tersebut walaupun ia memejamkan mata. • Sinar yang sangat kuat tersebut • secara kuat memacu reseptor pada retina • membangkitkan banyak sekali impuls yang di interpretasikan oleh otak sebagai sensasi yang sangat intens • dapat berlangsung lebih lama dari pada stimulus yang sesungguhnya. krisbantas/sistem indrera/s 1 11
- INDERA KULIT • Dermis berisi reseptor–reseptor untuk sensasi : • sentuhan, tekanan, panas, dingin dan sakit. • Reseptor sakit merupakan akhiran syaraf yang bebas, yang merespons setiap stimulus yang mempunyai intensitas yang kuat. • Stimulus dingin dengan intensitas yang kuat akan menimbulkan rasa sakit. • Sedangkan reseptor-reseptor lainnya pada kulit merupakan akhiran syaraf yang terbungkus. • Indera pada kulit memberikan informasi kepada kita mengenai lingkungan diluar tubuh dan dari kulit itu sendiri. krisbantas/sistem indrera/s 1 12
krisbantas/sistem indrera/s 1 13
- • Area sensoris untuk kulit berada pada lobus parietalis cortex cerebri. • Area sensoris yang terbesar pada lobus parietalis adalah untuk reseptor kulit muka dan tangan. REFERRED PAIN • Istilah “referred pain” dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana rasa sakit yang dipindahkan atau diproyeksikan di tempat lain. • Selain pada kulit akhiran syaraf yang bebas juga terdapat pada organ-organ internal tubuh misal pada : • otot polos dari usus, bronchus • otot jantung dan sebagainya. krisbantas/sistem indrera/s 1 14
• Pada keadaan dimana terjadi peregangan atau kontraksi yang berlebihan pada otot-otot polos tersebut, terjadi perangsangan terhadap akhiran syaraf , sehingga menimbulkan rasa sakit. • Kadang-kadang rasa sakit yang berasal dari suatu organ dalam dirasakan oleh area sensoris cutaneus pada cortex cerebri. àKondisi demikian itu dinamakan “referred pain”. • Rasa sakit akibat serangan jantung (heart attack) sering dirasakan pada bahu dan tangan kiri • Rasa sakit akibat adanya batu empedu sering dirasakan pada bahu sebelah kanan. krisbantas/sistem indrera/s 1 15
• “Referred pain” ini merupakan kreasi dari otak, di dalam sumsum tulang belakang terdapat traktus sensoris yang berbagi membawa • impuls/rangsang kulit dan • impuls/rangsang untuk alat-alat visceral. • impuls/rangsang kutaneus lebih sering terjadi dari pada impuls/rangsang visceral • mengakibatkan otak memproyeksikan impuls visceral ke area sensoris kutaneus pada cortex cerebri • sehingga rasa sakit solah-olah dirasakan pada kulit. krisbantas/sistem indrera/s 1 16
krisbantas/sistem indrera/s 1 17
INDERA OTOT • Sensasi pada otot disebut juga sensasi kinetis • Reseptor peregangan (stretch receptors atau proprioceptors) • menditeksi adanya peregangan pada otot-otot • kemudian membangkitkan impuls yang dapat menyebabkan otak mampu menyadari dimana letak otot yang bersangkutan dan bagaimana posisinya. • Sensasi otot yang disadari, dirasakan oleh lobus parietalis cortex cerebri. • Sensasi otot yang tidak disadari digunakan oleh cerebellum untuk mengkoordinir gerakan-gerakan volunter • kita tidak harus melihat, untuk memastikan bagaimana otot-otot kita bekerja untuk melakukan gerakan yang sesuai dengan keinginan kita. krisbantas/sistem indrera/s 1 18
INDERA PENGECAP • Reseptor untuk pengecap terdapat pada papilla di lidah. • Kemoreseptor menditeksi bahan-bahan kimia yang larut oleh air ludah di mulut. • bahan-bahan kimia yang dimaksud berasal dari makanan yang berada di mulut. • Ada empat macam reseptor pengecap yaitu : • reseptor untuk manis, pahit, asin dan asam • Indera pembau juga memberikan kontribusinya kepada persepsi kita terhadap rasa suatu makanan • Impuls/rangsang dari reseptor pengecap dibawa oleh • N. VII (n. facialis) dan • N. IX (n. glossopharyngeus) ke area sensoris pengecap pada lobus temporo-parietalis cortex cerebri. krisbantas/sistem indrera/s 1 19
krisbantas/sistem indrera/s 1 20
krisbantas/sistem indrera/s 1 21
INDERA PEMBAU • Reseptor-reseptor pembau atau reseptor olfactorius merupakan kemoreseptor yang menditeksi bau dalam bentuk partikel-partikel kimiawi yang dihisap oleh hidung dan masuk ke cavum nasi bagian atas. • Lintasan sensoris yang dilalui : reseptor N. I (n. olfactorius) bulbus olfactorius area sensoris olfactorius pada lobus temporalis cortex cerebri. • Indera pembau memberi kontribusi yang besar pada persepsi kita tentang suatu rasa dari makanan. • Jika kita pilek atau hidung tersumbat, dimana reseptor pembau terganggu untuk menerima rangsang yang adekuat makanan mempunyai cita rasa yang berbeda dari aslinya krisbantas/sistem indrera/s 1 22
krisbantas/sistem indrera/s 1 23
SENSASI LAPAR DAN HAUS • Rasa lapar dan haus termasuk sensasi internal atau sensasi visceral • terjadinya dipicu oleh adanya perubahan-perubahan pada kondisi internal tubuh. • Reseptor-reseptor untuk rasa lapar dan haus ini merupakan sel-sel khusus yang terdapt pada hipotalamus. • Reseptor rasa lapar menditeksi kadar nutrien dalam darah, • Reseptor untuk rasa haus menditeksi perubahan-perubahan pada cairan tubuh. • Secara alamiah kita tidak merasakan haus dan lapar pada hipotalamus, tapi diproyeksikan pada organ yang lain • lapar di proyeksikan pada lambung • haus diproyeksikan pada mulut dan pharynx dan berkurangnya produksi saliva. krisbantas/sistem indrera/s 1 24
• Jika rasa lapar tidak dapat dipuaskan dengan makan • Maka rasa lapar akan berkurang secara bertahap dengan sendirinya terjadi proses adaptasi. • Hal tersebut dapat terjadi karena setelah kadar nutrien dalam darah turun • ia akan kembali stabil ketika jaringan lemak digunakan untuk energi. • Tanpa terjadi fluktuasi yang menyolok dari kadar nutrien dalam darah • rangsang yang datang pada reseptor tidak begitu banyak mengalami perubahan • sehingga reseptor hanya menditeksi perubahan impuls yang ringan, akibatnya rasa lapar menjadi kurang intens krisbantas/sistem indrera/s 1 25
• Jika rasa haus, tidak dipuaskan dengan minum, maka rasa haus makin menjadi-jadi tidak ada proses adpatasi. • Begitu cairan tubuh berkurang, maka akan tetap berkurang, kecuali dengan menggantinya • Maka jika tidak diperoleh penggantian cairan tubuh yang hilang, baik dengan minum atau dengan pemberian cairan intravena misalnya, orang akan tetap merasa haus. krisbantas/sistem indrera/s 1 26
INDERA PENGLIHATAN • Mata merupakan alat bagi indera penglihatan • Berisi reseptor-reseptor untuk penglihatan. • Merupakan suatu sistem refraksi yang berfungsi untuk memfokuskan sinar-sinar yang datang pada reseptor-reseptor penglihatan di retina. BAGIAN-BAGIAN DARI MATA KELOPAK MATA DAN APARATUS LACRIMALIS - • Kelopak mata terdiri dari otot-otot skelet yang dapat membuka ataupun menutup untuk melindungi bagian depan bola mata. • Bulu mata yang terdapat disepanjang tepi kelopak mata berfungsi melindungi mata dari debu krisbantas/sistem indrera/s 1 27
• Kelopak mata dibatasi oleh membran tipis yang disebut conjunctiva • yang menutupi juga dibagian dari bagian bola mata yang berwarna putih. • Inflamasi/peradangan dari membran tipis ini disebut dengan istilah conjunctivitis • Air mata diproduksi oleh glandula lacrimalis, yang terletak didalam orbita pada sudut lateral bagian superior dari bola mata • Air mata yang disekresikan dialirkan melalui bola mata ductus/canalis lacrimalis saccus lacrimalis ductus nasolacrimalis cavum nasi krisbantas/sistem indrera/s 1 28
• Air mata • berfungsi untuk membasuh dan membasahi bola mata • mengandung enzim lisosime yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang terdapat pada mata. • Pada sudut sebelah medial dari kelopak mata terdapat dua buah lobang yang kecil/halus • bermuara pada canalis lacrimalis superior dan inferior. • kedua canalis lacrimalis tadi kemudian bermuara pada saccus lacrimalis yang kemudian dilanjutkan ke ductus nasolacrimalis yang bermuara pada cavum nasi krisbantas/sistem indrera/s 1 29
krisbantas/sistem indrera/s 1 30
krisbantas/sistem indrera/s 1 31
BOLA MATA • Sebagaian besar dari bola mata terletak di dalam dan dilindungi oleh orbita. • Orbita dibentuk oleh tulang-tulang : • maxilla, os zygomaticus, os frontalis • os sphenoidalis, dan os ethmoidalis. • Ke-enam otot-otot extrinsik mata dilekatkan ke orbita dan ke bola mata. • Terdapat empat buah muskulus rectus, yang menggerakkan bola mata ke arah atas dan bawah, dan dua buah muskulus obliqus yang berfungsi untuk memutar bola mata. krisbantas/sistem indrera/s 1 32
• Gerakan bola mata tersebut diatur oleh syaraf-syaraf yang menginervasi otot-otot ekstrinsik mata. • Syaraf-syaraf tersebut adalah: • N. III (n. occulomotorius) • N. IV (n. trohclearis) • N. VI (n. abduscens) • Lapisan–lapisan bola mata terdiri dari : • sclera • choroid • retina. Sclera • Sclera merupakan lapisan terluar dan paling tebal • dari bola mata, terdiri dari jaringan ikat fibrosa, terlihat sebagai bagian putih dari bola mata. • Bagian terdepannya disebut cornea krisbantas/sistem indrera/s 1 33
• Cornea merupakan jaringan sklera yang transparan dan tidak mempunyai kapiler-kapiler pembuluh darah. • Cornea merupakan bagian pertama dari mata yang bertindak sebagai alat refraksi. Lapisan choroid • Merupakan lapisan bagian tengah dari bola mata • Berisi pembuluh-pembuluh darah dan pigment yang berwarna biru tua • untuk mengasorbsi sinar yang masuk ke dalam bola mata untuk mencegah agar tidak silau. • Bagian anterior dari lapisan choroid dimodifikasi menjadi struktur yang lebih spesifik yakni ciliary body dan iris. krisbantas/sistem indrera/s 1 34
• Ciliary body merupakan otot berbentuk sirkuler • mengelilingi tepi lensa dan dihubungkan dengan lensa oleh ligamentum suspensorius • berfungsi untuk mengubah bentuk lensa menjadi cembung atau pipih. • Lensa merupakan masa yang transparan • terdiri dari protain yang bersifat elastik • tidak mengandung pembuluh darah • berfungsi sebagai alat refraksi. • Tepat di depan lensa terdapat iris yang terdiri dari dua set serabut-sertabut otot polos yang mengatur diameter dari pupil. krisbantas/sistem indrera/s 1 35
• Kontraksi dari serabut radial iris menyebabkan dilatasi dari pupil merupakan suatu respons syaraf simpatis. • Kontraksi dari serabut-serabut sirkuler iris menyebabkan kontriksi pupil merupakan suatu respons syaraf parasimpatis • Kontriksi pupil merupakan suatu reflex yang melindungi retina dari sinar yang kuat. Lapisan retina • Merupakan lapisan terdalam dari bola mata. • Melapisi 2/3 bagian posterior bola mata dan berisi reseptor-reseptor penglihatan. krisbantas/sistem indrera/s 1 36
• Reseptor penglihatan terdiri dari rod dan conus. • rod hanya menditeksi adanya sinar, • conus menditeksi warna. • Conus paling banyak terdapat di daerah pusat retina yang disebut dengan fovea. • Fovea terdiri dari hanya conus, merupakan area yang berbentuk lekukan kecil pada retina yang terletak tepat dibelakang pusat lensa mata. • Rod sebagian besar terdapat didaerah perifer dari retina. krisbantas/sistem indrera/s 1 37
krisbantas/sistem indrera/s 1 38
krisbantas/sistem indrera/s 1 39
Optic disc (Discus Opticus) • Merupakan tempat masuknya serabut-serabut syaraf dari nervus opticus (N. II) ke dalam bola mata. • Didalam optic disc tak terdapat rod dan conus sehingga area ini kadang-kadang disebut juga dengan titik buta atau “blind spot”. RONGGA PADA BOLA MATA • Terdapat dua rongga pada bola mata yaitu: • cavum anterior dan • cavum posterior. • Cavum posterior lebih besar • terdapat diantara lensa dan retina • berisi cairan yang disebut dengan humor vitreous. krisbantas/sistem indrera/s 1 40
• Humor vitreous bersifat agak kental sehingga dapat menekan retina tetap pada tempatnya. • Bila bola mata ditusuk dan humor vitreous keluar maka lapisan retina dapat lepas dari choroid. . • Cavum anterior • terdapat diantara lensa dan cornea • berisi cairan yang disebut dengan humor aqueous, yang merupakan cairan bola mata. • Humor aqueous diproduksi oleh kapiler-kapiler yang terdapat pada ciliary body • kemudian mengalir kedepan melalui pupil dan direasorbsi oleh canalis Schlemm • (yang berupa vena-vena kecil) yang terdapat pada pertemuan antara cornea dan iris krisbantas/sistem indrera/s 1 41
krisbantas/sistem indrera/s 1 42
FISIOLOGI PENGLIHATAN Refraksi • Lintasan sinar melalui : • Cornea humor aqueus lensa humor vitreus retina Lensa • Lensa dapat disesuaikan bentuknya • bila m. ciliaris relax lensa menipis (untuk melihat dekat) • bila m. ciliaris kontraksi lensa menebal (untuk melihat jauh) Cahaya mengenai retina • menstimulasi reaksi kimia pada sel-sel rod dan conus krisbantas/sistem indrera/s 1 43
Pada sel-sel rod dan conus • Pada sel-sel rod : rhodopsin dipecah menjadi scotopsin dan retinin (dari vitamin A) impuls elektrik dibangkitkan • Pada sel-sel conus : sinar dengan gelombang panjang tertentu diabsorbsi (merah, biru dan hijau). reaksi kimia membangkitkan impuls syaraf N. II (n. opticus) • Ganglion dari neuron yang berasal dari sel-sel rod dan conus membentuk n. opticus (II) • Impuls dari N. Opticus keluar dari bola mata pada discus opticus dibawa menuju chiasma optica 1. krisbantas/sistem indrera/s 1 44
Chiasma optica • Tempat persilanagan (cross-over) serabut-serabut medial n. opticus kanan dan kiri binoculer vision • Setiap area visualis pada cortex cerebri dapat menerima impuls dari kedua bola mata • Area visualis terdapat pada cortex cerebri lobus occipitalis • Walaupun setiap mata mentrasmisikan gambar yang berbeda organ visualis menggabungkannya single image Area visualis • Area terletak pada cortex otak untuk menyadari adanya bayangan • Bayangan yang jatuh pada retina sebetulnya terletak terbalik, namun kita tidak menyadarinya karena kita melihat gambar tersebut dalam keadaan tegak • (otak secara otomatis mengubah gambaran yang kita lihat dari porsi terbalik menjadi posisi tegak) krisbantas/sistem indrera/s 1 45
krisbantas/sistem indrera/s 1 46
krisbantas/sistem indrera/s 1 47
krisbantas/sistem indrera/s 1 48
krisbantas/sistem indrera/s 1 49
INDERA PENDENGAR · • Telinga terdiri dari : • Telinga luar • Telinga tengah • Telinga dalam • Telinga berisi reseptor-reseptor untuk sensasi • pendengaran dan • keseimbangan. • Kedua macam reseptor tersebut terdapat didalam telinga dalam krisbantas/sistem indrera/s 1 50
krisbantas/sistem indrera/s 1 51
krisbantas/sistem indrera/s 1 52
TELINGA LUAR • Terdiri dari : • Auricula dan canalis auditorius externus • Auricula tidak begitu berfungsi pada manusia • Canalis auditorius externus adalah lubang yang mengarah kebagian bawah dari os temporalis TELINGA TENGAH • Merupakan rongga berisi udara pada os temperalis • Gendang telinga (membrana timpani) memisahkan antara telinga tengah dan canalis auditorius externus • Terdapat tulang-tulang telinga yang terdiri dari : • Malleus • Incus • Stapes krisbantas/sistem indrera/s 1 53
• Gelombang suara yang menerpa gendang telinga • menggerakkan tulang-tulang pendengaran • kemudian getaran ditransmisikan ke telinga bagian dalam melalui foramen ovale • Tuba eustachii menghubungkan telinga bagian tengah dengan nasopharings, sehingga udara dapat keluar dan masuk ke telinga tengah gendang telinga dapat bergetar • Tekanan udara pada telinga tengah harus sama dengan tekanan udara atmosfer krisbantas/sistem indrera/s 1 54
TELINGA BAGIAN DALAM • Terdapat pada os temporalis • Merupakan rongga yang disebut labirin yang dilapisi oleh membrana labirin • Diantara labirin dan membrana labirin terdapat cairan yang disebut cairan peilimfe • Cairan diantara membran labirin disebut endolimfe • Struktur labirin dan membran labirin tersebut disebut cochlea Cochlea • Berbentuk seperti rumah siput • Didalam rongga cohlea terbagi menjadi 3 kanalis yang berisi cairan krisbantas/sistem indrera/s 1 55
krisbantas/sistem indrera/s 1 56
krisbantas/sistem indrera/s 1 57
• Reseptor pendengaran yaitu organon corti • berbentuk cilia yang berakhiran syaraf N. VIII (n. aucusticus) • Diatas reseptor tersebut terdapat membrana tectorial FISIOLOGI PENDENGARAN · Perjalanan getaran suara Gelombang suara getaran pada membrana timpani tulang-tulang telinga (malleus, incus, stapes) foramen ovale àperilimfe endolimfe pada cochlea reseptor pendengaran pada organon corti N. VIII lobus temporalis cortex cerebri krisbantas/sistem indrera/s 1 58
krisbantas/sistem indrera/s 1 59
krisbantas/sistem indrera/s 1 60
· Apparatus Vestibularis Terdapat pada telinga dalam terdiri dari : • 3 buah canalis semicircularis • utricula • saccula Canalis semicircularis • Merupakan 3 buah canalis yang berorientasi pada 3 bidang yang berbeda. • Pada masing-masing ujung canalis semicircularis terdapat ampulla (bagian yang membesar) yang berisi sel-sel rambut (crista) krisbantas/sistem indrera/s 1 61
• Crista dipengaruhi oleh gerakan : • ketika tubuh bergerak kedepan maka sel-sel rambut pada awalnya bergerak kebelakang • gerakan-gerakan dari sel-sel rambut ini membangkitkan impuls yang kemudian dibawa kecabang vestibuler N. VIII. • Impuls kemudian dibawa ke • cerebellum, midbrain dan cerebrum • Impuls yang datang ini diinterpretasikan sebagai gerakan • Mulai atau berhenti • Dipercepat atau diperlambat • digunakan untuk mempertahankan keseimbangan krisbantas/sistem indrera/s 1 62
Utricula dan Saccula • Merupakan kantong atau saccus membranosa pada area yang disebut vestibula (diantara cochlea dan canalis semicircularis) • Didalam utricula dan saccula terdapat sel-sel rambut yang bergerak sesuai dengan gravitasi pada saat posisi kepala berubah • Impuls yang dibangkitkan oleh sel-sel rambut tersebut dibawa oleh N. VIII cabang vestibuler ke • cerebellum, midbrain dan cerebrum untuk keseimbangan pada keadaan tubuh tidak bergerak krisbantas/sistem indrera/s 1 63
krisbantas/sistem indrera/s 1 64
krisbantas/sistem indrera/s 1 65
RESEPTOR PADA PEMBULUH DARAH • Aorta dan arteri caroticus berisi reseptor yang menditeksi perubahan-perubahan dalam darah • Arcus aorticus yang menerima darah yang dipompakan dari ventrikel kiri, terletak melengkung disebelah atas dari jantung • Arteri caroticus dextra dan sinistra adalah cabang dari arcus aorticus yang membawa darah melalui leher ke otak • Pada aorta dan a. caroticus terdapat : • Pressoresptor • Khemoreseptor krisbantas/sistem indrera/s 1 66
• Pressoreseptor pada sinus carotid dan sinus aorticus menditeksi perubahan-perubahan pada tekanan darah • Khemoreseptor pada carotid body dan aortic body menditeksi perubahan-perubahan pada kadar oksigen dan CO 2 darah dan p. H darah • Impuls yang dibangkitkan oleh reseptor tersebut tidak memberikan sensasi tapi memberikan informasi pada otak untuk mengatur respirasi dan tekanan darah krisbantas/sistem indrera/s 1 67
• Jika kadar O 2 darah turun • maka akan diditeksi oleh kemoreseptor yang terdapat pada carotid dan aortic body • kemudian impuls dibawa oleh N. IX (glossopharingeus) dan N. X (vagus) ke medulla otak (ke pusat pernafasan dan pusat reflex cardiac) • terjadi peningkatan respirasi dan detak jantung untuk mendapatkan oksigen lebih banyak krisbantas/sistem indrera/s 1 68
- Slides: 68