SISTEM Ekskresi manusia Ustad 8 Peta konsep Ustad



























- Slides: 27
SISTEM Ekskresi manusia Ustad 8
Peta konsep Ustad
Sistem ekskresi manusia Sistem Ekskresi adalah suatu sistem homeostatis (keseimbangan) di dalam tubuh manusia, dengan membuang limbah metabolisme dan merespon terhadap ketidakseimbangan cairan tubuh dengan cara mengekskresikan ion-ion tertentu sesuai kebutuhan. � Fungsi sistem ekskresi adalah membuang zat sisa-sisa metabolisme, agar tidak Ustad menjadi racun bagi tubuh manusia. �
Organ ekskresi manusia Organ Ekskresi pada manusia terdiri dari Ginjal, Hati, Paruparu, dan Kulit � Hasil Ekskresi dari masing organ adalah sebagai berikut : 1. Ginjal Urine 2. Hati Cairan Empedu 3. Paru-paru Gas CO 2 4. Kulit Keringat � Ustad
Morfologi ginjal � Ginjal memiliki bentuk seperti kacang merah � Berwarna merah gelap. � Jumlahnya sepasang (2) disisi kanan dan sisi kiri tubuh manusia � Ginjal berada dibawah diafragma, tepatnya dibawah hati pada sisi kanan, dan dibawah limfa pada sisi kiri. Ustad
Struktur ginjal � � � A; Korteks, kulit ginjal atau merupakan bagian luar ginjal B; Medula, bagian sebelah dalam dari korteks atau disebut juga sumsum ginjal C; Pelvis, merupakan bagian dalam gingjal yang berupa rongga, sehingga dapat disebut juga sebagai rongga ginjal D; Arteri Renalis, membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke ginjal untuk proses filtrasi E; Vena Renalis, membawa darah yang disaring dari ginjal kembali ke jantung F; Ureter, membawa urine menuju ke kandung kemih untuk disimpan dibuang melalui uretra. Ustad
Nefron Ginjal � Nefron sebagai unit struktural dan fungsional pada ginjal. Ustad
fungsi Ginjal Menjaga keseimbangan air dalam tubuh � Membuang sisa-sisa metabolisme � Mengatur elektrolit dengan menyaring zat-zat kimia yang masih berguna bagi tubuh (Na, P, K) dan mengembalikannya ke saluran peredaran darah manusia � Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur � Ustad
Struktur dan fungsi nefron ginjal 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ustad Glomerulus, tempat penyaringan darah yang berperan dalam menyaring air, garam, asam amino, glukosa dan urea. Kapsula Bowman, menampung cairan darah yang sudah disaring oleh glomerulus dan membentuknya menjadi cairan urin primer / filtrat glomerulus TKP (Tubulus Kontortus Proximal), sebagai tempat terjadinya reabsopsi urin Lengkung Henle, menghubungkan TKP dengan TKD dan juga menjaga tekanan osmosis (air dan garam) TKD (Tubulus Kontortus Distal), sebagai tempat terjadinya augmentasi dan pemebntukan urin sebenarnya Tubulus Kolektivus, menyalurkan urin sebenarnya ke ureter dan bermuara di
Proses pembentukan urine pada ginjal Filtrasi, proses penyaringan zat sisa yang beracun di dalam darah � Reabsorpsi, proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh � Augmentasi, proses penambahan zat sisa yang tidak dibutuhkan Ustad lagi oleh tubuh manusia �
Filtrasi � � � Ustad � Proses Filtrasi (penyaringan) terjadi di Glomerulus Pada proses filtrasi, sel-sel darah, trombosit, dan protein plasma disaring agar tidak ikut dikeluarkan. Sedangkan partikel kecil yang terlarut di dalam plasma darah seperti glukosa, asam amino, Na, K, Klorida bikarbonat, garam lain, serta urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil Filtrasi dinamakan Urine Primer (Filtrat Glomerulus) Komposisi Filtrat Glomerulus serupa seperti darah namun sudah tidak mengandung protein, dan elemen seluler (ex: Sel darah merah) Filtrat Glomerulus di salurkan ke dalam
REABSORPSI Proses Reabsorpsi dilakukan di TKP (Tubulus Kontortus Proksimal) produknya “Urine sekunder” � Fungsi utama reabsorpsi adalah menyerap kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh. � Reabsorpsi air, air direabsorpsi mulai dari TKP sebelum masuk menuju ureter dengan cara osmosis � Reabsorpsi zat tertentu, zat tertentu yang direabsorpsi di TKP adalah senyawa elektrolit seperti Na+, K+, PO 4 -, dan NO 3 � Reabsorpsi zat penting bagi tubuh, zat penting yang direabsorpsi yaitu asam amino, glukosa, asam asetoasetat, dan vitamin. �Ustad Pada Lengkung Henle terjadi penyerapan air �
AUGMENTASI � � Ustad � Urine sekunder dari proses reabsorpsi sudah diserap semua zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi penambahan zat bersifat racun yang tidak dibutuhkan semakin banyak (Urea) Proses Augmentasi terjadi di TKD (Tubulus Kontortus Distal) Proses Augmentasi yaitu berupa penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh seperti ion Hidrogen, Amonium, Urea, Kreatinin, asam urat, racun-racun dari sisa obat, dll. Produk Augmentasi adalah Urine sebenarnya Disalurkan menuju Kandung kemih melalui ureter untuk disimpan, ketika
Faktor-faktor yang mempengaruhi produ � Hormon ADH (Antidiuretik) � Usia � Gaya Hidup dan Aktivitas � Kondisi kesehatan � Psikologis � Cuaca � Jumlah air yang diminum Ustad
Hati (Hepar / Liver) Hati terdiri dari 2 lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri yang saling menindih � Berwarna merah tua � Letak di rongga visera abdomen sebelah kanan � Berat hati berkisar 1, 47 kg � Ustad
Struktur hati � � � Ustad Sel penyusun hati disebut Sel Hepatosit Bagian luar hati dilindungi oleh Kapsula Hepatica Pertemuan antara arteri hepatica dan vena porta hepatica adalah sinusoid Pada sinusoid terdapat sel yang terspesialisasi membentuk Sel Kupffer berfungsi untuk memfagositosis organisme asing atau zat-zat berbahaya dan
fungsi hati � Tempat Menyimpan Energi � Menyimpan Vitaminvitamin � Sebagai Pabrik Kimia Tubuh � Detoksifikasi � Sebagai Alat Ekskresi Ustad
Proses ekskresi hati Hasil ekskresi hati berupa cairan empedu � Cairan empedu mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid, zat warna empedu (pigmen bilirubin dan biliverdin) � Cairan empedu berperan untuk mengemulsikan lemak dan mengaktifkan enzim lipase � Cairan empedu berasal dari penghancuran hemoglobin dari eritrosit yang sudah tua � Hemoglobin hemin + zat besi + � Ustad
Kulit (derma/Integumen) � Kulit merupakan lapisan terluar yang membungkus seluruh permukaan tubuh manusia. � Berdasarkan strukturnya kulit dibedakan menjadi 3 lapisan, yaitu : 1. Epidermis (Kulit Ari) 2. Dermis (Kulit jangat) 3. Hipodermis (Subkutan) Ustad
Struktur Kulit Ari (epi. Dermis) � 1. 2. 3. 4. Ustad Epidermis tersusun atas beberapa lapis, yaitu : Stratum Korneum, lapisan kulit terluar, tersusun atas sel-sel mati yang bersifat keras, tahan air dan selalu mengelupas (keratinisasi/zat tanduk) Stratum Lusidum, terdiri dari sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi untuk menggantikan stratum korneum Stratum Granulosum, terdiri atas sel yang berinti dan mengandung pigmen melanin Stratum Spinosum, bagian epidermis yang berperan untuk menciptakan keratin
Struktur Kulit jangat (Dermis) Dermis (kulit jangat) adalah lapisan yang terletak di bawah epidermis A. Kelenjar Keringat (Glandula Sudorifera) B. Kelenjar minyak (Glandula sebasea) C. Kapiler Darah D. Saraf (Nerve) E. Akar Rambut / Folikel Rambut F. Korpus pacini (Saraf perasa tekanan kuat) G. Jaringan Lemak � G Ustad
fungsi Kulit � Proteksi � Regulator Suhu � Penentu Warna Kulit � Pembentukan Vitamin D � Ekskresi Ustad
Paru-paru / pulmo Ustad
Kelainan pada sistem ekskresi Albuminuria Kegagalan proses filtrasi (penyaringan) oleh ginjal, terutama filtrasi protein (albumin). Anuria Kelainan yang ditandai dengan tidak terbentuknya urine dan disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus sehingga ginjal tidak mampu memfiltrasi darah Batu Ginjal Terbentuk dari pengendapan garam-garam mineral di dalam ginjal atau di saluran urine (ureter dan uretra) sehingga aliran urine menjadi terhambat. Diabetes Insipidus Menghasilkan urine yang sangat banyak dan encer (hipotonis) dan penderita sering buang air kecil, mengalami kehausan secara terus-menerus, dan berisiko mengalami dehidrasi serta ketidakseimbangan ion-ion dalam tubuh
Diabetes Mellitus Gangguan yang ditandai urine penderita mengandung glukosa yang disebabkan tubuh penderita kekurangan hormon insulin sehingga proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu atau berkurang Nefritis (Radang Ginjal) Suatu radang pada glomeruli yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan menyebabkan glomeruli tidak dapat menyaring darah sehingga bahan-bahan buangan tetap ada di dalam darah Sistitis dan Uretritis Sistisis adalah radang atau infeksi pada kantong kemih, sedangkan uretritis merupakan radang atau infeksi pada uretra. keduanya dapat menyebabkan radang ginjal (nefritis).
Sistem ekskresi pada pisces Osmoregulasi pada ikan air laut Ustad
Osmoregulasi pada ikan air tawar Ustad