SESI 5 SURGICAL TERMS ISTILAH PEMBEDAHAN 1 DESKRIPSI
SESI 5 SURGICAL TERMS (ISTILAH PEMBEDAHAN) 1
DESKRIPSI Pembahasan meliput istilah pembedahan (operasi) yang belum dibahas dalam sesi-sesi sebelum ini, di antaranya: istilah anesthesia, posisi pembedahan, instrument-instrument bedah, teknik menjahit berikut suffixes operasi 2
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Paham akan istilah-istilah pembedahan, anestesia, posisi pembedahan, instrument materi dan teknik menjahit berserta suffixes operasi. 3
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Menjelaskan: Suffixes operasi Istilah dan cara induksi anestesia Istilah dan posisi pasien saat pembedahan berikut jenis instrument pembedahan, materi dan teknik menjahit pada pembedahan. Latihan menjawab soal 4
POKOK & SUBPOKOK BAHASAN - - - Suffixes operasi Istilah Anestesi Tipe anestesi Modes of induction Istilah pembedahan Posisi pasien saat pembedahan Jenis instrument bedah Jenis materi Teknik menjahit 7 kelompok soal latihan 5
SUFFIXES OPERASI Suffix -desis -ectomy Arti Contoh ikat, fiksasi arthrodesis, spondylodesis operasi mengangkat, eksisi appendectomy, nephrectomy -pexy bedah fiksasi hyeteropexy, orchidopexy -plasty bedah koreksi, angioplasty, dermatoplasty perbaikan -(r)rhaphy suture (jahit) herniorrhaphy, hepatorrhaphy -(o)stomy membuat lobang baru colostomy, ileostomy -(o)tomy insisi ke dalam craniotomy, tympanotomy -tripsy menghancurkan lithotripsy 6
LATIHAN 1 • Uraikan istilah di bawah ini menjadi unsur-kata pembentuknya dan tulis artinya: 1. dermatoplasty dermat/o- plasty = operasi perbaikan kulit 2. angioplasty = 3. spondylodesis = 4. hysteropexy = 5. herniorrhaphy = 6. colostomy = 7. craniotomy = 8. gastrectomy = 9. orchidopexy = 10. lithotripsy = 7
LATIHAN 2 Gunakan unsur kata di bawah ini untuk menyusun suatu istilah medis dan tulis arti istilah yang terbentuk; Cpntoh: arthr/o- -desis Arthrodesis = perlengketan sendi Root Suffix Istilah Arti: card/i-ectomy crani/o-pexy cyst/o-plasty dermat/o- -(r)rhaphy gastr/o- -(o)stomy hepat/o- -(o)tomy lith/o-tripsy nephr/o- -optosis 8
ISTILAH ANESTESIA • Anesthesiology = studi pengobatan dan prosedur untuk menimbulkan pasien menjadi kurang rasa/perasaan atau sensasi. • Anesthesiologist = dokter ahli pemberian efek terkaik agen-agen anesetesi. • Anesthetist = tenaga keperawatan yang telah terlatih khusus di bidang pemberian agen anestetik • Ada 4 (empat kategori anestesia: (1) general (umum) (2) regional (3) local (4) topical 9
TIPE ANESTESIA Anestesia Deskripsi Contoh: a. umum kesadaran dan sensasi hilang komplit; perlu bantuan respirasi Inhalasi: agen gas i. v. : agen liquid bedah: mastectomy a. regional interrupts nerve conducion to a body area, pasien tetap dalam kesadaran injeksi: agen liquid bedah: seksio kaiser 10
TIPE ANESTESIA (Lanjutan) Anestesia a. lokal a. topical Deskripsi Terbatas pada satu bagian tubuh; bisa, juga bisa tidak melibatkan saraf satu tipe anestesia lokal yang diaplikasi langsung ke permukaan bagian tubuh terkait Contoh: subcutaneous: liquid atau gas operasi: angkat lesi kulit area permukaan: cream, gas, salep operasi: permukaan kulit, dan membrane mukosa. 11
MODES OF INDUCTION (MODEL INDUKSI) Modes of Induction adalah metode yang digunakan untuk memasukkan agen anestesia ke dalam tubuh, yang sangat bergantung pada tipe agen anestesinya. Mode of Induction endobronchial Deskripsi pemberian gas anestesia melalui tube yang diletakkan di dalam saluran bronchus; anestesi umum. endotracheal pemberian gas anestesia melalui tube di dalam trachea; anestesia umum. 12
LANJUTAN-1 Mode of Induction epidural block Deskripsi agen anestesia disuntikkan ke dalam spatium epidural columna spinalis; anestesia pelvic, abdomnial, area genital; regional anestesi infiltration injeksi agen anestesia ke dalam jaringan; anestesi lokal inhalation pasien menghirup atau inhale gas anestesia ke dalam paru; anestesia umum 13
LANJUTAN-2 Mode of Induction Deskripsi insufflation gas anestesia dimasukkan melalui tube yang diletakkan di dalam saluran respirasi; anestesia umum. intercostal agen anestesi disuntikkan ke dalam satu saraf intercostal: anestesia regional intravenous agen anestesia disuntikkan langsung i. v; anestesia umum 14
LATIHAN 3 Mode of Induction Deskripsi saddle block agen anestesia disuntikkan masuk ke area korda spinalis yang berafek pada bokong, perineum, dan aspek dalam paha; anestesia regional. spinal block agen anestesia disuntikkan sepanjang area spinal cord, dan struktur di bawah titik suntikkan akan terpengaruh; anestesia regional topical aplikasi agen anestesia langsung (direk) di atas permukaan area yang terlibat dalam pembedahan; integritas kulit atau membrane tidak compromise 15
ISTILAH BEDAH Istilah bedah meliput: sebutan prosedur telah dibicarakan pada masing bab sebelum bab sesi ini. Di sini akan dibahas tentang: posisi pasien instrument material benang jahit (suture) teknik menjahit Istilah sebutan posisi pembedahan menggambarkan kedudukan pasien saat di atas meja operasi. Bergantung kepada bagian tubuh yang terlibat, maka kedudukan pasien bisa dibaringkan terlentang, tengkurap atau miring (samping) atau posisi duduk. 16
POSISI PEMBEDAHAN Lihat gambar; Posisi dorsal, supine Deskripsi Tipe Operasi terlentang, pungoperasi pung lurus dan kaki abdominal ekstensi dorsal recumbent terlentang punggung lurus, kaki menekuk prosedur vaginal knee-chest muka tengkurap dengan prosedur bokong menungging, lulut rectal dan dada menempel di meja operasi 17
POSISI PEMBEDAHAN (Lanjutan-1) Posisi lateral prone Deskripsi Tipe Operasi miring, ke arah prosedur ginjal abdomen, badan ditinggikan, kepala dan kaki diturunkan lithotomy terlentang, kaki tertekuk seperti duduk di atas kuda bokong didekat batas pinggir meja. prosedur obstetrik & ginekologik prone tengkurap, kepala menoleh ke samping operasi punggung 18
POSISI PEMBEDAHAN (Lanjutan-2) Posisi Sims’ Deskripsi Tipe Operasi miring kiri, operasi rectal lengan kiri di punggung kaki kanan ditekuk ke atas Trendelenburg terlentang, meja dinaikkan ke atas 45 derajat dari tinggi kepala operasi pelvis 19
LATIHAN 5 Jenis Operasi/Pembedahan Operasi ginekologis Prosedur ginjal Operasi rectal Operasi pinggul Operasi punggung Operasi abdominal Prosedur rectal Prosedur vaginal Posisi 20
INSTRUMENT BEDAH Jenis instrument bedah : (1) disebut sesuai kegunaannya: - saw (gergaji) drill (bor) needles (jarum) clamps (klem) (2) disebut sesuai nama penemu atau penyempurnanya. 21
INSTRUMENT BEDAH (Lanjutan-1) Instrument aspirator catheter clamp curette, curet dilator Deskripsi instrument untuk menyedot cairan atau gas instrument berbentuk tuba yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah atau rongga tubuh. instrument untuk menjepit, menghubungkan, menopang atau menekan organ atau pembuluh. instrument berbentuk sendok untuk mengerok dan melepaskan jaringan. instrument untuk meningkatkan diameter bagian tubuh dengan merenggangkannya. 22
INSTRUMENT BEDAH (Lanjutan-2) Instrument forceps hemostat refractor scalpel tenaculum Deskripsi instrument dengan dua daun (blades) dan dua handle untuk menarik, mendorong, memegang dan menekan instrument untuk menghentikan perdarahan instrument untuk menarik kembali tepi luka, meng-insisi atau bagian tubuh. pisau operasi dengan mata pisau satu sisi tajam dan sisi lain tumpul instrument berbentuk lengkung pancing untuk mengukur, menahan, memegang dan menarik. 23
LATIHAN 6 1. 2, 3. 4. 5. Cocokkan istilah di lajur kiri dengan definisi di lajur kanan. curette (a) instrument untuk menyedot cairan atau (kuret) gas hemostat (b) instrument berbentuk tuba yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah atau rongga tubuh. catheter (c) pisau operasi dengan mata pisau satu sisi tajam & sisi lain tumpul aspirator (d) instrument berbentuk sendok untuk mengerok dan melepaskan jaringan scalpel (e) instrument untuk menghentikan perdarahan 24
MATERI SUTURA Substansi materi sutura (benang) diperlukan untuk mengikat dua bagian tubuh agar saling melekat. Sebagian sutura terdiri dari benang yang bisa diabsorbsi tubuh (absorbable suture) Sebagian terdiri dari benang yang tidak dapat diserap (unabsorbable suture) yang harus diangkat bila luka jahitan telah saling melekat erat. Ukuran dan komposisi: Ukuran benang berdasarkan ukuran diameter yang sudah terstandard sesuai aturan yang berwenang. Nomor 0, 1, 2, dan 3 digunakan untuk membedakan besar/panjang diameter benang jahit terkait. 3 adalah tertebal dan terkuat. 2 lebih tebal dari 1, dan 1 lebih tebal dari 0. 25
Materi Sutura (Lanjutan) Tambahan nomor kode 0’s menunjukkan peringkat ukuran sutura Ukuran dengan lebih banyak 0’s adalah sutura yang ukurannya lebih halus. Cara penulisan kode dengan jumlah 0 diwakili oleh angka dan diikuti tanda baca garis hyphen (-): Contoh: size suture 000000 ditulis 6 -0. dengan demikian size 12 -0 akan lebih halus dari pada 6 -0 Sutura ada yang alami dan ada yang sintetis. Yang alami: catgut, silk dan linen. Yang sintetis: nylon, polyester. Teflon, plastic & surgical steel Masing jenis jaringan akan menentukan sutura yang dibutuhkan. (Contoh: Tevdek, Vicryl, silk, cotton, Prolen, Dermalon) 26
TEKNIK MENJAHIT Teknik menjahit adalah metode yang digunakan untuk: menyatukan bagian tubuh memperbaiki bagian tubuh menutup suatu celah potong (incision) Ada 2 (dua) tipe dasar: (1) continuous (berkelanjutan) = tehnik menjahit dimulai pada satu titik jahitan berkelanjutan tanpa dipotong dan berakhir pada titik lain. (2) interrupted (terputus-putus) = pada teknik ini, setiap satu jahitan independent tidak berlanjut ke titik jahit yang berikutnya. Sebutan teknik umumnya sesuai tampak umum produk akhir atau dinamakan sesuai nama ahli yang menemukan atau yang menyempurnakannya. 27
Jenis Teknik Menjahit: - baseball blanket button chain circular crown fish-hook matress noose pursestring sliding zipper 28
LATIHAN 7 Tukiskan istilah medis keterangan di bawah ini: 1. Studi medikasi dan prosedur pembiusan adalah = 2. Dokter ahli pemberi agen anestesi = 3. Perawat terlatih khusus terkait cara memberi agen anestesi = 4. Kehilangan kesadaran total harus diberi bantuan respiratory = 5. Penghilangan rasa terkait satu bagian tubuh tanpa mengena saraf = 6. Diberikan langsung di permukaan bagian tubuh = 29
LATIHAN 7 (Lanjutan) 7. Metode jahit satu titik jahitan terpisah dari titik jahitan yang berikutnya = 8. Memblokir konduksi saraf ke bagian tubuh yang terkait = 9. Metode jahit dimulai pada satu titik terus berlanjut dan berhenti di titik yang lain = 10. Medote memasukkan agen anestesia ke dalam rongga tubuh = 11. Sustansi untuk jahit melekatkan dua bagian tubuh = 12. Ukuran benang yang lebih halus adalah 10 -0 atau 5 -0 = 30
LATIHAN 8 Baca dan ceriterakan kembali bacaan ilmiah di bawah ini: Procedure: Under (1) general anesthesia, the patient was placed on the (2) dorsal, supine position. A (3) Foley catheter, 30 cc, had been placed prior to prepping and draping. After the incision has been made and carried down to the fascia, (4) retractors were placed to expose the bladder and the paravaginal tissue. The area was copiously irrigated and hemostasis appeared adequate. A (5) suprapubic catheter was placed through a separate 0. 5 -centimeter stab incision directly into the dome of the bladder. 31
Latihan 8 (Lanjutan-1) After placement of the suprapubic catheter, the fascia was closed with (6) 0 Vicryl suture in a (7) continuous non-locking fashion. The patient was then placed in the dorsal (8) lithotomy position. The vagina was prepped in the usual sterile fashion. With the aids of Allis (9) clamps, the introital and perineal tissues were isolated. The rectocele was completely isolated. and repaired. The posterior vaginal fascial tissue and levator ani fascia were then re-approximated utilizing (10) interrupted suture of 0 Vicryl. The posterior vaginal mucosa was then closed using a (11) continuous locking suture of 0 Vicryl. The remainder of the closure was without complications. The patient tolerated the procedure well and arrived in the recovery room in good condition. 32
Latihan 8 (Lanjutan-2) Tuliskan maksud kata-kata di belakang nomor: (1). … (2). … (3). … (4) … (5). … (6). … (7). … (8). … (9) … (10) … (11). … 33
LATIHAN 9 Pilih jawaban yang benar: 1. 2. 3. Model induksi yang tidak berkaitan dengan anestesia umum? (a) endotracheal (b) endobronchial (c) infiltration (d) insufflation Model induksi yang terkait anestesia regional (a) endotracheal (b) inhalation (c) intravenous (d) intercostal Model induksi terkait anestesia lokal (a) infiltration (b) intravenous (c) insufflation (d) endotracheal 34
LATIHAN 9 (Lanjutan-1) (4) Model induksi yang berpengaruh pada bokong, perineum dan bagian dalam paha. (a) epidural block (b) saddle block (c) spinal block (d) topical (5) Posisi bedah dengan pasien tidak dibaringkan terlentang di atas punggung (a) supine (b) Sim’s (c) lithotomy (d) Trendelenburg (6) Posisi bedah terkait operasi atau prosedur rectal: (a) dorsal (b) dorsal recumbent (b) knee-chest (d) lateral prone 35
LATIHAN 9 (Lanjutan-2) 7. 8. 9. Posisi pasien untuk prosedur ginjal (a) dorsal (b) lateral prone (c) dorsal recumbent (d) Trendelenburg Instrument bedah terkait tindakan obstetrik dan ginekologik (a) forceps (b) retractor (c) scalpel (d) curette Instrument bedah bentuk mirip mata kail untuk mengambil, mengangkat. (a) forceps (b) tenaculum (c) curette (d) scalpel 36
- Slides: 36