SERVICE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS NABIELA NAILY
SERVICE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS NABIELA NAILY UIN SUNAN AMPEL SURABAYA (WEBINAR) PELATIHAN RPS DAN SERVICE LEARNING DI IAIN KENDARI
SERVICE LEARNING ‘REFRESH’ § SERVICE LEARNING: BELAJAR SAMBIL MENGABDI DAN ATAU MENGABDI SAMBIL BELAJAR *MINI CBR, *KONSULTAN-KLIEN, *PRAKTIKUM (PEMAGANGAN)
MODEL SL DARI SISI PELAKSANAAN § Ada beberapa strategi yang bisa digunakan § Melalui PPL atau PKL § Melalui Mata Kuliah di kelas (FOKUS PADA PELATIHAN INI)
§ Mengintegrasikan service learning ke dalam SERVICE LEARNING IN PRACTICE pembelajaran bukanlah sesuatu yang mudah (TERUTAMA PADA AWAL KETIKA KITA MASIH MERABA-RABA STRATEGI DAN PENGATURAN YANG PAS) § Akan tetapi, Jika kita meyakini berbagai manfaatnya dan komitmen maka SEMAKIN LAMA SEMAKIN MANAGEABLE (MESKI TETAP ADA EXTRA EFFORT DIPERLUKAN) § TAHAPAN: (REFRESH PAPARAN PADA PELATIHAN LALU)
§ Kita harus memastikan outcome yang kita harapkan terutama jika RPS kita adalah outcome-based RPS § Mempertimbangkan dan menghitung bobot materi yang harus terselesaikan berikut ketersediaan waktu Melalui mata kuliah di Kelas § Mempertimbangkan variasi strategi yang digunakan dalam mencapai outcome (kombinasi lecture, reading atau literature review, makalah dan presentasi serta diskusi juga, tentunya, service learning § Memperkirakan tingkat manageability dan ‘kemungkinan’ tantangan § Dan, terpenting kita harus memastikan komitmen dan ketertarikan mahasiswa-mahasiswi
§ Pada dasarnya kita menggunakan service learning sebagai strategi untuk memperkuat proses pembelajaran mahasiswa (DALAM RPS BIASANYA DIPAHAMI MASUK KE METODE PEMBELAJARAN ATAU PENUGASAN) § Jadi, kita sebenarnya tidak menambahkan materi baru; alih kita menambahkan cara belajar baru yang juga mengintegrasikan penelitian dan atau pengabdian Integrasi SL ke mata kuliah § Akan tetapi, integrase Service learning dalam kelas pada akhirnya harus melalui proses (trial and error is unavoidable) § Pembelajaran di saya pun masih dalam ongoing process dalam rangka mencari formulasi paling tepat § Kadangkala, kita juga harus menyesuaikan dengan SIKON (Situasi-Kondisi) (contoh: ada kelas yang cenderung cepat sementara ada kelas yang bisa jadi butuh waktu lebih baik itu dalam penyelesaian materi atau lainnya)
§ Mata Kuliah Hukum perkawinan Di Indonesia: Contoh penerapan Ada beberapa materi: Sejarah hukum keluarga, Perundangan dan peraturan terkait, Perkawinan dasar hukum serta rukun syarat, hak kewajiban dalam rumah tangga, pencegahan dan pembatalan perkawininan, larangan perkawinan, izin dan dispensasi, perceraian, akibat hukum perceraian, anak luar kawin
§ Mengkategorisasikan materi atau tema yang berbasis pengajaran dari dosen, dan tema lain yang berbasis makalah dan presentasi. § Jadi, misalkan ada 16 pertemuan termasuk UAS UTS § MAKA, BISA JADI pertemuan pertama ada perkenalan Strategi sekaligus kotrak belajar dan menjelaskan service learning (Penting untuk dikenalkan sejak awal) dan tema pengantar, pertemuan dua dan selanjutnya adalah penyelesaian materi (variasi strategi antara makalah dan lecture), setelah itu ‘bisa jadi ada refleksi dan Wrapping up dalam bentuk walking gallery atau lainnya, dan lalu Perencanaan Service learning, pelaksanaan, dan selalu disertai diskusi dan konsultasi baik di dalam maupun di luar kelas.
§ Mengelola waktu dan strategi komunikasi serta konsultasi adalah satu kunci § Tidak bisa dipungkiri, adopsi service learning kemungkinan besar menuntut waktu di luar kelas (komunitas kan di luar kelas? ) Strategi § Akan tetapi, sebenarnya masih bisa terakomodasi dalam durasi yang menjadi hak mata kuliah § Sekali lagi, masing-masing kita bisa jadi memilih cara berbeda § Pada akhirnya, Tujuannya sama: BELAJAR SAMBIL MENGABDI
§ Contoh penerapan dalam praksis pada dasarnya meliputi • Memastikan pengenalan service learning (pada perkenalan dan kontrak belajar) • Memastikan materi tersampaikan baik dalam variasi ceramah, presentasi makalah dan diskusi • Ada perimbangan bobot tugas misalkan dengan memperbanyak strategi lecture Telaah contoh praktik • Memastikan sebisa mungkin ada penguatan di ujung (sejenis membungkus semua materi/wrapping up) • Memastikan perencanaan service learning sedini mungkin (bisa disisipkan di tengah sebelum materi selesai atau menjelang akhir setelah materi selesai • Nanti bisa kita lihat di RPS § Tapi, disclaimer: Kadang ada variasi
§ Dalam perencanaan service learning, dipastikan strategi Telaah Praktik terbaik (dan terefektif terefisien) dalam mengajak mahasiswa-mahasiswi paham service learning dalam definisi, prinsip, Tujuan, dan “yang harus diakui paling penting” Cara § Kalau sudah ada praktik sebelumnya, maka sharing dari praktisi (kakak kelas) akan sangat membantu § Di sini anak-anak akan mudah memahami dan yang tak lebih penting lagi terinspirasi sehingga tidak merasakan berat dan enggan § Biasanya, akan muncul semangat mencoba
§ Perencanaan yang disiapkan mahasiswa melalui diskusi di kelas (yang nantinya diperkuat dalam penugasan di luar kelas) meliputi : *Pemetaan kemungkinan calon mitra komunitas, *Pembagian tim kerja (biasanya saya minta ada divisi Humas, divisi Litbang, Divisi dokumentasi, selain tentu ada ketua; kreatifitas dianjurkan misalkan ada juga divisi kreatif) Telaah praksis • Timeline • Setelah didiskusikan dalam kelompok maka disampaikan ke dosen untuk kemudian langsung diadakan konsultasi • Note: kadang ada kelompok yang sudah menentukan tema, di sini diperlukan ‘reminder’ bagi mereka dan seluruh kelas akan prinsip SL (kemitraan, relevan dengan aspirasi/kebutuhan komunitas, partisipatoris)
§ Ada banyak ragam cara dan warna warni pelaksanaan service learning selama ini § Kebanyakan memang adalah model mini CBR meski ada juga yang melakukan kodel konsultan-klien § Komunitas mitra biasanya (saya sarankan) adalah Telaah Praksis kelompok kecil dalam masyarakat seperti PKK, Majelis ta’lim, Pengajian ibu-ibu, RT, Karang taruna atau Remas DLL § Rata-rata memang berkisar di sana tapi ada juga yang unik misal komunitas tengger, komunitas tuna grahita, Desa, KUA, dll § Manageability merupakan salah satu pertimbangan utama dalam menentukan mitra komunitas: keyword adalah gatekeeper (juru kunci)
§ Dalam prakteknya, kebanyakan bisa dikatakan cukup lancar meski komunikasi aktif dosen-mahasiswa (dan tentu antar mahasiswa dalam kelompok) adalah keharusan Telaah praksis Service learning § Konsultasi di luar kelas diperkuat § Tidak bisa dipungkiri, ada juga sejumlah tantangan, diantara yang paling sering adalah keengganan komunitas dan teamwork § Konsultasi dan telaah praksis termasuk keterampilan komunikasi (Di sinilah kita memperkuat pembelajaran skill komunikasi, skill kerjasama, skill manajemen, skill problem solving, dll)
§ Setelah komunitas mitra dipastikan, maka berikutnya adalah memastikan tahapan selanjutnya sesuai model yang disepakati § Dalam mini-CBR, misalnya, Maka direncanakan tahapan Telaah praktik service learning penelitian, pertanyaan penelitian dan Teknik pengumpulan data § NOTE: memastikan sebisa mungkin prinsip seperti partisiparis diusahakan selalu sebagai check-list § Menyepakati indikator sederhana bisa membantu: contoh: testimoni local leader akan upaya pelibatan atau mendorong peran aktif komunitas
§ Dalam model mini CBR, Hasil temuan kemudian ditelaah untuk kemudian dipetakan dan ‘biasanya’ adalah meliputi dari what, why, who, how § Setelah itu, sekali lagi, mengajak komunitas mitra Telaah praksis menelaah hasil temuan dan lalu mengajak merumuskan ‘what’s next’ atau’lalu apa’ Bersama KARENANYA, PENTING SEJAK AWAL DIPASTIKAN ADANYA KESAMAAN PEMAHAMAN AKAN CARA KERJA SERVICE LEARNING DALAM HAL INI ADALAH ADANYA AKSI (ADA LEARNING DAN SERVICE)
NOTE: DALAM PENYIAPAN AKSI ADA PROSES LEARNING, memang semua tema telah dipelajari Bersama tapi pengalaman menunjukkan mereka tampak lebih ’barhati -hati’ ketika sadar konsekwensi ‘setengah-setengah’ Hal ini karena mereka akan berhadapan dengan masyarakat langsung Telaah praksis Gurauan saya jangan sampai kemudian kita termasuk“DHOLLU WA ADHALLU” Penting juga untuk menekankan bahwa penekanan bahwa mereka juga sedang belajar menjadi krusial Konsultasi harus terus karena aksi, termasuk materi, harus disetujui dosen terlebih dahulu dan local leader sebelum realisasi
§ Tahapan selanjutnya adalah aksi: di sini aksi bisa bervariasi Telaah praksis Service Learning § Keterlibatan dosen pada semua tahapan adalah keharusan dan krusial § Tentu, peran aktif atau dilibatkannya komunitas juga tidak bisa ditawar § Tim litbang dan tim kreatif merupakan motor meski semua tentunya harus berperan aktif
§ DISCLAIMER: Saya bukan ahli RPS § Tapi intinya, service learning bisa dimasukkan sebagai penugasan terstruktur (perhatikan bobot) dan atau sebagai bagian dari ujian akhir Bagaimana Integrase dalam RPS § Selama ini, saya lebih sering menggunakan Service learning sebagai ujian akhir (Bisa UTS atau UAS)daripada penugasan terstruktur § Bagaimana dengan UJIAN pemahaman materi? Ujian komprehensif (sudah beberapa lama ini saya menggunakan strategi ujian lisan § Ada banyak manfaat yang saya rasa diantaranya feedback dan learning process terdorong
§ KOMITMEN ADALAH KUNCI PEMBUKA § PERENCANAAN ADALAH LANGKAH AWAL (DI SINI PENTINGNYA RPS) § TRIAL AND ERRORS SERINGKALI TIDAK BISA DIHINDARI § KONSULTASI DAN DISKUSI Lessons learned § MANAJEMEN WAKTU § MANAJEMEN BOBOT PENUGASAN § PERAN AKTIF DOSEN DALAM TIAP TAHAPAN TERMASUK AKSI (Sebisa mungkin) § DUKUNGAN STAKEHOLDERS ADALAH KRUSIAL SELAMAT IAIN KENDARI
§ “Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts. ” SELAMAT IAIN KENDARI § “A ship is safe in harbor, but that's not what ships are for. ”
- Slides: 21