Semiotik Struktural Materi 5 Barthes Roland Terj Nazarudin
Semiotik Struktural Materi 5 Barthes, Roland, Terj. Nazarudin Kahfie, 2012, “Elemen-elemen Semiologi”, Yogyakarta, Jalasutra.
Sintagmatik dan Asosiatif di dalam linguistik Menurut Saussure pertautan di antara satuan linguistik dapat dibangun di atas dua ranah: 1. Sintagma; adalah kombinasi tanda-tanda yg didukung oleh aspek ruang. Pada bahasa yg diucapkan, ruang itu bersifat linear dan tidak dapat diputar-balik (ia merupakan mata rantai ucapan): dua elemen tidak dapat diucapkan pada saat yg sama (misalnya, masuk kembali, melawan semua hal, kehiduapan manusia): masing-masing contoh mendapatkan nilai dari oposisi yang mendahului dan mengikutinya; pada mata rantai tuturan, istilah-istilah tersebut benar-benar dipersatukan in prasentia; aktivitass analitik yang berlaku bagi
Sintagmatik dan Asosiatif di dalam linguistik 2. Asosiasi: “selain wacana (ranah sintagmantik), satuan-satuan yg memiliki kesamaan berasosiasi di dalam memori sehingga membentuk kelompok-kelompok yg mengandung ragam relasi atau pertautan”: berdasarkan maknanya, pendidikan dapat diasosiasikan dengan penataran atau pelatihan dan berdasarkan bunyinya, diasosiasikan dengan mendidik, pendidik, atau aplikasi. Setiap kelompok membentuk rangkaian/jejak mnmonic dalam setiap rangkaian, tidak seperti tataran sintagmatik, istilah-istilahnya dipersatukan in absentia;
Metafor dan metonimi menurut Jakobson �Saussure berkeyakinan bahwa hubungan sintagmantik dan asosiatif (sistemik) berkaitan dengan dua bentuk aktivitas mental, dan ini berarti meluas ke luar lingusitik. �Perluasan ke luar linguistik ini menerapkan oposisi antara metafor dan metonimi pada bahasa linguistik dan non linguistik. Dengan demikian, ada ‘wacana’ berjenis metaforis (ranah sistemik) dan metonimik (ranah sintagmatik).
Contoh sintagma dan sistem Sintagma Sistem garmen Sekumpuplan benang, bagian, atau detail yg tdk dpt dikenakan pada saat dan pada bagian tubuh yg sama, dan yg variasinya mengubah makna pakaian: misal; peci, blangkon, kerudung, dst. Penyandingan elemen pakaian yang berlainan menjadi busana lengkap, misal; rok-blus -jaket Sistem makanan Daftar hidangan yg dipilih selama satu kali perjamuan: inilah yang disebut dengan menu. Sekumpulan makanan yg memiliki kesamaan dan perbedaan; dari sekumpulan hidangan itu orang memilih makanan tertentu dengan mempertimbangkan makna nya: jenis-jenis hidangan utama yang dipanggang atau yg manis -manis. ‘menu’ restoran mengaktualisasikan dua ranah: pembacaaan horizontal atas hidangan pembuka, sebagai
Contoh sintagma dan sistem Sintagma Sistem perabot rumah Bermacam ‘gaya’ daro sebuah perabot (misalnya, sebuah ranjang) Penyandingan pelbagai jenis perabot di satu ruangan yang sama, misal; ranjang-lemari pakaian-meja, dst Sistem arsitektur Ragam gaya dari satu Rangkaian detail-detail elemen tunggal dalam bangunan dilihat sebuah bangunan, seperti secara keseluruhan ragam gaya atap, balkon, aula, dst
Uji komutasi � Dalam linguistik, proses membagi atau mengurai ‘teks tanpa ujung’ itu dilakukan uji komutasi. � Uji komutasi berfungsi untuk menjelaskan secara artifisial perubahan yang terjadi di ranah ekspresi (penanda) serta memeriksa apakah itu mengakibatkan modifikasi yang sepadan atau korelatif di ranah isi (petanda). Intinya ialah menciptakan homologi (kesetaraan) yang artifisial, atau paradigma ganda, pada salah satu titik dari ‘teks tanpa ujung’ tersebut, untuk mengecek apakah substansi resiprokal terhadap dua penandanya mengakibatkan subsitusi reprosikal juga pada dua petandanya; jika komutasi terhadap dua penanda menyebabkan komutasi terhadap dua petandanya, maka bisa dipastikan bahwa terdapat satuan-satuan sintagmatik di dalam potongan atau fragmen sintagma yang telah dipotong keluar teks tersebut; tanda, yang semula ada
Uji komutasi �Komutasi diterapkan terutama pada penanda karena sintagma-lah yang harus diurai; komutasi boleh saja dimulai dari petanda tetapi hal ini hanya prosedur formal: petanda didahulukan bukan demi kepentingan petanda itu sendiri, terutama ‘substansinya’, melainkan semata-mata sebagai indeks untuk penandanya: demikianlah, petanda menempati penanda. �Uji komutasi umum, orang menggunakan bentuk dari petanda (nilai oposisionalnya sehubungan dengan petanda-petanda lain), bukan substansinya: ’perbedaan antara satu penandaan dengan penandaan lainnya terletak pada segi penggunaan sementara penandaanya sendiri tidak penting’.
- Slides: 8