Semester 2 Penggunaan Referensi ACUAN Referensi atau acuan




































- Slides: 36
Semester 2
Penggunaan Referensi (ACUAN)
Referensi atau acuan � Referensi atau acuan merupakan identifikasi sebuah sel atau kumpulan sel. � dengan referensi, kita dapat memanfaatkannya dalam melakukan perhitungan pada rumus atau formula.
Contoh Penggunaan Sel Referensi : Sel Referensi Contoh Penggunaan Sel di kolom A baris 3 =A 3 Sel di kolom A baris 3 s/d 15 =SUM(A 3: A 15) Sel di baris 5, kolom A s/d D =SUM(A 5: D 5) Semua sel di baris 2 =SUM(2: 2) Semua sel di baris 2 s/d 10 =SUM(2: 10) Semua sel di kolom B =SUM(B: B) Semua sel di kolom B s/d E =SUM(B: E) Sel di kolom A s/d D dan Baris 2 s/d 10 =SUM(A 2: D 10)
Referensi dalam Excel dapat di bagi menjadi 3, yaitu : � Referensi Relatif � Referensi Absolute � Referensi Campuran
Referensi Relatif : � Merupakan alamat atau referensi sel secara umum, contohnya A 5 � Apabila ke sel berikutnya akan berubah menjadi A 6, A 7, A 8 dst. � Bila lanjut ke sel di samping kanannya maka referensi berikutnya menjadi B 5, C 5, D 5, E 5 dst.
Sebagai Contoh :
Penjelasan : Pada Sel F 5 Kemudian berubah pada selanjutnya
Referensi Absolute : � Merupakan alamat atau referensi yang mempunyai nilai tetap (Absolute), contohnya $A$5. � Untuk memunculkan tanda $ sebagai referensi absolute dengan menekan keyboard tombol F 4. � Apabila referensi ini dikopi, baik kekanan maupun kebawah, akan mempunyai alamat atau referensi tetap, yaitu $A$5.
Referensi Absolute : � Nilai pada F 5 jika di kopi ke sel berikutnya maka tidak akan berubah.
Referensi Campuran : � Merupakan alamat atau referensi yang mempunyai nilai semiabsolut atau nilai campuran, misalnya $A 5, artinya kolom A adalah referensi absolute dan baris 5 sebagai referensi relatif. � Apabila di kopi ke kanan, sel akan tetap $A 5. � Apabila ke bawah sel akan berubah menjadi $A 6
� Sel A$5, artinya : Kolom A adalah referensi relatif dan baris 5 sebagai referensi Absolut. � Apabila dikopi ke kanan mempunyai nilai referensi B$5. � Apabila dikopi ke bawah mempunyai sel referensi tetap yaitu, A$5.
Langkah-langkah menggunakan sel campuran : � Ketik = � Klik sel yang diinginkan misalnya B 5 � Tekan F 4 : ◦ Satu kali menjadi =$B$5. ◦ Dua kali menjadi =B$5. ◦ Tiga Kali menjadi =$B 5.
FUNGSI LOGIKA
Fungsi Logika ada : � Ekspresi Logika � Operator Logika � Fungsi IF � Fungsi Left, Right dan MID
Ekspresi Logika � Ekspresi Logika (Pernyataan Logika) sangat diperlukan dalam penggunaan fungsi logika.
� Bila operasi ini diterapkan dalam ekspresi logika, pernyataan yang memenuhi syarat akan bernilai TRUE, dan � Pernyataan yang tidak memenuhi syarat akan bernilai FALSE
Fungsi IF � Fungsi ini mencari nilai benar dari suatu kondisi yang di isyaratkan, penulisannya adalah sebagai berikut : ◦ =IF(logical_test, value_if_true, value_if_false) Terdiri atas sel yang di uji berikut ekspresi logikanya Nilai Benar Nilai Salah
Contoh :
Latihan :
Latihan 4:
FORMAT KARAKTER LEFT, RIGHT, MID
1. LEFT (Mengambil Karakter Kiri) � Left ini digunakan untuk mengambil karakter pada bagian sebelah kiri dari suatu � teks. Bentuk umum penulisannya adalah =LEFT(text, num_chars). � Contoh : LEMBAGA =LEFT (E 20, 3) Hasilnya : LEM
2. MID (Mengambil Karakter � Mid Tengah) ini digunakan untuk mengambil karakter pada bagian tengah dari suatu teks. � Bentuk penulisannya adalah : =MID(text, start_num, num_chars) � Contoh : LEMBAGA =MID(E 20, 2, 3) Hasilnya : EMB
3. RIGHT (Mengambil Karakter Kanan) � Right ini digunakan untuk mengambil karakter pada bagian sebelah kanan dari � suatu teks. Bentuk penulisannya adalah : =RIGHT(text, num_chars) � Contoh : LEMBAGA =RIGHT(E 20, 4) Hasilnya : BAGA Karakter yang diambil
Cobalah di komputer mu : � Lakukan Fungsi Left, Right, dan MID � Kerjakan dalam waktu 5 menit � Jika sudah simpan di data D : dengan format : ◦ Fungsi LRM_Nama_kelas ◦ Contoh : Fungsi LRM_Firqih, Rina_XI IPA 3
FUNGSI IF LOGIKA MAJEMUK
� Fungsi logika IF digunakan untuk menyeleksi beberapa kondisi yang menghasilkan nilai True/False. � IF ganda dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan yang menawarkan lebih dari dua alternatif. � Bentuk Umum : ◦ = IF (Kondisi 1; “Pernyataan 1”; IF(Kondisi 2; “Pernyataan 2”; “Pernyataan 3”) ◦ = IF (Kondisi 1; “Pernyataan 1”; IF(Kondisi 2; “Pernyataan 2”; IF(Kondisi 3 ; “Pernyataan 3”)
Contoh 1 :
Contoh pada tabel kita tetapkan ada tiga kriteria : � 1. Nilai 7. 00 keatas predikat “ Baik sekali” � 2. Nilai 6. 50 -- 6. 99 predikat “ Baik” � 3. Nilai kurang dari 6. 50 Cukup” Ketik pada ◦ =IF(H 2>=7. 00, "Baik Sekali", IF(H 2>=6. 50, "Baik", "Cukup")) Jumlah kurung tutup sama dengan kurung buka , Tekan enter
Contoh 2 :
Penjelasan Contoh 2 : � =IF(C 4=”A”, ”ISTIMEWA”, IF(C 4=”B”, ”BAIK”, IF(C 4 =”C”, ”CUKUP”, ”KURANG”))) � Artinya ◦ jika pada sel C 4 nilainya A maka hasilnya “ISTIMEWA”, ◦ jika pada sel C 4 nilainya B maka hasilnya “BAIK”, ◦ jika pada sel C 4 nilainya C maka hasilnya “CUKUP”, atau selain kondisi diatas maka akan menghasilkan nilai “KURANG”.
Latihan : 1. Jenis Kelamin : Jika P maka Pria, Jika W maka Wanita 2. Pekerjaan Ortu : 1. Jika kodenya PN, maka Pegawai Negeri 2. Jika kodenya WR, maka Wiraswasta 3. Jika PS maka Pegawai Swasta 4. Jika BR, maka Buruh 3. Keterangan : Jika nilainya > 50 maka Lulus, Jika nilainya <50 maka Gagal
FUNGSI LOOKUP
Vlookup ini digunakan untuk membaca tabel secara vertical (tegak). Bentuk � Fungsi � penulisannya adalah : ◦ =VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, [range_lookup])
Hlookup ini digunakan untuk membaca tabel secara horizontal (mendatar). � Fungsi � Bentuk penulisannya adalah : ◦ =HLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_nu m, [range_lookup])