SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT sakramen penyembuha n ke2
SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT sakramen penyembuha n ke-2 dari 7 sakramen Sakit merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam hidup manusia, entah sakit ringan maupun sakit berat/parah.
Tata Cara Pengurapan Orang sakit MAKNA Forma BUAH-BUAH RAHMAT Materia SAKRAMEN INI DIRAYAKAN SUMBER DARI KITAB SUCI REVIEW
TATA CARA terdiri atas dua bagian, yaitu: . Liturgi Sabda ü perayaan Sakramen Pengurapan yang sebenarnya.
FORMA Semoga dengan pengurapan suci ini, Allah yang maharahim telah menolong saudara dengan rahmat Roh Kudus. Amin. Semoga Ia membebaskan saudara dari dosa, menganugrahkan keselamatan, dan berkenan menabahkan hati saudara. amin”
MATERIA Materia sakramen pengurapan adalah minyak zaitun Minyak zaitun tersebut akan diurapi pada dahi dan kedua telapak tangan
MAKNA
Makna dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini antara lain: a. si sakit untuk mempersatukan penderitaan yang dialaminya dengan penderitaan Yesus Kristus. b. si penderita memperoleh kekuatan, ketenangan, dan kebesaran hati untuk mengatasi kesulitan akibat sakitnya. c. Sakramen ini menyiapkan bila akhirnya meninggal, ia layak menghadap Bapa.
BUAH-BUAH RAHMAT § § § Persatuan org sakit dengan sengsara Kristus Penghiburan Pengampunan dosa Penyembuhan Persiapan untuk peralihan ke hidup abadi
GIMANA DIRAYAKAN? Sakramen pengurapan bisa dilakukan di gereja, rumah ataupun rumah sakit. Simbol pokoknya adalah Imam meletakkan tangan ke atas orang sakit sambil berdoa bagi si sakit dilanjutkan pengurapan dengan minyak.
REVIEW… Pengurapan Orang Sakit adalah sakramen penyembuhan yang kedua setelah sakramen Tobat. Yang berhak menerimanya adalah orang beriman yang merasa mulai menghadapi bahaya maut (sakit keras), lanjut usia, maupun orang yang menghadapi operasi besar. Jika orang yang sudah menerima SPOS itu sembuh, jika kemudian sakit lagi maka dapat menerimanya kembali.
DASAR KITAB SUCINYA Bdk. Mrk 6: 12 -13 bagaimana Yesus mengutus Para murid untuk menolong orang sakit? Bdk. Mrk 16: 18 bagaimanakah murid Yesus melaksanakan tugas perutusan. Bdk. Kis, 9: 34; 14: 3 bagaimana Petrus melaksanakan tugas perutusan. Bdk. Yakobus 5: 13 -16 bagaimanakah cara mendampingi orang yang menderita sakit. DLL
- Slides: 12