Riwayadi BAB 06 PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS
Riwayadi BAB 06 PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS AKTIVITAS
TUJUAN PEMBELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Menjelaskan proses pembebanan biaya produksi ke produk Menjelaskan tiga metode pembebanan biaya produksi ke produk Menjelaskan perbedaan antara perhitungan harga pokok produk berbasis volume (volume-based costing—VBC) dan perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas (activitybased costing—ABC) Menjelaskan kelemahan perhitungan harga pokok produk berbasis volume Menjelaskan keunggulan perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas Menjelaskan langkah-langkah pembebanan biaya overhead pabrik ke produk dalam penghitungan harga pokok produk berbasis aktivitas Menjelaskan sistem perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas yang di-drive waktu dan menjelaskan kelemahan sistem perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas tradisional Menyusun laporan laba rugi dengan pendekatan perhitungan
PEMBEBANAN BIAYA PRODUKSI KE PRODUK 3
Tujuan 1 Proses pembebana n biaya produksi ke produk. • Perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas disebut juga dengan perhitungan harga pokok produk tersaring (refined costing)
GAMBAR 6. 1 Cakupan Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Volume (VBC) dan Berbasis Aktivitas (ABC) VB C AB C Tarif Pabrik Tarif Departeme n Tarif Aktivitas Departemen Pemotongan Aktivitas menguk ur bahan Aktivitas memoton g bahan Aktivitas mengece k kualitas kompone n Aktivitas memindahka n komponen ke departemen berikutnya Departemen Perakitan Aktivitas merakit kompone n Aktivitas mengece k kualitas rakitan Departemen Penyelesaian Aktivitas mengampla s produk Aktivitas mengeca t produk
BO P GAMBAR 6. 2 Proses Penyaringan Biaya untuk Perhitungan Tarif BOP Berbasis Aktivitas Saringan I: Pool Biaya— Pabrik Saringan II: Pool Biaya— Departemen Produksi Saringan III: Pool Biaya— Aktivitas Tarif BOP
• Pool biaya overhead pabrik dalam perhitungan harga pokok produk berbasis volume adalah pabrik atau departemen produksi. • Pool biaya overhead pabrik dalam perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas adalah aktivitas.
• Suatu proses meliputi beberapa aktivitas. • Seberapa terperinci aktivitas yang akan dibuat tergantung tujuan yang ditetapkan manajemen.
GAMBAR 6. 3 Ide Dasar Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Aktivitas Pelanggan Produk Sumber Daya Aktivitas Biaya Sumber Daya
GAMBAR 6. 4 Proses Pembebanan Biaya Produksi dalam Perhitungan Harga Pokok Berbasis Aktivitas Biaya Bahan Baku Langsung Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Pool Biaya: Aktivitas Produk
METODE PEMBEBANAN BIAYA 11
Tujuan 2 Tiga metode pembebana n biaya produksi ke produk. Tiga metode pembebanan biaya produksi • Metode penelusuran langsung (direct tracing method) • Metode penelusuran driver (driver tracing method) • Metode alokasi (allocation method)
Metode • Metode penelusuran langsung Penelusuran digunakan untuk membebankan biaya Langsung langsung. Contohnya gaji supervisor pada Pembangkit Tenaga Listrik (PTL) • Idealnya, semua biaya dibebankan ke objek biaya dengan menggunakan metode penulusuran langsung karena pembebanannya paling akurat. Namun, seringkali terlalu mahal untuk menjadikan semua biaya menjadi biaya langsung.
Metode Penelusura n Driver Metode penelusuran driver digunakan untuk membebankan biaya sumber daya yang dikonsumsi secara bersama oleh beberapa objek biaya, dan memiliki hubungan sebab akibat (causal relationship). Pembebanan biayanya menggunakan cost driver.
• Driver sumber daya digunakan untuk membebankan biaya sumber daya ke aktivitas. • Driver aktivitas digunakan untuk membebankan biaya aktivitas ke produk. • Driver lama digunakan apabila setiap aktivitas yang dilakukan memerlukan waktu yang berbeda. • Driver transaksi digunakan apabila setiap aktivitas yang dilakukan waktunya sama.
GAMBAR 6. 5 Pembebanan Biaya dengan Menggunakan Metode Penelusuran Driver Aktivitas Pemrosesan Transaksi Kartu Kredit Driver Aktivitas: Jumlah transaksi Kartu Kredit Driver Sumber Daya: Lama pemakaian komputer Beban Listrik
Aktivitas Memindahkan bahan Mengecek bahan Driver Aktivitas Jumlah perpindahan Lama pengecekan; Jumlah pengecekan Mengeset mesin Lama pengesetan; Jumlah pengesetan Jam mesin Memotong (dengan mesin) Membeli bahan Jumlah pesanan pembelian
Metode • Metode ini digunakan untuk membebankan biaya sumber daya yang dikonsumsi Alokasi secara bersama oleh beberapa objek biaya, namun tidak ada hubungan sebab akibat. Biaya yang terkait dengan aktivitas tingkat fasilitas (facility-level activity) dibebankan ke produk dengan metode ini, Misalnya, beban penyusutan gedung pabrik dengan metode garis lurus, beban pemeliharaan taman pabrik, gaji manajer pabrik, gaji satpam pabrik, dll.
• Pemilihan driver biayanya hanya didasarkan pada kemudahannya saja (convenience) atau arbitrer atau hubungan yang diasumsikan (assumed linkage).
• Kebijakan terbaik dalam penentuan harga pokok produk adalah dengan membebankan biaya yang dapat ditelusuri ke produk, yaitu biaya yang pembebanannya menggunakan metode penelusuran langsung dan penelusuran driver. • Biaya yang pembebanannya menggunakan metode alokasi tidak dibebankan ke produk, tetapi dibebankan langsung sebagai biaya periode berjalan (period cost) dalam laporan laba rugi.
PERBEDAAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS VOLUME DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK 21 BERBASIS AKTIVITAS
Tujuan 3 Perbedaan antara perhitungan harga pokok produk berbasis volume dan berbasis aktivitas Perbedaan utamanya pada pembebanan BOP ke produk karena BOP merupakan biaya tidak langsung produk, yang tidak dapat secara mudah dan akurat ditelusuri ke masing produk yang dihasilkan.
GAMBAR 6. 6 Pembebanan Biaya Overhead ke Pabrik (sebagai Pool Biaya) Beban Gaji Beban Listrik Beban Perlengkapan Beban Penyusutan Beban Asuransi Beban Bahan Bakar dan lain sebagainya Pabrik Pool Biaya
GAMBAR 6. 7 Proses pembebanan Biaya Overhead dengan Menggunakan Tarif Pabrik (Plant -Wide Rate) Biaya Overhead Pabrik Dibebankan dengan Metode Penelusuran Langsung Pool Biaya— Pabrik Dibebankan dengan menggunakan Driver Berbasis Unit Produk
Tabel 6. 1 Perhitungan Harga Pokok Produk Dengan Menggunakan Tarif Pabrik Produk A Produk B BBBL BTKL BOP Dibebankan: (Kap. Ssg. X Tarif BOP) Rp xx xx Total Biaya Produksi Rp xx
Beban Gaji, Beban Listrik, Beban Perlengkapan, Beban Penyusutan, Beban Asuransi, Beban Bahan Bakar, dan lain sebagainya. GAMBAR 6. 8 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik ke Departemen Produksi (sebagai pool biaya) Pabrik Departemen Produksi III
GAMBAR 6. 9 Proses pembebanan Biaya Overhead dengan Menggunakan Tarif Departemen Biaya Overhead Metode Penelusuran Langsung Metode Penelusuran Driver Metode Alokasi Pool Biaya: Departemen II Driver Berbasis Unit Produk
Tabel 6. 2 Perhitungan Harga Pokok Produk Dengan Menggunakan Tarif Departemen Produk A Produk B BBBL BTKL BOP Dibebankan: Dept. Produksi I: (Kap. Ssg. X Tarif BOP Dept. I) Dept. Produksi II: (Kap. Ssg. X Tarif BOP Dept. II) Dept. Produksi III: (Kap. Ssg. X Tarif BOP Dept. III) Rp xx xx xx Total Biaya Produksi Rp xx
GAMBAR 6. 10 Proses Pembebanan Biaya Overhead Pabrik pada Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Aktivitas Biaya Overhead Pabrik Metode Penelusuran Langsung Metode Penelusuran Driver Sumber Daya Aktivitas Metode Penelusuran Driver Aktivitas Berbasis Unit dan Nonunit Produk
Tabel 6. 3 Perhitungan Harga Pokok Produk Dengan Menggunakan Tarif Aktivitas Produk A Biaya bahan baku langsung Biaya tenaga kerja langsung BOP Dibebankan: Pool Biaya I: (Tarif Pool Biaya I x Kap. Ssg Driver Biaya Pool I) Pool Biaya II: (Tarif Pool Biaya II x Kap. Ssg Driver Biaya Pool II) Pool Biaya III: (Tarif Pool Biaya III x Kap. Ssg Driver Biaya Pool III) Pool Biaya IV: (Tarif Pool Biaya IV x Kap. Ssg Driver Biaya Pool Produk B Rp xx xx xx xx
TABEL 6. 4 Perbedaan antara Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Volume dan Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Aktivitas Perhitungan HP Produk Berbasis Aktivitas Fokus Proses Perhitungan HP Produk Berbasis Volume Unit-unit dalam organisasi Pool biaya overhead Aktivitas Departemen produksi Metode pembebanan biaya Menekankan pada penelusuran driver (Driver Tracing) Menekankan pada alokasi Driver biaya yang digunakan untuk pembebanan biaya ke masing-masing produk Driver berbasis unit dan nonunit Driver berbasis unit Informasi biaya Biaya aktivitas, seperti biaya pengecekan, pengesetan, pemindahan, pembelian, dsb. Biaya sumber daya, seperti beban gaji, listrik, penyusutan, bahan bakar, dsb. Manajemen biaya Efisiensi biaya dilakukan dengan mengelola aktivitas dengan cara mengeliminasi Efisiensi biaya dilakukan dengan mengelola biaya sumber daya, seperti
KELEMAHAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS VOLUME 32
• Pembebanan biaya overhead pabrik dengan hanya menggunakan driver unit Kelemahan dapat mengakibatkan perhitungan harga perhitungan pokok produk terlalu tinggi (overcosting) harga atau terlalu rendah (under costing). pokok Tujuan 4 produk berbasis volume.
Contoh 3 – PT Keripik Buah Malang a. Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Aktivitas Keripik Apel Keripik Nanas B. bahan baku langsung Rp 100. 00 0 B. tenaga kerja Rp 60. 000 langsung Biaya Overhead Pabrik*) Biaya penyusutan dan pemeliharaan mesin Rp 60. 000 = 50. 000 × 1, 2 x Rp 1. 000 = 30. 000 × 1 x Rp 1. 000 = 20. 000 × 0, 5 x Rp 1. 000 Nangka Rp 36. 000 Rp 42. 000 Rp 8. 000 Rp 30. 000 Rp 10. 000
Keripik Apel Keripik Nangka Keripik Nanas Biaya Rekayasa Teknis = 20 × Rp 500. 000 Rp 10. 000 Rp 2. 500. 000 Rp 12. 500. 000 = 5 × Rp 500. 000 = 25 × Rp 500. 000 Biaya pengesetan mesin Rp 625. 000 Rp 1. 250. 000 Rp 3. 125. 000 = 5 × Rp 125. 000 = 10 × Rp 125. 000 = 25 × Rp 125. 000 Biaya pengecekan = 4 × Rp 1. 000 Rp 4. 000 Rp 2. 000 Rp 14. 000 = 2 × Rp 1. 000 = 14 × Rp 1. 000 Total biaya produksi Rp 242. 625. 00 Rp 125. 750. 000 Rp 113. 625. 00 0 0
b. Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Volume Keripik Apel Keripik Nangka Keripik. Nanas B. bahan baku langsung Rp 100. 000 Rp 36. 000 B. tenaga kerja langsung Rp 60. 000 Rp 42. 000 Rp 8. 000 Rp 120. 000 Rp 60. 000 Rp 20. 000 Total biaya produksi Rp 280. 000 Rp 138. 000 Rp 64. 000 Jumlah produksi 50. 000 bungkus 30. 000 bungkus 20. 000 bungkus Rp 5. 600 Rp 4. 600 Rp 3. 200 Biaya Overhead Pabrik*) 50. 000 × 1, 2 × Rp 2. 000 30. 000 × 1 × Rp 2. 000 20. 000 × 0, 5 × Rp 2. 000 Harga pokok per bungkus
c. Harga pokok Keripik Apel dan Keripik Nangka terlalu tinggi (overcosting) sedangkan harga pokok Keripik Nanas terlalu rendah (undercosting)
KEUNGGULAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS AKTIVITAS 38
Tujuan 5 Keunggula n perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas. 1. Perhitungan harga pokok produk menjadi cukup akurat. Hal ini akan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan daya saing suatu produk. 2. Memudahkan dalam melakukan efisiensi biaya dengan cara mengidentifikasi dan mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Ini juga akan meningkatkan daya saing suatu produk.
LANGKAH-LANGKAH PEMBEBANAN BOP KE PRODUK DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS 40 AKTIVITAS
Tujuan 6 Langkahlangkah pembebanan biaya overhead pabrik ke produk dalam perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas. 1. Mengidentifikasi aktivitas dan driver aktivitas. 2. Mengidentifikasi sumber daya yang digunakan oleh setiap aktivitas, biaya sumber daya, dan driver sumber daya untuk biaya tidak langsung dari suatu aktivitas. 3. Mengumpulkan data kapasitas driver aktivitas dan driver sumber daya. 4. Membebankan biaya sumber daya ke aktivitas. 5. Membebankan biaya aktivitas pendukung (secondary activities) ke aktivitas utama (primary activities). 6. Mengklasifikasikan aktivitas yang ada. 7. Menghitung tarif aktivitas. 8. Membebankan biaya aktivitas ke produk.
TABEL 6. 5 Perbedaan Langkah-Langkah Pembebanan BOP dalam Perhitungan HP Produk Berbasis Aktivitas dengan Perhitungan HP Produk Berbasis Volume Perhitungan HP Produk Berbasis Aktivitas Perhitungan HP Produk Berbasis Volume 1. Mengidentifikasi aktivitas dan driver aktivitas. 1. Mengidentifikasi departemen produksi dan departemen jasa, serta driver biaya untuk setiap departemen . 2. Mengidentifikasi sumber daya yang digunakan oleh setiap aktivitas, biaya sumber daya, dan driver sumber daya untuk biaya tidak langsung aktivitas. 2. Mengidentifikasi sumber daya yang digunakan oleh setiap departemen, biaya sumber daya, dan driver biaya untuk biaya tidak langsung departemen. 3. Mengumpulkan data kapasitas driver aktivitas dan driver sumber daya. biaya untuk setiap departemen dan biaya tidak langsung. 4. Membebankan biaya sumber daya ke aktivitas. 4. Membebankan biaya sumber daya ke departemen produksi dan departemen jasa.
Perhitungan HP Produk Berbasis Aktivitas Perhitungan HP Produk Berbasis Volume 5. Membebankan biaya aktivitas pendukung (secondary activities) ke aktivitas utama (primary activities). 5. Mengalokasikan biaya departemen jasa ke departemen produksi. 6. Mengklasifikasikan aktivitas berdasarkan tingkat aktivitas dan driver aktivitas 6. Menghitung tarif departemen produksi. 7. Menghitung tarif aktivitas. 7. Membebankan biaya departemen produksi ke produk. 8. Membebankan biaya aktivitas ke produk.
Langkah 1: Identifikasi Aktivitas • Aktivitas menunjukkan tindakan atau kerja yang dilaksanakan. • Seberapa terperinci aktivitas yang harus dibuat tergantung tujuan yang ditetapkan manajemen. • Yang melakukan aktivitas tidak hanya orang tetapi dapat juga peralatan • Setelah aktivitas diidentifikasi, maka aktivitas tersebut didokumentasikan dalam daftar aktivitas (activity dictionary).
Tipe Aktivitas • Aktivitas utama (primary activity) Aktivitas yang dikonsumsi langsung oleh produk akhir. • Aktivitas pendukung (secondary activity) Aktivitas yang dikonsumsi oleh aktivitas lainnya. Biaya aktivitas pendukung harus didistribusikan ke aktivitas lainnya yang menikmati jasa aktivitas pendukung tersebut.
GAMBAR 6. 11 Hierarki Kerja di Departemen Kartu Kredit PT Bank Citra Indonesia Mesin ATM Manajer Kartu Kredit Aktivitasnya adalah mengoordinasi dan mengawasi karyawannya. Karyawan Kartu Kredit Melakukan tiga aktivitas, yaitu: 1. memproses transaksi kartu kredit, 2. membuat tagihan kartu kredit, 3. menangani pengaduan nasabah. Menyediakan jasa ATM. Produk Lainnya Kartu Kredit Ada tiga jenis kartu kredit, yaitu Platinum, Gold, dan Classic.
TABEL 6. 6 Format Daftar Aktivitas pada PT Bank Citra Indonesia Nama Aktivitas Penjelasan Aktivitas Tipe Aktivitas Objek Biaya Menyupervisi karyawan Mengoordinasi dan mengawasi karyawan Aktivitas pendukung Aktivitas lainnya Memproses transaksi kartu kredit Mengentri transaksi ke komputer Aktivitas utama Kartu kredit Membuat tagihan kartu kredit Mencetak faktur tagihan kartu kredit Aktivitas utama Kartu kredit Menangani pengaduan nasabah Menjawab telepon dan menjelaskan kepada nasabah Aktivitas utama Kartu kredit Menyediakan jasa ATM Menarik uang tunai Aktivitas utama menggunakan kartu kredit dan membayar tagihan kartu kredit Kartu kredit
Aktivitas Driver Biaya Menyupervisi karyawan Bobot kerja karyawan Memroses transaksi kartu kredit Membuat tagihan kartu kredit Menangani pengaduan nasabah Menyediakan jasa ATM Jumlah transaksi teller Jumlah laporan Jumlah pengaduan Jumlah transaksi ATM
Langkah 2: Identifikasi Sumber Daya, Biaya Sumber Daya, dan Driver Biaya Sumber Daya Manajer kartu kredit Karyawan kartu kredit Item Biaya Gaji Besarnya Biaya Rp 5. 000 per bulan Rp 1. 000 per bulan per orang Rp 2. 000 per tahun Komputer Biaya Penyusutan Telepon Biaya Telepon Rp 500. 000 per tahun Perlengkapan untuk supervisi Perlengkapan untuk proses transaksi Perlengkapan untuk penagihan Perlengkapan untuk penanganan pengaduan Biaya Perlengkapan Rp 200. 000 per tahun Biaya Perlengkapan Rp 600. 000 per tahun Rp 400. 000 per tahun Rp 300. 000 per tahun
• • • Gaji manajer Rp 60. 000 Gaji karyawan 36. 000 Biaya penyusutan komputer 8. 000 Biaya telepon 500. 000 Biaya supplies 1. 500. 000 Total Rp 106. 000
Biaya Sumber Daya Gaji manajer Klasifikasi Biaya langsung aktivitas Gaji karyawan Biaya tidak langsung aktivitas Biaya tidak langsung penyusutan aktivitas komputer Biaya supplies Biaya langsung aktivitas Driver Sumber Daya Jam kerja karyawan -
Langkah 3: Mengumpulkan Data Kapasitas Driver Biaya Data Konsumsi Driver Sumber Daya Aktivitas Memproses transaksi kartu kredit Membuat tagihan kartu kredit Menangani pengaduan nasabah Jam Kerja Karyawan 50. 000 jam 30. 000 jam 20. 000 jam
Data Konsumsi Driver Aktivitas Platinum Kartu kredit diterbitkan Jumlah transaksi Jumlah tagihan Jumlah pengaduan nasabah Gold Classic 5. 000 20. 000 500 20. 000 30. 000 1. 500 50. 000 3. 000 100 300 600
Langkah 4: Pembebanan Biaya Sumber Daya Ke Aktivitas • Biaya langsung aktivitas dibebankan ke aktivitas menggunakan metode penelusuran langsung • Biaya tidak langsung aktivitas dibebankan ke aktivitas menggunakan metode penelusuran driver dan metode alokasi
Tabel 6. 7 Pembebanan Biaya Sumber Daya Ke Aktivitas Dalam ribuan rupiah Biaya Sumber Daya Gaji manajer Gaji karyawan Penyusutan komputer Biaya telepon B. supplies Total Supervis i Pemroses an Buat laporan Jawab komplain 60. 000 Total 400 7. 200 1. 200 500 300 60. 000 36. 000 8. 000 500 13. 000 9. 200 106. 000 2. 000 18. 000 3. 000 10. 800 1. 800 200 62. 200 21. 600
Perhitungan Harga Pokok Berbasis Volume Perhitungan Harga Pokok Berbasis Aktivitas Gaji manajer Rp 60. 000 Supervisi karyawan Rp 62. 200. 000 Gaji karyawan Rp 36. 000 Pemrosesan transaksi Rp 21. 600. 000 Pembuatan tagihan Rp 13. 000 Penanganan pengaduan nasabah Rp 9. 200. 000 Total Rp 106. 000. 00 0 Beban penyusutan komputer Beban telepon Beban perlengkapan Total Rp 8. 000 Rp 500. 000 Rp 106. 000. 00 0 Apa yang 6. 12 Dibelanjakan Bagaimana Dibelanjakan GAMBAR Pembebanan Kembali Biaya yang Terdapat di Buku Besar ke Aktivitas di Departemen Kartu Kredit
Langkah 5: Pembebanan Biaya Aktivitas Pendukung • Mempros transaksi: 50% x Rp 62. 200. 000 Rp 31. 100. 000 • Membuat tagihan: 30% x Rp 62. 200. 000 Rp 18. 660. 000 • Menjawab komplain: 20% x Rp 62. 200. 000 Rp 12. 440. 000 Total Rp 62. 200. 000
Total biaya aktivitas utama setelah pembebanan biaya aktivitas pendukung • Mempros transaksi: 21. 600. 000 + 31. 100. 000 Rp 52. 700. 000 • Membuat tagihan: 13. 000 + 18. 660. 000 Rp 31. 660. 000 • Menjawab komplain: 9. 200. 000 + 12. 440. 000 Rp 21. 640. 000 Total Rp 106. 000
Langkah 6: Pengklasifikasian Aktivitas 1. 2. 3. 4. Aktivitas tingkat unit (unit-level activities) Aktivitas tingkat batch (batch level-activities) Aktivitas tingkat produk (product-level activities) Aktivitas tingkat fasilitas (facility-level activities)
Gambar 6. 13 Tingkat Aktivitas, Contoh Biayanya, dan Driver Aktivitasnya Tingkat Aktivitas Tingkat Unit Aktivitas Tingkat Batch Aktivitas Tingkat Produk Aktivitas Tingkat Fasilitas Contoh Biaya • Biaya pengecekan produk untuk setiap unit yang dihasilkan • Biaya pengesetan mesin • Biaya pengecekan sampel • Biaya pembelian • Biaya pesanan perubahan rekayasa • Biaya desain produk • Promosi produk • Beban penyusutan bangunan pabrik • Gaji manajer pabrik • Pajak bumi dan bangunan Driver Aktivitas • Unit yang dihasilkan • Jumlah pengesetan • Jumlah pengecekan • Jumlah pesanan pembelian • Jumlah perubahan rekayasa teknik • Lama waktu mendesain produk • Jumlah ragam produk yang dihasilkan Menggunakan driver yang arbitrer (arbitrary basis)
Langkah 7: Menghitung Tarif Aktivitas Biaya Aktivitas Rp 52. 700. 000 Pemrosesan transaksi kartu kredit Pembuatan tagihan Rp 31. 660. 000 kartu kredit Penanganan Rp 21. 640. 000 pengaduan nasabah Penyediaan mesin Rp 10. 000 ATM Kapasitas Driver Tarif Aktivitas 100. 000 transaksi Rp 527 per transaksi teller 5. 000 tagihan Rp 6. 332 per tagihan nasabah 1. 000 pengaduan nasabah Rp 21. 640 per pengaduan nasabah 50. 000 transaksi Rp 200 per transaksi ATM nasabah
Langkah 8: Pembebanan Biaya Aktivitas ke Produk Aktivitas Pemrosesan transaksi teller: 20. 000 × Rp 527 30. 000 × Rp 527 50. 000 × Rp 527 Pembuatan tagihan nasabah: 500 × Rp 6. 332 1. 500 × Rp 6. 332 3. 000 × Rp 6. 332 Penanganan pengaduan nasabah: 100 × Rp 21. 640 300 × Rp 21. 640 600 × Rp 21. 640 Penyediaan ATM 1. 000 × Rp 200 14. 000 × Rp 200 35. 000 × Rp 200 Total Jumlah kartu kredit diterbitkan Biaya kartu kredit per unit Platinum Gold Classic Rp 10. 540. 000 Rp 15. 810. 000 Rp 26. 350. 000 Rp 3. 166. 000 Rp 9. 498. 000 Rp 18. 996. 000 Rp 2. 164. 000 Rp 6. 492. 000 Rp 12. 984. 000 Rp 200. 000 Rp 2. 800. 000 Rp 7. 000 Rp 16. 070. 000 Rp 34. 600. 000 Rp 65. 330. 000 5. 000 20. 000 50. 000 Rp 3. 214 Rp 1. 730 Rp 1. 306, 6
Contoh Soal – PT Batam Electronic Part 100 Part 200 Total Produksi 5. 000 unit 20. 000 unit 25. 000 unit Biaya bahan baku langsung Rp 10. 000 Rp 40. 00 Rp 50. 00 0 0 Biaya tenaga kerja langsung Rp 8. 000 Rp 22. 000. 00 Rp 30. 00 0 0 Jumlah pengesetan mesin 100 400 500 Jumlah pengecekan 300 700 1. 000 Jumlah pesanan pembelian 50 150 200 bahan Jam mesin (JM) 5. 000 20. 000 25. 000 Perubahan rekayasa 100 300 400 Jumlah unit produk cacat 60 40 100
Biaya overhead: • Biaya pengesetan mesin Rp 2. 000 • Biaya pengecekan Rp 8. 000 • Biaya pembelian Rp 7. 000 • Biaya pemeliharaan mesin Rp 3. 000 • Biaya rekayasa Rp 5. 000 • Biaya perbaikan produk cacat Rp 11. 000 • Biaya penyusutan bangunan pabrik Rp 4. 000 Total
a. Klasifikasi BOP Berdasarkan Tingkat Aktivitas tingkat unit • Biaya pemeliharaan mesin • Biaya perbaikan produk cacat Aktivitas tingkat batch • Biaya pengesetan mesin • Biaya pengecekan • Biaya pembelian Aktivitas tingkat produk • Biaya rekayasa Aktivitas tingkat fasilitas • Biaya penyusutan bangunan pabrik Rp 4. 000 Rp 3. 000 Rp 11. 000 Rp 2. 000 Rp 8. 000 Rp 7. 000 Rp 5. 000
b. Perhitungan Tarif BOP Keterangan Biaya Tingkat Unit Biaya Pemeliharaan Mesin Biaya perbaikan produk cacat Biaya Tingkat Batch Biaya pemrograman mesin Biaya pengecekan Biaya pembelian Biaya Tingkat Produk Biaya rekayasa Biaya Tingkat Fasilitas Biaya penyusutan bangunan pabrik Total Biaya Total Kapasitas (Rp) Driver Aktivitas Tarif Aktivitas (Rp) 3. 000 11. 000 25. 000 JM 100 unit 120 110. 000 2. 000 8. 000 7. 000 500 pemrograman 1. 000 pengecekan 200 order 4. 000 8. 000 35. 000 400 perubahan 12. 500 4. 000 25. 000 JM* 160
c. Perhitungan Harga Pokok Produk Part 100 1. Biaya bahan baku langsung 1. Biaya tenaga kerja langsung 1. Biaya overhead: Biaya tingkat unit: Biaya pemeliharaan mesin: 5. 000 × Rp 120; 20. 000 × Rp 120 Biaya perbaikan produk cacat: 60 × Rp 110. 000; 40 × Rp 110. 000 Biaya tingkat batch: Biaya pengesetan mesin: 100 × Rp 4. 000; 400 × Rp 4. 000 Biaya pengecekan: 300 × Rp 8. 000; 700 × Rp 8. 000 Biaya pembelian: 50 × Rp 35. 000; 150 × Rp 35. 000 Biaya tingkat produk Biaya rekayasa: 100 × Rp 12. 500; 300 × Rp 12. 500 Biaya tingkat fasilitas Biaya penyusutan bangunan pabrik: 5. 000 × Rp 160; 20. 000 × Rp 160 Total Jumlah produksi Harga Pokok Per Unit Part 200 Rp 10. 000 8. 000 Rp 40. 000 22. 000 600. 000 2. 400. 000 6. 600. 000 4. 400. 000 1. 600. 000 2. 400. 000 5. 600. 000 1. 750. 000 5. 250. 000 1. 250. 000 3. 750. 000 800. 000 Rp 31. 800. 000 5. 000 unit Rp 6. 360 3. 200. 000 Rp 88. 200. 000 25. 000 unit Rp 4. 410
BIAYA OVERHEAD PABRIK 1. Mengeset mesin 2. Mengecek bahan baku 3. Membeli bahan baku 4. Melakukan pemeliharaan mesin 5. Melakukan rekayasa 6. Memperbaiki produk cacat 7. Penyusutan bangunan pabrik GAMBAR 6. 14 Proses Pembebanan BOP ke Produk
Klasifikasi Biaya Berdasarkan Tingkat Aktivitas Biaya Tingkat Unit • Biaya pemeliharaan mesin • Biaya memperbaiki produk cacat Biaya Tingkat Batch • Biaya pengesetan mesin • Biaya pengecekan bahan baku • Biaya pembelian • bahan baku Part 100 Biaya Tingkat Produk • Biaya rekayasa Biaya Tingkat Fasilitas • Beban penyusutan bangunan pabrik Part 200
SISTEM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS AKTIVITAS YANG DI-DRIVE WAKTU 70
Tujuan 7 Sistem perhitungan HPP berbasis aktivitas yang di-drive waktu dan menjelaskan kelemahan sistem perhitungan HPP berbasis aktivitas tradisional. • Perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas tradisional (traditional activity- based costing) mengasumsikan bahwa sumber daya digunakan dengan kapasitas penuh (full capacity) dan tidak memperhitungkan waktu yang tidak terpakai (idle time). Akibatnya tarif aktivitasnya terlalu tinggi dan pembebanan biaya aktivitas ke produk juga terlalu tinggi.
• Gaji 3 orang karyawan Dept. Kartu Kredit Rp 36. 000 per tahun dan karyawan melaporkan bahwa 50% dari waktunya untuk memproses transaksi kartu kredit, 30% untuk membuat tagihan kartu kredit, dan 20% untuk menangani pengaduan nasabah. Pembebanan beban gaji ke setiap aktivitas sbb. : Memproses transaksi: 50% x Rp 36. 000 Rp 18. 000 Membuat tagihan: 30% x Rp 36. 000 Rp 10. 800. 000 Menangani pengaduan nasabah: 20% x Rp 36. 000 Rp 7. 200. 000
Tarif aktivitas dihitung sbb. : Aktivitas Total Biaya Konsumsi Tarif Aktivitas Memproses transaksi Rp 18. 000 100. 000 Rp 180 per transaksi kartu kredit transaksi Membuat tagihan kartu Rp 10. 800. 000 3. 000 tagihan Rp 3. 600 per kredit tagihan Menangani pengaduan Rp 7. 200. 000 1. 000 Rp 7. 200 per nasabah pengaduan Total Rp 36. 000
Langkah pembebanan biaya sumber daya ke aktivitas pada perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas yang dii-drive waktu: • Mengestimasi biaya sumber daya per menit • Mengestimasi lamanya waktu untuk melaksanakan setiap jenis aktvitas • Menghitung tarif aktivitas
Mengestimasi Biaya Sumber Daya Per Menit • Estimasi dilakukan dengan cara mengestimasi kapasitas praktis dari sumber daya yang digunakan dalam bentuk persentase dari kapasitas teoretis • Umumnya, kapasitas praktis 85 persen digunakan untuk mesin dimana 15 persennya digunakan untuk pemeliharaan, reparasi, dan fluktuasi penjadwalan produksi). Sementara, kapasitas praktis 80 persen untuk karyawan dimana 20 persennya digunakan untuk istirahat, datang, pulang, komunikasi, dan pelatihan
• Jika karyawan bekerja 8 jam per hari dan 22 hari per bulan, kapasitas teoretis karyawan (sumber daya) per tahun adalah 8 jam × 22 hari × 12 bulan × 60 menit = 126. 720 menit per karyawan atau 380. 160 menit untuk 3 orang karyawan. • Kapasitas praktisnya diperkirakan sebesar 304. 128 menit (80% × 380. 160 menit) dan digenapkan menjadi 304. 000 menit. Berdasarkan kapasitas praktis ini, beban gaji karyawan per menit adalah Rp 36. 000/304. 000 = Rp 118, 42.
Mengestimasi Lamanya Waktu Untuk Melaksanakan Setiap Aktivitas • Lamanya waktu yang diperlukan untuk setiap jenis aktivitas dapat diperoleh dari interviu dengan karyawan atau observasi langsung • Misalkan lamanya waktu karyawan untuk aktivitas memproses transaksi kartu kredit adalah 1 menit, aktivitas membuat tagihan kartu kredit 15 menit dan aktivitas menangani pengaduan nasabah 50 menit
Menghitung Tarif Aktivitas Beban Gaji Aktivitas Lama Tarif Aktivitas Karyawan Per Menit Memproses transaksi 1 menit Rp 118, 42 per kartu kredit transaksi Membuat tagihan 15 menit Rp 118, 42 Rp 1. 776, 30 per kartu kredit tagihan Menangani 50 menit Rp 118, 42 Rp 5. 921 per pengaduan nasabah pengaduan
Perbedaan Tarif Aktivitas Tradisional Dengan Tarif Aktivitas Di-Drive Waktu Aktivitas Memproses transaksi kartu kredit Tarif Aktivitas Tradisional Rp 180 per transaksi Tarif Aktivitas di. Drive Waktu Rp 118, 42 per transaksi Membuat tagihan kartu Rp 3. 600 per kredit tagihan Rp 1. 776, 30 per tagihan Menangani pengaduan Rp 7. 200 per nasabah pengaduan Rp 5. 921 per pengaduan
Perhitungan Kapasitas Yang Tidak Terpakai Aktivitas Konsumsi Aktivitas 100. 000 transaksi Lama Waktu Total Waktu Aktivitas Terpakai 1 menit 100. 000 menit Memproses transaksi kartu kredit Membuat tagihan 3. 000 tagihan 15 menit kartu kredit Menangani 1. 000 pengaduan 50 menit pengaduan nasabah Kapasitas terpakai Kapasitas praktis 45. 000 menit 50. 000 menit 195. 000 menit 304. 000 menit
Perhitungan Biaya Untuk Aktivitas Yang Tidak Terpakai Total biaya untuk kapasitas sumber daya yang disediakan: Pembebanan biaya aktivitas ke Kartu Kredit: Memproses transaksi kartu kredit: 100. 000 transaksi × Rp 118, 42 Rp 11. 842. 000 Membuat tagihan kartu kredit: 3. 000 tagihan × Rp 1. 776, 30 Rp 5. 328. 900 Menangani pengaduan nasabah: 1. 000 pengaduan × Rp 5. 921. 000 Total biaya untuk kapasitas terpakai Total biaya untuk kapasitas tidak Rp 36. 000. 00 0 Rp 23. 091. 90 0 Rp 12. 908. 10
• Perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas yang di-drive waktu membantu manajemen dalam mengurangi biaya dengan cara menghilangkan kapasitas yang tidak terpakai.
LAPORAN LABA RUGI UNTUK PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERBASIS AKTIVITAS 83
• Jika perusahaan menerapkan perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas, Laporan maka biaya dalam laporan laba rugi diklasifikasikan menjadi biaya bernilai dengan pendekatan tambah (value added cost) dan biaya tidak perhitungan bernilai tambah (non-value added cost) harga pokok • Informasi ini akan memudahkan produk manajemen dalam melakukan efisiensi berbasis biaya dengan mengeliminasi biaya tidak aktivitas. bernilai tambah. Tujuan 8
GAMBAR 6. 15 PT ABC Laporan Laba Pendapatan Rugi untuk Perhitungan Biaya Produksi: Harga Pokok Produk Berbasis BBB Langsung Aktivitas Tahun BTK Langsung 2016 Biaya Bernilai Tambah Biaya Tidak Bernilai Tambah Total Rp 100. 00 0 Rp 18. 000. 00 0 Rp 2. 000 Rp 20. 000 Rp 14. 000. 00 0 Rp 1. 000 Rp 15. 000 Biaya Overhead Pabrik Rp 20. 00 0 Rp 5. 000 Rp 25. 000 Total Biaya Produksi Rp 52. 000. 00 0 Rp 8. 000 Rp 60. 000 Laba Kotor Rp 40. 000 Beban Operasional: Beban Penjualan Rp 1. 500. 000 Rp
RANGKUMAN 86
1. Terdapat tiga metode pembebanan biaya, yaitu metode penelusuran langsung, penelusuran driver, dan alokasi. 2. Terdapat empat tingkat aktivitas, yaitu tingkat unit, batch, produk, dan fasilitas. 3. Perhitungan harga pokok produk berbasis volume hanya menggunakan driver unit untuk membebankan biaya ke produk. 4. Perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas membebankan biaya aktivitas ke produk dengan menggunakan driver yang dapat mencerminkan perilaku biaya yang dibebankan.
5. Langkah-langkah perhitungan harga pokok berbasis aktivitas, yaitu (a) mengidentifikasi aktivitas dan menentukan driver aktivitasnya, (b) mengidentifikasi sumber daya yang digunakan oleh setiap aktivitas dan menghitung biaya sumber daya, serta menentukan driver sumber daya, (c) membebankan biaya sumber daya ke masing-masing aktivitas, (d) mengklasifikasikan aktivitas berdasarkan tingkat aktivitas dan driver aktivitas, (e) menghitung tarif aktivitas, dan (f) membebankan biaya aktivitas ke masing-masing produk. 6. Kelemahan perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas tradisional adalah karyawan mengestimasi waktu yang dihabiskan untuk setiap aktivitas yang dilakukannya dengan total 100 persen dan tidak memperhitungkan waktu yang tidak terpakai sehingga tarif aktivitas menjadi terlalu tinggi dan harga pokok produk menjadi tidak akurat.
7. Perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas yang di-drive waktu membantu manajemen dalam mengurangi biaya dengan cara menghilangkan kapasitas yang tidak terpakai. 8. Format laporan laba rugi dengan pendekatan perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas mengklasifikasikan biaya berdasarkan biaya yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah.
TERIMA KASIH 90
- Slides: 90