RISET PERILAKU KONSUMEN RISET KONSUMEN Bidang riset konsumen
RISET PERILAKU KONSUMEN
RISET KONSUMEN • Bidang riset konsumen dikembangkan sebagai perluasan bidang riset pemasaran, • Semata-mata memfokuskan perhatiannya pada perilaku konsumen bukannya pada aspek-aspek lain dalam proses pemasaran. • Hasil-hasil riset pasar dan juga hasil riset konsumen digunakan untuk memperbaiki pengambilan keputusan manajerial. • Alasan pertama mempelajari perilaku konsumen adalah untuk memungkinkan para pemasar meramalkan bagaimana para konsumen akan bereaksi terhadap berbagai pesan promosi dan untuk memahami cara mereka mengambil keputusan membelinya
METODOLOGI RISET – Riset Kuantitatif • Bersifat desktiptif dan digunakan oleh para peneliti untuk memahami pengaruh berbagai masukan promosi terhadap konsumen, sehingga memungkinkan para marketer meramalkan perilaku konsumen. – Riset Kualitatif • Terdiri dari wawancara, kelompok focus, analisis kiasan, riset kolase, dan teknik proyeksi. Teknikteknik ini terutama digunakan untuk memperoleh gagasan baru untuk kampanye promosi.
Perbandingan Positivisme Vs Interpretivisme POSITIVISME INTERPRETIVISME Tujuan Positivisme Peramalan tindakan konsumen Tujuan Interpretivisme Memahami berbagai praktik konsumsi Metodologi Positivisme Kuantitatif Asumsi • Rasionalitas • Sebab dan akibat perilaku dapat dikenali dan dipisahkan • Penyebab perilaku dapat dikenali • Peristiwa dapat diukur secara obyektif • Hasil riset dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar Metodologi Interpretivisme Kualitatif Interpretivisme • Tidak ada kebenaran tunggal dan obyektif • Realitas adalah subyektif • Sebab dan akibat tidak dapat dipisahkan • Interaksi peneliti/responden mempengaruhi hasil riset • Hasil riset sering tidak digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar
PROSES RISET KONSUMEN • 1) Menentukan tujuan riset • 2) Mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder • 3) Merancang studi riset primer • 4) Mengumpulkan data primer • 5) Menganalisis data • 6) Mempersiapkan laporan hasil riset
MENYUSUN TUJUAN RISET Langkah pertama dalam proses riset konsumen adalah menentukan tujuan studi. Menentukan tujuan studi merupakan hal penting bagi para manajer pemasaran dan peneliti untuk menentukan maksud dan tujuan studi, serta untuk menjamin agar rancangan riset itu tepat. Pernyataan tujuan yang dipertimbangkan secara teliti membantu menentukan jenis dan mutu informasi yang dibutuhkan. MENGUMPULKAN DATA SEKUNDER Pencarian data sekunder biasanya mengiringi pernyataan tujuan. Informasi sekunder adalah setiap data yang dihasilkan oleh organisasi dari luar, data dari dalam perusahaan untuk studi sebelumnya. Hasil riset sekunder terkadang sudah memberikan pengertian yang cukup mengenai masalah yang ada sehingga dapat mengurangi kebutuhan akan riset primer. Sering data sekunder menjadi petunjuk dan pengaruh bagi rancangan riset primer.
• MERANCANG RISET PRIMER Rancangan studi riset didasarkan pada tujuan studinya. Jika informasi deskriptif dibutuhkan, maka studi kuantitatif yang dilakukan; jika tujuannya adalah memperoleh gagasan baru, maka studi kualitatif yang dilakukan. Karena pendekatan untuk tiap-tiap jenis riset berbeda dari sudut metode pengumpulan data, rancangan sampel, dan macam alat pengumpulan data yang digunakan, tiap-tiap pendekatan riset dibahas secara terpisah sebagai berikut. METODE PENGUMPULAN DATA Ada tiga cara untuk mengumpulkan data primer dalam riset kuantitatif – Penelitian Observasi – Penelitian Eksperimentasi – Penelitian Survei
Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data dikembangkan sebagai bagian dari desain riset untuk mengatur pengumpulan data dan untuk menjamin agar semua responden ditanya dengan pertanyaan yang sama dan dengan urutan yang sama. Instrumen pengumpulan data meliputi : – Daftar Pertanyaan – Daftar Pernyataan Pandangan Pribadi – Skala Sikap
• Pilihan teknik pengumpulan data untuk studi kualitatif meliputi : – Wawancara yang Mendalam – Kelompok Fokus – Teknik Proyektif – Analisis Kiasan • Penentuan Sampel v SAMPEL PROBABILITAS • Sampel acak sederhana • Sampel acak sistematis. Sampel acak bertingkat • Sampel kelompok (daerah) v SAMPEL NON PROBABILITAS • Sampel yang memudahkan • Sampel yang ditentukan • Sampel kuota
• PENGUMPULAN DATA Sebagaimana sudah dinyatakan sebelumnya, studi kualitatif biasanya memerlukan para pakar ilmu pengetahuan soaial yang sangat terlatih untuk mengumpulkan data. Studi kuantitatif biasanya memerlukan staf lapangan yang dipekerjakan dilatih langsung oleh peneliti atau dikontrak dari perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menyelenggarakan wawancara lapangan. • ANALISIS Pada riset kualitatif, moderator atau pelaksana tes biasanya menganalisis semua jawaban yang diterima. Pada riset kuantitatif, peneliti mengawasi analisis tersebut. Semua jawaban terbuka pertama-tama diubah menjadi kode dan diukur, kemudian ditabulasikan dianalisis dengan menggunakan program analisis canggih yang menghubungkan data menurut berbagai variabel yang dipilih dan mengelompokkan data menurut ciri-ciri demografis yang dipilih. • PERSIAPAN LAPORAN Pada riset kualitatif maupun kuantitatif, laporan riset memuat juga kesimpulan singkat mengenai hasil-hasil riset. Tergantung kepada penugasan dari manajemen pemasaran, laporan riset mungkin perlu atau tidak perlu memasukkan rekomendasi mengenai tindakan pemasaran. Isi laporan memuat uraian lengkap mengenai metodologi yang digunakan, dan, untuk riset kuantitatif, juga memuat berbagai tabel dan grafik untuk mendukung berbagai temuannya.
- Slides: 10