RISET AKUNTANSI MATERI Kriteria Instrumen Yang Baik q
RISET AKUNTANSI MATERI
Kriteria Instrumen Yang Baik Ø q q q Menurut Sevilla (1988) ada 5 kriteria agar instrumen pengumpulan data dikatakan baik, yaitu: Reliabilitas Validitas Sensitivitas Obyektivitas Fisibilitas
a. Reliabilitas n Reabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian atau akurasi yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran.
b. Validitas Ø Ø Validitas dalam penelitian dijelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi atau arti sebenarnya yang diukur. Dalam menetapkan validitas suatu instrumen pengukuran adalah menghasilkan derajat yang tinggi dari kedekatan data yang diperoleh dengan apa yang kita yakini dalam pengukuran.
c. Sensitivitas n n Sensitivitas dalam penelitian dijelaskan sebagai kemampuan suatu instrumen untuk melakukan diskriminasi yang diperlukan untuk masalah penelitian. Bila reliabilitas dan validitas suatu tes tinggi, biasanya tes tersebut juga sensitif, mempertajam perbedaan dalam derajat variasi – variasi karakteristik yang diukur.
d. Obyektivitas n Obyektivitas dalam penelitian dapat dijelaskan sebagai derajat dimana pengukuran yang dilakukan bebas dari pendapat dan penilaian subyektif, bebas dari kriteria dan perasaan orang – orang yang menggunakan tes.
e. Fisibilitas n n n Fisibilitas berkenaan dengan aspek – aspek keterampilan, penggunaan sumber daya dan waktu. Ada beberapa tes tertentu yang hanya menuntut keterampilan minimum dalam menyusun dan menganalisis hasil tes, tetapi ada juga yang menuntut keterampilan yang lebih tinggi. Biaya dan waktu juga dapat menjadi kendalam penelitian sehingga perlu pertimbangan – pertimbangan agar penelitian disesuaikan dengan kemampuan.
q q q Langkah Penyusunan Instrumen Tentukan variabel – variabel yang terpakai dalam penelitian. Variabel – variabel ini dapat tercermin pada judul penelitian. Variabel – variabel tadi dicarikan jabarannya dalam bentuk sub variabel yang diketahui dari teori atau penelitian terdahulu. Misalnya untuk variabel kepuasan kerja. Menurut teori atau pendapat para ahli, kepuasan kerja seorang karyawan ditentukan oleh lima sub variabel yaitu kepuasan terhadap mutu pekerjaan, promosi, kepenyediaan, hubungan dengan rekan sekerja dan gaji. Sub variabel dicarikan jabarannya dalam bentuk indikator – indikator, jika ada. Misalnya pada sub variabel gaji. Indikatornya adalah gaji pokok, tunjangan dan insentif.
q q q Indikator dicarikan jabarannya dalam bentuk sub indikator, juga jika ada. Misalnya untuk indikator insentif, sub indikatornya adalah insentif financial dan insentif nonfinansial. Jika sub indikator masih dapat dibagi lagi menjadi komponen terkecil, maka komponen ini dijadikan sebagai butir – butir pertanyaan. Seberapa detail proses penjabaran suatu variabel diurai, tergantung pada seberapa luas dan dalam penelitian akan dilakukan. Seluruh butir pertanyaan yang telah selesai ditentukan pada gilirannya akan ditempatkan pada lembaran instrumen seperti angket (kuesioner). Agar responden dapat mengisi dengan baik, yang ditandai dengan kecilnya ketergantungan pada si peneliti dalam mengisi angket, buatlah angket yang seinformatif mungkin.
Metode / Teknik Pengumpulan Data Ø q q q Berikut ini terdapat 3 (tiga) metode / teknik pengumpulan data adalah : Metode pengamatan / Observasi Metode tes Metode Pertanyaan
a. Metode Pengamatan / Observasi n n Metode pengamatan menuntut adanya pengamatan dari peneliti baik secara langsung atau tidak langsung terhadap obyek yang diteliti dengan menggunakan instrumen berupa pedoman penelitian dalam bentuk lembar pengamatan. Metodeini menggunakan dua cara yaitu : Pengamatan terstruktur : yang menggunakan pedoman tujuan pengamatan, semakin jelas struktur pedoman pengamatannya semakin tinggi derajat reliabilitas datanya. Yang diamati akan terbatas pada pokok masalah saja sehingga fokus perhatian lebih tajam pada data yang lebih relevan. Pengamatan tidak terstruktur : cara ini lebih fleksibel dan terbuka dimana penelitian dapat melihat kejadian secara langsung pada tujuannya
b. Metode Tes n Untuk mengumpulkan data yang sifatnya mengevaluasi hasil proses atau untuk mendapatkan kondisi awal sebelum proses (pre test dan post test) metode tes ini dapat dipakai. Instrumennya dapat berupa soal – soal ujian atau soal – soal tes.
c. Metode Pertanyaan n n n n Metode ini sangat efektif dalam pendekatan survei dan lebih reliabel. Metode ini dapat berbentuk wawancara, baik wawancara terstruktur maupun tidak terstruktur dan berbentuk pengisian kuesioner. Kriteria pertanyaan yang efektif menurut Fox yang dikutip Sevilla (1988) terdiri atas : Kejelasan bahasa yang digunakan Ketegasan isi dan periode waktu Bertujuan tunggal Bebas dari asumsi Bebas dari saran Kesempurnaan dan konsistensi tata bahasa
Macam – Macam Skala Pengukuran n n Telah dijelaskan diatas bahwa deskriptor yang menjadi pertanyaan dalam kuesioner dikembangkan dari variabel, tetapi pernyataan – pernyataan dan kolom – kolom isian responden yang telah dibuat dalam kuesioner setelah diserahkan kepada sekelompok responden yang sesuai dengan sasaran sekalipun belum tentu terisi seluruhnya secara konsisten, sehingga perlu direvisi. Bagaimana cara merevisi pertanyaan – pertanyaan yang dianggap kurang relevan inilah dibutuhkan adanya teknik skala.
a. Skala Likert Ø Untuk membuat skala likert dilakukan langkah – langkah sebagai berikut, yaitu : q Kumpulkan sejumlah pernyataan yang sesuai dengan sikap yang akan diukur dan dapat diidentifikasikan dengan jelas (positif atau tidak positif). Berikan pernyataan – pernyataan diatas kepada sekelompok responden untuk diisi dengan benar. Respons dari tiap pernyataan dihitung dengan cara menjumlahkan angka – angka dari setiap pernyataan sedemikian rupa sehingga respon yang berada posisi yang sama akan menerima secara konsisten nilai angka yang selalu sama. q q
Misalnya bernilai 5 untuk yang sangat positif dan bernilai 1 untuk yang sangat negatif. Hasil hitung akan mendapatkan skor tiap – tiap pernyataan dan skor total, baik untuk tiap responden maupun secara total untuk seluruh responden. q Selanjutnya, mencari pernyataan – pernyataan yang tidak dapat dipakai dalam penelitian adalah : o Pernyataan yang tidak diisi lengkap oleh responden. o Pernyataan responden yang secara total tidak menunjukkan korelasi yang substansial dengan nilai totalnya. q Pernyataan – pernyataan hasil saringan akhir akan membentuk skala likert yang dapat dipakai untuk mengukur skala sikap serta menjadi kuesioner baru untuk pengumpulan data berikutnya.
b. Skala Guttman n n Skala guttman hanya mengukur satu dimensi dari suatu variabel yang memiliki beberapa dimensi, selain itu skala ini merupakan bentuk skala yang kumulatif. Misalkan seorang peneliti akan mengumpulkam data tentang kebutuhan pemuda desa. Lalu ditentukan 4 macam kebutuhan yaitu kebutuhanbekerja, agama, istirahat dan rekreasi.
Koefisien Reprodusibilitas Koefisien ini merupakan suatu besaran yang mengukur derajat ketepatan alat ukur yang dibuat yang dalam hal ini daftar pertanyaan. n Rumusnya : Kr = 1 –(e/n) Dimana : n = total kemungkinan jawaban e = jumlah error Kr = koefisien reprodusibilitas n
Koefisien Skalabilitas Koefisien skalabilitas merupakan skala yang mengukur apakah penyimpanan pada skala reprodusibilitas masih dalam batas – batas yang dapat ditolerir. n Rumusnya : Ks =1 - (e/p) Dimana : e = jumlah error p = jumlah kesalahan yang terjadi Ks = koefisien skalabilitas n
TERIMAKASIH
- Slides: 20