RISET AKUNTANSI MATERI Data Sekunder n Data sekunder

  • Slides: 18
Download presentation
RISET AKUNTANSI MATERI

RISET AKUNTANSI MATERI

Data Sekunder n Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung. n Data

Data Sekunder n Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung. n Data sekunder ini digunakan oleh peneliti untuk diproses lebih lanjut. n Misalnya data tentang neraca keuangan dari perusahaan – perusahaan yang go public yang dikeluarkan BEI untuk dinilai kinerjanya baik dalam satu saat tertentu maupun dalam kurun waktu tertentu

Data Primer n Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari

Data Primer n Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang bisa dilakukan oleh penelitian. n Misalnya penelitian ingin mengetahui tentang beban kerja atau prosedur kerja suatu aplikasi tertentu, maka diadakanlah wawancara atau pengisian kuesioner tentang hal itu.

Data Internal n Data internal merupakan data yang didapat dari dalam perusahaan atau organisasi

Data Internal n Data internal merupakan data yang didapat dari dalam perusahaan atau organisasi dimana riset dilakukan. n Misalnya bila periset akan meneliti perkembangan usaha suatu produk tertentu, ia dapat mencari data pada perusahaan yang bersangkutan.

Data Eksternal n Data eksternal merupakan data yang didapat dari luar perusahaan atau organisasi

Data Eksternal n Data eksternal merupakan data yang didapat dari luar perusahaan atau organisasi dimana riset dilakukan. n Misalnya dari Biro Pusat Statistik, data itu disebut data eksternal.

Data Time Series n Data time series atau disebut juga data deret waktu merupakan

Data Time Series n Data time series atau disebut juga data deret waktu merupakan sekumpulan data dari suatu fenomena tertentu yang didapat dalam beberapa interval waktu tertentu misalnya dalam waktu mingguan, bulanan atau tahunan. n Misalnya meneliti data penjualan suatu produk mulai tahun 1980 sampai dengan tahun 1996, maka data diantara tahun – tahun itu tidak boleh ada yang hilang.

Data Cross Section n Data cross section atau disebut data satu waktu adalah sekumpulan

Data Cross Section n Data cross section atau disebut data satu waktu adalah sekumpulan data untuk meneliti suatu fenomena tertentu dalam satu kurun waktu saja. n Misalnya data hasil pengisian kuesioner tentang perilaku pembelian saham – saham oleh sekelompok responden pada bulan September 1997.

Data Variabel Bebas (Independen) n Jika dalam suatu fenomena ada data yang dikelompokkan dalam

Data Variabel Bebas (Independen) n Jika dalam suatu fenomena ada data yang dikelompokkan dalam variabel yang tidak saling berhubungan dengan data yang berada pada variabel lain, variabel yang tidak bergantung pada variabel lain disebut variabel bebas atau independen.

Data Variabel Terikat / Tidak Bebas (Dependen) n Jika dalam suatu fenomena ada data

Data Variabel Terikat / Tidak Bebas (Dependen) n Jika dalam suatu fenomena ada data yang dikelompokkan dalam variabel yang saling berhubungan dengan data yang berada pada variabel lain, variabel yang bergantung pada variabel lain disebut variabel terikat atau tidak bebas atau dependen.

Contoh Data Variabel Dependen dan Independen n Hasil penjualan suatu produk tergantung pada promosi,

Contoh Data Variabel Dependen dan Independen n Hasil penjualan suatu produk tergantung pada promosi, distribusi, produk dan harga. Itu berarti hasil penjualan disebut data variabel dependen. n Sedangkan promosi, distribusi, produksi dan harga disebut data variabel independen.

Data Berskala n Skala merupakan suatu prosedur pemberian angka atau simbol lain kepada sejumlah

Data Berskala n Skala merupakan suatu prosedur pemberian angka atau simbol lain kepada sejumlah ciri suatu obyek agar dapat menyatakan karakteristik angka pada ciri tersebut. n Pengukuran merupakan pemberian angka – angka terhadap benda atau peristiwa dengan kaidah tertentu dan menunjukkan bahwa kaidah yang berbeda menghendaki skala dan pengukuran yang berbeda pula.

Skala Pengukuran Ada 4 Macam

Skala Pengukuran Ada 4 Macam

Skala Nominal Ø Skala nominal adalah skala yang paling sederhana dimana angka yang diberikan

Skala Nominal Ø Skala nominal adalah skala yang paling sederhana dimana angka yang diberikan kepada suatu kategori tidak menggambarkan kedudukan kategori tersebut terhadap kategori lainnya tetapi hanya sekedar kode atau label. Contoh : Jenis kelamin Anda : 1 = Pria 2 = Wanita Ø Jika seorang responden pria memilih 1 bukan berarti responden wanita memilih 2 menjadi lebih tinggi atau lebih bernilai. Skala nominal hanyalah kode.

Skala Ordinal n Skala ordinal adalah skala ini mengurutkan data dari tingkat yang paling

Skala Ordinal n Skala ordinal adalah skala ini mengurutkan data dari tingkat yang paling rendah ketingkat yang paling tinggi atau sebaliknya dengan interval yang tidak harus sama. Contoh : Nilai ujian dari 5 mahasiswa telah diurutkan dari yang paling besar ke yang paling kecil seperti berikut : Nama Mahasiswa Nilai Ujian Nilai Prestasi Hery 95 A Hanes 78 B Tony 72 C Iran 59 D Padli 40 E n

Merubah nilai ujian ke nilai prestasi, misalnya mempunyai data sebagai berikut : Jarak antara

Merubah nilai ujian ke nilai prestasi, misalnya mempunyai data sebagai berikut : Jarak antara 85 - 100 adalah A Jarak antara 76 - 84 adalah B Jarak antara 68 - 75 adalah C Jarak antara 56 - 67 adalah D Jarak antara 0 - 55 adalah E n n Data diatas terlihat bahwa jarak interval tiap nilai prestasi bisa tidak sama.

Skala Interval n Skala interval adalah skala ini mengurutkan obyek berdasarkan suatu atribut yang

Skala Interval n Skala interval adalah skala ini mengurutkan obyek berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara satu obyek dengan obyek lainnya adalah sama. Contoh : Nilai – nilai prestasi yang telah ditransfer dalam bentuk huruf A, B, C, D dan E selanjutnya akan diberi bobot masing – masing 4, 3, 2, 1 dan 0, sehingga interval antara A dan C sama dengan interval C dan E, atau interval A dan B sama dengan interval D dan E. n

Skala Rasio n Skala ini mencakup ketiga skala yang disebutkan diatas ditambah dengan sifat

Skala Rasio n Skala ini mencakup ketiga skala yang disebutkan diatas ditambah dengan sifat lain yaitu bahwa ukuran ini mempunyai nilai nol. Karena adanya titik nol inilah maka ukuran rasio dapat dibuat dalam perkalian maupun pembagian. Angka pada skala ini merupakan ukuran yang sebenarnya dari obyek yang diukur. Contoh : Agus dan Budi adalah dua orang karyawan PT. Golden Truli yang masing – masing bergaji Rp. 200. 000 dan Rp. 500. 000. Hitungan ukuran rasionya : gaji Budi adalah 2, 5 kali lipat gaji Agus. Gaji ini mempunyai titik nol (misalnya perusahaan tidak menggaji pegawainya karena bangkrut, artinya kedua karyawan bergaji Rp. 0). n

TERIMAKASIH

TERIMAKASIH