Resiko dan Return pada aktiva tunggal WHAT IS





































- Slides: 37
Resiko dan Return pada aktiva tunggal
WHAT IS…. • Aktiva Tunggal • Return Tingkat keuntungan yang dapat dihasilkan dari investasi • Resiko Penyimpangan/deviasi dari return yang di harapkan dengan return sesungguhnya
RETURN • 2 Jenis Return : 1. Return Realisasi Return yang sudah terjadi dan dihitung dengan data historis 2. Return Expektasi Return yang di harapkan akan di peroleh di masa mendatang
Return Realisasi • Bisa dihitung dengan : 1. Return Total 2. Return Relatif 3. Return Kumulatif 4. Return Disesuaikan 5. Return Ekspektasi di masa depan
total Return • Merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suati periode tertentu. • Terdiri dari capital gain (loss) dan yield
Return Total • Capital Gain (loss) : adalah selisih antara harga investasi pada saat ini dan periode yang lalu • Yield : adalah presentase penerimaan kas secara periodik pada investasi tertentu pada saat tertentu dan harga tertentu. Untuk Saham : presentase dividen terhadap harga saham preferen periode lalu
Total Return Contoh : Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp 120. Harga saham bulan kemarin adalah sebesar Rp 1. 010, dan bulan ini adalah sebesar Rp 1. 100. Return total bulan ini sebesar:
Total Return Contoh : Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp 120. Harga saham minggu kemarin adalah sebesar Rp 1. 050 dan minggu ini adalah sebesar Rp 1. 100. Return total minggu ini adalah sebesar:
Relatif Return • Dihitung dengan cara menahbah Return Total dengan 1. • Return Relatif = Return Total + 1
Relatif Return Harga Dividen Periode Saham (Pt) (Dt) Return (Rt) Relatif Return (RRt) 2000 1750 100 2001 1755 100 0, 060 1, 060 2002 1790 100 0, 077 1, 077 2003 1810 150 0, 095 1, 095 2004 2010 150 0, 193 1, 193 2005 1905 200 0, 047 1, 047
Kumulatif Return • Mengukur total pendapatan yang di dapatkan suatu investasi sampai akhir investasi • Berbeda dengan total return yang mengukur total kemakmuran yang diperoleh pada suatu waktu saja, kumulatif return mengukur kemakmuran yang diperoleh sejak awal periode sampai dengan akhir dipertahankannya investasi.
Kumulatif return/Indeks kemakmuran kumulatif • Keterangan : • CWIn = cumulative wealth index pada akhir periode n / indeks kemakmuran kumulatif, mulai dari periode I sampai ke n • WIo = index value awal , yaitu 1 / kekayaan awal • TRn = periodik total return dalam bentuk desimal / return periode ke-t, mulai dari awal periode (t = 1) sampai ke akhir periode (t = n)
Kumulatif return/Indeks kemakmuran kumulatif Harga Saham Dividen Periode (Pt) (Dt) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1750 1755 1790 1810 2010 1905 100 100 150 200 a) IKK 2001 = 1, 000 x (1 + 0, 060) = 1, 060 b) IKK 2002 = 1, 060 x (1 + 0, 077) = 1, 142 Return (Rt) IKK 0, 060 0, 077 0, 095 0, 193 0, 047 1, 000 1, 060 a) 1, 142 b) 1, 250 1, 492 1, 562
Return Yang Di sesuaikan • Return di sesuaikan tingkat inflasi sehingga bisa menggambarkan kekuartan pembelian/daya beli dari return tersebut pada tingkat inflasi tertentu
Return disesuaikan Keterangan : • TR(ia) = the inflation – adjusted total return • IF = tarif inflasi
Return di sesuaikan Contoh kasus: Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jika disesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5 % untuk tahun yang sama, akan memberikan return riil sebesar: TR(ia) = [(1+0, 17)/(1+0, 05)]-1 = 0, 114 atau 11, 4%.
Return Ekspektasi • Ada nya ketidakpastian kondisi ekonomi di masa depan yang akan mempengaruhi return yang akan di terima • Return ekspetasi dihitung dari rata-rata tertimbang berbagai tingkat return dengan probabilitas keterjadian di masa depan sebagai faktor penimbangnya
Berdasar nilai ekspektasi masa depan Kondisi Ekonomi (j) Hasil Masa Depan (Rij) Probabilitas (pj) Resesi -0, 09 0, 10 Cukup Resesi -0, 05 0, 15 Normal Baik Sangat Baik 0, 15 0, 27 0, 25 0, 20 0, 30 E(Ri) = -0, 09 (0, 10) – 0, 05 (0, 15) + 0, 15 (0, 25) + 0, 25 (0, 20) + 0, 27 (0, 30) = 0, 152 = 15, 2%
RISIKO
Risiko • Dihitung dengan cara 1. Probabilitas 2. Koefisien Variance
Risiko berdasarkan probabilitas • Menentukan nilai varian dan standard deviasi
Contoh soal Bp Tukino menghadapi 2 macam investasi antara membeli saham A dan saham B dengan probabilitas masing-masing adalah Berdasarkan data diatas sebaiknya Bp Tukino memilih saham A atau B sebagai kesempatan berinvestasi ?
pembahasan 1. Menghitung return ekspektasi
pembahasan 2. Menghitung varian
pembahasan 3. Menghitung Standar deviasi
pembahasan Saham A Saham B E(R) 15% � 65, 84% 3, 38% Berdasarkan hasil tersebut, sebaiknya Bp Tukino memilih saham B, karena dengan return 15% sama dengan return saham A, tetapi memiliki tingkat risiko yang rendah yaitu hanya 3, 38%
Risiko dengan Data Time Series
Penghitungan return ekspektasi
Penghitungan varian
Penghitungan standar deviasi Formula = √ Varian
Contoh soal Ada 2 kesempatan investasi pada proyek A dan B pada tahun 2011 – 2015 dengan ramalan return sebagai berikut: Tahun 2017 2018 2019 2020 2021 Proyek A 8% 10% 12% 14% 16% Proyek B 16% 14% 12% 10% 8%
pembahasan 1. Menghitung return ekspektasi
pembahasan 2. Menghitung varian
pembahasan 3. Menghitung standar deviasi
pembahasan Selama lima tahun berinvestasi ternyata menghasilkan expected return A dan B sebesar 12% dengan tingkat resiko 3, 16%. Karena sama maka investor boleh memilih kesempatan investasi A atau B.
Penghitungan koefisien variasi • Semakin tinggi nilai koefisien variasi berarti risikonya juga semakin besar. • Begitu juga sebaliknya.
contoh Saham A Saham B E(R) 15% 20% � 5, 84% 8, 38% • CVA = 5, 84% / 15% = 38, 93% • CVB = 8, 38% / 20% = 41, 90% Nilai CV untuk saham A lebih kecil dibandingkan CV saham B. Ini berarti saham A mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan saham B.