REGULATION HOMEOSTATIS What is Homeostasis Why is Homeostasis

  • Slides: 41
Download presentation
REGULATION & HOMEOSTATIS

REGULATION & HOMEOSTATIS

What is Homeostasis? Why is Homeostasis Important? How is Homeostasis maintained?

What is Homeostasis? Why is Homeostasis Important? How is Homeostasis maintained?

Glossary n n Maintain – keep up. Constant – the same. Internal – inside

Glossary n n Maintain – keep up. Constant – the same. Internal – inside the body. Environment /External– surroundings of the body.

Pemeliharaan kondisi yang “ajeg” dalam lingkungan internal walaupun lingkungan eksternal mengalami perubahan. Homois=sama, state=tetap

Pemeliharaan kondisi yang “ajeg” dalam lingkungan internal walaupun lingkungan eksternal mengalami perubahan. Homois=sama, state=tetap Claude Bernard pertama kali yang mengamati bahwa tubuh memiliki mekanisme khusus yang mengatur berbagai proses fisiologi, dalam range sempit tertentu (batas toleransi).

Homeostasis • Thermoregulasi • Osmoregulasi • Eksresi

Homeostasis • Thermoregulasi • Osmoregulasi • Eksresi

Semua organisme harus menjaga kestabilan lingkungan internalnya berfungsi dengan baik, meliputi: a. Temperatur b.

Semua organisme harus menjaga kestabilan lingkungan internalnya berfungsi dengan baik, meliputi: a. Temperatur b. p. H c. Kadar ion d. hormon

Contohnya: laju respirasi meningkat seiring dengan peningkatan suhu sampai titik tertentu dan kemudian akan

Contohnya: laju respirasi meningkat seiring dengan peningkatan suhu sampai titik tertentu dan kemudian akan menurun ketika suhu itu sudah cukup tinggi sehinggga menyebabkan denaturasi enzim. Sifat-sifat membran juga akan berubah karena perubahan suhu. Jika dingin maka membran dapat hancur. Yang lebih fatal lagi adalah kematian pada sel.

Jika homeostasis tidak bekerja dengan baik maka terjadi: v Denaturasi protein v Membran sel

Jika homeostasis tidak bekerja dengan baik maka terjadi: v Denaturasi protein v Membran sel yang rusak v Enzim yang bekerja tidak baik v Kematian sel

Homeostasis melibatkan 2 sistem pengatur, yaitu: a. Sistem syaraf (nervous system) b. Sistem hormon

Homeostasis melibatkan 2 sistem pengatur, yaitu: a. Sistem syaraf (nervous system) b. Sistem hormon (endokrine system)

Sistem syaraf, terdiri atas: otak, sum-sum tulang belakang, serabut syaraf di seluruh bagian tubuh.

Sistem syaraf, terdiri atas: otak, sum-sum tulang belakang, serabut syaraf di seluruh bagian tubuh. Syaraf sensorik menerima impuls dari dalam ataupun luar kemudian dikirimkan ke otak untuk diterjemahkan, kemudian dikirimkan oleh syaraf motorik ke efektor (untuk merespon) Sistem hormon, terdiri atas kelenjar, hormon dan organ target. Menerima sinyal dari sist. syaraf atau dari hormon yang spesifik, untuk memacu dihasilkannya hormon lainnya sebagai respon masukan.

Negative Feedback Pengaturan suhu tubuh

Negative Feedback Pengaturan suhu tubuh

Umpan Balik POsitif Childbirth Kontraksi Rahim stretch of the cervix Release of oxytocin

Umpan Balik POsitif Childbirth Kontraksi Rahim stretch of the cervix Release of oxytocin

Perpindahan Panas dari Lingkungan. Organisme

Perpindahan Panas dari Lingkungan. Organisme

Panas tubuh---Lingkungan Endoterm: M. H. dapat mengatur keajegan suhu tubuh walaupun suhu lingkungan berubah.

Panas tubuh---Lingkungan Endoterm: M. H. dapat mengatur keajegan suhu tubuh walaupun suhu lingkungan berubah. M. H. tsb mempunyai thermoregulator Ektoterm: M. H. yang menyesuaikan suhu tubuhnya dengan lingk. Co. berbagai macam invertebrata, ular -nonregulator

Ectotherm vs Endotherm

Ectotherm vs Endotherm

Kelebihan Endoterm: • Menjaga kestabilan suhu tubuh – Cooling & heating the body •

Kelebihan Endoterm: • Menjaga kestabilan suhu tubuh – Cooling & heating the body • Memiliki metabolisme aerobik yang tinggi • Mampu melakukan aktivitas otot yang lebih lama/kuat daripada ektoterm – Jalan/lari dalam jarak yang jauh – Terbang

Kelemahan Endoterm: Mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak untuk kebutuhan metabolisme • Human metabolic

Kelemahan Endoterm: Mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak untuk kebutuhan metabolisme • Human metabolic mate at 200 C & at rest 1, 300 to 1, 800 kcal per day. • American alligator metabolic rate at 200 C & at rest 60 kcal per day at 200 C.

Mekanisme Thermoregulasi • Insulasi - bulu rambut lemak Lapisan lemak • Evaporative cooling -

Mekanisme Thermoregulasi • Insulasi - bulu rambut lemak Lapisan lemak • Evaporative cooling - Sweating (pengeluaran keringat), panting (penjuluran lidah), bathing (berkubang) • Shivering (Menggigil) • Nonshivering thermogenesis & brown fat • Circulation adaptations - Countercurrent exchange Vasodilatation (mekanisme pendinginan) Vasoconstriction (heat conservation) • Respon perilaku

Countercurrent heat exchangers Goose leg Dolphin flipper

Countercurrent heat exchangers Goose leg Dolphin flipper

Pengaturan Temperatur Tubuh n Semua mamalia menjaga agar suhu tubuhnya relatif konstan. n Mannusia

Pengaturan Temperatur Tubuh n Semua mamalia menjaga agar suhu tubuhnya relatif konstan. n Mannusia memiliki suhu tubuh sekitar 37ºC. dalam lingkungan panas ataupun dingin

Pengaturan Temperatur tubuh n Hewan dengan area permukaan yang luas dibandingkan dengan volume tubuh

Pengaturan Temperatur tubuh n Hewan dengan area permukaan yang luas dibandingkan dengan volume tubuh akan kehilangan panas lebih cepat daripada yang sedikit area permukaannya Volume = _______ Surface area = ______ Volume : Surface area ratio = ___________

Volume : Surface area ratio = 1: 6 Untuk setiap 1 unit pemanasan, panas

Volume : Surface area ratio = 1: 6 Untuk setiap 1 unit pemanasan, panas hilang pada 6 sisinya Volume : Surface area ratio = 1: 5 Untuk setiap 1 unit pemanasan, panas hilang pada 5 sisinya

Volume : Surface area ratio = 1: 6 Volume : Surface area ratio =

Volume : Surface area ratio = 1: 6 Volume : Surface area ratio = 1: 5 Angka perbandingan lebih besar Volume : Surface Area maka panas akan lebih cepat hilang

Penguins huddling to keep warm

Penguins huddling to keep warm

Regulating Body Temp in Humans

Regulating Body Temp in Humans

Bagaimana mekanisme pendinginan tubuh? 1. n n n Sweating (Berkeringat) Ketika tubuh panas, kelenjar

Bagaimana mekanisme pendinginan tubuh? 1. n n n Sweating (Berkeringat) Ketika tubuh panas, kelenjar keringat distimulasi untuk mengeluarkan keringat. Keringat kemudian akan menguap Untuk melakukan ini dibutuhkan panas. Panas tersebut diperoleh dari kulitmu. Kulit kehilangan panas sehingga mendingin

Sweating The skin

Sweating The skin

Bagaimana mekanisme pendinginan tubuh? 2. Vasodilasi (Pelebaran pembuluh darah kapiler) n n n darah

Bagaimana mekanisme pendinginan tubuh? 2. Vasodilasi (Pelebaran pembuluh darah kapiler) n n n darah membawa sebagaian besar energi panas tubuh. Ada pembuluh darah kapiler dibawah kulit, yang dapat berisi darah ketika kepanasan. Hal tersebut menyebabkan darah dekat dengan permukaan kulit sehingga panas yang berlebih dapat hilang

This means more heat is lost from the surface of the skin If the

This means more heat is lost from the surface of the skin If the temperature rises, the blood vessel dilates (gets bigger).

Bagaimana mekanisme pemanasan tubuh? 1. Vasokonstriksi n Berlawanan dengan vasodilatasi Pembuluh darah kapiler dibawah

Bagaimana mekanisme pemanasan tubuh? 1. Vasokonstriksi n Berlawanan dengan vasodilatasi Pembuluh darah kapiler dibawah kulit mengalami penyempitan Hal tersebut menyebabakan aliran darah jauh dari permukaan kulit sehingga dapat mengurangi kehilangan panas n n

This means less heat is lost from the surface of the skin If the

This means less heat is lost from the surface of the skin If the temperature falls, the blood vessel constricts (gets shut off).

Bagaimana mekanisme pemanasan tubuh? 2. Piloerection n Terjadi ketika rambut di kulit “berdiri “.

Bagaimana mekanisme pemanasan tubuh? 2. Piloerection n Terjadi ketika rambut di kulit “berdiri “. Rambut membentuk lapisan penjebak udara di permukaan kulit yang kemudian dapat memanaskan tubuh Lapisan udara tersebut merupakan lapisan insulasi n n

Penyesuaian pada lingkungan dg temperatur baru • Endotherm (burung dan manusia): menumbuhkan lapisan bulu

Penyesuaian pada lingkungan dg temperatur baru • Endotherm (burung dan manusia): menumbuhkan lapisan bulu yang lebih tebal pada musim dingin dan merontokkannya pada musim panas, memvariasikan metabolik. dan produksi terkadang kapasitas dengan panas

 • Ektotherm mengimbangi perubahan panas ditubuhnya dengan penyesuaian fisiologi dan toleransi terhadap suhu.

• Ektotherm mengimbangi perubahan panas ditubuhnya dengan penyesuaian fisiologi dan toleransi terhadap suhu. • Co. pada musim dingin cat fish hanya dapat bertahan hidup pada suhu maksimal 28 o. C, tetapi pada musim panas suhu 36 o. C.

 • Beberapa terhadap ektoterm suhu mengalami lingkungan yang aklimatisasi mencapai dibawah 0 o.

• Beberapa terhadap ektoterm suhu mengalami lingkungan yang aklimatisasi mencapai dibawah 0 o. C sehingga untuk melindungi diri dengan berupa memproduksi senyawa “antifreeze” yang mencegah cryoprotectant terbentuknya es dalam sel – Co Ikan Arctic and Antarctic, pada -0. 7 o. C.

Hibernasi dilakukan sebagai adaptasi terhadap musim dingin dan sedikitnya persediaan makanan n Tupai di

Hibernasi dilakukan sebagai adaptasi terhadap musim dingin dan sedikitnya persediaan makanan n Tupai di bawah tanah u Suhu tubuhnya: 37 o. C u Rerata Metabolic : 85 kkal/hari. u Selama 8 bulan dalam masa hibernasi maka suhu tubuhnya sedikit turun dan metabolik ratenya juga sangatr rendah

Body Temperature and metabolism during hibernation of Belding’s ground squirrel

Body Temperature and metabolism during hibernation of Belding’s ground squirrel

Osmoregulasi- pengaturan fluida dalam tubuh makhluk hidup. Difusi- perpindahan substansi dari konsentrasi tinggi ke

Osmoregulasi- pengaturan fluida dalam tubuh makhluk hidup. Difusi- perpindahan substansi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Osmosis-difusi melalui membran semipermeable

Marine Fish: hypoosmotic H 2 O continually leaves body Less salt than external environment

Marine Fish: hypoosmotic H 2 O continually leaves body Less salt than external environment continually drinks seawater excretes salt through gills produces small amts of dilute urine

Freshwater Fish: hyperosmotic H 2 O continually enters body does not drinks water produces

Freshwater Fish: hyperosmotic H 2 O continually enters body does not drinks water produces large amts of dilute urine More salt than external environment