RANCANGAN EPIDEMIOLOGI ANALITIK OLEH NUGROHO Pengantar Metode yang

  • Slides: 16
Download presentation
RANCANGAN EPIDEMIOLOGI ANALITIK OLEH NUGROHO

RANCANGAN EPIDEMIOLOGI ANALITIK OLEH NUGROHO

Pengantar • Metode yang lebih dikenal dalam epidemiologi secara umum adalah metode observasional dan

Pengantar • Metode yang lebih dikenal dalam epidemiologi secara umum adalah metode observasional dan eksperimen. • Ilmu epidemiologi lebih menekankan pada orang tempat dan waktu kejadian dari suatu penyakit. • Metode yang sering dijumpai dalam epidemiologi adalah penelitian cross sectional, case control, kohor dan eksperimen.

Lanjutan • Bayak hasil-hasil penelitian saat ini mengunakan metode cross sectional atau studi potong

Lanjutan • Bayak hasil-hasil penelitian saat ini mengunakan metode cross sectional atau studi potong lintang. • Metode yang tingkat kesulitan dalam aplikasi dilapangan adalah metode eksperimen. • Kendala metode eksperimen tidak mungkin dilakukan karena kendala etik penelitian.

Metode observasional • Metode cross sectional • Metode case control

Metode observasional • Metode cross sectional • Metode case control

Metode cross sectional • metode cross sectional lebih menekankan pada aspek waktu pengukuran 2

Metode cross sectional • metode cross sectional lebih menekankan pada aspek waktu pengukuran 2 variabel (variabel independent dan variabel dependent) dilakukan saat bersamaan.

Desain penelitian Populasi Pencuplikan (random, non random) Terpapar, berpenyakit Terpapar, takberpenyakit Tak terpapar, tak

Desain penelitian Populasi Pencuplikan (random, non random) Terpapar, berpenyakit Terpapar, takberpenyakit Tak terpapar, tak berpenyakit

Metode case control • Sering digunakan dalam penelitian yang sifatnya kasus-kasus sudah terjadi •

Metode case control • Sering digunakan dalam penelitian yang sifatnya kasus-kasus sudah terjadi • Kejadian penyakit yang periode serangannya singkat. • Desain case control lebih kuat jika dibanding dengan desain cross sectional • Perjalanan paparan tidak dapat diketahui seberapa jauh waktunya dan seberapa lama waktu dibutuhkan untuk terjadinya suatu penyakit.

Desain case control Populasi Sampling Kasus (berpenyakit) Terpapar Tidak Terpapar Kontrol (tidak berpenyakit) terpapar

Desain case control Populasi Sampling Kasus (berpenyakit) Terpapar Tidak Terpapar Kontrol (tidak berpenyakit) terpapar Tak terpapar

Case control Masa lalu Sekarang Kejadian fenomena penyakit (D) Masa mendatang Kejadian fenomena penyakit

Case control Masa lalu Sekarang Kejadian fenomena penyakit (D) Masa mendatang Kejadian fenomena penyakit (D) Studi kasus control retrospektif Studi kasus control prospektif Masa lalu

Metode kohort • Metode kohort lebih menekankan pada aspek perjalanan paparan. • Desain kohort

Metode kohort • Metode kohort lebih menekankan pada aspek perjalanan paparan. • Desain kohort lebih mengutamakan perjalanan waktu paparan sehingga waktu terjadinya paparan dapat di indikasikan atau dapat dilihat dan seberapa lama perjalanan waktu bisa dideteksi. • Ukuran yang lebih tepat dalam desain ini adala risiko relatif (RR).

Desain kohort Populasi Kasus Non kasus Terpapar, berpenyakit (E+, D+) Terpapar (E+) Tak terpapar

Desain kohort Populasi Kasus Non kasus Terpapar, berpenyakit (E+, D+) Terpapar (E+) Tak terpapar (E) Follow up Terpapar, tak berpenyakit (E+D-) Tak terpapar, berpenyakit (E-D+) Tak terpapar, tak berpenyakit (E-D-)

Masa lalu Sekarang Kejadian fenomena penyakit (D) Masa mendatang Kejadian fenomena penyakit (D) Studi

Masa lalu Sekarang Kejadian fenomena penyakit (D) Masa mendatang Kejadian fenomena penyakit (D) Studi kohort historis Studi kohort prospektif Mulai penelitian

Metode eksperimen Populasi randomisasi Perlakuan Control

Metode eksperimen Populasi randomisasi Perlakuan Control

Exsperimen blog design Populasi study Block 1 randomisasi Perlaku an Control Block 2 Block

Exsperimen blog design Populasi study Block 1 randomisasi Perlaku an Control Block 2 Block 3 Randomisasi perlakuan Control Perlaku an Control

Randomisasi Terapi A Terapi B Group 1 Group 2 Group 1

Randomisasi Terapi A Terapi B Group 1 Group 2 Group 1