Ragam bentuk dan makna bahasa 2 Ragam bahasa

  • Slides: 17
Download presentation
Ragam, bentuk, dan makna bahasa -2 -

Ragam, bentuk, dan makna bahasa -2 -

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa. n Ragam bahasa terdapat

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa. n Ragam bahasa terdapat dibedakan menjadi dua, yaitu 1. Media pengantarnya (Ragam lisan dan ragam tulis) 2. Situasi pemakaiannya (Ragam formal, semiformal, dan informal)

PENGGUNAAN RAGAM BAHASA n n APAKAH TELAH SESUAI DEGAN KAIDAH? APAKAH TELAH SESUAI DENGAN

PENGGUNAAN RAGAM BAHASA n n APAKAH TELAH SESUAI DEGAN KAIDAH? APAKAH TELAH SESUAI DENGAN KEBUTUHAN KOMUNIKASI?

Ragam Bahasa Indonesia Bidang Penggunaan Ragam Ragam Dsb. Ilmu Hukum Jurnalistik Agama Sastra Suasana

Ragam Bahasa Indonesia Bidang Penggunaan Ragam Ragam Dsb. Ilmu Hukum Jurnalistik Agama Sastra Suasana Penggunaan Ragam Resmi Ragam Tidak Resmi/Santai Sarana Ragam Lisan Ragam Tulis Penutur Ragam Terpelajar Ragam Tidak Terpelajar Tempat Logat/Dialek Akademik dan nonakademik

Perbedaan Ragam Lisan dan Ragam Tulis 1. Cara Penyampaian Ragam lisan: penutur dapat memanfaatkan

Perbedaan Ragam Lisan dan Ragam Tulis 1. Cara Penyampaian Ragam lisan: penutur dapat memanfaatkan peragaan, seperti gerak tangan, air muka, dan tekanan suara untuk membantu pemahaman. Ragam tulis: peragaan seperti itu tidak bisa digambarkan. 2. Kosakata Ragam lisan: Ibu bilang kita harus belajar. Kita harus bikin karya tulis. Ragam tulis: Ibu mengatakan bahwa kita harus belajar. Kita harus membuat karya tulis. 3. Bentuk Kata: Ragam lisan: Ani mau nulis surat. Dia sedang baca surat kabar. Ragam tulis: Ani mau menulis surat. Dia sedang membaca surat kabar. 4. Struktur Kalimat: Ragam lisan: Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Saya akan tanyakan soal itu. Ragam tulis: Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Saya akan menanyakan soal itu/Akan saya tanyakan soal itu.

Lima Ciri Pembeda Ragam Standar dari Nonstandar n n Kata sapaan dan kata ganti

Lima Ciri Pembeda Ragam Standar dari Nonstandar n n Kata sapaan dan kata ganti (Bapak, Ibu, Saudara, Anda, Pak Dokter, Bu Dokter, Pak Haji, Kamu) Kata tertentu (tidak, akan, sudah, besar, perempuan atau pacar, ayah, orang tua n n Kata sapaan dan kata ganti (Mia, Nina, gue. Ogut, kamu-kamu) Kata tertentu (nggak, bakal, udah (selesai), gede, cewek, bokap, ortu)

 Penggunaan imbuhan (memakai, menurunkan, menulis) Penggunaan Konjungsi dan preposisi (ibu mengatakan bahwa kita

Penggunaan imbuhan (memakai, menurunkan, menulis) Penggunaan Konjungsi dan preposisi (ibu mengatakan bahwa kita akan pergi besok; Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan itu) Kelengkapan fungsi (Misalnya percakapan sebuah keluarga di restoran. ; A: “Bu, Ibu pilih apa? Ayam? ” atau “Bu, mau ayam? ” B: “Nggak, ah, ibu mau ikan saja, deh”) Imbuhan sering ditanggalkan (pake, nurunin, nulis) Konjungsi dan preposisi dihilangkan (Ibu mengatakan kita akan pergi besok; Mereka bekerja keras menyelesiakan pekerjaan itu) Ada fungsi yang dihilangkan (A: “Bu, Ibu apa? Ayam” atau “Ibu, ayam? ” B: “Nggak, ah, Ibu ikan aja, deh”)

Bentuk dan makna n 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satuan bentuk bahasa

Bentuk dan makna n 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satuan bentuk bahasa Fonem Morfem Kata Frase Kalimat Paragraf/alinea Karangan/ wacana

Kalimat S P (O) (Pel) (Ket) disusun secara logis menjelaskan pikiran dan perasaan pembicara

Kalimat S P (O) (Pel) (Ket) disusun secara logis menjelaskan pikiran dan perasaan pembicara atau penulis

Makna dan Perubahan n n 1. 2. Makna adalah hubungan antara bentuk bahasa dengan

Makna dan Perubahan n n 1. 2. Makna adalah hubungan antara bentuk bahasa dengan objek atau sesuatu yang diacunya. Unsur pembentuk makna: Leksikal Garamatikal Jenis Makna 1. Denotasi 2. Konotasi

Perubahan Makna n n n Meluas: Kata sapaan yang berhubungan dengan kata sapaan, contoh

Perubahan Makna n n n Meluas: Kata sapaan yang berhubungan dengan kata sapaan, contoh bapak, saudara, ibu, dan sebagainya. Menyempit: Sarjana Ameliorasi: Istri dan wanita Peyorasi : Gerombolan, teroris, dan kelaparan Sinestesia: Manis, hambar, dan pahit Asosiasi : Ampop, tumbang, dan cukur.

LARAS BAHASA n Ragam yang digunakan dalam berbagai ranah kehidupan, dalam berbagai jenis situasi

LARAS BAHASA n Ragam yang digunakan dalam berbagai ranah kehidupan, dalam berbagai jenis situasi Contoh: Resep dapur Iris cabai merah tipis-tipis. Instruksi pada kemasan obat: Jauhkan dari anak-anak. Tajukrencana: Presiden Terima Duta Besar Baru

Karya Ilmiah Laras Ilmiah Ragam Standar/ Baku Jelas Kalimat Efektif Lugas Teratur Tepat makna

Karya Ilmiah Laras Ilmiah Ragam Standar/ Baku Jelas Kalimat Efektif Lugas Teratur Tepat makna Sistematis

Gaya Bahasa Keilmuan (Laras Ilmiah): 1) Nada karangan keilmuan bersifat formal dan objektif. Bombastis,

Gaya Bahasa Keilmuan (Laras Ilmiah): 1) Nada karangan keilmuan bersifat formal dan objektif. Bombastis, retorik, propaganda, dan ungkapan emosional dihindari. 2) Subjek peneliti disingkirkan atau digusur ke belakang: sebaiknya, objek penelitian ditonjolkan. Untuk itu, lazim dipakai bentuk kalimat pasif dan statif. 3) Tata istilah, tata nama, lambang-lambang huruf dan/gambar, tabel, daftar, bagan, dan grafik sering dipakai untuk membernasringkaskan dan sekaligus memperjelas uraian. 4) Dalam karangan keilmuan dipakai bahasa resmi ragam baku dan dengan tata bahasa yang benar. Gaya percakapan, apalagi yang bertingkat bahasa harian dan berbau kedaerahan, dijauhkan.

5) Penyampaian gagasan harus secara lengkap, tepat, jelas, ringkas, sistematis, dan menyatu. 6) Dalam

5) Penyampaian gagasan harus secara lengkap, tepat, jelas, ringkas, sistematis, dan menyatu. 6) Dalam pengetahuan eksak seperti Logika dan Matematika, dan dalam ilmu-ilmu alam seperti Fisika, Kimia, dan Biologi, pemaparan (eksposisi) dan argumentasi lebih banyak dipakai, meskipun pemerian (deskripsi) dan penuturan juga dimanfaatkan sebagai pelengkap. 7) Pedoman tata tulis tertentu, dengan kaidah mengenai penggunaan huruf, lambang, dan sebagainya, dipatuhi dengan panggah (konsisten). (Wilardjo, 1990: 41— 42)

Pengertian penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar Penggunaan bahasa Indonesia yang baik: a.

Pengertian penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar Penggunaan bahasa Indonesia yang baik: a. Pemilihan ragam yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi: 1) topik yang dibicarakan 2) tujuan pembicaraan 3) lawan bicara/pembaca 4) tempat pembicaraan b. Logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat pengguna bahasa

Penggunaan bahasa Indonesia yang benar: Penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah, yang meliputi: 1)

Penggunaan bahasa Indonesia yang benar: Penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah, yang meliputi: 1) aspek fonologi 2) aspek morfologi 3) aspek sintaksis 4) kosakata 5) makna