Psyphar 5 AntiPsikotik Created by Yoga Barata S
Psyphar 5 Anti-Psikotik Created by : Yoga Barata, S. Psi, M. Psi, Psikolog On October 31 st 2018 Sponsored by :
Pendahuluan • What is Psychosis? (NO, its not Psychokinesis) • a severe mental disorder in which thought and emotions are so impaired that contact is lost with external reality. • What is Schizophrenia? • A disorder that affects a person's ability to think, feel and behave clearly. • What is the relation between two of `em ?
• Psychosis is the name of a symptoms or experiences, which include hallucinations and delusions. Hallucinations make someone experience things that other people are not. This might be seeing things or hearing voices. Delusions are when people have unusual beliefs that other people don’t have. • Schizophrenia is a mental illness that affects how someone thinks or feels. Symptoms of schizophrenia include hallucinations and delusions. But often it will have other symptoms like feeling flat or emotionless, or withdrawing from other people. • Schizophrenia is a mental illness that causes psychosis • So its kinda part of Schizo. . . Those Symptomps • ICD – 10 : F 20
So How to Treat This ?
Meet The Anti-Psychotics Drugs
What`s That? Antipsychotics, also known as neuroleptics or major tranquilizers, are a class of medication primarily used to manage psychosis, principally in schizophrenia and bipolar disorder.
As it`s Name Suggest. . . • • • Antipsychotics are most frequently used for the following conditions: Schizophrenia Schizoaffective disorder most commonly in conjunction with either an antidepressant (in the case of the depressive subtype) or a mood stabiliser (in the case of the bipolar subtype). Bipolar disorder (acute mania and mixed episodes) may be treated with either typical or atypical antipsychotics, although atypical antipsychotics are usually preferred because they tend to have more favourable adverse effect profiles[4] and, according to a recent meta-analysis, they tend to have a lower liability for causing conversion from mania to depression. [5] Psychotic depression. In this indication it is a common practice for the psychiatrist to prescribe a combination of an atypical antipsychotic and an antidepressant as this practice is best supported by the evidence. [6] Treatment-resistant (and not necessarily psychotic) major depression as an adjunct to standard antidepressant therapy. [6] Source : Wikipedia
1 st Generation (Typical) • Typical antipsychotics are a class of antipsychotic drugs first developed in the 1950 s and used to treat psychosis (in particular, Dementia Praecox). • Typical antipsychotics may also be used for the treatment of acute mania, agitation, and other conditions. • The first typical antipsychotics to come into medical use was Chlorpromazine (CPZ)
2 nd Generation (Atypical) • Jika obat-obatan generasi 1 secara bio-kimiawi hanya menghambat neurotransmiter yang bernama dopamin, maka penemuan obat selanjutnya, clozapine, yang merupakan antipsikotik golongan baru yang pertama di tahun 1970 -an, menggunakan mekanisme yang berbeda dengan antipsikotik sebelumnya • Antipsikotik jenis yang terakhir ini punya mekanisme kerja yang lain dalam otak (yang membuatnya banyak disebut dengan antipsikotik atipikal, atau antipsikotik yang cara bekerjanya "tidak biasa"), yang tidak hanya menghambat penerimaan dopamin pada sel saraf, tapi juga bekerja pada serotonin, sehingga lebih mampu untuk mengembalikan keseimbangan neurotransmiter atau "zat penyampai pesan dari satu sel saraf ke sel saraf yang lainnya" yang berdampak pada tercapainya pemulihan dari gejala psikosis
Chlorpromazine – Klorpromasin [CPZ] • Chlorpromazine adalah obat untuk menangani gejala psikosis pada skizofrenia. • Selain untuk mengatasi gejala psikosis, chlorpromazine juga digunakan untuk menangani mual, muntah, dan cegukan yang tidak kunjung berhenti • Obat ini bekerja dengan menghambat zat kimia di otak yang dinamakan dopamin, sehingga dapat mengurangi gejala psikosis berupa perilaku agresif yang membahayakan diri sendiri atau orang lain (disorganized behaviour), serta halusinasi
Merek Dagang CPZ • • • Cepezet 100 Chlorpromazine Hcl Klorpromazina Meprosetil • • • Promactil Thorazine Ormazine Larcagtil Hibernal
WARNING ! • • Chlorpromazine tidak boleh digunakan pada pasien psikosis akibat demensia, karena bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan infeksi paru hingga mengakibatkan kematian. Gunakan dengan hati-hati pada penderita glaukoma, penyakit Parkinson, gangguan ginjal dan hati, pembesaran prostat, serta orang dengan kalsium rendah dalam darah. Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat kejang, asma, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit jantung. Hindari penggunaan pada pasien anak-anak dengan sindrom Reye dan anak-anak di bawah usia 6 bulan. Chlorpromazine berisiko menyebabkan penyakit jantung, hipotensi, koma, kejang, hingga gangguan sistem saraf pusat dan kerusakan otak. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan chlorpromazine, segera temui dokter.
Dosag e
USAGE • Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi chlorpromazine. • Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter akan menyarankan pasien memulai pengobatan dalam dosis rendah, lalu ditingkatkan secara bertahap. • Gunakan chlorpromazine di waktu yang sama setiap harinya untuk mendapatkan efek maksimal. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi obat ini, dianjurkan untuk segera melakukannya begitu ingat, apabila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis. • Jangan menghentikan konsumsi obat tanpa seizin dokter, karena beberapa gejala mungkin memburuk saat berhenti mengonsumsi obat ini secara mendadak. Dokter akan menurunkan dosis secara bertahap.
Interaksi Obat Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan chlorpromazine bersama dengan obat lain • Semakin menekan sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan efek mengantuk, jika chlorpromazine dikombinasikan dengan obat penenang, antihistamin, obat bius, dan alkohol. • Chlorpromazine meningkatkan efek antikolinergik (seperti mulut kering), pada obat antiparkinson. • Chlorpromazine dapat membuat obat clonidine dan methyldopa tidak efektif dalam menurunkan tekanan darah.
Side Effect • Gejala extrapiramidal, seperti tremor dan bicara pelo. • Efek antikolinergik, seperti mulut kering dan penglihatan kabur. • Hilang nafsu makan. • Cemas. • Depresi. • Gangguan menstruasi. • Disfungsi ereksi. • Kejang. • Tubuh mudah lelah. • Kenaikan Berat Badan • Sulit Tidur • Sakit Kepala • Pusing • Brain Swelling • Hipotensi • Jantung Berdebar
YOUR PART NOW • CLOZAPINE / 2 ND GEN • GEJALA EKSTRAPIRAMIDAL • TRICYCLICS ANTI-PSYCHOTIC • GO TO PAGE 6 THIS SLIDE (2)
- Slides: 20