PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MANUSIA Pertemuan 1 Oleh Mariyana Widiastuti
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MANUSIA Pertemuan 1 Oleh : Mariyana Widiastuti, M. Psi. , Psikolog FAKULTAS PSIKOLOGI
VISI DAN MISI UNIVERSITAS ESA UNGGUL
Materi Sebelum UTS 01. Pengantar 02. Masa Prenatal (Sebelum Kelahiran) 03. Masa Neonatal (Kelahiran) 04. Masa Bayi (Infancy & Toddler) 05. Masa Kanak-kanak Awal (Early Childhood) 06. Masa Kanak-kanak (Childhood) 07. Peran Anak dalam Sistem Keluarga
Materi Setelah UTS 08. Masa Pubertas 09. Masa Remaja Awal 10. Masa Remaja Akhir 11. Masa Dewasa Awal 12. Masa Dewasa Madya 13. Masa Dewasa Akhir 14. Kematian (Death)
Capaian Akhir Mata Kuliah PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MANUSIA 1. Mahasiswa mampu memahami isue-isue, konsep & teori dalam psikologi perkembangan. 2. Mahasiswa mampu memahami metode yang dipakai dalam penelitian perkembangan. 3. Mahasiswa mampu memahami ciri-ciri perkembangan manusia dan perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap tahapan perkembangan. 4. Mahasiswa mampu memahami aspek-aspek penting dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan serta masalah-masalah yang ada pada setiap tahapan perkembangan.
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN pada PERTEMUAN 1 • Mampu mengenali isue perkembangan anak. • Mampu memahami berbagai teori perkembangan dari beberapa tokoh ahli. • Mampu memahami asal mula kehidupan manusia.
Studi Perkembangan Manusia (Human Development) wien/pgsd_perk
Ilmu Perkembangan Manusia • Yaitu studi ilmiah tentang proses perubahan dan stabilitas selama rentang kehidupan manusia. Lahir Proses perubahan & stabilitas wien/pgsd_perk Mati
Perkembangan selama rentang kehidupan (Life Span Development) • Yaitu konsep yang memandang perkembangan sebagai proses seumur hidup, yang dapat dipelajari secara ilmiah. wien/pgsd_perk
Tujuan ilmiah mempelajari perkembangan manusia 4. Modifikasi 3. Prediksi 2. Penjelasan 1. Deskripsi wien/pgsd_perk
Proses Perubahan & Kestabilan • Ada 2 jenis perubahan: – Kuantitatif (dlm hal angka, jumlah, frekuensi) – Kualitatif (dlm hal jenis, struktur/organisasi) • Kestabilan atau keajegan (constancy): – Sifat (dlm hal ini kepribadian dan perilaku) yang cenderung (sampai batas waktu tertentu) menetap dalam diri. wien/pgsd_perk
Ranah Perkembangan (dimensi diri yg berkembang) • Perkemb. fisik • Perkemb. kognitif • Perkemb. psikososial Kognitif Fisik wien/pgsd_perk psikososial
Periode dalam rentang kehidupan (Cohort) • Merupakan konstruksi sosial konsep ttg hakikat realitas yg berbasis pd persepsi dan asumsi yg dianut bersama oleh sebuah masyarakat. • Periode yg scr umum berlaku: – prenatal, todlerhood (batita- bawah tiga tahun), early childhood , middle childhood, adolescence, youth adulthood, middle adulthood, late adulthood. wien/pgsd_perk
Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan • Perbedaan individual – Perbedaan dalam karakteristik, hal-hal yg bisa berpengaruh, atau hasil-hasil perkembangan. • Apa saja? – Faktor keturunan/hereditas, lingkungan, kematangan – Pengaruh kontekstual utama: keluarga (inti, besar), status sosioekonomis, kultur dan etnis, konteks historis. – Pengaruh normatif dan non-normatif. – Waktu terjadinya hal-hal yg berpengaruh (periode kritis atau sensitif). wien/pgsd_perk
Tugas Perkembangan Masa Anak • Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan yang umum. • Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh. • Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya. • Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat. • Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung. • Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. • Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, tata dan tingkatan nilai. • Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga. • Mencapai kebebasan pribadi. wien/pgsd_perk
Berbagai Teori Perkembangan Manusia wien/pgsd_perk
5 Sudut Pandang (perspektif) ttg Perkembangan Manusia KOGNITIF - Teori tahapan kognitif BELAJAR - Teori sosial budaya - Teori pemrosesan informasi - Teori behavioristik - Social learning theory PSIKOANALISIS - Teori psikoseksual - Teori psikososial EVOLUSIONER (SOSIOBIOLOGIS) - Attachment theory Perkemb Mns wien/pgsd_perk KONTEKSTUAL - Teori bioekologi (ecological theory)
Prinsip Dasar Masing-masing Perspektif Teoretis Sudut Pandang Teori Penting Psikoanalisis Teori Psikoseksual (Freud) Perilaku dikendalikan oleh berbagai dorongan tdk sadar yg kuat. Teori Psikososial (Erikson) Kepribadian dipengaruhi oleh masyarakat & berkembang melalui serangkaian krisis. Belajar Teori Behavioristik Mns adl perespons, lingkungan mengendalikan perilaku. Teori Belajar sosial Anak belajar dlm konteks sosial dg mengamati atau meniru model (anak adl kontributor aktif). wien/pgsd_perk Prinsip Dasar
Prinsip Dasar Masing-masing Perspektif Teoretis Sudut Pandang Teori Penting Prinsip Dasar Kognitif Teori tahapan kognitif (Piaget) Perubahan kualitatif muncul antara masa bayi s/d remaja (anak adl pemrakarsa perkemb. yg aktif). Teori sosial budaya (Vygotsky) Interaksi sosial merupakan pusat perkemb. kognitif. Teori pemrosesan informasi. Manusia adl pemroses simbol. Teori kelekatan (attachment) Mns memiliki mekanisme adaptif utk bertahan hidup; penekanan pd ms kritis atau sensitif; evolusi dan biologis mendasari perilaku. Evolusioner (sosiobiologis) wien/pgsd_perk
Prinsip Dasar Masing-masing Perspektif Teoretis Sudut Pandang Teori Penting Prinsip Dasar Kontekstual Teori bioekologi/ bioecological theory (Bronfrenbrenner) Perkembangan muncul melalui interaksi antara orang yg berkembang dan 5 lingkungan, sistem pengaruh kontekstual yg saling terkait yakni mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem. wien/pgsd_perk
Tahapan Perkembangan menurut Beberapa Teori. Tahapan Psikoseksual (Freud) Tahapan Psikososial (Erikson) Tahapan Kognitif (Jean Piaget) Tahapan Penalaran Moral (Kohlberg) 1. Oral 2. Anal 3. Phallic 4. Latency 5. Genital 1. Basic trust vs mistrust 2. Autonomy vs shame & doubt 3. Initiative vs guilt 4. Industry vs 1. Sensorimotor 2. Preoperational 3. Concrete 1. Pre conventional (perspektif ‘concrete individual’) 2. Conventional (perspektif ‘member of society’) 3. Post conventional (perspektif ‘prior of society‘ inferiority 5. Identiti vs indentity confusion 6. Intimacy vs isolation 7. generativity vs stagnation 8. Integrity vs despair operational 4. Formal operational. (Sumberwien/pgsd_perk : Papalia) (sumber: Kusdwiratri)
Teori Tahapan Psikoseksual (oleh Sigmund Freud) Psychosexual Stage Age Kepuasan Oral stage Lahir - 1 th Pd area mulut. - Berlebihan - Kekurangan Anal stage 2 – 3 th Pd area pembuangan (anal). -Anal expulsiveness Phallic stage 4 – 5 th Pd area alat kelamin Identifikasi Laki kastrasi, oedipus complex Perempuan penis envy, electra complex. Latency stage 6 – 11 / 12 th Perkembangan pesat pd aspek motorik & kognitif. Masa tenang, kecemasan & ketakutan masa sblmnya ditekan (repressed). Genital stage Adolescence – adulthhood. Relasi heterosexual. Rasa cinta pd anggota keluarga dialihkan pd orang lain di luar keluarga. Pengalaman masa lalu sangat mempengaruhi perilakunya. l wien/pgsd_perk (sembarangan) -Anal retentiveness (penahanan)
Teori tahapan Psikososial (oleh Erikson) Psychosocial Stage Age Positive Outcomes Negative Outcomes Basic Trust vs Basic Mistrust. (Rasa aman vs Ketidakberdayaan). Lahir 1 th Feeling of inner goodness, trust in oneself & others, optimism. Sense of badness, mistrust of self & others, Pessimism. Outonomy vs Shame & Doubt (Mandiri vs malu / ragu-ragu) 2 – 3 th Exercise of will, self control, able to make choise. Rigid, excessive conscience, doubtfull, self conscience shame. Initiative vs Guilt. (Inisiatif / bebas vs rasa bersalah) 4 – 5 th Pleasure of accomplishments, activity, directions & purpose. Guilt over goals, contemplated, and achievements initiated. Induatry vs Inferiority. (Rasa mampu vs rendah diri) 6 – 11 / 12 Able to be absorbed in productive work, pride in completed product. Sense of inadequacy and inferiority, unable to complete work. wien/pgsd_perk
Psychosocial Stage Age Positive Outcomes Negative Outcomes Identity vs Role Diffusion. Adoles Menemukan diri vs peran tdk cence jelas / kabur) Confidence of inner sameness and continuity, promise of a career. ill at ease in roles, no sets standards, sense of artificiality. Intimacy vs Isolation. (Kedekatan vs Perasaan terasing) Early Adult hood Mutuality, sharing of thoughts, work, feelings. Avoidance of intimacy, superficial relations. Generativity vs Stagnation. (membantu orang lain vs diri sendiri) Middle Adult hood Ability to lose oneself in work and relationship. Loss of interest in work, impoverished relations. Integrity vs Despair. (Kepuasan thd masa lalu vs kekecewaan) Late Adult hood Sense of order and meaning, content with self and one’s accomplishments. Fear of death, bitter about life and what one got from it or what did not happen. wien/pgsd_perk
Teori Tahapan Kognitif (oleh Jean Piaget) • • Sensorimotor ( babyhood) : 0 -2 tahun Pre-operational ( early childhood) : 2 -7 tahun Concrete Operational ( late childhood) : 7 -12 tahun Formal Operational ( Adolescence to Adulthood) : 12 tahun ke atas wien/pgsd_perk
Teori Perkembangan Attachment (oleh Bowlby) • Senyuman yg mempunyai arti sosial diperlihatkan stlh berusia 3 minggu, hanya saja bayi belum bisa membedakan wajah yg dilihatnya. Reaksi dari orang dewasa thd senyuman mempunyai fungsi meredakan dan menimbulkan perasaan dekat. (0 – 3 bln) • Mulai mengenal wajah-wajah tertentu dg tingkah laku yg diperlihatkan kpd orang yg dikenal, spt senyuman, ocehan. Keterikatan sudah lebih kuat. (3 -6 bln) wien/pgsd_perk
TEORI EKOLOGI (Oleh Bronfrenbrenner) wien/pgsd_perk
wien/pgsd_perk
wien/pgsd_perk
- Slides: 29