PROTEIN A PENGERTIAN PROTEIN BERASAL DARI BAHASA YUNANI

  • Slides: 37
Download presentation
PROTEIN

PROTEIN

A. PENGERTIAN PROTEIN BERASAL DARI BAHASA YUNANI “PROTOS” THAT MEAN “THE PRIME IMPORTANCE” ARTINYA

A. PENGERTIAN PROTEIN BERASAL DARI BAHASA YUNANI “PROTOS” THAT MEAN “THE PRIME IMPORTANCE” ARTINYA : “TERUTAMA” ATAU “PENTING” G. MULDER MENEMUKAN BAHWA SENYAWA INI DITEMUKAN PADA SEMUA ORGANISME HIDUP BAIK PADA TUMBUHAN MAUPUN HEWAN, MERUPAKAN KOMPONEN TERBESAR DALAM JARINGAN TUMBUHAN DAN TUBUH HEWAN

A. PENGERTIAN q. PROTEIN MERUPAKAN SENYAWA POLIPEPTIDA q. SETIAP PEPTIDA TERSUSUN ATAS ASAM AMINO

A. PENGERTIAN q. PROTEIN MERUPAKAN SENYAWA POLIPEPTIDA q. SETIAP PEPTIDA TERSUSUN ATAS ASAM AMINO SEBAGAI KOMPONEN TERKECIL q. UNSUR PENYUSUNNYA : C, H, O, N

B. ASAM AMINO ► ASAM AMINO ADALAH SENYAWA YANG TERSUSUN ATAS GUGUS KARBOKSIL (COOH)

B. ASAM AMINO ► ASAM AMINO ADALAH SENYAWA YANG TERSUSUN ATAS GUGUS KARBOKSIL (COOH) DAN GUGUS AMIN (NH 2) ► STRUKTUR R : H N C H H O C OH

Structure of Amino Acid The side group H H N C H H O

Structure of Amino Acid The side group H H N C H H O C O H H Glycine The simplest amino acid H C H O H N C H H Alanine C O H

CONDENSATION OF AMINO ACID HOH Amino acid + Amino acid An OH group from

CONDENSATION OF AMINO ACID HOH Amino acid + Amino acid An OH group from the acid end of one amino acid an H atom from the amino acid group of another join to form a molecule of water Dipeptida A peptida bond (highlighted in red) forms between the two amino acids, creating a peptide

JENIS ASAM AMINO 1. ASAM AMINO ESENSIAL (INDISPENSABLE AMINO ACID) ASAM AMINO YANG TIDAK

JENIS ASAM AMINO 1. ASAM AMINO ESENSIAL (INDISPENSABLE AMINO ACID) ASAM AMINO YANG TIDAK DAPAT DISINTESIS OLEH TUBUH, HARUS DIPEROLEH DARI LUAR (MAKANAN) 2. ASAM AMINO NON ESENSIAL (DISPENSABLE AMINO ACID) ASAM AMINO YANG DAPAT DISINTESIS DI DALAM TUBUH, DARI SUPLAI NITROGEN 3. ASAM AMINO SEMI ESENSIAL (CONDITIONALLY ESSENSIAL) ASAM AMINO YANG PADA KONDISI TERTENTU TIDAK DAPAT DIBENTUK OLEH TUBUH

JENIS ASAM AMINO ESENSIAL NON ESENSIAL Histidin Alanin Lisin Arginin Leusin Asparagin Isoleusin Asam

JENIS ASAM AMINO ESENSIAL NON ESENSIAL Histidin Alanin Lisin Arginin Leusin Asparagin Isoleusin Asam aspartat Methionin Asam Glutamat Valin Glutamin Threonin Glisin Venilalanin Serin Triptofan Prolin SEMI ESENSIAL Arginin Glutamin Sistein Tyrosin

C. FUNGSI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. SUMBER ENERGI MEMBENTUK STRUKTUR SEL

C. FUNGSI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. SUMBER ENERGI MEMBENTUK STRUKTUR SEL MEMBENTUK SISTEM PERTAHANAN TUBUH MEMBENTUK SENYAWA TUBUH YANG ESENSIAL KESEIMBANGAN ASAM BASA KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH TRANSPOR ZAT GIZI

1. SUMBER ENERGI ► PROTEIN DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER ENERGI BILA SUPLAI KARBOHIDRAT DAN LEMAK

1. SUMBER ENERGI ► PROTEIN DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER ENERGI BILA SUPLAI KARBOHIDRAT DAN LEMAK KURANG ► KARBOHIDRAT DAN LEMAK ADALAH “PROTEIN-SPARING” They spare amino acids from being burned for energy and allow them to be used for protein synthesis

2. MEMBENTUK STRUKTUR SEL TERSUSUN ATAS PROTEIN ► FUNGSI PERTUMBUHAN DAN PEMELIHARAAN ► FUNGSI

2. MEMBENTUK STRUKTUR SEL TERSUSUN ATAS PROTEIN ► FUNGSI PERTUMBUHAN DAN PEMELIHARAAN ► FUNGSI KOLAGEN YAITU SUATU PROTEIN FIBROUSA DI DALAM TUBUH YANG MEERUPAKAN KOMPONEN JARINGAN IKAT (CONNECTIVE TISSUE) ►

STRUCTURAL PROTEIN PROVIDE STRUCTURE TO ALL CELLS INCLUDING HAIR, NAILS, SKIN, AND BONE MOTOR

STRUCTURAL PROTEIN PROVIDE STRUCTURE TO ALL CELLS INCLUDING HAIR, NAILS, SKIN, AND BONE MOTOR PROTEIN : PROTEIN THAT TURN ENERGY INTO MECHANICAL WORK. MOTOR PROTEIN ACTIVE IN PROCESSES SUCH AS DIVIDING CELLS, CONTRACTING MUSCLE, SWIMMING SPERM

3. SISTEM PERTAHANAN TUBUH ► PROTEIN MEMBENTUK ANTIBODY YANG BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MELAWAN INFEKSI

3. SISTEM PERTAHANAN TUBUH ► PROTEIN MEMBENTUK ANTIBODY YANG BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MELAWAN INFEKSI DAN BENDA ASING YANG MASUK DALAM TUBUH ► ANTIBODY : PROTEIN YANG DIHASILKAN OLEH B LIMFOSIT SEBAGAI RESPON ADANYA ANTIGEN (PROTEIN PADA VIRUS ATAU BAKTERI) ► IMUNOGLOBULIN (Ig A, Ig E, Ig M) ADALAH PROTEIN

4. KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH ► PROTEIN DARAH DAPAT MENGHASILKAN TEKANAN ONKOTIK, YAITU TEKANAN UNTUK

4. KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH ► PROTEIN DARAH DAPAT MENGHASILKAN TEKANAN ONKOTIK, YAITU TEKANAN UNTUK MEMPERTAHANKAN AGAR CAIRAN TUBUH TETAP BERADA PADA KOMPARTEMENNYA ► CAIRAN : - INTRASEL : DI DALAM SEL - EKSTRASEL : a. INTERSELULER B. INTRAVASKULAR ► DEFISIENSI PROTEIN DI DALAM DARAH AKAN MENYEBABKAN ODEMA KARENA TEKANAN ONKOTIK YANG DIHASILKAN OLEH PROTEIN TIDAK MAMPU MEMPERTAHANKAN CAIRAN UNTUK TETAP BERADA DI DALAM KOMPARTEMEN, SEHINGGA CAIRAN AKAN KELUAR----ODEMA

Tekanan onkotik Tekanan darah yang dihasilkan jandtung (tek. Hidrostatik mendorong cairan keluar dari pembuluh

Tekanan onkotik Tekanan darah yang dihasilkan jandtung (tek. Hidrostatik mendorong cairan keluar dari pembuluh darah -----odema Protein darah akan menarik cairan kedalam

5. MENGATUR ASAM BASA PROTEIN DARAH DAPAT BERPERAN SEBAGAI BUFER ► PH DARAH DITENTUKAN

5. MENGATUR ASAM BASA PROTEIN DARAH DAPAT BERPERAN SEBAGAI BUFER ► PH DARAH DITENTUKAN OLEH KONSENTRASI ION HIDROGEN ► SEMAKIN TINGGI KONSENTRASI ION H SEMAKIN RENDAH PH (SEMAKIN ASAM) ► ASAM : PH < 7 ►

6. MEMBENTUK SENYAWA TUBUH ESENSIAL ► HORMON SUATU SENYAWA YANG DIHASILKAN OLEH TUBUH TERSUSUN

6. MEMBENTUK SENYAWA TUBUH ESENSIAL ► HORMON SUATU SENYAWA YANG DIHASILKAN OLEH TUBUH TERSUSUN ATAS PROTEIN UNTUK FUNGSI REGULATOR ► ENZIM ADALAH PROTEIN YANG MENGKATALIS REAKSI KIMIA DI DALAM TUBUH ► HEMOGLOBIN KOMPONEN DARAH YANG TERSUSUN ATAS PROTEIN DAN ZAT BESI

Human Insulin Human insulin is relatively small protein that consist of 51 amino acid

Human Insulin Human insulin is relatively small protein that consist of 51 amino acid in two short Polypeptide chains. Two brigdes link he two chains. A third bridge spans a section within the short chain. Known as disulfide bridges, these link involve the amino acid Cystein (Cys), whose side group contains sulfur (S). Cystein connect to each other when bonds form between these side group.

7. TRANSPOR ZAT GIZI PROTEIN DI DALAM DARAH DAPAT BERPERAN PENGANGKUT ZAT GIZI LAINNYA

7. TRANSPOR ZAT GIZI PROTEIN DI DALAM DARAH DAPAT BERPERAN PENGANGKUT ZAT GIZI LAINNYA ► CONTOH : - RETINOL BINDING- PROTEIN (RBP) - TRANSFERIN - LIPOPROTEIN ►

D. DIGESTION AND ABSORPTION Digestion is facilitated mostly by the stomach’s acid and enzymes,

D. DIGESTION AND ABSORPTION Digestion is facilitated mostly by the stomach’s acid and enzymes, wich first denature dietary protein, then cleave them into smaller polypeptides and some amino acid. Pancreatic an dintestinal enzymes split this poly peptides further to oligo-, tri, and dipeptides, and then split most of these to single amino acid. MOUTH Salivary glands esophagus liver gallblader stomach Pancreatic duct pancreas Then carries in the membranes of intestinal cells transport the amino acid into the cells, where they are releases into the bloodstream What happen in each organd on protein and HCl & enzymes? Small intestine

PENCERNAAN PROTEIN MULUT : BELUM TERJADI PENCERNAAN LAMBUNG : PROTEIN PEPSIN HCL PANKREATIK PROTEASE

PENCERNAAN PROTEIN MULUT : BELUM TERJADI PENCERNAAN LAMBUNG : PROTEIN PEPSIN HCL PANKREATIK PROTEASE PEPTIDASE USUS HALUS : PEPTIDA ALKALI PEPTIDA ASAM AMINO

PENCERNAAN DI LAMBUNG ► Terjadi denaturasi protein oleh HCl, sehingga protein mudah dipecah oleh

PENCERNAAN DI LAMBUNG ► Terjadi denaturasi protein oleh HCl, sehingga protein mudah dipecah oleh enzim ► Dinding lambung menghasilkan pro-enzim pepsinogen, yang diaktifkan oleh HCl menjadi enzim pepsin ► Pepsin sangat aktif pada p. H 2, 5 dan inactif pada p. H >5 ► Sekresi cairan lambung p. H 0, 8 dan bila bercampur dengan makanan maka p. H menjadi 2 -2, 5 menjadi p. H yang ideal untuk mengaktifkan pepsin ► Pepsin bertanggung jawab 10 -20% dari proses pencernaan

PENCERNAAN DI USUS HALUS ► Pemecahan protein terjadi secara efektif di usus halus ►

PENCERNAAN DI USUS HALUS ► Pemecahan protein terjadi secara efektif di usus halus ► Dinding usus dan pankreas menghasilkan proenzim tripsinogen dan kimotripsinogen sebagai respon masuknya protein di dalam usus, yang berubah menjadi enzim tripsin dan kimotripsin karena suasana alkali ► Enzim lainnya adalah peptidase memecah dipeptida menjadi asam amino

E. METABOLISME PROTEIN ► DALAM KONDISI NORMAL, HANYA 15% PROTEIN DI DALAM TUBUH YANG

E. METABOLISME PROTEIN ► DALAM KONDISI NORMAL, HANYA 15% PROTEIN DI DALAM TUBUH YANG DIUBAH MENJADI ENERGI ► PROTEIN DI DALAM TUBUH MENGALAMI “TURN OVER”

METABOLISM The sum total of all the chamical reactions that go on in living

METABOLISM The sum total of all the chamical reactions that go on in living cells ► Anabolism : reaction in which small molecules are put together to build larger one. Anabolic reactions require energy ► Catabolism : reactions in which large molecules are broken down to smaller one. Catabolic reaction release energy

PROTEIN SYNTHESIS ► Protein can be synthesized in the body cell (ribosome) ► Each

PROTEIN SYNTHESIS ► Protein can be synthesized in the body cell (ribosome) ► Each human being is unique because of small differences in the body’s proteins. , which in turn, are determined by genes. ► When a cell makes a protein, it’s called the gene for that protein has been “expressed. Cells can regulate gene expression to make the type of protein.

PROTEIN TURN OVER & AMINO ACID POOL Protein turn over : ► Whitin each

PROTEIN TURN OVER & AMINO ACID POOL Protein turn over : ► Whitin each cell, protein are continually being made and broken ► When protein break down, they free amino acid ► These amino acid mix with amino acid from dietary protein form an “amino acid pool” within the cells and circulating blood

NITROGEN BALANCE ► In healthy adults, protein synthesis balance with degradation, and protein intake

NITROGEN BALANCE ► In healthy adults, protein synthesis balance with degradation, and protein intake from foof balances with nitrogen excretion in the urine, feces and sweat. ► Nitrogen status is positive in growing infants, children, adolescents, pregnant women ► Nitrogen status is negative in people who are starving or suffering other severe stresses such as burn, injuries, infections, fever

JALUR METABOLISME PROTEIN ASAM AMINO KARBOHIDRAT GLUKOSA LEMAK GLISEROL PIRUVAT ACETYL Co A TCA

JALUR METABOLISME PROTEIN ASAM AMINO KARBOHIDRAT GLUKOSA LEMAK GLISEROL PIRUVAT ACETYL Co A TCA CYCLE NH 3 H 2 O CO 2 ASAM LEMAK

“TURN OVER PROTEIN” Pemecahan AA Dari sell DIETARY PROTEIN Degradasi protein BODY PROTEIN ASAM

“TURN OVER PROTEIN” Pemecahan AA Dari sell DIETARY PROTEIN Degradasi protein BODY PROTEIN ASAM AMINO POOL AA DLM SEL Sintensis protein Sintesis senyawa Non protein HATI : Kel. AA Urea Carbon Asam Lemak Glukosa Energi GINJAL

METABOLISME PROTEIN PROSES METABOLISME PROTEIN ADA 2 MACAM : 1. PROSES TRANSAMINASI 2. PROSES

METABOLISME PROTEIN PROSES METABOLISME PROTEIN ADA 2 MACAM : 1. PROSES TRANSAMINASI 2. PROSES DEAMINASI ► TRANSAMINASI : PROSES PEMINDAHAN GUGUS AMIN DARI SATU ASAM AMINO UNTUK MEMBENTUK ASAM AMINO BARU CONTOH : PEMBENTUKAN SISTIN DARI METIONIN ► DEAMINASI PROSES PENGHILANGAN GUGUS AMIN SEHINGGA AKAN MEMBENTUK SENYAWA BARU CONTOH : PEMBENTUKAN NIASIN DARI TRIPTOFAN

DEAMINATION ► When amino acid are broken down (as occurs when they are used

DEAMINATION ► When amino acid are broken down (as occurs when they are used for energy), they are first deaminated, stripped of their amino groups. ► Deamination produce ammonia, which the cells release into the bloodstream. ► The liver pick up the ammonia, converts it into urea (a less toxic compound), and returns urea into the blood. ► The production of urea increase as dietary protein increase (max 250 g/day)

► Two products result from deamination : 1. α keto acid (the carbon structure

► Two products result from deamination : 1. α keto acid (the carbon structure without amino group) 2. Ammonia (NH 3), a toxic compound ► Most amino acids can be used to synthesize glucose from pyruvate, they are called a glucogenic amino acid ► Some amino acids are converted directly to acetyl Co. A, they called ketogenic amino acid

AMINO ACID ENTER THE ENERGY PATHWAY NH 2 Glucogenic Amino acids Piruvate NH 2

AMINO ACID ENTER THE ENERGY PATHWAY NH 2 Glucogenic Amino acids Piruvate NH 2 Coenzyme Co. A Coenzyme CO 2 NH 2 Ketogenic Amino acids Acetyl Co. A NH 2 TCA Cycle Glucogenic Amino acids NH 2 H+ E- To electron Transport chain

TRANSAMINATION ► The transfer of an amino group from one amino acid to keto

TRANSAMINATION ► The transfer of an amino group from one amino acid to keto acid, producing a new non essential amino acid and a new keto acid ► Through many such transamination reactions, involving many different keto acids, the liver cells can synthesize the non essential amino acids

TRANSAMINATION Side group C Side group O + COOH H C NH 2 COOH

TRANSAMINATION Side group C Side group O + COOH H C NH 2 COOH Keto acid A Amino acid B Side group H C NH 2 COOH Amino acid A + C COOH Keto acid B O

UREA EXCRETION Blood stream Amonia (NH 3) + CO 2 Liver Urea Person with

UREA EXCRETION Blood stream Amonia (NH 3) + CO 2 Liver Urea Person with liver disease has high blood ammonia Person with kidney disease has high blood urea Urea Blood stream Kidney The liver and kidneys both play a role in Disposing of excess nitrogen. Urea To blader & out of body