Proses Terjadinya Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia

  • Slides: 6
Download presentation
Proses Terjadinya Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan

Proses Terjadinya Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya. oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusaknya Ada dua macam proses korosi : 1. Korosi Proses Kimia Merupakan serangan korosi secara langsung, tanpa adanya aliran listrik pada logam. Contohnya adalah berkaratnya baja dalam udara terbuka. Korosi oleh proses kimia biasanya menyebar secara merata pada seluruh permukaan logam. 2. Korosi elektrokimia Elektrokimia merupakan reaksi kimia yang melibatkan adanya transfer elektron antara elektroda positif (anoda) dan elektroda negatif (katoda). Reaksi korosi melibatkan proses pelepasan elektron (oksidasi) dari logam 2 Fe → 2 Fe 2+ + 2 e- dan proses penerimaan elektron oleh beberapa reaksi reduksi, seperti reaksi reduksi oksigen atau air O 2 + 2 H 2 O + 4 e– → 4 OH– dan 2 H 2 O + 2 e– → H 2 + 2 OH– Note: Oksidasi adalah pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion Reduksi adalah penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.

Proses Terjadinya Korosi Mekanisme terjadinya korosi (karat) disebabkan oleh reaksi logam dengan lingkungan sekitarnya.

Proses Terjadinya Korosi Mekanisme terjadinya korosi (karat) disebabkan oleh reaksi logam dengan lingkungan sekitarnya. Reaksi korosi sebenarnya sudah bisa terjadi hanya dengan adanya air dan oksigen saja. Adanya polutan udara seperti ion klorida , gas SO 2, H 2 S debu dan sebagainya , menyebabkan tingkat korosivitas lingkungan tersebut akan semakin korosif sehingga reaksi korosi akan berjalan dengan cepat dan kerusakan logam akan semakin parah. Udara H 2 O , O 2 dan Polutan LOGAM BAJA Daerah Anoda : Fe → Fe 2+ + 2 e- (1) Daerah katoda : H 2 O + ½ O 2 + 2 e– → 2 OH– (2) Total reaksi : Fe 2+ + 2 OH– → Fe(OH)2 (3) Selanjutnya terjadi reaksi: 2 Fe(OH)2 + ½ O 2 + H 2 O → 2 Fe(OH)3 (4) 2 Fe(OH)3 → (5) Fe 2 O 3 + 3 H 2 O

Penyebab Terjadinya Korosi FAKTOR LINGKUNGAN FAKTOR METALLURGI

Penyebab Terjadinya Korosi FAKTOR LINGKUNGAN FAKTOR METALLURGI

Faktor Lingkungan a. Komposis i kimia Ion-ion tertentu yang terlarut d i dalam lingku

Faktor Lingkungan a. Komposis i kimia Ion-ion tertentu yang terlarut d i dalam lingku korosi yang b ngan dapat m erbeda-beda. engakibatkan b. Konsentra jenis si Konsentrasi d ari elektrolit a tau kandunga kecepatan ko n oksigen aka rosi yang terja n mempengaru di. c. Temperatu hi r Pada lingkung an temperatur tinggi, laju koro dibandingkan si yang terjad dengan tempe i lebih tinggi ratur rendah, kinetika reaks k a re i kimia akan m na pada temp eratur tinggi eningkat. d. Gas, cair a tau padat Kandungan kim ia di medium cair, gas atau e. Kondisi bio padat berbeda logis -beda Mikroorganism e sepert bakte ri dan jamur d mikrobial teru apat menyeba tama sekali pa bkan terjadiny da material ya mikroorganism a korosi ng terletak di e sangat mem ta n a h pengaruhi kon. Keberadaan mempengaruh sentrasi oksig i kecepatan ko en yang rosi pada sua tu material.

Faktor metalurgi adalah pada material itu sendiri. Apakah suatu logam dapat tahan terhadap korosi,

Faktor metalurgi adalah pada material itu sendiri. Apakah suatu logam dapat tahan terhadap korosi, berapa kecepatan korosi yang dapat terjadi pada suatu kondisi, jenis korosi apa yang paling mudah terjadi, dan lingkungan apa yang dapat menyebabkan terkorosi, ditentukan dari faktor metalurgi tersebut. Yang termasuk dalam faktor metalurgi antara lain : a. Jenis logam dan paduannya Pada lingkungan tertentu, suatu logam dapat tahan tehadap korosi. contoh, aluminium dapat membentuk lapisan pasif pada lingkungan tanah dan air biasa b. Morfologi dan homogenitas Bila suatu paduan memiliki elemen paduan yang tidak homogen, maka paduan tersebut akan memiliki karakteristik ketahanan korosi yang berbeda-beda pada tiap daerahnya. c. Perlakuan panas Logam yang di-heat treatment akan mengalami perubahan struktur kristal atau perubahan fasa. d. Sifat mampu fabrikasi dan pemesinan Merupakan suatu kemampuan material untuk menghasilkan sifat yang baik setelah proses fabrikasi dan pemesinan.

M TEAM

M TEAM