Proses Perancangan Basis Data Devi Indriani 1 Tujuan

  • Slides: 20
Download presentation
Proses Perancangan Basis Data Devi Indriani 1

Proses Perancangan Basis Data Devi Indriani 1

Tujuan Perancangan Database • Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari pengguna dan aplikasi •

Tujuan Perancangan Database • Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari pengguna dan aplikasi • Menyediakan struktur informasi yang natural dan mudah di mengerti oleh pengguna • Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek kinerja dari suatu sistem database 2

Tahapan Peranc. Database 3

Tahapan Peranc. Database 3

Tahapan Peranc. Database • Hasil dari tahap requirement dan analisa berupa data-data kebutuhan user

Tahapan Peranc. Database • Hasil dari tahap requirement dan analisa berupa data-data kebutuhan user yang akan ditampung dan digambarkan pada tahap rancangan skema konsepsual (Conceptual Design). • Pada tahap Conceptual Design, berisi detail deskripsi dari tipe entity, relasi dan constraint (batasan). Hasil dari tahap ini berupa rancangan skema konseptual Database (ER Diagram). • Setelah ER Diagram yang dibuat dari rancangan skema konsepsual database, perlu dilakukan proses mapping ke skema relasi agar database tersebut dapat diimplementasikan dengan Relational DBMS (RDBMS). Tahap ini disebut Logical Design (Data Model Mapping). Hasil dari tahapan ini berupa Skema Fisik Database. • Tahap akhir adalah Physical Design, berupa pendefinisian struktur internal storage, index, path serta organisasi file-file dalam database. 4

Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis v Kegiatan pengumpulan data dan analisis :

Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis v Kegiatan pengumpulan data dan analisis : Ø Menentukan kelompok pemakai dan areal bidang aplikasinya Ø Peninjauan dokumentasi yang ada Ø Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan pemrosesan Ø Pengumpulan respon terhadap daftar pertanyaan dan angket yang telah dibuat sebelumnya 5

v Teknik yang digunakan dalam penspesifikasian kebutuhan secara formal : • OOA ( Object

v Teknik yang digunakan dalam penspesifikasian kebutuhan secara formal : • OOA ( Object Oriented Analysis ) • DFD ( Data Flow Diagram ) • HIPO ( Hierarchical Input Process Output ) • SADT ( Structured Analysis & Design ) 6

Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual q Ada dua kegiatan di dalam perancangan

Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual q Ada dua kegiatan di dalam perancangan database secara konseptual : v Perancangan skema konseptual : Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek tentang kebutuhan – kebutuhan pemakai terhadap data yang dihasilkan dari tahap 1. v Transaksi Merancangan karakteristik dari transaksi–transaksi yang akan di implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih. Transaksi–transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu diimplementasikan. Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan fungsional. Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select dll. 7

Tahap 3 : Pemilihan Sistem Manajemen Database q Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh

Tahap 3 : Pemilihan Sistem Manajemen Database q Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh beberapa faktor yaitu : v Faktor Teknik : 1. Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional ) 2. Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database 3. Tipe interface dan programmer 4. Tipe bahasa queri 8

v Faktor Ekonomi : üBiaya penyiadaan hardware dan software üBiaya konversi pembuatan database üBiaya

v Faktor Ekonomi : üBiaya penyiadaan hardware dan software üBiaya konversi pembuatan database üBiaya personalia üBiaya pelatihan üBiaya pengoperasian üBiaya pemeliharaan 9

v Faktor Organisasi : ü Struktur data Jika data yang disimpan dalam database mengikuti

v Faktor Organisasi : ü Struktur data Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem manajemen database harus dipikirkan. ü Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu Jika staff programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan sautu sistem manajemen database maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar. ü Ketersediaan dari service vendor Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem. 10

Tahap 4 : Perancangan database secara logika ( Transformasi model data ) • Hasil

Tahap 4 : Perancangan database secara logika ( Transformasi model data ) • Hasil dari tahap ini dituliskan dengan perintah DDL ke dalam bahasa sistem manajemen database terpilih. Tapi jika perintah DDL tersebut termasuk dalam parameter–parameter perancangan fisik , maka perintah DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik telah lengkap. 11

Tahap 5 : Perancangan Database Secara Fisik q Kriteria pemilihan perancangan fisik : •

Tahap 5 : Perancangan Database Secara Fisik q Kriteria pemilihan perancangan fisik : • Waktu respon Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon • Penggunaan ruang penyimpanan Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh database file dan struktur jalur pengaksesannya • Terobosan yang dilakukan file transaksi (Transaction troughput ) Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh sistem database dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi 12

Tahap 6 : Implementasi • Implementasi skema database logik dan fisik ke dalam penyataan

Tahap 6 : Implementasi • Implementasi skema database logik dan fisik ke dalam penyataan DDL dan SDL dari sistem manajemen database yang telah dipilih, untuk digunakan dalam pembuatan file–file database yang masih kosong 13

Studi Kasus : Di bawah ini deskripsi mengenai suatu perusahaan yang akan di representasikan

Studi Kasus : Di bawah ini deskripsi mengenai suatu perusahaan yang akan di representasikan dalam database dan buat sesuai dengan proses perancangan database dari tahap 1 s/d tahap 3. 1. Suatu perusahaan terdiri atas bagian–bagian, masing–masing bagian mempunyai nama, nomor bagian dan lokasi. Setiap bagian mempunyai seorang pegawai yang mempunyai seorang pimpinan yang memimpin bagian tersebut. 2. Setiap bagian mengontrol sejumlah proyek dimana masing- masing proyek mempunyai nama, nomor proyek dan lokasi. 3. Setiap pegawai menjadi anggota pada salah satu bagian tapi dapat bekerja di beberapa proyek. Untuk setiap pegawai yang bekerja di proyek mempunyai jam kerja per-minggu. Seorang pegawai mempunyai nama, nomor pegawai, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir dan usia serta supervisor / penyelia langsung. Pegawai juga mempunyai tanggungan yang terdiri atas nama, jenis kelamin dan hubungannya dengan si pegawai. • 14

Penyelesaian Tahapan yang harus dilakukan adalah : 1. Pada deskripsi dari studi kasus di

Penyelesaian Tahapan yang harus dilakukan adalah : 1. Pada deskripsi dari studi kasus di atas sudah diketahui data-data apa saja yang harus digunakan dalam proses perancangan database. (Tahap 1) 2. Melakukan tahap kedua § Mengidentifikasi entitas yang digunakan yaitu : Bagian, Proyek, Pegawai 15

Penyelesaian § Mengidentifikasi atribut yang dimilik dari setiap entitas tersebut : üBagian = No_bag,

Penyelesaian § Mengidentifikasi atribut yang dimilik dari setiap entitas tersebut : üBagian = No_bag, nama dan lokasi ü Proyek = No_proyek, na_proyek dan lokasi ü Pegawai = No_peg, nama, alamat, tgl_lahir dan usia 16

Penyelesaian • Mengidentifikasi relasi yang terjadi diantara entitas tersebut. Entitas 1 Relasi Entita 2

Penyelesaian • Mengidentifikasi relasi yang terjadi diantara entitas tersebut. Entitas 1 Relasi Entita 2 Bagian Punya Pegawai Bagian Pimpinan Bagian Awasi Proyek Pegawai Dapat Proyek Pegawai Diawasi Supervisor 17

Penyelesaian 18

Penyelesaian 18

Penyelesaian • Melakukan Tahap Ketiga yaitu memilih database manajemen sistem yang akan digunakan untuk

Penyelesaian • Melakukan Tahap Ketiga yaitu memilih database manajemen sistem yang akan digunakan untuk membuat suatu perancangan database di lihat dari segi teknik, ekonomi, dan organisasi. Pada tahapan ini dipilh database relational 19

SELESAI 20

SELESAI 20