PROPOSAL SKRIPSI ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TEKS DEBAT

  • Slides: 15
Download presentation
PROPOSAL SKRIPSI ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TEKS DEBAT KARYA SISWA KELAS X SMAN 6

PROPOSAL SKRIPSI ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TEKS DEBAT KARYA SISWA KELAS X SMAN 6 KOTA TANGERANG DEWI FATIHAT IKHLASIA 1688201165 PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG 2020

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM Dosen Pembimbing : IRA ANISA PURAWINANGUN, M. Pd NORI ANGGRAINI,

ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM Dosen Pembimbing : IRA ANISA PURAWINANGUN, M. Pd NORI ANGGRAINI, S. Pd. , MA

Latar Belakang Masalah Kesalahan berbahasa adalah penyimpangan kaidah atau tata bahasa dalam tindak bahasa,

Latar Belakang Masalah Kesalahan berbahasa adalah penyimpangan kaidah atau tata bahasa dalam tindak bahasa, baik secara lisan maupun tertulis. B A B 1 Teks debat termasuk kedalam salah satu karangan argumentasi. Karena, pada dasarnya teks debat serta karangan argumentasi memiliki kesamaan yaitu sama-sama meyakinkan pembaca atau pendengarnya dapat menerima atau mengambil sikap dan tingkah laku tertentu. Peneliti melakukan wawancara dengan guru bahasa Indonesia kelas X di SMAN 6 Kota Tangerang. Para siswa yang lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Akan tetapi, bila siswa diminta mengemukakan pendapat sendiri baik secara lisan maupun tertulis, ternyata siswa menunjukkan gejala seperti kehilangan ide, pada penulisan teks debat masih banyak kekeliruan dalam penempatan preposisi, kata baku, huruf kapital, tanda baca dan penundaan dalam kegiatan berbicara akibat kosakata yang dimiliki siswa masih kurang dan pemilihan kata yang digunakan dalam menulis masih rumpang, yang ditimbulkan siswa akibat kurangnya mengasah kemampuan menulis dan berpendapat oleh siswa di depan umum. 03 Peneliti ingin menganalisis kesalahan berbahasa khususnya pada preposisi, kata baku, huruf kapital, dan tanda baca dalam teks debat siswa kelas X SMAN 6 Kota Tangerang.

FOKUS PENELITIAN B A B 1 Kesalahan berbahasa pada preposisi, kata baku, huruf kapital,

FOKUS PENELITIAN B A B 1 Kesalahan berbahasa pada preposisi, kata baku, huruf kapital, dan tanda baca yang terdapat pada teks debat karya siswa kelas X SMAN 6 Kota. Tangerang. RUMUSAN MASALAH Bagaimanakah kesalahan berbahasa pada preposisi, kata baku, huruf kapital, dan tanda baca dalam teks debat karya siswa kelas X SMAN 6 Kota Tangerang ?

B A B 1 Tujuan Penelitian Untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada preposisi, kata baku,

B A B 1 Tujuan Penelitian Untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada preposisi, kata baku, huruf kapital, dan tanda baca dalam teks debat karya siswa kelas X SMAN 6 Kota. Tangerang. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis 2. Manfaat Praktis

BAB II Pengertian Analisis Kesalahan Berbahasa Pranowo (2019) “Kesalahan berbahasa dapat terjadi pada anak

BAB II Pengertian Analisis Kesalahan Berbahasa Pranowo (2019) “Kesalahan berbahasa dapat terjadi pada anak kecil yang sedang dalam proses menguasai B 1 biasanya disebut errors (silap). Sementara itu jika penyimpangan dilakukan oleh orang dewasa (yang sudah menguasai bahasa pertama) disebut mistake (kesalahan)” (h. 118). Tarigan (2011) “Kesalahan berbahasa merupakan sisi yang mempunyai cacat pada ujaran atau tulisan pelajar. Kesalahan tersebut merupakan bagian-bagian konvensasi atau komposisi yang menyimpang dari norma baku atau norma terpilih dari performansi orang dewasa” (h. 126). Setyawati (2013) “Kesalahan berbahasa adalah penggunaan bahasa baik secara lisan maupun tertulis yang menyimpang dari faktor-faktor penentu berkomunikasi atau menyimpang dari norma kemasyarakatan dan menyimpang dari kaidah tata bahasa Indonesia” (h. 15).

Kesimpulan “ “ Kesalahan Berbahasa adalah penggunaan bahasa dalam berkomunikasi harus mengikuti kaidah bahasa

Kesimpulan “ “ Kesalahan Berbahasa adalah penggunaan bahasa dalam berkomunikasi harus mengikuti kaidah bahasa yang telah ditentukan. Kesalahan berbahasa dapat terjadi pada anak kecil dan orang dewasa, kesalahan berbahasa dilakukan pada ujaran yang disampaikan terdapat kata-kata atau kalimat yang rancu atau tidak sesuai kaidah sehingga dapat terjadi kesalahan pemahaman antara pembicara dengan lawan bicara. 1 c. Vwvr

BAB II Preposisi Alwi (2003) Rachmawati (2018) Preposisi yang juga disebut kata depan seperti

BAB II Preposisi Alwi (2003) Rachmawati (2018) Preposisi yang juga disebut kata depan seperti di, ke, dan dari terpisah dari kata yang mengikutinya. Yakni menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan preposisi tersebut dengan konstituen di belakangnya. Apabila ditinjau dari perilaku sintaksisnya, preposisi berada di depan nomina, akjektiva, atau verba. Kata Baku Kosasih (2012) Chaer (2011) Kata baku adalah kata yang cara pengucapannya ataupun penulisannya yang sesuai standar dengan aturan kebahasaaan yang berlaku, didasarkan atas kajian berbagai ilmu, termasuk ilmu bahasa dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kata baku biasanya digunakan untuk komunikasi resmi, pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan yang bersifat resmi.

BAB II Huruf Kapital Sugono (2010) Tim Grasindo (2016) Huruf kapital adalah huruf yang

BAB II Huruf Kapital Sugono (2010) Tim Grasindo (2016) Huruf kapital adalah huruf yang biasanya digunakan pada huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat atau huruf pertama. Huruf kapital terdiri dari tiga belas jenis Tanda Baca Ardiansyah (2011) Tim Grasindo (2016) Tanda baca adalah segala macam tanda untuk menggambarkan perhentian akhir, tekanan, dan tanda tanya. Tanda baca merupakan tanda-tanda yang digunakan di dalam bahasa tulis sehingga dapat dipahami orang apa yang kita maksudkan. Tanda baca terdiri dari lima belas jenis.

“ BAB II Pengertian Debat Kosasih (2019) Asidi dalam Fadila (2019) Debat adalah suatu

“ BAB II Pengertian Debat Kosasih (2019) Asidi dalam Fadila (2019) Debat adalah suatu proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk membandingkan dan mempertahankan pendapat, isu-isu yang kontroversial yang mengandung pro dan kontra di masyarakat, isu itu mendapat tanggapan dari dua belah pihak yang kemudian ditanggapi dari berbagai sudut pandang. “ Semi (2008)

BAB III Lokasi Penelitian Metode Penelitian SMAN 6 Kota Tangerang, yang beralamat di Jl.

BAB III Lokasi Penelitian Metode Penelitian SMAN 6 Kota Tangerang, yang beralamat di Jl. Nyimas Melati, Karang Anyar, Kec. Neglasari, Tangerang, Banten. Kualitatif Deskriptif METODE PENELITIAN Sumber dan Jenis Penelitian 1. Data Primer 2. Data Sekunder

BAB III a. b. c. d. e. f. g. h. Peneliti memberikan materi mengenai

BAB III a. b. c. d. e. f. g. h. Peneliti memberikan materi mengenai pengertian teks debat, langkah-langkah menyusun teks debat, peneliti memberikan materi mengenai preposisi, kata baku, huruf kapital, dan tanda baca dalam teks debat Peneliti memberikan tes menulis teks debat kepada siswa kelas X SMA Negeri 6 Kota Tangerang Peneliti mengumpulkan hasil teks debat Peneliti membaca hasil teks debat karya siswa yang mana saja yang termasuk preposisi, kata baku, huruf kapital, dan tanda baca Peneliti memberikan garis bawah untuk menandai di kertas, dalam teks debat karya siswa Peneliti memberikan kode yang telah penulis tentukan, kode tersebut penulis gunakan untuk menandai masing-masing data kalimat yang terdapat preposisi, kata baku, huruf kapital, dan tanda baca Dilanjutkan dengan klasifikasi Peneliti mencatat data dalam word laptop. Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data 1. 2. 3. Reduksi Data (Data Reduction) Penyajian Data (Data Display)

Teknik Analisis Data 1. 2. 3. Reduksi Data (Data Reduction) Penyajian Data (Data Display) Menarik Kesimpulan atau Verifikasi

Keabsahan Data 1. Objektivitas 2. Kesahihan Internal (Credibility) 3. Kesahihan Eksternal (Tranferability)

Keabsahan Data 1. Objektivitas 2. Kesahihan Internal (Credibility) 3. Kesahihan Eksternal (Tranferability)

Thank you

Thank you