Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Gunadarma Source























- Slides: 23
Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Gunadarma Source : http: //karmila. staff. gunadarma. ac. id/ Dyah Anggraini, Ph. D - http: //d_anggraini. staff. gunadarma. ac. id
§ Mengetahui dan memahami konglomerasi industri media komunikasi § Tantangan dan peluang Industri media terintegrasi (media cetak dan media elektronik) berskala nasional dan internasional § Memahami pengaruh industri media terintegrasi dalam masyarakat http: //www. shutterstock. com 2
§ Merupakan penggabungan-penggabungan perubahan media menjadi perusahaan yang lebih besar yang membawahi banyak media. § Konglomerasi ini dilakukan dengan melakukan korporasi dengan perusahaa media lain yang dianggap mempunyai visi yang sama. § Pembentukan konglomerasi ini dengan cara kepemilikan saham, joint venture / merger, atau pendirian kartel komunikasi dalam skala besar baik intergrasi vertikal, intergasi horisontal maupun kepemilikan silang. § Akibatnya kepemilikan media yang berpusat pada segelintir orang. 3
§ Trans 7 dan Trans TV berada payung bisnis yang sama yakni Trans Corp yang dikuasai oleh Chairul Tanjung. § Global TV, RCTI dan TPI bergabung dalam MNC Group dan bertindak selaku pemilik adalah Hary Tanoesoedibyo. § TV One dan ANTV bernaung di bawah bendera Bakrie Group dengan Boss utama Abu Rizal Bakrie. § SCTV yang sebahagian besar sahamnya dimiliki oleh Eddy Sariatmadja § Metro TV dengan Surya Paloh pemimpinnya yang termasyhur karena wajahnya sering ditampilkan oleh TV yang dimilikinya sendiri. 4
§ Intergrasi media adalah penguasaan seseorang atau sekelompok orang terhadap kepemilikan perusahaan media di berbagai tahapan produksi dan distribusi, dari hulu sampai hilir. § Misalnya sebuah perusahaan film secara vertikal meng integrasikan aspek seperti agensi pencari bakat, studio produksi, rantai teater, produksi videocassette hingga rantai penjualan videocassette. § Contoh dari integrasi vertikal adalah Kelompok Kompas Gramedia (KKG) yang memiliki mempunyai rangkaian produksinya, dari pencetakan, penerbitan, dan pendistribusian karena mempunyai toko buku Gramedia. 5
§ Integrasi Horisontal Media adalah Penguasaan seseorang atau sekelompok orang terhadap beberapa media yang berbeda, misalnya majalah, televisi, penerbitan buku, record labels, dan sebagainya dengan tujuan saling mendukung operasi dari masing media. § Contohnya adalah Grup Jawa Pos yang memiliki jaringan media cetak (koran lokal dan majalah) , jaringan radio dan televisi lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. 6
§ Media Cross Ownership atau kepemilikan silang adalah Individu atau kelompok yang secara kombinasi memiliki baik secara langsung atau tidak langsung media cetak dan media penyiaran secara bersamaan. § UU 32/2003 Pasal 18 ayat 2 “kepemilikan silang antara Lembaga Penyiaran Swasta yang menyelenggarakan jasa penyiaran radio dan Lembaga Penyiaran Swasta yang menyelenggarakan jasa penyiaran televisi, antara Lembaga Penyiaran Swasta dan perusahaan media cetak, serta antara lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran lainnya, baik langsung maupun tidak langsung, dibatasi”. 7
§ Konglomerasi di Indonesia menyebabkan satu orang dapat menguasai banyak media muncul, sehingga orang tersebut dapat mengendalikan berbagai media dalam satu waktu, dari kebijakan yang harus dianut, berita mana yang layak di publikasikan, nilai yang dianut dan sebagainya. § Akibatnya jika media yang tergabung dalam satu group tertentu maka berita dan informasi yang disampaikan akan homogen. § Selain itu berita yang disampaikah hanya berita yang dianggap menguntungan secara ekonomi. Akhirnya Pers tidak lagi dinilai dari seberapa besar nilai berita yang ada, tetapi berapa banyak keuntungan yang akan didapatkan dari pemuatan berita tersebut. 8
§ ANTV karena saham terbesarnya milik keluarga Bakri, maka bagaimana pun tidak akan pernah ada berita yang akan mengangkat lumpur lapindo dan penderitaan masyarakat yang ada di sana. § Televisi lain adalah Metro TV yang sering kali menyiarkan pemberitaan tentang Partai Nasional Demokrat, padahal kalo diperhatikan nilai berita mungkin tidak terlalu tinggi. Tetapi karena kepentingan pemiliknya maka berita tersebut sering muncul. 9
§ Pengawasan lingkungan § Fungsi ini merujuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai berbagai peristiwa yang terjadi. § Media massa menyebarkan segala kejadian dan peristiwa sehingga menjadi informasi bagi khalayak. § Kejadian dan peristiwa yang berkaitan dengan aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya akan selalu dilaporkan oleh media massa. § Penghubung antar bagian dalam masyarakat § Setiap sajian berita yang menyangkut hidup orang banyak, menjadi stimuli bagi khalayak untuk memberikan tanggapan dan mengenalkan antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. 10
§ Sosialisai atau pewarisan nilai-nilai § Fungsi ini merujuk pada upaya transmisi dan pendidikan nilai-nilai serta norma-norma dari satu generasi kepada generasi yang berikutnya, atau dari satu kelompok masyarakat terhadap para anggota kelompok yang baru. § Hiburan § Fungsi hiburan merujuk upaya komunikatif yang bertujuan untuk memberikan hiburan pada khalayak luas. 11
§ Teori Agenda Setting(Mc. Comb dan Donald Shaw sekitar tahun 1968). § Teori ini berasumsi bahwa media mempunyai kemampuan untuk mentransfer isu untuk mempengaruhi agenda publik. § Khalayak akan menganggap suatu isu tersebut penting, karena media menganggap isu tersebut penting. § Teori Depensi Mengenai Efek Komunikasi Massa(Sandra Ball‐Rokeach dan Melvin L De. Fleur 1976). § Fokus perhatiannya pada kondisi struktural suatu masyarakat yang mengatur kecenderungan terjadinya suatu efek media massa. § Pemikiran terpenting dari teori ini bahwa dalam masyarakat modern, audience menjadi tergantung pada media massa sebagai sumber informasi bagi pengetahuan tentang, dan orientasi kepada, apa yang terjadi dalam masyarakatnya. § Kedua, berkaitan dengan apa yang dilakukan media yang pada dasarnya melayani berbagai fungsi informasi 12
§ Edward S. Herman dan Robert W. Mc. Chesney, The Global Media : A New Missionaries to Corporate Capitalism, 1997 § Sejak pertengahan 1980 an, industri media global menunjukkan perkembangan terjadinya kapitalisasi dan industri media yang makin lama hanya dikuasa oleh beberapa pelaku industri. 13
§ Undang-Undang (UU) Penyiaran No. 32 Tahun 2002 “Pemusatan kepemilikan dan penguasaan lembaga penyiaran swasta oleh satu orang atau satu badan hukum, baik di wilayah siar maupun beberapa wilayah siar, dibatasi”. 14
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta menyebutkan tentang pembatasan kepemilikan dan penguasaan atas jasa penyiaran radio dan televisi Pasal 31 (1)Pemusatan kepemilikan dan penguasaan Lembaga Penyiaran Swasta jasa penyiaran rad io oleh 1 (satu) orang atau 1 (satu) badan hukum, baik di satu wilayah siaran maupun di beberapa wilayah s iaran, di seluruh wilayah Indonesia dibatasi sebagai berikut: § 1 (satu) badan hukum hanya boleh memiliki 1 (satu) izin penyelenggaraan penyiaran jasa penyiar an radio; § Memiliki saham sebesar 100% (seratus perseratus) pada badan hukum ke‐ 1 (kesatu) sampai dengan ke‐ 7 (ketujuh); 15
§ Paling banyak memiliki saham sebesar 49% (empat puluh sembilan perseratus) pada badan hukum ke‐ 8 (kedelapan) sampai dengan ke‐ 14 (keempat belas); § Paling banyak memiliki saham sebesar 20% (dua puluh perseratus) pada badan hukum ke‐ 15 (kelima belas) sampai dengan ke‐ 21 (keduapuluh satu); § Paling banyak memiliki saham sebesar 5% (lima perseratus) pada badan hukum ke‐ 22 (ke dua puluh dua) dan seterusnya); § Badan hukum sebagaimana dimaksud pada huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e, berlokasi d i beberapa wilayah kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 16
Paragraf 2 Jasa. Penyiaran. Televisi Jasa Penyiaran Televisi Pasal 32 (1) Pemusatan kepemilikan dan penguasaan Lembaga Penyiaran Swasta jasa penyiaran televisi oleh 1 (satu) orang atau 1 (satu) badan hukum, baik di satu wilayah siaran maupun di beberapa wilayah siaran, diseluruh wilayah Indonesia dibatasi sebagai berikut: § (satu) badan hukum paling banyak memiliki 2 (dua) izin penyelenggaraan penyiaran jasa penyiaran televisi, yang berlokasi di 2 (dua) provinsi yang ber‐beda; § Paling banyak memiliki saham sebesar 100% (seratus perseratus) pada badan hukum ke‐ 1 (kesatu); § Paling banyak memiliki saham sebesar 49% (empat puluh sembilan perseratus) pada badan hukum ke‐ 2 (kedua); 17
§ Paling banyak memiliki saham sebesar 20% (dua puluh perseratus) pada badan hukum ke‐ 3 ( ketiga); § Paling banyak memiliki saham sebesar 5% (lima perseratus) pada badan hukum ke‐ 4 (keemp at) dan seterusnya; § Badan hukum sebagaimana dimaksud pada huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e, berlokasi di b eberapa wilayah provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 18
Bagian Kedua Pembatasan. Kepemilikan. Silang Pembatasan Kepemilikan Silang Pasal 33 Kepemilikan silang antara Lembaga Penyiaran Swasta, perusahaan media cetak, dan L embaga Penyiaran Berlangganan baik langsung maupun tidak langsung dibatasi sebagai berikut: § 1 (satu) Lembaga Penyiaran Swasta jasa penyiaran radio dan 1 (satu) Lembaga Peny iaran Berlangganan dengan 1 (satu) perusahaan media cetak di wilayah yang sama; atau 19
§ 1 (satu) Lembaga Penyiaran Swasta jasa penyiaran televisi dan 1 (satu) Lembaga Penyiaran Berlangganan dengan 1 (satu) perusahaan media cetak di wilayah yang sama; atau § 1 (satu) Lembaga Penyiaran Swasta jasa penyiaran radio dan 1 (satu) Lembaga Penyiaran Sw asta jasa penyiaran televisi dengan 1 (satu) Lembaga Penyiaran Berlangganan di wilayah yang sama. 20
§ MNC Grup : RCTI, Global TV, dan MNC TV (TPI), Koran Sindo, Radio Dangdut TPI, MNC Sport, Trijaya (Sindo FM), Global Radio, Okezone. com, Sun TV, Indovision, Sindo TV, Majalah Trust, Majalah High, Majalah High n Teen. § VIVA Group : TVOne, ANTV dan VIVANews. com. § Surya Citra Media(SCM): SCTV, Indosiar, Ochannel dan Liputan 6. com. § Media. Group: Metro. TV, Media. Indonesia, Lampung. Pos. § Trans Corp : Trans TV, Trans 7, Detik. com 21
§ Berita Satu Media Holding bekerjasama dengan First Media dan Sitra menaungi 12 media a. l: Berita. Satucom, Daily, Suara Pembaruan, Campus Life. Jakarta Globe wimax Investor § Gramedia Group : Kompas Group (koran 2 tersebar di berbagai daerah seluruh Indonesia dengan label Tribun, misal Tribun Pekanbaru), Tabloit Bola, Tabloit Nova, Kompas. com Kompas TV, Warta Kota. § JAWAPOS GROUP : JPNN (Jawa Pos News Network ‐kantor berita, JPNN. com), JPMC (Jawa Pos Multimedia Center), Jawa Pos, Indo Pos, Rakyat Merdeka, Lampu Hijau, Koran Nonstop. § Koran‐koran lainnya di bawah grup POS seperti : Tangsel Pos, Riau Pos dan Koran dengan lebel RADAR seperti Radar Bogor, Radar Purwokerto, TV Lokal seperti : JTV di Jawa Timur, Riau TVdi Riau, Majalah RM, Tabloid Nyata. 22
Berikan pendapat dan penjelasan Anda mengenai : 1. Aturan Konglomerasi Media Di Indonesia 2. Intervensi Pemilik Media "Konglomerasi Media" 3. Bahaya Konglomerasi Media 4. Dampak Konglomerasi Media 5. Regulasi atau Aturan Konglomerasi Media Di Indonesia 6. Degradasi Moral dan Televisi 7. Bahaya Televisi Dampak Konglomerasi media 23