Process Costing AVERAGE METHOD Pengantar Perhitungan harga pokok










- Slides: 10
Process Costing AVERAGE METHOD
Pengantar • Perhitungan harga pokok produk terhadap produk yang diproses secara berkelanjutan/terus menerus. Tujuan proses produksi bukan hanya karena untuk memenuhi permintaan konsumen tetapi juga untuk memenuhi persediaan. • Biasanya produk yang dihasilkan merupakan produk dengan kualifikasi yang sama (standard product). • Perhitungan harga pokok produk lazimnya dilakukan berdasarkan periodik, misal setiap akhir bulan sehingga memungkinkan proses produksi belum menyelesaikan semua produk (masih ada work-in-process). Dampaknya perhitungan harga pokok produk harus memperhatikan pengelolaan persediaan. Dalam materi ini akan kita bahas metode AVERAGE dan FIFO
Proses costing dg metode AVERAGE • Dalam perhitungan harga pokok produk dengan metode process costing harus memperhatikan tingkat serapan biaya yang sudah dicatat dalam work-in-process. Biaya serapan yang sudah dicatat difungsikan untuk menghitung tingkat konversi terhadap barang jadi dalam menghitung harga pokok produk. • Dalam penyajian laporan harga pokok produk ada dua bagian penting yang menunjukkan bahwa semua input dipertanggungjawabkan dengan benar pada outputnya. Bagian pertama menujukkan input = output dari sisi unit. Sedangkan pada bagian kedua dijelaskan input = output dari sisi pembiayaannya (Rp).
Proses costing dg metode AVERAGE • Pada perusahaan yang memiliki lebih dari 1 departemen produksi yang berurutan maka laporan harga pokok produksi disusun sesuai urutan proses produksinya, guna mengidentifikasi serapan biaya pada masing-masing departemen. • Seperti lazimnya sebuah laporan keuangan maka setiap laporan keuangan yang dibuat harus memiliki judul laporan yang berisi informasi: - nama perusahann - nama departemen - nama laporan - periode pelaporan
Proses costing dg metode AVERAGE • Perhitungan unit konversi (UK)dengan metode Average dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: UK = FG + (% x Wi. Pe) UK : Unit konversi FG : jumlah unit Finished Goods % : tingkat serapan biaya pada masing-masing sumberdaya (Materials, Labor, Overhead) Wi. Pe : jumlah unit barang dalam proses (Wi. P) akhir • Biaya per unit per sumberdaya dihitung dengan cara: UC = (beginning cost + current cost)/UK UC : biaya per unit (unit cost)
Contoh kasus
Jawaban (7. 500 + 30. 000)/150 (700 + 2. 000)/20 (200 + 18. 000)/1 40 Jml ditransfer ke assembly
Pencatatan pada departemen Cutting • Current cost recorded Work-in-process, Cutting $50, 000 Materials Payroll Applied Factory Overhead - $30, 000 2, 000 18, 000 • Transferred to Assembly department Work-in-Process, Assembly Work-in-process, Cutting $50, 000 -
FG G warehouse
Pencatatan pada departemen Assembly • Current cost recorded Work-in-process, Assembly $7, 000 Materials Payroll Applied Factory Overhead - $2, 000 3, 500 1, 500 • Transferred to Finished Goods warehouse Finished Goods $60, 506. 12 Work-in-process, Assembly $60, 506. 12