Prinsip Kerja Generator DC Generator Listrik Sederhana Lanjut

  • Slides: 25
Download presentation
Prinsip Kerja Generator DC

Prinsip Kerja Generator DC

Generator Listrik Sederhana

Generator Listrik Sederhana

Lanjut

Lanjut

Motor Listrik Sederhana

Motor Listrik Sederhana

Lanjut

Lanjut

Stator Pada Generator

Stator Pada Generator

Komutator Sebenarnya generator AC memiliki sistem kerja yang sama dengan generator DC, yaitu menghasilkan

Komutator Sebenarnya generator AC memiliki sistem kerja yang sama dengan generator DC, yaitu menghasilkan listrik dari induksi elektromagnetik, selain itu baik generator AC maupun generator DC sebenarnya pada dasarnya sama menghasilkan arus listrik bolak-balik. Namun generator AC dan generator DC memilki perbedaan pada desain konstruksinya. Generator DC menggunakan sebuah cincin belah (split ring) atau yang biasa disebut komutator yang bertindak sebagai penyearah (rectifier), sehingga arus yang dihasilkan generator DC adalah arus searah (DC). Sedangkan pada generator AC (alternator) menggunakan dua cincin seret (slip ring) untuk menghasilkan arus bolak-balik.

Bentuk Komutator

Bentuk Komutator

Jenis-enis Generator

Jenis-enis Generator

Berdasarkan Letak Kutubnya • Generator Kutub Dalam – Medan magnet terletak pada bagian yang

Berdasarkan Letak Kutubnya • Generator Kutub Dalam – Medan magnet terletak pada bagian yang berputar (Rotor) • Generator Kutub Luar – Medan magnet terletak pada bagian yang diam (Stator)

Berdasarkan Putaran Medan • Generator Sinkron • Generator Asinkron Pada generator asinkron energi listrik

Berdasarkan Putaran Medan • Generator Sinkron • Generator Asinkron Pada generator asinkron energi listrik dihasilkan hanya oleh putaran rotor terhadap stator, sedangkan pada generator sinkron energi listrik dihasilkan oleh putaran rotor terhadap stator dan lilitan rotor yang diumpani sumber arus dc.

Berdasarkan Jenis Arus • Generator Arus Searah (DC) • Generator Arus Bolak Balik (AC)

Berdasarkan Jenis Arus • Generator Arus Searah (DC) • Generator Arus Bolak Balik (AC)

Berdasar Fasa • Generator 1 Fasa • Generator 3 Fasa

Berdasar Fasa • Generator 1 Fasa • Generator 3 Fasa

Rugi-Rugi Pada Generator

Rugi-Rugi Pada Generator

Rugi-Rugi Tembaga • • • Pada kumparan medan shunt Pada kontak sikat Pada jangkar

Rugi-Rugi Tembaga • • • Pada kumparan medan shunt Pada kontak sikat Pada jangkar Pada kumparan medan seri Pada lilitan – lilitan medan tambahan misalnya belitan dan kompensasi

Rugi-Rugi Besi/Mekanis • Pada Besi • Pada Gesekan

Rugi-Rugi Besi/Mekanis • Pada Besi • Pada Gesekan

Menghitung panjang kawat, jumlah lilitan, hambatan dan induktansi pada sebuah coil / selenoida /

Menghitung panjang kawat, jumlah lilitan, hambatan dan induktansi pada sebuah coil / selenoida / induktor Dengan: L : Panjang Inductor a : jari-jari inti inductor d : ukuran diameter kawat penyusun inductor N : jumlah lilitan kawat Untuk n lapisan, maka besaran yang ditambah: n : jumlah lapisan D : tebal lapisan

Menghitung jumlah lilitan per lapisan

Menghitung jumlah lilitan per lapisan

Menghitung panjang kawat perlapis

Menghitung panjang kawat perlapis

Menghitung panjang total kawat untuk n lapis Karena tiap lapis jumlah lilitan adalah sama,

Menghitung panjang total kawat untuk n lapis Karena tiap lapis jumlah lilitan adalah sama, maka perhitungan diatas dapat disederhanakan menjadi: dan untuk n lapis, maka persamaan ini dapat dilanjutkan, menjadi: ini merupakan deret aritmatika, dan rumus total jumlah deret aritmatika diatas adalah: ` Pers (3) merupakan persamaan menghitung total panjang kawat untuk membuat inductor, jika diketahui; jari-jari inti (a), diameter kawat (d), jumlah lapisa (n) dan Jumlah lilitan perlapis (Nn).

Menghitung jumlah lilitan inductor Banyak cara menghitung jumlah lilitan pada indikator. cara termudah adalah

Menghitung jumlah lilitan inductor Banyak cara menghitung jumlah lilitan pada indikator. cara termudah adalah dengan mengalikan jumlah lilitan perlapis dengan banyak lapisan: N = Nn. n. . . . . pers (3 a) Jika tidak diketahui jumlah lapis pada inductor, maka jumlah lapisan dapat dihitung melalui tebal inductor. Kita simbolkan tebal inductor dengan D (capital); maka D = n. d. . . pers (3 b) Kembali ke pers 1, yaitu jumlah lilitan perlapis adalah panjang inductor dibagi dengan diameter kawat, dengan mensubstitusikan persamaan 3 a dan 3 b ke Pers(1) maka jumlah lilitan dapat ditulis dengan:

Lanjut Dengan cara substitusi yang sama ke Pers (3), maka rumus lain untuk menghitung

Lanjut Dengan cara substitusi yang sama ke Pers (3), maka rumus lain untuk menghitung panjang kawat yang dibutuhkan dalam membuat inductor adalah:

Menghitung hambatan pada inductor

Menghitung hambatan pada inductor

Hambatan Jenis Beberapa Bahan

Hambatan Jenis Beberapa Bahan

Daftar Pustaka • https: //sobatsepeda. wordpress. com/2012/03/17/cara-membuatgenerator-sederhana/ • http: //gudhangilmoe. blogspot. co. id/2013/07/membuat-generator-listriksederhana. html

Daftar Pustaka • https: //sobatsepeda. wordpress. com/2012/03/17/cara-membuatgenerator-sederhana/ • http: //gudhangilmoe. blogspot. co. id/2013/07/membuat-generator-listriksederhana. html • https: //scienceatelier. wordpress. com/2015/06/13/motor-sederhana/ • https: //stefanuswindarhariadi. wordpress. com/page/2/ • http: //trikueni-desain-sistem. blogspot. co. id/2014/04/Pengertian. Genset. html • http: //www. masuklis. com/2014/05/pengertian-generator-prinsipkerja. html • https: //stefanuswindarhariadi. wordpress. com/2012/07/01/generatorsinkron/ • http: //ianhanes. blogspot. co. id/ http: //bowo-suranto 1982. blogspot. co. id/2014/11/menghitung-panjangkawat-jumlah-lilitan. html