# PRICE CONTROLS Price Controls Two Types Price Ceiling

• Slides: 40

PRICE CONTROLS

Price Controls: Two Types Price Ceiling u. A legally established maximum price at which a goods can be sold. Price Floor u. A legally established minimum price at which a goods can be sold.

Price Floors When the government imposes a price floor, two outcomes are possible. u. The price floor is not binding if set below the equilibrium price. u. The price floor is binding if set above the equilibrium price, leading to a surplus.

Price A Price floor that is not Binding Supply Demand Equilibrium price E 3 2 Price floor Shortage 0 100 Quantity Equilibrium Quantity

Price A Price floor that is Binding Demand’ Demand Supply Surplus 5 E’ Price floor Equilibrium price E 3 0 100 Quantity Equilibrium Quantity

Price A Price Ceiling that is not Binding Supply Demand Surplus 5 Equilibrium price Price ceiling E 3 0 100 Quantity Equilibrium Quantity

Price A Price Ceiling that is Binding Supply Demand Supply’ Equilibrium price 3 2 0 E E Price ceiling Shortage 100 Quantity Equilibrium Quantity

ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN 8

Ada 4 konsep elastisitas 1. 2. 3. 4. Elastisitas harga permintaan (Ed) Elastisitas harga penawaran (Es) Elastisitas silang (Ec) Elastisitas pendapatan (Ey) 9

2. Elastisitas harga permintaan • Elastisitas harga permintaan adalah prosentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga itu sendiri • Rumusnya adalah sebagai berikut: Q 2 -Q 1 Ed = ---------P 2 -P 1 10

Hasil perhitungan • Ed > 1 disebut elastis • Ed < 1 disebut in elastis • Ed = 1 disebut unitary elastis • Ed = 0 disebut in elastis sempurna • Ed = ∞ disebut elastis sempurna 11

Kurve Permintaan Elastisitas > 1 P • Ed >1 a P b P’ E>1 Demand 0 Q Q’ Q

Kurve Permintaan Elastisitas = 1 P . a P b P’ Ed=1 Demand 0 Q Q’ Q

Kurve Permintaan Elatisitas < 1 P • Ed <1 a P b P’ E<1 Demand 0 Q Q’ Q

Kurve Permintaan in Elastis sempurna • Ed = 0 disebut in elastis sempurna P Demand Ed = 0 0 Qe Q 15

kurve Permintaan • Ed = ∞ disebut elastis sempurna P P 0 D Q 16

Contoh kasus • Diketahui apabila harga barang X Rp 500, maka permintaan sebanyak 100 unit. Jika harga barang X turun menjadi Rp 400, menyebabkan naiknya jumlah barang yang diminta menjadi 150 unit. Berapakan besarnya koefisien elastisitas permintaan barang X tersebut? 17

Jawab 150 – 100 50 100 0, 5 Ed = ----------- = -2, 5 400– 500 -100 -0, 2 500 Ed=-2, 5 (Tanda minus hanya menunjukan arah perubahan negatif yaitu sifatnya hubungan antara harga dan kuantitas berlawanan) Maka Ed = 2, 5 > 1 yang berarti ELASTIS 18

Jawaban dengan Kurve P 500 a b 400 100 Demand Curve 150 Q 19

3. Hal yang mempengaruhi Elastisitas Permintaan 1. Tingkat kemudahan barang tersebut digantikan oleh barang lain 2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli suatu barang 3. Jangka waktu analisis perubahan-perubahan yang terjadi dipasar 4. Jenis barang yang dibutuhkan (barang pokok, barang mewah atau normal) 20

4. Elastisitas penawaran • Elastisitas penawaran (Es) yaitu prosentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat terjadinya perubahan harga itu sendiri • Rumus elastisitas penawaran Q 2 – Q 1 ½ (Q 1 + Q 2) Es = ----------------P 2 – P 1 ½ (P 1 + P 2) 21

Hasil perhitungan • Es > 1 disebut elastis • Es < 1 disebut in elastis • Es = 1 disebut unitary elastis • Es = 0 disebut in elastis sempurna • Es = ∞ disebut elastis sempurna 22

Kurve Elastisitas Penawaran • Es>1 ( elastis ) P S P’ b P 0 a Q Q’ Q

Kurve Elastisitas Penawaran • Es<1(in elastis ) S P P’ b P 0 a Q Q’ Q

Kurve Elastisitas Penawaran P • Es=1 ( unitary elastis ) S b P’ P 0 a Q Q’ Q

Gambar dalam kurve • Es = 0 disebut in elastis sempurna P Es = 0 0 Q Q 26

Gambar dalam kurve • Es = ∞ disebut elastis sempurna P P 0 Q 27

Contoh kasus • Naiknya harga barang X dari Rp 200 menjadi Rp 250, menyebabkan bertambahnya jumlah barang yang ditawarkan dari 150 unit menjadi 200 unit. Berapakah besarnya koefisien elastistas harga penawarannya? 28

Jawab 200 – 150 ½ (150 + 200) Es = ------------------250 – 200 ½ (200 + 250) 29

50 50 ½ (350) 175 0, 28 Es = -------- = ---- = 1, 27 50 50 0, 22 ½ (450) 225 Jadi Es = 1, 27 > 1 yang berarti ELASTIS 30

Jawaban dengan Kurve 250 200 150 200 31

P • Es 250 200 0 b a 150 200 Q

5. Elastisitas Silang • Elastisitas silang (Ec) yaitu prosentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga barang lain • Rumus elastisitas silang Qx 2 – Qx 1 ½ (Qx 1 + Qx 2) Ec = ----------------Py 2 – Py 1 ½ (Py 1 + Py 2) 33

Contoh kasus • Apabila harga tiket bus Rp 40. 000, maka harga tiket KA dengan jurusan yang sama berada dibawah harga tiket bus. Dan permintaan rata-rata tiket KA tersebut sebanyak 2000. Jika harga tiket bus naik menjadi Rp 45. 000, sementara harga tiket KA tetap, maka permintaan tiket KA tersebut akan mengalami kenaikan menjadi 2300. Berapakah besarnya koefisien elastisitas silangnya? 34

Jawab 2300 – 2000 ½ (2000 + 2300) Ec = ------------------45000 – 40000 ½ (40000 + 45000) 35

300 ½ (4300) 2150 0, 13 Ec = ------- = ---- = 1, 08 5000 0, 12 ½ (85000) 42500 Jadi Ec = 1, 08 > 1 yang berarti ELASTIS 36

6. Elastisitas Pendapatan • Elastisitas pendapatan (Ey) adalah prosentase perubahan kuantitas barang yang diminta akibat terjadinya perubahan pendapatan • Rumus elastisitas pendapatan Q 2 – Q 1 ½ (Q 1 + Q 2) Ey = ----------------Y 2 – Y 1 ½ (Y 1 + Y 2) 37

Contoh kasus • Naiknya pendapatan seseorang dari Rp 200. 000, menjadi Rp 300. 000 mengakibatkan bertambahnya jumlah barang X yang diminta dari 10 unit menjadi 16 unit. Berapakah besarnya elastisitas pendapatan tersebut? 38

Jawab 16 – 10 ½ (10 + 16) Ey = ----------------300. 000 – 200. 000 ½ (200. 000 + 300. 000) 39

6 6 ½ (26) 13 0, 46 Ey = ------- = ---- = 1, 15 100. 000 0, 40 ½ (500. 000) 250. 000 Jadi Ey = 1, 15 > 1 yang berarti ELASTIS 40