PRESENTATION KTI By PRESENTATION Group 4 Ketua Jean

  • Slides: 20
Download presentation
PRESENTATION KTI By PRESENTATION Group 4 Ketua : Jean Pitaloka Anggota : Elsa Zulha

PRESENTATION KTI By PRESENTATION Group 4 Ketua : Jean Pitaloka Anggota : Elsa Zulha Sofian Sumilat Rizki Jhejhe Elsa Fian

PEMANFAATAN KANDUNGAN Diallil sulfide DALAM BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI PENCEGAH KANKER

PEMANFAATAN KANDUNGAN Diallil sulfide DALAM BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI PENCEGAH KANKER

I. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Kanker adalah satu penyebab utama kematian di negara

I. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Kanker adalah satu penyebab utama kematian di negara berkembang Penyakit kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap 11 menit ada satu penduduk dunia meninggal dunia karena kanker dan setiap 3 menit ada satu penderita kanker baru. Data Kemenkes menyebutkan, sekitar 6% atau 13, 2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit kanker dan kanker merupakan penyebab kematian ke-5 di Indonesia (Kompas, 2012)

 Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengobati kanker, seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi,

Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengobati kanker, seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi, akan tetapi kanker juga dapat dicegah dengan menggunakan tanaman obat tradisional salah satunya adalah bawang putih. Banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui khasiat dari bawang putih sebagai pencegah kanker, padahal penyakit kanker dapat dicegah tanpa mengeluarkan biaya yang sangat besar dengan menggunakan bawang putih

 • Bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan darah, menurunkan

• Bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, mengurangi tukak lambung, penawar racun, pembunuh bakteri atau jamur, pengikat radikal bebas, dan banyak lagi yang lain. Berbagai studi memang menunjukkan kemampuan bawang putih dalam mencegah kanker, terutama yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya, seperti kanker prostat, perut, kolorektal (usus dan dubur), payudara, liver, kulit, dan paru-paru.

 • Zat-zat aktif dalam bawang putih antara lain vitamin A, B, C, kalsium,

• Zat-zat aktif dalam bawang putih antara lain vitamin A, B, C, kalsium, potasium, besi, karoten, dan selenium. Yang paling dominan dalam memerangi kanker adalah komponen allyl sulfur seperti diallyl sulfide, diallyl disulfide, diallyl trisulfide, S-allyl cysteine, S-allylmercaptocysteine, allicin, dan ajoene. Zat-zat tersebut mencegah pembentukan dan pengaktifan nitrosamin di dalam tubuh, juga memblokir aflatoxin, azoxymethane, dan lain, yang kesemuanya merupakan zat karsinogen (pemicu kanker). • Pada tahap berikutnya komponen-komponen tersebut dapat mencegah mutasi gen, menghambat proliferasi (pertumbuhan atau perkembangan) sel-sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, bahkan merangsang sel kanker untuk bunuh diri (apoptosis) (Anonim A, 2012).

 • 1. 2 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan karya tulis ilmiah ini adalah

• 1. 2 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan karya tulis ilmiah ini adalah untuk : 1. Menjelaskan pemanfaatan bawang putih sebagai pencegah kanker 2. Menjelaskan kandungan diallil sulfide pada bawang putih sebagai zat anti kanker

II. TINJAUAN PUSTAKA • Bawang putih (Allium sativum) adalah tanaman herbal yang mempunyai ketinggian

II. TINJAUAN PUSTAKA • Bawang putih (Allium sativum) adalah tanaman herbal yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Bunganya berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya payung. Bawang putih terdiri dari berbagai macam komponen dengan berbagai khasiat antara lain menurunkan kadar kholesterol darah, menghambat agregasi trombosit, meningkatkan aktifitas fibrinolitik, menghambat atherogenesis dan menurunkan tekanan darah, sehingga dapat menurunkan resiko penyakit jantung koroner. Beberapa penelitian juga menunjukkan peranan bawang putih sebagai antioksidan maupun efek anti kanker (Anonim B, 2012).

 • Para peneliti dari Matsui Natural Chemical Assocation (Jepang) yang menggunakan campuran bawang

• Para peneliti dari Matsui Natural Chemical Assocation (Jepang) yang menggunakan campuran bawang putih menjauhkan konsumennya dari penyakit tumor dan kanker. Di samping bangsa Jepang terkenal memegang rekor dalam mengkonsumsi ikan, ternyata mereka pun termasuk penggemar bawang putih peringkat kedua setelah Korea. Tidak mengherankan masyarakat Jepang memang jarang sekali yang terkena penyakit kanker, sehingga pemakaian rempah - rempah khususnya bawang putih menjadi sangat populer di Jepang akhir - akhir ini, dan impor bawang putih Jepang kabarnya terus melonjak dari tahun ke tahun (Anonim C, 2012).

 • Menurut peneliti dari Penn State University dalam membuktikan dan mendapatkan hasil yang

• Menurut peneliti dari Penn State University dalam membuktikan dan mendapatkan hasil yang maksimal adalah dengan cara memotong tipis dan menghaluskan bawang paling sedikit 10 menit guna membentuk kandungan-kandungan yang membantu membunuh sel penyebab kanker. • Pengolahan bawang putih sebagai pencegah kanker ternyata sederhana saja, hancurkan bawang putih (digeprak, diiris tipis, atau diuleg) kemudian biarkan selama 15 menit sebelum dimasak (digunakan sebagai bumbu masak)Dalam waktu 15 menit itu terjadi reaksi kimia yang mengaktifkan zat-zat antikanker golongan allyl sulfur di atas, yang tidak rusak walau dimasak. Tetapi kalau setelah dihancurkan langsung dimasak, reaksi kimia itu tidak terjadi, otomatis khasiat anti kankernya hilang(Samantho, 2012).

 • Komponen utama bawang putih yang paling berkhasiat sebagai antikanker adalah diallil sulfide

• Komponen utama bawang putih yang paling berkhasiat sebagai antikanker adalah diallil sulfide (DAS). Zat ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, bawang putih juga berperan sebagai anti-inflamasi dan antioksidan yang melindungi membrane sel. Ekstrak bawang putih juga berkhasiat sebagai imunostimulator dan hepatoprotektor (Mangan, 2009).

III. METODOLOGI PENELITIAN • Metode yang kami gunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini

III. METODOLOGI PENELITIAN • Metode yang kami gunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode studi pustaka dimana kami menggunakan literatur-literatur dari buku dan internet sebagai acuan kami. Buku-buku yang kami gunakan adalah buku mengenai tumbuhan obat dimana dari buku-buku tersebut kami mendapatkan informasi mengenai tumbuhan obat yang dapat digunakan sebagai pencegah kanker. Sumber-sumber informasi yang kami peroleh dari internet merupakan informasi terbaru agar informasi yang kami dapatkan merupakan informasi yang valid. Sebelumnya, kami menentukan terlebih dahulu tema apa yang akan dibahas yang berhubungan dengan tumbuhan obat, setelah kami mendapatkan informasi tentang manfaat bawang putih sebagai tanaman obat dengan seribu khasiat, selanjutnya kami mencari tahu mengenai penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi bawang putih. Banyak sekali penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi bawang putih dan termasuk diantaranya adalah penyakit kanker.

IV. PEMBAHASAN • Karya tulis ilmiah ini membahas mengenai manfaat bawang putih sebagai obat

IV. PEMBAHASAN • Karya tulis ilmiah ini membahas mengenai manfaat bawang putih sebagai obat untuk mencegah kanker. Kanker sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal • Penderita kanker tidak hanya dari golongan ekonomi menengah keatas tetapi masyarakat menengah kebawah pun banyak yang menderita penyakit ini bahkan mungkin lebih banyak. Hal inilah yang menjadi alasan kami untuk mencari tahu tumbuhan obat apakah yang murah dan terdapat banyak di alam yang dapat mencegah atau bahkan mengobati penyakit ini. Bawang putih ternyata terbukti dapat mencegah penyakit kanker. Menurut sumber yang kami peroleh, bawang putih mengandung zat yang disebut diallil sulfide (DAS) yaitu komponen utama bawang putih yang paling berkhasiat sebagai anti kanker, karena zat ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan apoptosis.

 • Kemampuan zat diallil sulfide yang terkandung didalam bawang putih ternyata mampu mencegah

• Kemampuan zat diallil sulfide yang terkandung didalam bawang putih ternyata mampu mencegah penyakit kanker, mengenai khasiatnya sebagai obat kanker itu sendiri, belum ditemukan sumber yang benar-benar terpercaya kebenarannya, akan tetapi mengenai kemampuan bawang putih sebagai obat untuk mencegah kanker telah kami temukan sumber pustaka yang benar-benar valid yaitu dalam buku yang berjudul “Budidaya Bawang Putih” karangan Ir. H. Rahmat Rukmana, MBA. , M. Sc. Dari dalam buku tersebut disebutkan ada seorang peneliti bernama Dr. Mei Xing, ia melakukan penelitian mengenai khasiat dari bawang putih dan dia menyatakan bahwa khasiat bawang putih antara lain dapat mencegah penyakit kanker.

V. KESIMPULAN • Komponen dari bawang putih terdiri dari zat diallil sulfide yang dapat

V. KESIMPULAN • Komponen dari bawang putih terdiri dari zat diallil sulfide yang dapat mencegah penyakit kanker • Zat Diallil sulfide mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan apoptosis • Kerja zat-zat aktif bawang putih itu tergantung pada banyak hal, misalnya tanah di mana bawang putih itu tumbuh (berpengaruh pada kadar zat-zat aktif bawang putih), komposisi zat makanan lain yang dikonsumsi bersamaan dengannya, juga cara mempersiapkan dan mengkonsumsi bawang putih itu sendiri.

VI. KRITIK DAN SARAN • Kritik 1. Pemanfaatan bawang putih sebagai pencegah kankermasih sangat

VI. KRITIK DAN SARAN • Kritik 1. Pemanfaatan bawang putih sebagai pencegah kankermasih sangat kurang 2. Banyak masyarakat yang belum mengetahui khasiat dari bawang putih sebagai pencegah kanker • Saran 1. Pemanfaatan bawang putih sebagai tanaman obat khususnya sebagai pencegah kanker harus dimaksimalkan 2. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat bawang putih untuk mencegah penyakit kanker harus direalisasikan

Thank you for your attention See you

Thank you for your attention See you

BIODATA PENULIS • • • • Nama Lengkap : Jean Pitaloka Tempat/Tanggal Lahir :

BIODATA PENULIS • • • • Nama Lengkap : Jean Pitaloka Tempat/Tanggal Lahir : Bandar Lampung, 08 Januari 1994 Alamat : Jl. Way Besai No. 10 Kel. Sumur Batu B. Lampung No. HP : 08976164323 E-mail : [email protected] com Riwayat Pendidikan : SD Negeri I Pahoman B. Lampung SMP Negeri 16 B. Lampung SMK SMTI Tanjung Karang B. Lampung Pengalaman Organisasi: Anggota Paskibra SMK SMTI Tanjung Karang Anggota Rohis SMPN 16 Bandar Lampung Bendahara MPK SMTI Tanjung Karang 2010/2011 Bendahara Rohis SMK SMTI Tanjung Karang 2010/2011

 • • • Nama Lengkap : Elsa Zulha Tempat/Tanggal Lahir : Bandar Lampung/08

• • • Nama Lengkap : Elsa Zulha Tempat/Tanggal Lahir : Bandar Lampung/08 Juni 1994 Alamat : Jln. Kimaja gg Pertama No. 21 No. HP : 08982846694 E-mail : [email protected] com Riwayat Pendidikan : Tk. Taruna Jaya Bandar Lampung Sds Al-Azhar 1 Bandar Lampung Smpn 29 Bandar Lampung Smk Smti Bandar Lampung Pengalaman Organisasi : Anggota Karya Ilmiah Remaja Smpn 29 Anggota Pramuka Smpn 29 Bendahara MPK Smti 2009 -2011 Anggota Osis Smti 2010 -2011 Wakil ketua Seksi 1 2011 -2012

 • • • • Nama Lengkap : Sofian Sumilat Rizki Tempat/Tanggal Lahir :

• • • • Nama Lengkap : Sofian Sumilat Rizki Tempat/Tanggal Lahir : Sukabumi, 11 september 1993 Alamat : Rusunawa Unila No. HP : 085722323641 E-mail : [email protected] com Riwayat Pendidikan : SD Negeri Sampalan SMP Negeri Cikembar SMA Negeri 1 Cikembar Kimia FMIPA Unila Riwayat Organisasi : Bendahara PMR Bendahara Chemistry Club Boxer