2. Besarnya kredit pajak yang diperbolehkan adalah setinggi-tingginya sama dengan jumlah pajak yang dibayar atau terutang di LN, tetapi tidak boleh melebihi jumlah yang dihitung menurut perbandingan antara penghasilan dari LN terhadap PKP, atau setinggi-tingginya sama dengan pajak yang terutang atas PKP dalam hal PKP lebih kecil dari penghasilan LN. Secara ringkas, besarnya kredit pajak LN yang di perbolehkan (PPh Pasal 24) adalah nilai terendah dari 3 perhitungan berikut :
Pembayaran pajak oleh WP dalam tahun berjalan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
PT. Maju Sentosa di Medan memperoleh penghasilan bruto pada tahun 2013 Sebagai Berikut : · Penghasilan dari dalam negeri Rp 500. 000 · Penghasilan dari luar negeri Rp 500. 000 ( Tarif pajak yang berlaku di luar negeri 20 % ) Peredaran bruto dari kegiatan usaha Rp 52. 000
Penyelesaian
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2009 diketahui: Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang sebesar Rp 50. 000, 00 Data kredit pajak tahun 2009 adalah: a. Pajak Penghasilan yang dipotong pemberi Kerja ( PPh Pasal 21) Rp 15. 000 b. Pajak Penghasilan yang dipungut oleh pihak lain (PPh Pasal 22) Rp 10. 000 c. Pajak Penghasilan yang dipotong oleh pihak lain (PPh Pasal 23) Rp 2. 500. 000 d. Kredit Pajak Penghasilan luar negeri (PPh Pasal 24) Rp 7. 500. 000