POINT OF CARE TESTING POCT Dep Patologi Klinik




























- Slides: 28
POINT OF CARE TESTING (POCT) Dep. Patologi Klinik & Ked. Lab. FK-UGM
POINT OF CARE TESTING POCT didefinisikan sebagai "uji laboratorium klinis yang dilakukan di dekat lokasi perawatan pasien, biasanya dilakukan oleh petugas yang dilatih (self-testing). POCT adalah seluruh pemeriksaan yang dilakukan di luar atau laboratorium pusat ".
POINT OF CARE TESTING 2 fungsi POCT: a. Monitoring b. Screening. TIDAK DIGUNAKAN UNTUK PENEGAKAN DIAGNOSIS
POINT OF CARE TESTING Rekomendasi: Tidak ada data hasil POCT yang digunakan untuk penegakan diagnosis diabetes atau data skrining populasi. Ketidakakuratan ditambah dengan perbedaan besar di antara alat, merupakan keterbatasan penggunaannya dalam diagnosis diabetes dan membatasi kegunaannya dalam skrining untuk diabetes. (American Diabetes Association. Self-monitoring of blood glucose.
Kenapa POCT ? Glukosa meter POCT secara rutin digunakan untuk perawatan terutama pada gawat darurat, karena mudah dibawa, kecepatan hasil, dan jumlah volume darah minimal.
KEUNTUNGAN POCT Praktis Menggunakan alat yang portabel, mudah dibawa, dapat dilakukan dimana saja. Cepat Sampel dengan volume sedikit iatrogenic anemia Relatif mudah dipergunakan. Kasus emergency penanganan cepat Memungkinkan untuk digunakan pasien untuk ‘self monitoring’
KERUGIAN POCT Ketelitian dan ketepatan kurang dibandingkan laboratory konvensional. Mutu tidak terkontrol. Faktor-faktor penganggu tidak diperhatikan. (stabilitas reagen terhadap suhu dan kelembaban). Dilakukan oleh tenaga yang belum terlatih. Zat-zat yang menginterferensi Tidak ada pencatatan
KERUGIAN POCT Sistem tertutup untuk reagen tertentu Potensi menimbulkan kesalahan yang berdampak fatal Keterbatasan parameter yang diperiksa. Kurangnya regulasi terkait pemakaian POCT
GLUCOSE METER
Prosedur Umum Glucose Meter
Mechanism of Glucose Meters
Mechanism of Glucose Meters 1. Glukosa pertama bereaksi dengan enzim glucose dehyrogenase. Glukosa dioksidasi menjadi asam glukonat dan enzim untuk sementara dikurangi dengan dua elektron ditransfer dari glukosa enzim. 2. Mengurangi enzim selanjutnya bereaksi dengan mediator (Mox), mentransfer elektron tunggal untuk masing-masing dua ion mediator. Enzim dikembalikan ke kondisi semula, dan dua Mox direduksi menjadi MRED.
Faktor yang Mempengaruhi Kadar Gula Darah Jenis metode atau jenis analisis kimia yang digunakan untuk pengujian Jenis sampel dianalisis (whole blood verses plasma) Sumber darah (venous, capillary atau arterial)[ (Eriksson KF, Fex G, and Trell E: “Capillary-venous differences in blood glucose values during the oral glucose tolerance test”, Clin Chem 1983; 29(5): 993. )
METODE POCT GLUKOSE 1. Glucose dehydrogenase pyrroloquinolinequinone (GDH-PQQ) 2. Glucose dehydrogenase nicotinamide adenine dinucleotide (GDH-NAD) 3. Glucose oxidase, or glucose hexokinase methods
METODE POCT GLUCOSE GDH-PQQ Dipengaruhi oleh peningkatan kadar maltosa GDH NAD Tidak dipengaruhi oleh gugus gula lain Hanya dipengaruhi oleh laktose.
POCT SAMPEL CAPILLARY VS VENOUS GLUCOSE Sampel darah kapiler komposisinya lebih menyerupai komposisi darah arteri dibandingkan darah vena (misalnya kadar glukosa dan oksigen). Variasi dalam sampling darah kapiler (finger sampling technique) dan perubahan aliran darah perifer dapat mempengaruhi komposisi darah kapiler. Eriksson KF, Fex G, and Trell E: “Capillary-venous differences in blood glucose values during the oral glucose tolerance test”, Clin Chem 1983; 29(5): 993
CAPILLARY VS VENOUS GLUCOSE
CAPILLARY VS VENOUS GLUCOSE Korelasi yang cukup bagus antara kadar glukosa kapiler dan glukosa vena (R= 0. 80, 95% CI 0. 770. 82), namun masih terdapat perbedaan rerata glukosa yang bermakna antara glukosa kapiler dan glukosa vena (134. 1 vs. 122. 7 mg/dl, respectively) (Srimaekarat, 2009). Kadar glukosa sample darah vena whole blood 7% lebih rendah dibandingkan sampel darah kapiler pada individu yang memiliki kadar glukosa normal. (Somogyi, 1948).
CAPILLARY VS VENOUS GLUCOSE Pada saat kondisi puasa, kadar glukosa darah kapiler lebih dapat memprediksi kadar glukosa darah vena secara reliabel pada semua subyek penelitian (Liu, 1992). Namun saat pasien diberikan glukosa (glucose loading) didapatkan perbedaan kadar glukosa kapiler dan vena yang tidak dapat diprediksi. Kadar glukosa vena lebih rendah 2%-26% dibandingkan kapiler pada saat 1 jam post loading glukosa (Liu, 1992) Liu D, et al, Diabetologia 1992; 35: 287 -290.
CAPILLARY VS VENOUS GLUCOSE Konversi secara umum adalah kadar glukosa darah kapiler 7 -8% lebih tinggi dibandingkan kadar glukosa darah vena. “Diabetics go home”, Lancet 1980; 2: 217. Penelitian lain menunjukkan rentang perbedaan kadar glukosa vena dan kapiler antara 0 -13% tergantung pada kadar glukosa. Alberti KGMM and Skrabalo Z: IDF Bull 1982; 27: 17 -45.
SUBSTANCE PENGGANGGU SAMPLE Acetaminoph en Maltose Interference • certain concentration levels inaccurately high results. • Concentration level varies drug metabolism • Glucose dehydrogenase pyrroloquinolinequinone (GDH-PQQ) chemistry test strips.
SUBSTANCE PENGGANGGU SAMPEL Hematocrit • Kadar Hmt yg terlalu rendah kadar glukosa terlalu tinggi • Hmt terlalu tinggi Blood viscosity >> gg difusi pd sampel http: //www. nlm. nih. gov/medlineplus/print/ency/article/003646. htm.
Faktor yang mempengaruhi hasil POCT Volume Sampel Penyimpana n Reagen Electricity • Volume sampel yang tidak adekuat hasil rendah palsu squeezing • Reagen sangat peka thd kelembaban dan suhu. • Harus tertutup rapat • Daya batere yang tidak adekuat hasil yang salah
Faktor yang mempengaruhi hasil POCT Teknik penggunaan Teknik sampling Penyampaia n hasil
Faktor yang mempengaruhi hasil POCT Device specific Quality Control
INDIKASI PENGGUNAAN GLUCOSE SELF MONITORING BLOOD GLUCOSE (SMBG) POCT a) Mencapai dan mempertahank an kadar gula darah b) Prefentiv dan deteksi hipoglikemia; c) Menghindari hiperglikemia yg parah; d) Perubahan gaya hidup (e) menentukan kebutuhan untuk memulai terapi insulin pada pasien diabetes mellitus
SIMPULAN Banyak faktor yang dapat menginterferensi hasil POCT perlu pemahaman dan pelatihan bagi pengguna POCT. Perlu regulasi dan standarisasi POCT.