PILAR KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT ISLAM Oleh Muhammad Ismail















- Slides: 15
PILAR KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT ISLAM Oleh Muhammad Ismail Yusanto
POLITIK EKONOMI ISLAM ¨ Jaminan tercapainya pemenuhan kebutuhan asasi tiap individu secara menyeluruh, berikut kemungkinan tiap orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dharuri dan kamali sesuai dengan kadar kesanggupannya. Tercapai melalui: 1. Kewajiban bekerja setiap individu yang mampu 2. Tanggungan keluarga dan kerabatnya 3. Kewajiban negara 4. Kewajiban seluruh kaum muslimin
KEBUTUHAN-KEBUTUHAN MANUSIA 1. 2. 3. 4. 5. Kebutuhan asasi (kebutuhan dasar): sandang, papan, pangan Kebutuhan dharuri (kebutuhan pokok): pendidikan, kesehatan, transportasi Kebutuhan kamali (kebutuhan pelengkap): semua kebutuhan yang sifatnya sekadar pelengkap, misalnya rekreasi, makanan tambahan, alat transportasi sendiri, rumah kedua, baju ke sekian dan sebagainya
PEMENUHAN KEBUTUHAN ASASI ¨ Kebutuhan pangan merupakan hajah udhawiyah yang harus dipenuhi agar manusia bisa hidup secara normal. Bila tidak, jiwa manusia terancam. Pemerintah boleh menetapkan kebutuhan pangan minimal seperti apa yang harus terpenuhi bagi setiap rakyatnya, misalnya dengan ukuran besarnya kalori perorang perhari dari berbagai makanan dengan kategori empat sehat lima sempurna. ¨ Kebutuhan sandang bukan merupakan hajah udhawiyah, tapi ia wajib dipenuhi dalam rangka menjalankan perintah syariah untuk menutup aurat. Batas minimalnya adalah tertutupinya aurat dan terjaganya kesehatan yang bersangkutan.
PEMENUHAN KEBUTUHAN ¨ Kebutuhan papan bukan hajah udhawiyah, tapi tetap harus dipenuhi, karena adanya rumah menjadi prasarat dasar berlangsungnya berbagai kewajiban agama, misalnya tertutupinya aurat, tempat menyimpan harta milik, tempat istirahat, tempat hubungan suami istri, tempat beribadah, tempat interaksi anggota keluarga dan terselenggaranya proses pendidikan anak dan sebagainya. Batas minimal pemenuhan kebutuhan papan adalah tersedianya rumah yang memungkinkan semua kewajiban agama yang berkaitan dengan rumah dapat diselenggarakan.
PEMENUHAN KEBUTUHAN DHARURI ¨ Kebutuhan layanan kesehatan bukan hajah udhawiyah. Berobat tatkala sakit, hukum asalnya adalah mubah. Tapi jelas, tanpa kesehatan semua kegiatan manusia akan terganggu, yang pada akhirnya akan menghambat pelaksanaan kewajiban agama dan pencapaian produktifitas yang sangat diperlukan dalam kemajuan masyarakat. Disamping menjadi kewajiban individu untuk menjaga kesehatan masing-masing, layanan kesehatan merupakan bagian dari riayatu su’uni al-ummah (pelayanan masyarakat) oleh negara. Jadi, sudah semestinya negaralah yang menyelenggarakan layanan ini untuk rakyatnya dengan cuma-cuma, minimal dengan biaya murah.
PEMENUHAN KEBUTUHAN ¨ Kebutuhan pendidikan bukan hajah udhawiyah, tapi sangat diperlukan bagi peningkatan kualitas SDM sebagai motor utama berbagai upaya guna mencapai kemajuan masyarakat secara keseluruhan. Terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi pembentukan syakhsiyyah Islamiyyah, penguasaan saintek dan tsaqofah Islam, merupakan pelaksanaan kewajiban agama yang memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu sepanjang hayat sekalipun sampai ke negeri Cina. Terselenggaranya pendidikan yang bermutu (Islami) merupakan kewajiban negara sebagai bagian dari ri’ayatu su’uni al-ummah secara cuma-cuma atau setidaknya berbiaya murah.
CARA PEMENUHAN KEBUTUHAN ¨ Pemenuhan kebutuhan jasmani (hajah udhawiyah), sandang dan papan dilakukan oleh masing-masing anggota masyarakat melalui berbagai upaya yang halal. Bila tidak mampu, kerabat dekatnya wajib membantu. Bila tidak mampu juga, negara wajib memberikan uluran tangan. Bila negara tidak mampu atau tidak peduli, masyarakat secara luas harus mengoreksi pemerintah sambil turun tangan mengulurkan bantuan. ¨ Pemenuhan kebutuhan dharuri (pendidikan, layanan kesehatan dan transportasi murah) menjadi kewajiban negara. Peran serta masyarakat sifatnya hanya pelengkap. ¨ Penyediaan sarana (penerangan, komunikasi, air bersih) dan prasarana (jalan, jembatan dan sebagainya) menjadi kewajiban negara yang dapat diperoleh rakyat secara cuma-cuma atau setidaknya dengan biaya murah.
PROBLEMATIKA KONTEMPORER PEMENUHAN KEBUTUHAN ¨ Pemenuhan kebutuhan asasi dan dharuri dewasa ini makin berat dilakukan oleh rakyat, karena: - Negara bukannya menambah subsidi tapi malah mengurangi, sehingga biaya untuk air, listrik, bbm (transportasi) dan komunikasi makin tinggi. Akibatnya, rakyat mengeluarkan dana lebih banyak untuk membiayai itu semua, yang pasti akan mengurangi dana untuk kebutuhan asasi dan dharuri. Walhasil, kesejahteraan masyarakat menurun. - Mutu pendidikan dasar dan menengah negeri rendah, sehingga rakyat mencari pendidikan yang diselenggarakan swasta dengan konsekuensi harus membayar lebih mahal. - Dalam situasi seperti itu, sulit mengharap uluran tangan negara dalam mengatasi problema kemiskinan. Rakyat harus turun tangan.
KEPEMILIKAN DALAM ISLAM ¨ Kepemilikan dalam Islam ada 3 - Kepemilikan individu - Kepemilikan umum - Kepemilikan negara Kepemilikan individu didapat melalui: ¨ Bekerja di sektor produksi dan distribusi barang dan jasa yang halal. ¨ Warisan. ¨ Pemberian negara. ¨ Kebutuhan harta untuk mempertahankan hidup. ¨ Harta yang diperoleh tanpa daya dan upaya: hibah, hadiah, wasiat, shadaqah, mahar, diyat, luqathah.
UPAYA PENSEJAHTERAAN MASYARAKAT ¨ Makin tinggi seseorang dapat meraih kepemilikan individu, makin tinggi pula kemampuannya untuk mensejahterakan dirinya. Oleh karena itu, upaya serius meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman menjadi sangat penting. Disamping itu, melalui kebijakan di bidang ekonomi, negara menciptakan lapangan pekerjaan untuk menampung tenaga kerja yang terus meningkat. Dengan meningkatnya kegiatan ekonomi, lapangan kerja terbuka, kegiatan ekonomi ikutan juga tumbuh, rakyat akan semakin mudah mendapatkan penghasilan. Walhasil rakyat semakin sejahtera.
UPAYA PENSEJAHTERAAN MASYARAKAT ¨ Dengan pengelolaan kepemilikian umum dan negara secara tepat dan efisien, hasilnya dapat digunakan untuk membangun infrastruktur yang sangat diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat, membiayai kebutuhan dharuri (pendidikan, kesehatan) dan berbagai kebutuhan sarana (listrik, air, komunikasi, bbm dan sebagainya). ¨ Ketika kebutuhan dharuri dan sarana telah dicukupi oleh negara, maka masyarakat dapat menggunakan dana tersisa untuk memenuhi berbagai kebutuhan kamali. Bila itu terjadi, kesejahteraan optimal masyarakat dapat tercapai.
PERAN NEGARA DALAM MENSEJAHTERAKAN RAKYAT Mewujudkan politik ekonomi Islam tentang jaminan kebutuhan asasi dan dharuri individu Menyusun dan menerapkan kebijakan ekonomi Bidang Pertanian Bidang Industri Bidang Perdagangan Bidang Moneter Pengelolaan kepemilikan umum dan negara melalui baitul mal yang Menjaga mekanisme pasar Pengawasan dan penghukuman penjahat ekonomi Menciptakan SDM unggul Menyediakan seluruh sarana dan prasarana yang diperlukan
ELEMEN PENTING KESEJAHTERAAN RAKYAT ¨ Tercukupinya pangan yang halal dan thayib (dengan gizi ¨ ¨ ¨ cukup) Tersedianya perumahan yang memenuhi standar kehidupan layak bagi keluarga muslim, dengan sarana penerangan, air bersih dan telekomunikasi yang mencukupi. Tercukupinya sandang sehingga tercapai nilai etika, medika dan estetika Terjaganya selalu kesehatan anggota keluarga Terpenuhinya kebutuhan pendidikan Islami, utamanya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, sehingga membuat manusia mampu mandiri. Terpenuhinya kebutuhan transportasi secara murah. Terbukanya peluang untuk memenuhi kebutuhan kamal