Peukur Arus Pengukuran arus listrik dilakukan dengan Am

  • Slides: 14
Download presentation
Peukur Arus Pengukuran arus listrik: Ø dilakukan dengan Am meter Øskala dikalibrasi dalam A

Peukur Arus Pengukuran arus listrik: Ø dilakukan dengan Am meter Øskala dikalibrasi dalam A (Amper). m. A, μA. Ødiletakan seri dgn rangkaian yg akan diukur (menambah tahanan rangkaian dengan internal resistance Rm). Ro Eo Ro Io a). Io arus sesungguhnya pada rangkaian (tanpa Am meter) E Iw A b). Iw arus terukur Am meter yg dipasang pada rangkaian Rm

Amper meter diletakan secara seri dalam rangkaian yang akan diukur. Konsekwensi pemasangan Ammeter akan

Amper meter diletakan secara seri dalam rangkaian yang akan diukur. Konsekwensi pemasangan Ammeter akan menambah tahanan dari rangkaian tersebut dengan sejumlah tahanan yg sama dgn “internal resistance” dari meter Rm

 • Akurasi perbandingan arus bila meter dipasang pada rangkaian Iw (arus terukur) dengan

• Akurasi perbandingan arus bila meter dipasang pada rangkaian Iw (arus terukur) dengan arus tanpa meter Io (arus sesungguhnya). • Akurasi KA = Iw / Io, dimana: Iw = E / (Ro+Rm) dan Io = E / Ro, • sehingga KA = Ro / (Ro+Rm) Loading Error (%), adalah: % error pada meter yang disebabkan oleh efek pembebanan (loading effect) akibat penambahan tahanan meter pada rangkaian. Loading error (%) = ( 1 – KA ) (100)

CONTOH: Tentukan akurasi dan loading error dr sebuah meter 0 -10 μA dengan Rm

CONTOH: Tentukan akurasi dan loading error dr sebuah meter 0 -10 μA dengan Rm = 200 Ω. Tentukan juga arus Io dan Iw, bila rangkaian disuplai dengan tegangan 10 Volt dan Ro (ekivalen) = 1 KΩ. Penyelesaian : KA = Ro / (Ro+Rm) = 1000 / (1000+200) = 0, 833 KA = 83, 3 %. Ini berarti Am meter membaca 83, 3 % dari harga arus yang sesungguhnya. Makin besar KA makin kecil error yg dilakukan meter.

 • Akurasi rendah disebabkan Rm berharga dekat dengan harga tahanan pada rangkaian. •

• Akurasi rendah disebabkan Rm berharga dekat dengan harga tahanan pada rangkaian. • Agar KA tinggi diperlukan harga tahan Rm jauh lebih rendah dari tahan rangkaian. • Loading Error (%) =( 1 – KA )(100) =(1 – 0, 833)100 = 16, 79 % Io = E / Ro = 10 V/ 1000 Ω = 0, 01 A Iw = E / (Ro+Rm) = 10 V / (1000+200) Ω Iw = 8, 33 x 10 -3 A Atau : Iw = KA Io = 0, 833 x 10 m. A = 8, 33 m. A.

TAHANAN PENGALI AMPER METER (TAHANAN SHUNT) • KUMPARAN AMMETER HANYA DPT MENGALIRKAN ARUS YANG

TAHANAN PENGALI AMPER METER (TAHANAN SHUNT) • KUMPARAN AMMETER HANYA DPT MENGALIRKAN ARUS YANG KECIL ( ± 20 μ A s/d BEBERAPA AMPER). • UNTUK MENGUKUR ARUS YANG BESAR DIPERLUKAN “TAHANAN SHUNT” • I = arus beban Im = arus defleksi skala penuh Ish = arus shunt Rsh = tahanan shunt Rm = tahanan dalam meter. I Im Ish GERAK d’ARSONVAL Rsh Rm

 • TAHANAN SHUNT TERHUBUNG PARALEL TERHADAP AMPERMETER • DROP TEGANGAN PADA Rsh DAN

• TAHANAN SHUNT TERHUBUNG PARALEL TERHADAP AMPERMETER • DROP TEGANGAN PADA Rsh DAN PADA AMMETER Rm ADALAH SAMA: V sh = V alat ukur Ish Rsh = Im Rm Rsh = (Im. Rm)/ Ish karena Ish = I – Im , maka Rsh = (Im Rm)/(I-Im) Rsh = { Rm / (I/Im) – 1} atau Rsh = Rm / (n-1).

Sebuah alat ukur 1 m. A dg tahanan dalam 100 Ω akan diubah menjadi

Sebuah alat ukur 1 m. A dg tahanan dalam 100 Ω akan diubah menjadi 0 – 100 m. A. Tentukan nilai tahan shunt yang diperlukan. Penyelesaian: Ish = 100 m. A – 1 m. A = 99 m. A Rsh = (Im Rm) / (I - Im) Rsh =(1 m. A x 100 Ω)/(99 m. A) = 1, 01Ω

MULTI RANGE AMMETER • PEMASANGAN BEBERAPA TAHANAN SHUNT DAPAT DILAKUKAN : 1. TERMINAL (BINDING

MULTI RANGE AMMETER • PEMASANGAN BEBERAPA TAHANAN SHUNT DAPAT DILAKUKAN : 1. TERMINAL (BINDING POST) 2. SAKLAR a. MAKE BEFORE BREAK SWITCH 2 1 3 4

b. SHUNT AYRTON Im Rm R 1 R 2 R 3 + SHUNT UNIVERSAL

b. SHUNT AYRTON Im Rm R 1 R 2 R 3 + SHUNT UNIVERSAL

Soal: Rancang sebuah shunt Ayrton yang menghasilkan Am-meter dengan batas ukur 2 A dan

Soal: Rancang sebuah shunt Ayrton yang menghasilkan Am-meter dengan batas ukur 2 A dan 10 A. Gunakan gerak d’Arsonval dengan Rm 50 Ω dan arus defleksi skala penuh 0, 5 m. A! Im Rm R 1 R 2 10 A 2 A +

Penyelesaian: Pada batas ukur 2 A: (R 1 + R 2) // Rm dimana

Penyelesaian: Pada batas ukur 2 A: (R 1 + R 2) // Rm dimana R 1+R 2 sbg Rsh Ish = 2 A – 0, 5 m. A = 1999, 5 m. A Rsh = (Im Rm) / Ish = 0, 5 x 50 / 1999, 5 = 0, 0125 Ω Pada batas ukur 10 A: R 2 // (R 1 + Rm) dimana R 2 sbg Rsh Ish = 10 A – 0, 5 m. A = 9999, 5 m. A Rsh = Im (Rm + R 1) / I – Im R 2 = 0, 5 ( 50 + R 1) / 9999, 5 m. A = (25 + 0, 5 R 1) / 9999, 5 Karena R 1 + R 2 = 0, 0125 Ω, maka : R 1 + (25+0, 5 R 1)/9999, 5 = 0, 0125 Ω 10000 R 1 = 125 – 25 R 1 = 0, 01 Ω dan R 2 = 0, 0025 Ω

PENGARUH PEROBAHAN SUHU PADA Rm. I Rm(t 2)= Rm(t 1){1+α(t 1 – t 2)}

PENGARUH PEROBAHAN SUHU PADA Rm. I Rm(t 2)= Rm(t 1){1+α(t 1 – t 2)} Ish Bila koefisien temperatur dari R 1 Rm adalah α dan koefisien Rsh Rm dan R 1 diabaikan (= 0), arus A yang akan di ukur I, maka arus yang masuk ke dalam kumparan putar : Im = (Rsh) / [Rm(t 1){1+α(t 1 – t 2)}+R 1 + Rsh] x I Im = (Rsh) I / (R 1+Rm+Rsh) x {1 - (αRm) (t 1 – t 2) / (R 1+Rm+Rsh)}. Karena temperatur keliling to arus Im, Im = (Rsh) / (R 1+Rm+Rsh) I, maka pada perobahan temperatur dari t 1 ke t 2 terjadi perobahan arus yg mengalir ke dalam kumparan sebesar ; - (αRm) (t 1 – t 2) x I / (Rm+Rsh+R 1)

Soal :

Soal :