PERTOLONGAN PERTAMA Disampaikan oleh MOH JOHAN SAROFI S













































































- Slides: 77
PERTOLONGAN PERTAMA Disampaikan oleh : MOH. JOHAN SAROFI, S. Kom PMI KAB. WONOSOBO
a. Fase Pra Rumah Sakit b. Perawatan rumah Sakit
Suatu jejaring sumber daya yang saling berhubungan untuk memberikan pelayanan gawat darurat dan transportasi kepada penderita yang mengalami kecelakaan atau penyakit mendadak
a. Akses dan komunikasi b. Pelayanan pra Rumah di tempat kejadian c. Transportasi ketempat medis
Pengertian Pertolongan Pertama : Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera / kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Medis Dasar : Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama.
Siapa Pelaku Pertolongan Pertama? Penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. TUJUAN : 1. Menyelamatkan jiwa penderita 2. Mencegah cacat 3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
Dasar Hukum Pasal 531 KUH Pidana : Tidak memberikan pertolongan Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang di dalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkuatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya, dihukum kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebanyaknya Rp. 4. 500, -. Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan : KUHP 45, 165, 187, 304 s, 525, 566 “
Pasal 322 K U H Pidana : Kerahasiaan Medis Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang wajib menyimpannya oleh karena jabatan atau karena pekerjaan baik yang sekarang maupun yang dahulu dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya sembilan bulan penjara denda sembilan ribu rupiah 2. Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang itu 1.
Persetujuan 1. Implied Consent : diberikan 2. Expressed Consent : dinyatakan. Penyelenggaraan Pertolongan Pertama Dasar : Peraturan Menteri Kesehatan R. I. No. 023/Birhub/1972. - Pelatihan / Pendidikan - Pos Pertolongan Pertama
Kewajiban Pelaku PP : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang di sekitarnya Dapat Menjangkau penderita. Dapat mengenali dan Mengatasi masalah yang mengancam jiwa Meminta bantuan / rujukan. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban Membantu pelaku PP lainnya. Menjaga kerahasiaan medis penderita Berkomunikasi dengan petugas lain yang terlibat Mempersiapkan penderita untuk di transportasikan
Kualifikasi Pelaku PP : 1. 2. 3. 4. 5. Jujur dan bertanggung jawab. Berlaku profesional. Kematangan emosi. Kemampuan bersosialisasi. Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi 6. Kondisi fisik baik. 7. Mempunyai rasa bangga.
Alat Perlindungan Diri ØSarung Tangan Lateks ØKacamata Pelindung ØBaju Pelindung ØMasker Penolong ØMasker Resisutasi ØHelm
Penutup Luka - Kassa steril - Bantalan Kassa 2. Pembalut 3. Cairan antiseptik 4. Cairan pencuci mata 5. Peralatan stabilisasi 6. Gunting 7. Pinset 8. Senter 1. 9. Kapas 10. Selimut 11. Kartu Penderita 12. Alat tulis 13. Oksigen 14. Tensimeter 15. Stetoskop 16. Tandu
1. Penilaian Keadaan 2. Penilaian Dini 3. Pemeriksaan Fisik 4. Riwayat Penderita 5. Pemeriksaan Berkala atau lanjut 6. Pelaporan
Bertujuan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang kejadian yang sedang dihadapi. 1. Bagaimana Kondisi Saat itu ? 2. Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ? 3. Bagaimana mengatasinya
1. 2. 3. 4. 5. 6. Pastikan keselamatan Perkenalkan diri Tentukan keadaan umum kejadian & mulai lakukan Penilaian Dini. Mengenali & mengatasi gangguan yang mengancam nyawa. Stabilkan penderita & teruskan pemantauan Minta bantuan
a. Tentukan Kesan Umum ( Trauma / Medis ) b. Pemeriksaan Respon ( ASNT ) c. Memastikan Jalan Nafas terbuka ( AIRWAY ) - Pasien dengan Respon baik ( HTCL ) - Pasien tidak respon ( Jaw Trust ) d. Menilai Pernapasan ( LDR ) e. Menilai Sirkulasi dan menghentikan perdarahan f. Hubungi bantuan
1. Kepala 2. Leher 3. Dada 4. Perut 5. Punggung 6. Panggul 7. Anggota Gerak Bawah 8. Anggota Gerak Atas Pada Pemeriksaan Fisik bagi penderita cedera harus dicari adanya PLNB
MEMERIKSA KEPALA
MEMERIKSA LEHER
MEMERIKSA DADA
MEMERIKSA PERUT
MERABA (PALPASI) PANGGUL
MERABA (PALPASI) PERUT BAGIAN BAWAH
MERABA (PALPASI) ANGGOTA BADAN BAWAH
MERABA (PALPASI) ANGGOTA BADAN ATAS
*Denyut Nadi normal Bayi Anak Dewasa 120 – 150 X/menit 80 – 150 X/menit 60 - 90 X/menit *Frekuensi Nafas Normal : Bayi 25 – 50 X/menit Anak 15 - 30 X/menit Dewasa 12 - 20 X/menit *Suhu Tubuh 37 C *Tekanan Darah : Sistolik : 100 – 140 mm. Hg Diastolik : 60 - 90 mm. Hg *Kulit
Dapat diperiksa di: a. Leher ( Carotis ) b. Lengan atas ( Brachialis ) c. Pergelangan Tangan ( Radialis ) d. Lipat paha ( femoralis ) e. Punggung kaki (Dorsalis padis)
Untuk memudahkan , dikenal akronim : Keluhan utama Obat-obatan yang diminum Makanan /minuman yang terkhir Penyakit yang diderita Alergi Kejadian
Mengulang kembali pemeriksaan dari awal atau mencari hal yang terlewati. -Respon -Jalan Napas -Frekuensi dan kualitas pernapasan -Nadi -Keadaan kulit -Ulangi pemeriksaan fisik -Periksa ulang penatalaksanaan penderita -Pertahankan komunikasi
Pelaporan • • • Umur –jenis kelamin Keluhan utama Tingkat respon Keadaan jalan napas Pernapasan Sirkulasi Pemeriksaan fisik yang penting KOMPAK yang penting Penatalaksanaan Perkembangan lainnya yg dianggap penting
Jika dalam penilaian dini penolong menemukan Gangguan pada salah satu dari komponen : Tersumbatnya jalan nafas, Tidak ditemukan adanya nafas dan nadi maka Penolong harus melakukan tindakan yang dikenal dengan Bantuan Hidup Dasar ( BHD )
SISTEM PERNAPASAN DAN SIRKULASI Kompanen yang berhubungan dengan Sirkulasi adalah ; Jantung Pembuluh darah Darah dan bagiannya Jantung dapat berhenti karena banyak sebab diantaranya : Penyakit jantung Gangguan Pernafasan Syok Komplikasi penyakit lain
MATI Dalam istilah kedokteran dikenal dua istilah Mati ; Mati Klinis dan Mati Biologis. Mati Klinis : Tidak ditemukannya adanya pernapasan denyut nadi, Mati klinis dapat reversibel. Penderita mempunyai kesempatan. Waktu selama 4 – 6 menit untuk dilakukan RJP tanpa Kerusakan Otak. Mati Biologis: Kematian sel dimulai terutama sel otak dan bersifat Irreversibel, biasa terjadi dalam waktu 8 – 10 menit dari henti jantung.
Tanda – tanda pasti mati : • Lebam Mayat ( terjadi 20 – 30 menit setelah kematian ) • Kaku Mayat ( terjadi antara 1 – 2 jam kemudian ) • Pembusukan ( terjadi setelah 6 – 12 jam setelah kematian ) • Tanda lainnya / Cedera yang mematikan Apabila ditemukan tanda 2 tersebut diatas, maka tidak perlu dilakukan BHD atau RJP
Penderita henti nafas dan jantung mempunyai harapan hidup lebih baik jika semua langkah dalam “ Rantai Penyelamatan / Rantai survival “ dilakukan bersamaan. Hal ini diperkenalkan oleh AHA ( American Heart association ) Yang mempunyai 4 mata rantai : Kecepatan meminta bantuan Resusitasi jantung Paru Defibrilasi ( Dilakukan tenaga medis terlatih dengan Peralatan khusus ) Pertolongan hidup lanjut
BANTUAN HIDUP DASAR ( BHD ) BHD terdiri dari beberapa cara sederhana yang dapat membantu mempertahankan hidup seseorang untuk sementara. Beberapa diantaranya adalah : • Bagaimana menguasai dan membebaskan jalan nafas, • Bagaimana memberikan bantuan pernafasan, • Bagaimana membantu mengalirkan darah ketempat yang penting dalam tubuh, sehingga pasokan oksigen keotak terjaga untuk mencegah matinya sel otak.
Bila tindakan ini dilakukan sebagai satu kesatuan yang lengkapmaka tindakan ini dikenal dengan istilah Resusitasi Jantung Paru ( RJP ). Untuk memudahkan pelaksanaannya maka digunakan akronim A – B – C yang berlaku universal. Airway control ( Penguasaan jalan nafas ) HEAD TILL CHIN LIFT JAW THRUST MANEUVER
Breathing Support ( Bantuan Pernafasan ) Frekuensi bantuan pernafasan : Dewasa Anak ( 1 -8 th ) Bayi baru lahir : 10 – 12 X / menit ; 20 X / menit : lebih dari 20 X /menit ; 40 X/ menit
1. Menggunakan mulut penolong : • Mulut ke masker RJP • Mulut ke APD • Mulut ke mulut /hidung. 2. Menggunakan alat bantu : BVM ( Bag Valve Mask ) 1. Penyebaran penyakit 2. Kontaminasi bahan kimia 3. Muntahan penderita.
Circulatory Support Dewasa Anak - anak Bayi
( Pijatan Jantung Luar ) Kedalaman tekanan : Dewasa : 4 -5 Cm Anak : 3 -4 Cm Bayi : 1, 5 – 2, 5 Cm Dewasa Anak Bayi
MEMBERSIHKAN JALAN NAFAS 1. Posisi Pemulihan Posisi ini dilakukan bila penderita dapat bernafas dengan baik dan tidak ada kecurigaan cedera yang dapat bertambah parah akibat tindakan ini.
2. Sapuan jari Teknik ini hanya dilakukan pada penderita tidak sadar. Pada tindakan ini penolong menggunakan jarinya untuk membuang benda padat yang mengganggu jalan nafas. Jangan memasukan jari terlalu dalam, khusus bayi dilakukan bila benda yang menyumbat terlihat.
SUMBATAN JALAN NAFAS Secara umum sumbatan dapat terjadi akibat benda asing (makanan, mainan, darah, dll) atau dari struktur anatomis penderita ( lidah, penyempitan saluran pernafasan, kerusakan jaringan , dll). Dan sumbatan yang terjadi oleh benda asing dapat Bersifat total atau sebagian ( Parsial ). Khusus untuk mengatasi sumbatan total dikenal adanya perasat Heimlich ( Heimlich Manuever )
Perasat Heimlich • Hentakan Perut ( pada penderita dewasa & anak, ada respon ) • Hentakan Perut ( pada penderita dewasa & anak, tidak ada respon )
Hentakan dada – pada penderita dewasa yang kegemukan atau hamil, ada respon Kalau penderita tidak sadar, dilakukan seperti hentakan perut orang tidak sadar, namun penolong berada disamping penderita
RESUSITASI JANTUNG PARU RJP harus dimulai sesegera mungkin. Tindakan ini merupakan gabungan dari ketiga Komponen ABC.
PERSIAPAN RJP Jangan melakukan RJP sebelum melakukan penilaian penderita. Sebelum melakukan RJP anda harus menentukan bahwa tidak ada respon, tidak ada nafas, dan denyut nadi tidak teraba. Persiapan untuk RJP : 1. Tentukan Kesadaran Penderita ( ASNT / AVPU ) 2. Aktifkan SPGDT ( Aktifkan setelah 1 menit jika sendiri ) 3. Periksa ABC
Tanda dari keberhasilan RJP Keberhasilan RJP tidak berarti penderita hidup – ini hanya berarti bahwa RJP telah dilakukan dengan benar. Sangat sedikit penderita yang akan selamat bila RJP Tidak diikuti oleh ACLS. Tujuan RJP adalah mencegah Kematian sel otak & organ untuk beberapa menit sambil menunggu ACLS. Keadaan penderita perlu dipantau selama RJP Denyut jantung kan kembaliuntuk menentukan apakah RJP itu Efektif. • Mintalah seseorang untuk meraba denyut nadi selama penekanan. • Dada harus naik turun pada saat ventilasi • Pupil akan mulai bereaksi secara normal • Warna kulit akan berkurang pucatnya • Penderita mencoba untuk bergerak / menelan
1. PENDERITA PULIH KEMBALI 2. PENOLONG KELELAHAN 3. DIAMBIL ALIH OLEH TENAGA YANG SAMA / YANG LEBIH TERLATIH 4. ADA TANDA PASTI MATI
1. PATAH TULANG DADA DAN TULANG IGA. 2. PNEUMOTHORAK. 3. HEMATOTHORAK. 4. LUKA DAN MEMAR PADA PARU – PARU. 5. ROBEKAN PADA HATI.
KESALAHAN AKIBAT 1. Penderita tidak berbaring pada bidang keras 2. Penderita tidak horizontal 3. Tekan dahi angkat dagu kurang baik 4. Kebocoran saat melakukan pernapasan buatan 5. Lubang hidung kurang tertutup rapat dan mulut penderita kurang terbuka saat pernapasan buatan 6. Letak tangan kurang tepat, arah tekanan kurang baik 7. Tekanan terlalu dalam atau terlalu cepat 8. Rasio PJL dan pernapasan buatan tidak baik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. PJL kurang efektif Bila kepala penderita lebih tinggi maka jumlah darah yang ke otak berkurang Jalan napas terganggu Pernapasan buatan tidak efektif Patah tulang, luka dalam paru – paru Jumlah darah yang dialirkan kurang Oksigenisasi darah kurang
Penanganan Berbagai Kasus
PENANGANAN PERDARAHAN A. Perlindungan terhadap Infeksi pada penangan perdarahan : 1. 2. 3. 4. Gunakan APD Jangan menyentuh mulut, hidung, mata makanan sewaktu memberi perawatan. Buang bahan yang telah ternoda. B. Mengendalikan Perdarahan Luar: 1. Tekan Langsung ( 5 – 15 menit ) 2. Elevasi ( dilakukan bersamaan tekan langsung ) 3. Tekan pada titik tekan. 4. Cara lain yaitu imobilisasi dengan / tanpa bidai / Torniket.
PERAWATAN PERDARAHAN 1. Pada perdarahan besar : a. Tutup langsung luka b. Pertahankan dan tekan cukup kuat. c. Rawat luka setelah perdarahan terkendali. 2. Pada Perdarahan ringan atau terkendali a. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka b. Tekan sampai perdarahan terkendali c. Jangan melepas penutup luka atau balutan pertama. 3. Perdarahan dalam / curiga ada perdarahan dalam : a. Baringkan & Istirahatkan penderita b. Buka jalan nafas & pertahankan c. Perawatan Syok jika ada d. Periksa berkala pernapasan & denyut nadi e. Jangan beri makan & minum f. Rawat cedera lain g. Beri O 2 & Rujuk
Perdarahan Dalam Tanda perdarahan dalam dapat dikenali, misalnya: • Cedera luar tubuh merupakan petunjuk bagian dalam juga mengalami cedera • Ada memar disertai nyeri pada tubuh • Nyeri, bengkak, perubahan bentuk pada alat gerak • Nyeri tekan atau kekakuan pada dinding perut, dinding perut membesar • Muntah darah, batuk darah, BAB berdarah baik darah segar maupun darah hitam seperi kopi
Penanganan perdarahan dalam • • Baringkan penderita Periksa dan pertahankan ABC Beri oksigen bila ada Periksa pernafasan dan nadi secara berkala • Rawat sebagai Syok • Jangan beri makan dan minun • Segera dibawa ke fasilitas kesehatan
SYOK Dimana Sistem peredaran darah ( Sirkulasi ) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke organ vital. PENYEBAB 1. 2. 3. 4. Kegagalan jantung memompa darah kehilangan darah dalam jumlah besar Pelebaran pembuluh darah yang luas. Kekurangan cairan tubuh.
TANDA a. b. c. d. Pernafasan Nadi Kulit Wajah : Cepat dangkal : Cepat dan lemah : Pucat, dingin & lembab : Pucat, sianosis pada bibir, lidah dan cuping telinga. e. Mata : Pandangan hampa, pupil melebar. f. Perubahan keadaan mental : GEJALA a. b. c. d. e. Mual & mungkin muntah Haus Lemah Pusing Gelisah & takut mati
PENANGANAN SYOK 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Bawa penderita ketempat teduh & aman Tidurkan telentang, tungkai ditinggikan 20 – 30 cm Pakaian dilonggarkan Beri selimut Tenangkan penderita Pastikan jalan nafas & Pernafasan baik Kontrol perdarahan & rawat cedera lainnya Beri Oksigen sesuai protokol Jangan beri makan & minum Periksa berkala tanda vital Rujuk ke fasilitas kesehatan.
Perawatan luka terbuka 1. Pastikan daerah luka terlihat 2. Bersihkan daerah sekitar luka 3. Kontrol perdarahan (bila ada) 4. Lakukan penatalaksanaan syok pada luka 2 yg parah 5. Cegah kontaminasi lanjut 6. Beri penutup luka dan balut 7. Baringkan bila kondisi parah 8. Tenangkan penderita 9. Atasi syok (bila ada/akan timbul) 10. Rujuk ke RS
Perawatan luka tertutup (atasi seperti perdarahan dalam, perhatikan tanda-tanda syok) Untuk luka memar ; • Es (kompres dengan es /dingin) • Balut tekan • Istirahatkan (anggota gerak) • Tinggikan daerah cedera
Perdarahan Hidung • Pertahankan jalan napas • Dudukan penderita sedikit condong ke depan • Berikan penekanan pada cuping hidung atau berikan pembalut diantara bibir atas dan gusi lalu tekan • Jangan menutup hidup sampai penuh • Jangan mencabut benda apapun yg ada dalam hidung • Bila terjadi avulsi berikan pembalutan penekanan • Bila korban tidak sadar posisikan pemulihan
PINGSAN Terjadi karena peredaran darah ke otak berkurang, dapat terjadi akibat emosi yang hebat, berada dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara yang cukup, letih dan lapar serta aktifitas berat
Gejala & tanda : 1. Perasaan linglung 2. Pandangan berkunang-kunang 3. Lemas, keluar keringat dingin 4. Menguap 5. dapat menjadi tidak respon 6. Denyut nadi lambat
Penatalaksanaan • Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan • Longgarkan pakaian • Usahakan penderita menghirup udara segar • Periksa cedera lainnya • Beri selimut • Bila tidak pulih, periksa nadi dan napas, posisikan stabil dan rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat
PENANGANAN LUKA BAKAR UMUM q Jangan Lupa nilai keamanan tempat kejadian dan keselamatan diri penolong. q Hentikan proses luka bakarnya dengan aliran air dingin pada bagian yang terkena. q Lepaskan pakaian dan perhiasan yang tidak melekat pada luka bakar q Lakukan penilain dini , bila ada beri Oksigen q Tentukan derajat berat luka, luas luka, lokasi luka pada saat pemeriksaan fisik dan cari bila ada cedera penyerta. q Tutup luka dengan tutup luka steril atau lembaran penutup luka bakar sekali pakai ( supratul dll ) dan pembalut yang longgar
Lanjutan……………. q Jangan memecah gelembung, bila pada jari 2 maka balut masing-masing jari tersendiri q Jagalah kehangatan tubuh penderita dan rawat cedera penyerta bila ada. q Upayakan penderita senyaman mungkin q Segera panggil bantuan dan Rujuk ke fasilitas kesehatan yang terdekat bila luka bakar sedang sampai berat